Please Come Back

Please Come Back
~14~


__ADS_3

Seli perlahan membuka matanya karena sudah mulai merasa gerah. Kemudian melihat jam.


"udah mau pulang sekolah ya? Tapi kenapa ga ada yang membanguniku ke sekolah?" batinnya. Dia tidak bisa tidur sepanjang malam dan baru bisa tidur saat hari mulai pagi jadi dia bangun disiang hari.


Nona seli sudah bangun? Nona, makanlah sesuatu. Nona bangun siang hari jadi tidak sarapan Aku yakin kau lapar" kata mbak Leni


" mbak, kenapa aku tidak dibanguni untuk sekolah? apa seragam sekolahku belum dijemput?"


"sudah. kemarin malam dijemput"


"Lalu kenapa aku tidak dibanguni?"


"Nona seli masih sakit. Ketika nona prilly bangun pagi ini, ia bilang untuk tak usah membangunkan dan hanya menunggu sampai nona bangun. Karena nona masih sakit. Tuan Vito juga setuju dengan nona prilly. Nona seli jika ingin apa apa silakan hubungi mbak. permisi non" kata Leni dan dibalas anggukan dari Seli


"dreeettt dreeettt dreeeettt"


"Halo, selamat sore, kak."


" kamu ga datang ke sekolah ya hari ini?"


"engga kak. Aku sakit lagi."


"padahal aku mau bilang sesuatu sama kamu"


"sesuatu apa kak?"


"Oh, bukan apa apa kok. ga penting juga. cepat sembuh ya supaya bisa ke sekolah lagi "kata Abrian dari seberang telepon dengan sedikit kecewa. Karena hari ini ia berencana untuk menembak seli secara langsung. Dia juga membawa setangkai bunga mawar sebagai persiapan. jika disimpan terus bungan itu pasti layu. jadi Abrian meletakkan bunga itu di bangku lapangan sekolah.


"Ya, kak. Terima kasih, kak" jawab Seli menutup telfon


"dari Siapa?"


"Hei, lo udah pulang?"


"Ya, gue bareng Vito. Dia langsung pergi ke kamarnya untuk ganti pakaiannya."


"Ooh."


"telfon dari siapa?" tanya prilly duduk di tempat tidur


"kak Abrian"


"dia bilang apa?"


"cuma nanya kenapa gue ga masuk sekolah"

__ADS_1


"ooh" kata Prilly sambil membuka dasi sekolahnya


"hhmm sebenarnya..." kata Seli lagi


"sebenarnya apa?"


"gapapa kok"


"gimana sih lo? ceritain aja lah. kenapa lo masih sembunyiin apa apa aja sih? gimana kalo ada apa apa lagi" kata Prilly menatap Seli


"kak Abrian nembak gue"


"hah? terus, terus lo terima?"


Seli hanya mengangkat bahunya


"saran gue sih lo terima aja."


"kenapa lo bilang gitu?


"supaya lo bisa segera lepas dari pembullyan Melly and the genk lah. Kalau lo udah punya pacar, otomatis kak Zohan ga akan ngedeketin lo. dan kak Melly pasti ga lagi membully lo kalau lo udah ga dekat lagi sama kak Zohan terlebih lagi lo udah punya pacar"


Seli merenungkan perkataan Prilly. Sebenarnya perkataannya benar juga. Dia bisa segera lepas dari pembullyan itu secepatnya. lagi pula kak Abrian adalah orang yang baik dan bisa membuat nyaman."


"gue udah jauhi dia. tapi dia masih tetap aja berusaha deketin gue."


"dan sampe sekarang dia belum tau kalau lo dibully melly karena Dia?"


Vito yang mendengarkan percakapan mereka melototkan matanya karena kaget.


"belum. dia ga tau apa apa"


"sampe kapan lo simpan-simpan kaya gini sih?"


"lo ga capek dibully terus kaya gini sedangkan penyebab lo dibully ga tau apa apa"


"ya terus gue harus gimana Pril? ini yang terbaik"


Vito yang mendengar bahwa Selama ini Seli dibully oleh Melly And the genk. merasa marah dan mengepalkan tangannya


"jadi, waktu Seli melangkah sambil gemetar di hadapan Melly, karena dia takut dibully? Zohan? si brengsek itu kenapa sebodoh ini? dia bahkan ga tau Seli dibully sekejam ini? kurang ajar!" batin Vito kemudian pergi.


"Pril, sekarang jam berapa?"


"jam 2 siang lewat sedikit"

__ADS_1


"nanti sore gue mau ke taman"


"kalau gitu gue ganti baju dulu deh terus kita makan baru kita ke taman"


"gue tunggu di dapur ya" kata Seli melangkah ke dapur rumah Vito


"mbak, Vito mana? dia udah makan?"


"ga tau tuh dia kemana. dia kalau keluar rumah ga pernah bilang soalnya. dia juga belum makan nona"


"nanti kalau Vito pulang terus nanya kita dimana, bilang di taman kota ya mbak."


"baik nona"


Selesai makan, Seli dan Prilly pergi ke taman kota. Seli langsung mengajak Prilly ke bangku tempatnya biasa di taman. bangku yang sungguh sempurna untuk menatap senja. Tapi saat mereka hendak duduk di bangku itu,ternyata ada orang yang sedang duduk di tempat itu.


"loh, kak Abrian?" kata Seli sambil berjalan mendekati Abrian


"kenapa belum pulang kak?"


"Seli? gimana? udah baikan?"


"ya setidaknya ga kaya kemarin malam sih"


"ayo duduk" kata Abrian bergeser.


"aku sengaja belum pulang. karena aku yakin kamu pasti ke tempat ini kalau udah sore. sepertinya aku memang benar. ini tempat favorite kamu"


"iya kak" kata Seli tersenyum kemudian melempar pandangannya ke depan. Mereka tak mengeluarkan sepatah kata pun.


"hhmm... Sel, sebenarnya ada yang mau aku bilang sama kamu" kata Abrian membuka pembicaraan lagi


"deg deg deg"


"aku suka sama kamu. kamu mau kan jadi pacar aku?"


"deg deg deg"


Seli melihat ke arah Prilly yang masih berdiri di sampingnya. dia mengingat kata kata Prilly. ini satu satunya jalan keluar dari pembullyan Melly. prilly tersenyum dan mengangguk pelan kepada Seli. Seli kembali melihat ke arah kak Abrian. Dia berpikir sebentar


"iya" jawabnya sambil mengangguk pelan.


Abrian sangat senang karena dia tidak ditolak. sebenarnya dari tadi jantungnya berdegup kencang. tapi sekarang dia bisa lega dan bertingkah layaknya anak kecil yang dapat mainan baru. Dia sungguh sangat senang.


"makasih ya. udah mau jadi orang teristimewa" katanya kemudian merangkul Seli. Seli hanya mengangguk. Ini kali pertama dia pacaran. Dia tak tau sebenarnya apa guna pacar. tapi yang pasti dengan ini dia bisa lepas dari pembullyan Melly.

__ADS_1


__ADS_2