Please Come Back

Please Come Back
~24~


__ADS_3

Hari ini hari minggu. Seli memutuskan untuk berjalan jalan di taman. Dia hanya sendiri. Dia mutar mutar kota dengan jalan kaki. malas naik angkot. lagi pula jarak dari rumahnya ke taman kota masih sanggup dia jalani.


Dia berjalan sambil menghidup udara. celangak celenguk ke kiri kanan. Siapa tau dia bertemu dengan teman atau seseorang yang dia kenal.


Dia masih berjalan santai sesaat sebelum dia tabrakan dengan seseorang yang seperti baru keluar dari gang di dekatnya. Seli sepertinya kesal. entah pada siapa dia kesal. pada orang yang tabrakan dengannya atau dengan dirinya sendiri yang tak melihat orang itu lewat.


Tapi kekesalannya hanya sesaat. Saat dia mendongak dan melihat yang dia tabrak adalah "Vito?" dia langsung membulatkan matanya kaget. Tangan Vito dan memar di wajahnya, berarti? Seli langsung melihat ke arah gang yang baru saja Vito keluar dari situ. Dugaannya tepat sekali. Disana ada 2 orang yang sepertinya kesakitan. Dan tampaknya mereka itu Preman.


Tidak salah lagi. Vito pasti baru saja berkelahi dengan orang orang itu. ini yang keberapa kali Seli melihat Vito berkelahi seperti itu. Sepertinya berkelahi dan menggunakan kekerasan adalah makanan sehari hari Vito.


Seli kembali menatap Vito. Vito terlihat sedang mencari cari waktu yang tepat untuk menyampaikan sesuatu pada Seli. Atau lebih tepatnya menjelaskan sesuatu atau meluruskan sesuatu. Melihat Vito yang seperti itu, Jantung Seli berdegup kencang sekali. bagaimana kalau orang yang didepannya ini tiba tiba memukulnya atau menendangnya.


Seli langsung menepiskan segala pikiran buruk itu dan dengan cepat menghindar dari hadapan Vito. pikirannya kacau dan jantungnya berdegup kencang sekali. Dan sama seperi hari hari yang lalu, lagi lagi Vito gagal menghentikan langkah Seli. Dia lagi lagi gagal menjelaskan salah paham yang bersarang di otak Seli.


Seli berhenti sejenak menarik nafas lega setelah bisa menghindar dari Vito. Di luar rumah Memang bukan tempat yang tepat. Bisa saja dia bertemu dengan Vito dan Abrian sekaligus di tempat yang sama. Dari kejauhan Seli Melihat Mira yang entah darimana dia baru saja. Yang pasti Mira terlihat membawa belanjaan atau entahlah lebuh tepatnya itu seperti jajanan jalanan.


Seli langsung melambaikan tangannya sambil memanggil manggil nama Mira. Mira yang melihat Srli memanggilnya dari kejauhan langsung datang menghapiri Seli.


"wah, kebetulan banget Sel bisa jumpa disini"


"lo ga ngucapin selamat pagi kaya biasa?"


"haha gue lupa Sel. Lo mau kemana?"


"gue juga ga tau. tadinya cuma mutar mutar terus sampai deh di gerbang taman kota. Emangnya lo mau kemana?"


"ga kemana mana sih. Gue juga mutar mutar terus jumpa pedagang kaki lima gue beli deh" Mira mengangkat Jajanan nya.


"berhubung kita udah ketemu disini, ya udah masuk aja yuk ke taman kota. Sekalian kita makan jajanan ini"


"emangnya lo beli apaan?"


"batagor. tenang aja. Gue beli dua porsi kok"


"kenapa dua porsi?"


"Tadinya sih mau bawa pulang. Gue suka banget batagor jadi beli dua"


"ya udah lo nunggu apa lagi? buruan naik ke motor gue"


Motor Mira segera masuk ke taman kota. Mereka mencari tempat di taman kota agar bisa menikmati makanan yang baru saja Mira beli.


Mereka sudah menemukan tempat yang tepat. Dan terdengar beberapa kali bunyi ponsel Seli. Abrian sedari tadi terus menelfonnya.

