Please Come Back

Please Come Back
~29~


__ADS_3

Seli baru saja sampai di rumah. dia menghela nafas sejenak saat sampai di kamarnya. Diluar sangat panas. itu mengundang kantuk di siang hari. Seli segera mengganti pakaiannya dan keluar untuk makan siang. Mbak Citra tidak di rumah. sepertinya dia belanja bulanan. Dan pulangnya juga pasti menjelang malam. Dia bahkan sudah masak untuk nanti malam.


Seli sudah selesai dengan makan siangnya dan segera kembali ke kamar. Dia hendak tidur siang. lagipula tidak ada kegiatan hari ini. rasanya malas sekali keluar rumah di bawah terik matahari. lebih baik dia tidur siang sebentar.


Rasanya baru sebentar sekali Seli tidur tapi sebenarnya dia sudah tidur 1 jam. Dia terbangun karena ponselnya yang berbunyi. Dia segera meraih ponselnya. telfon dari nomor tak di kenal. Seli sebenarnya malas sekali mengangkatnya tapi, mana tau itu penting jafi dia memutuskan untuk mengangkatnya


"halo?" Seli perlahan duduk.


"halo, ini Seli?"


"iya. ada apa ya?"


"maaf. gue mengganggu ga?"


"sebelumnya ini siapa ya?"


"oh maaf gue lupa memperkenalkan diri. Gue gabriel"


"gabriel?"


"lo ga kenal ya sama gue? Gue pacarnya Echi"


"oohh kenapa?"


"ada yang mau gue bilang sama lo"


"tentang apa?"


"tentang kak Abrian"


"kak Abrian kenapa?"


"Gue bilang sama lo nanti malam aja deh"


"sekarang aja kenapa sih? gue udah terlanjur penasaran"


"lo harus mempersiapkan hati sel"


"kenapa?"


"karena kak Abrian, Dia... dia..." (ragu ragu)


"Dia kenapa? cepat dong bilangnya jangan bertele tele"

__ADS_1


"Di...Dia se...selingkuh Sel?"


"apa? haha jangan bercanda lo. ga lucu"


"gue ga bercanda Sel. gue serius. Dia selingkuh sama Echi pacar gue. Gue liat sendiri pakai mata kepala gue sel. Tadi pulang sekolah kaya biasanya Echi nyuruh gue pulang duluan. Dia bilang ada kerja kelompok. beberapa hari belakangan dia selalu nyuruh gue pulang duluan dengan alasan kerja kelompok. Tadi, kebetulan flashdisk gue tinggal di laci. Jadi gue balik lagi ke sekolah. Pas gue lewat dari ruang osis, gue dengar suara orang bercanda dan tertawa. Dan suara itu amat gue kenal. Gue buka sedikit pintu ruang osis. Gue... gue ngeliat kak Abrian dan Echi berduaan disana sel"


"Pokoknya gue udah bilang Sel. sisanya terserah sama lo"


"makasih info lo" jawab Seli menutup telfonnya


Apa benar kak Abrian selingkuh? tapi ga mungkin. dia sayang sama seli. Seli berdiri dan mondar mandir di kamarnya. tidak mungkin Abrian selingkuh. atau jangan jangan Gabriel yang nyebar hoax? Seli beberapa kali menghubungi Abrian. Tapi dia tidak aktif. Seli bingung harus percaya yang mana. Dia kembali mondar mandir sambil berpikir. Tidak mungkin dia menghubungi mira. mira pasti berpihak pada gabriel.


satu jam, dua jam Seli masih tetap belum tau harus mempercayai siapa. lagipula informasi dari Gabriel belum bisa dibuktikan. Gabriel cuma memberi gambaran tapi dia tidak punya bukti kuat. Selain dia bilang dia melihatnya sendiri dengan mata kepalanya.


Seli menutup tirai kamarnya. di luar terlihant sudah mulai gelap. sebentantar lagi malam. Sedangkan dia sampai sekarang tak tau harus membenarkan siapa. Dia menghela nafasnya dan duduk di bangku meja belajarnya. bingung harus melakukan apa. Abrian, entah apa yang dia lakukan saat ini. Hingga sekarang belum ada kabar darinya.


