
Hai Vito... Maaf bukan aku tak ingin menceritakannya secara langsung padamu. Tapi, kepalaku benar benar pusing saat ini. Aku demam sejak beberapa hari lalu. Aku akan langsung ke intinya. Saat itu kau dikarantina jadi wajar saja kau tak tau apa apa. Aku akan menjelaskan hal yang kau tanya tadi di kertas ini. Aku tak bisa berlama lama Karena aku harus segera pulang dan beristirahat. Maaf bukan ingin menomorduakan mu. Tapi kali ini aku benar benar sedang sakit. Kau tidak tersinggung kan kalau aku tak berbicara secara langsung? Aku akan menjelaskan selengkap lengkapnya dan sedetail detailnya disini.
Waktu itu saat kau cedera, Adik Mira kabur dari rumah. Dan Mira meminta bantuanku untuk mencari adiknya. Kami tentu butuh teman. Jadi aku mengajak Rendy bersama kami. Maaf bukan aku tak ingin mengajakmu. Tapi saat itu kau masih cedera dan kau harus sembuh agar bisa mengikuti kejuaraan itu. Jadi aku tak ingin membebanimu dengan masalah apa pun.
Kami membagi 2 tim. Dan kebetulan aku dan Rendy satu tim karena kami tak mengenal sepupu sepupu Mira. Alangkah lebih baik jika patner kita orang yang kita kenal bukan? Kami ke cafe itu dan memulai penyelidikan. Dan saat itu mungkin kau melihat kami.
Selain kau, ternyata kak Mario juga melihat kami. Dan disinilah awal salah faham itu. Kak Mario berpikir bahwa Rendy membawaku ke tempat berbahaya. Jadi dia memberi pelajaran pada Rendy yang sebenarnya tak tau apa apa. Dia hanya membantu. Tapi dialah yang terkena getahnya. Dialah yang menanggung akibat dari hal yang tidak dia lakukan
Kak Mario dan teman temannya menyeretnya ke toilet dan menghajarnya disana. Aku sama sekali tak tau hingga saat itu Rendy cerita karena tak tau harus mengadu pada siapa lagi. Aku mulai kasian padanya dan menyuruhnya untuk menyerahkan seluruh masalah itu ke tanganku. Aku berjanji akan menyelesaikan masalah itu. Dan mulai saat itulah aku demam. Pikiran yang kacau, makan tidak teratur dan kurang istirahat.
Tapi masalah ini semakin membesar. Rendy bahkan ditindas saat dia latihan. dia ditindas oleh teman teman kak Mario. Bukan cuma itu dia juga diteror melalui pesan dan telefon. Aku bingung harus melakukan apa dan saat itu pula demamku semakin parah. Sedangkan Rendy, dia semakin sering ditindas.
Dia bahkan harus dibawa ke uks. Dan aku menemaninya disana. dan maafkan aku yang lupa kalu kau bertanding hari itu. Tidak tahan dengan semua ini, akhirnya aku mengambil tindakan. Mengancam kak mario dan teman temannya. Hingga akhirnya mereka sudah tidak menindas Rendy lagi.
Tapi, aku tetap belum sembuh dari demamku. Dan kau malah menanyakan hal yang membuatku sadar kalau kau memang tak percaya padaku. Kepalaku rasanya mau pecah. Baru masalah Rendy selesai, masalah salahpaham denganmu datang. Kepalaku rasanya ingin pecah menahan semua ini. Aku hampir menyerah
Tapi tenang, aku masih kuat untuk semua ini. Hanya saja aku butuh waktu untuk diriku sendiri. Maaf Vito kalau sudah membuat salah paham seperti ini. Kau harus tau, aku sungguh sangat menyayangimu dan aku beruntung punya pasangan yang bisa melindungiku selalu sepertimu
Maafkan aku jika aku egois atau tak bisa berterus terang tentang masalahku. Tapi itulah aku yang selaku sulit menceritakan masalahku pada orang lain. Maaf kalau aku membuatmu kecewa. Tapi, aku akan tetap menyanyangi dan tak akan pernah meninggalkanmu.