__ADS_1


"kenapa ga diangkat?" Tanya Mira mengambil posisi duduk di depan Seli.


"Gue malas ngeladeni dia"


"tapi kan kak Abrian cowo lo Sel"


"lo tau kan masalahnya makin runyam. lo juga liat sendiri kemarin. kalau lo diposisi gue, lo bakal ngelakuin sama kaya yang gue lakuin"


"ya iya lo bener juga. Lupain aja lebih baik kita makan dan cari topik lain. Dari tadi gue ga sabar pengen makan batagor mamang itu. kata orang orang sih enak." Mira menyerahkan satu kotak makan batagor pada Seli.


"eh, lo ingat ga Vito yang kemarin berkelahi di simpang sekolah? belakangan ini dia semakin sering berkelahi tau ga? hampir tiap hari"


"tadi bahas kak Abrian kenapa sekarang malah bahas Vito sih? ga ada topik lain yang lebih bagus ga sih? itu kan dua orang yang gue hindari"


"ooo" jawab Seli malas sambil terus menyendok batagornya.


"Tapi dia itu orang baik Sel"


"hah... ngapain bahas itu lagi sih Mir?"


"ya iyalah. Dia ganteng, baik, anak orang paling kaya di kota ini pula"


"anak terkaya di kota?"


Seli Memutar bola matanya


"Terus lo naksir sama dia?"


"cewe mana sih ga suka sama Cowo kaya dia. Ganteng yang luar biasa"


"Dan kaya kan"


"Jangan jangan lo nyarik pacar itu dari kaya nya aja" Jawab Seli memutar bola matanya lagi.


"ih apaan sih lo Sel. Tapi merebut hati seorang Vito si es batu itu susah banget Sel."


Seli masih tidak peduli. Dia masih asik memakan batagotnya yang tinggal separuh.


"kaya nya sih dia ga suka sama cewe mana pun. Tapi sebaliknya, semua cewe suka sama dia. Dia perfect"


"Gue sih ga jadi suka sama dia. Karena dia susah banget di dapat. Teman nya juga ga ada di sekolah kita. Jafi ga ada yang bisa dimintai bantuan."


"Eh, tapi lo ngerasa ga sih sel kalau cowo cowo di sekolah kita pada segan sama Vito"

__ADS_1


"segan gimana?" Seli tidak berpaling dari batagornya


"segan ya, kaya nya sih mereka hormat juga sama Vito"


"karena anak orang terkaya di kota mungkin" jawa Seli asal


"ih ga mungkin lah Sel. ga banyak yang tau tentang identitas Vito."


"terus?"


"Mungkin karena dia memang benar benar baik Sel. jadi orang orang segan sama dia"


"ooo" jawab Seli super cuek


"yah, lo kok cuek banget sih jawab nya Sel"


"terus lo mau respon gue kaya apa? wah... daebak... luar biasa banget... lo mau gue bilang kaya gitu?"


"ya engga sih. Tapi kan jawaban ooo itu biasanya jawabn untuk mengakhiri percakapan Sel"


"mau gimana lagi gie ga tau mau jawab gimana" Seli menyendok batagor terakhirnya.


"batagor lo udah habis? cepat banget"


"gue belum sarapan"


"pantes aja" jawab Mira kemudian lengang sejenak.


"eh, ngomong ngomong tentang Vito, gue tau dia ga suka cewe mana pun. Tapi gue juga tau dia suka satu cewe"


"kenapa dia selalu saja membahas Vito. seakan Vito itu idol kpop yang diidolankan semua orang. Cari topik lain kek. Gue bosan dengar nama Vito terus" batin Seli


"lo mau tau siapa cewe itu?"


"sebenarnya sih gie ga peduli. Dia mau suka sama siapa, benci sama siapa? apa hubungannya sama gue?


"tapi lo harus tau Sel. karena ini juga berhubungan sama lo"


"berhubungan sama gue?"


"iya lah. karena cewe yang dia suka satu satu nya itu... Seli Hedvika"


"Aku?"

__ADS_1


__ADS_2