Lamunan Seli dibuyarkan oleh suara ponselnya sendiri. ada telfon masuk. Dia menduga itu dari Abrian tapi dia salah. Itu dari Mario-abang sepupunya.


"halo"


"halo sel. lo dimana?"


"di rumah. emangnya lo dimana?"


"tumben nelfon. gue kira lo di sekitaran sini makanya nelfon"


"ye emangnya gue ga bisa nelfon lo lagi"


"bisa sih. tapi kan gue bingung aja kenapa lo tiba tiba nelfon ga kaya biasanya."


"soalnya gue punya info penting untuk lo Sel"


"info penting?"


"iya info penting sel. Yah walau gue mungkin akan menyesal setelah mengatakan ini. tapi lo berhak tau sel"


"apaan sih? dramatis banget kata kata lo"


"kali ini gue seriusan sel. gue ga bercanda sama sekali"


"emangnya info tentang apa sih?"


"lo harus siap hati dan mental dulu sel"

__ADS_1


"aduh kelamaan. langsung ke intinya dong"


"okay okay. ehem. tadi tadi gue liat Abrian berduan sama cewe lain sel"


"lo yakin?"


"gue yakin banget sel. gue baru mau pulang selesai main basket di lapangan. Gue lewat dari ruang osis yang terbuka sedikit. di dalamnya juga terdengar suara orang ketawa. Gue liat dari pintu yang terbuka sedikit itu. Dan, gue liat kak Abrian berduaan sama cewek. Awalnya gue kira itu lo. Gue juga sempat mau nanya kenapa lo belum pulang. Tapi setelah gue pastiin, ternyata itu bukan lo. gue kenal dong lo gimana. Maaf ya sel. Tapi lo memang harus tau. Gue nyesel banget udah bilang ini sama lo. Tapi lo berhak tau."


"makasih kak" Seli mengakhiri telfonnya


Sepertinya Abrian memang benar benar selingkuh. Seli lemas mendengar itu semua. Mario belum pernah bohong padanya. Tapi dia masih belum percaya abrian selingkuh. Abrian sayang padanya. Tidak pasti keliru. Abrian tidak mungkin melakukan itu. Seli mengingat sesuatu. Dia tau harus menelfon siapa. Dia harus memastikan kalau semua itu memang tidak benar. Seli mengutak atik ponselnya. Dia mencari nomor seseorang. kemudian dia mendapatkannya. Dara.


"halo"


"halo kak dara. ini seli kak"


"iya kenapa sel?"


"mmm cuma mau nanya aja kak"


"nanya apa sel? tanya aja jangan malu malu. kaya sama siapa aja"


"kakak Sekretaris osis kan?"


"iya emang kenapa sel?"


"dalam minggu ini kalian full rapat untuk pemilihan ya kak?"


"enggak sel. Dalam minggu ini kami cuma dua kali rapat kok."


"hari ini ada rapat ga kak?"


"engga sel. kami rapatnya hari senin dan selasa kemarin. Sisanya kami ga ada rapat. hari ini juga ga ada rapat sama sekali sel. emang kenapa sel?"


"oh gapapa kak. cuma nanya aja kok. makasih ya kak."


berarti Kak Abrian memang benar benar selingkuh? sudah tak ada pembelaan untuknya lagi. Semua yang dia katakan dan lakukan bertolak belakang. Dia bilang akan full rapat dalam minggu ini. Dia sibuk mengurus keperluan pemilihan dan lain lain? sibuk apanya?sibuk selingkuh?


Seli kembali duduk di kursi meja belajarnya. Tadi dia sempat berdiri saat menelfon Dara. berharap dia mendapat pembelaan dari Dara. Tapi tidak ada. Semua nya sudah jelas. Abrian memang benar benar selingkuh. Seli mengusap wajahnya kemudian menungkat kepalanya dengan kedua tangan. Ternyata Mira memang benar. Seharusnya dia percaya pada Seli. insting nya kuat. Tapi demi membela Abrian, Seli bahkan mengabaikan insting yang 98 persen benar itu. Dia lebih memilih percaya pada 2 persen tersisa.


"halo"


"gue bakal putuskan Kak Abrian besok. ga guna bertahan sama orang yang ga menghargai. ga ada gunanya berjuang sendiri. Untuk masalah Echi, lo berhak memutuskan yang terbaik menurut lo"

__ADS_1


__ADS_2