Dikehidupan selanjutnya, aku ingin kita bisa bersama lagi. Karena kau satu satunya orang yang bisa membuatku nyaman dan bahagia seperti ini. Aku tak tau kenapa aku menuliskan kalimat itu. Tapi tanganku memaksaku menuliskan itu.
Aku bahagia selama kita bersama dan aku akan tetap bahagia karena kita akan terus bersama. Berjanjilah padaku Vito. kau tidak akan mencurigaiku seperti itu lagi. Berjanjilah padaku kalau kau akan selalu percaya padaku dan berjanjilah padaku kau tidak akan pernah meninggalkanku. Maka aku akan berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu juga sampai aku dipanggil oleh yang Maha kuasa.
Vito, kau mau memaafkan aku kan? Aku akan belajar cara agar bisa menceritakan masalahku pada orang lain. Aku sayang padamu.
Ini foto foto kita yang diambil oleh Mira waktu itu. Semuanya bagus sekali. Aku sudah menyucinya untukmu. Jaga baik baik foto foto kita itu. Itu adalah kenangan.
"Kenapa kau tak menjelaskannya lebih awal?"
"Maaf. Maaf Seli aku memang Egois"
__ADS_1
"Aku terlalu bodoh mempermasalahkan hal sesepele itu"
"Aku minta maaf. Please come back"
"Bagaimana bisa kau pergi secepat ini?"
"Maafkan aku yang tak bisa melindungimu"
"Aku memang sama sekali tak berguna"
"Seli, Please come back"
"Please come back Seli"
"Apa yang akan kulakukan setelah kau pergi?"
"mengapa semua orang yang aku sayangi pergi dengan cepat?"
"Apa yang harus aku lakukan Seli?"
"Kau memang egois meninggalkan aku sendiri seperti ini"
"Aku sangat marah padamu. Aku tidak akan pernah bisa memaafkanmu"
"Please coma back"
Please come back. kumohon kembali"
"Aku akan memperbaiki semua. Aku janji"
"Seli..."
__ADS_1
"Kau menyiksaku dengan seperti ini"
"aku tak sanggup"
"Aku tak kuat untuk kehilangan lagi"
"1 sudah cukup membuatku terpukul sepanjang hidupku. Dan sekarang aku kehilangan 1 lagi"
"Kumohon Tuhan jangan mencobai aku lagi"
"Kumohon kembalikan dia"
"Hanya dia semangatku"
"hanya dia harapanku"
"Kumohon..."
"Please come back"
Vito sudah tak dapat menahan sesak didadanya. Dia membaca Surat dari Seli dengan penuh penyesalan. Dia bahkan Terduduk di lantai kamarnya saat membaca surat terakhir dari Seli.
Tidak bisa diterima. Dia sama sekali tak bisa menerima ini semua. 2 kali merasakan hal yang sama. Apa ini kutukan? Atau nasib sedang mempermainkan dia? Bagaimana dia akan menjalani hidup setelah ini?
Dia bahkan tak memiliki semangat hidup lagi. Dia duduk dengan berderai air mata. Kepalanya menunduk sambil memegang surat terakhir Seli. Lemas tak berdaya dan tak memiliki semngat hidup.
Apa gunanya hidup jika tak memiliki tujuan yang jelas? Apa gunanya hidup jika hanya menemui kehampaan?Apa gunanya hidup tanpa kasih sayang? apa gunanya hidup tanpa orang yang disayang?
Vito melihat satu persatu foto mereka. Mereka terlihat bahagia di foto itu. Mereka juga terlihat romantis. Tapi sayang itu hanya sebentar. Bahkan bisa dibilang momen sebelum maut memisahkan. Momen indah yang singkat dan tak akan pernah terulang.
Vito menatap Foto mereka dengan sendu kemudian kembali menumpahkan air matanya. Foto foto itu bahkan menambah kesedihan dan kesesakan di hatinya. Dia bahkan sudah merindukan Seli sekarang. Tapi kemana lagi dia akan mencarinya sekarang? Tak ada tempat yang bisa mengantarkan dia pada Seli lagi.
__ADS_1
Tapi dia sungguh tak bisa iklas dan berharap Seli bisa kembali suatu saat nanti.