Please Come Back

Please Come Back
~21~


__ADS_3

"Seli Hedvika"


Seli menoleh. entah mengapa orang orang terlalu duka memanggil namanya dari jauh. bukannya mendrkat lalu menyapa.


"kak Mario?" kata Seli kaget. Dia kembali memastikan dengan melihat dari atas sampai bawah.


"seragam kita sama. eh, kakak sekolah disini?"


"ya elah. ya iya lah"


"kok aku ga tau? kita juga ga pernah jumpa kan"


"lo kan masih kelas 10. kelas lo di ujung. sedangkan kelas 11 di tengah tengah. makanya kita ga ketemu" kata Mario mengangkat tabgannya dan meletakkannya di pundak Seli. Dia merangkulnya sambil melanjutkan berjalan.


"tapi tante Mita juga ga pernah cerita tuh lo disini."


"yah. lo juga ga nanya dimana abang sepupu lo ini sekolah. bisa bisanya lo ga tau. yah, gue juga ga tau sih kalo lo sekolah disini."


"terus lo tau darimana? karena ngeliat gue barusan?"


"ya enggalah. gue tau lo sekolah disini karena semua orang baper sama hubungan lo dengan kak Abrian"


"gue viral di sekolah nih haha"


"eh, terus lo kenapa ga pulang bareng Abrian?"


"Dia sibuk sih. Sebentar lagi kan udah pemilihan Osis baru. mungkin banyak yang harus dia urus. udah nyaris seminggu sih gue ga pulang bareng dia"


"tapi gue denger denger sih dia playboy"


"ah. lo udah sama kaya Mira tau ga. udah lah ga penting. Mau dia playboy atau engga yang penting dia ga selingkuh"


"kalau dia selingkuh?"


"yaaa....." jawab Seli tak tau harus bilang apa


"haha udah lah ga usah dipikirin. Lo masih nunggu temen?" tanya Mario saat sudah sampai di parkiran.


"engga sih. Mira belakangan. Dia masih mau ngurus sesuatu"


"ya udah pulang bareng gue aja yuk. naik angkot hahaha canda. Gue bawa motor"


"masalahnya helm nya cuma satu nih. lo gapapa ga pakai helm? atau lo aja yang pakai helm nya?"


"engga deh. lo aja yang pakai. gue ga mau ketular keringat yang nempel di helm lo"


kalimat Seli membuat tawa mereka pecah.

__ADS_1


"bisa aja lo. ya udah buruan naik"


Seli dan Mario abang sepupunya itu melaju perlahan. Sebenarnya tujuan mereka berlawanan. Seli ke kanan sedangkan Mario ke kiri. Tapi Mario akan mengantar Seli terlebih dahulu kemudian pulang ke rumahnya sendiri.


"Sel, kita makan dulu ya. gue lapar" kata Mario dari depan.


"lah, masih jam berapa ini?"


"ya kan hari ini perjalanan gue dua kali lipat"


"dua kali lipat?"


"ya iya lah. rumah kita kan berlawanan. gue ngantar lo dulu terus gue pulang sendiri. jauh tuh perjalanan gue. membutuhkan energi. makanya kita makan dulu biar gue ga pingsan di tengah jalan"


"haha apaan sih lo. gitu aja pingsan. lo cowo kan"


"ya iyalah cowo. tapi mau cowo atau cewe tetap vutuh tenaga dong. harusnya sih lo yang teraktir."


"ya elah. Tau gitu naik angkot gue" mereka kembali tertawa


"ya udah deh. kalo lo ga mau traktir gue makan. bayar masing masing aja"


"yah... kirain lo mau traktir gue"


"ya elah. iya deh. gue traktir lo. Sebagai abang sepupu yang baik."


"lah, kok?"


"iya gue tau makanan kesukaan lo pangsit."


"wah, diam diam merhatiin juga lo"


"ya jelas dong sebagai abang yang baik. yuk masuk"


"kong, pangsit kuah dua ya"


"kita duduk dimana nih?"


"tuh. Ada bangku kosong" tunjuk Seli dan mereka langsung begegas duduk ke bangku itu.


"eh, ngomong ngomong abang lo apa kabar?"


"wah. lo ngingetin gue tuh. kalau gue punya abang"


"ih jahat banget sih lo jadi adek. Sampai ga ingat punya abang lagi"


"udah lama baget ga jumpa sih. 2 tahun. Dia juga kan lo tau cuek banget. Sedingin es batu. sama gue aja tuh yang bawel"

__ADS_1


"lo beruntung tuh punya abang"


"ya lo benar. gue rindu banget sama dia. udah ga pulang, ga ngasih kabar. kan jadi kangen banget"


"Dia kuliah kan. terus kenapa ga pulang?"


"kaya gue bilang tadi. Dia itu sedingin es. jadi malas lah pulang. pulang juga ga nyapa siapa siapa. jadi, buat apa pulang?"


Percakapan mereka terhenti saat dua mangkok pangsit kuah mendarat di meja mereka. Mereka hanya asik dengan pangsit masing masing tanpa mengeluarkan sepeatah kata pun sampai pangsit itu habis.


"lo udah kenyang kan. jadi lo udah punya tenaga untuk pulang nanti"kata Seli saat sepeda motor Mario sudah melaju di jalanan.


"udah dong. tapi justru karena kenyang buat gue jadi ngantuk"


"hahaha jangan tidur waktu berkendara lho. kalau sekarang mungkin gue bisa nyikut lo supaya ga ketiduran. Tapi kalau nanti tinggal lo sendiri, lo mau disikut setan?"


"idih, emang gue ngebonceng setan?"


"mana tau kan. Setannya butuh tumpangan"


"Kan masih siang bolong Sel"


"iya gue bercanda. eh, jangan jangan lo takut. lo takut kan. hahaha gue tau lo takut"


"apaan sih sel. ga lucu tau"


Seli kembali tertawa. Asik sekali menjahili abang sepupunya ini. Sepeda motor Mario berhenti di halaman rumah Seli. Seli segera pamitan dan langsung masuk ke dalam rumahnya.


"loh, kenapa ga diantar pacar kamu itu Sel?"


"dia sibuk mbak. Udah seminggu ya kamu ga diantar sama dia."


"iya mbak. jadwalnya padat banget. dia kan ketua osis terus sebentar lagi pemilihan osis baru. jadi dia pasti sibuk banget."


"oooh. Dan yang tadi? eh tapi tunggu. kaya nya kebal deh"


"iya mbak. itu Kak Mario"


"oh iya Mario sepupu kamu itu kan. baru ingat"


"iya mbak. Seli ke kamar dulu ya mbak"


Seli berjalan ke kamarnya. Membuka sepatu kemudian meletakkan tas nya. Dia duduk di sisi kasurnya kemudian membuka ponselnya. Jika tidak pulang bersama Abrian, biasanya dia mengabari abrian kalau sudah sampai di rumah.


Tidak seperti biasanya. Kali ini Abrian lambat meresponnya. ya, bisa dibilang bukan hari ini aja. Tapi sudah beberapa hari Abrian lama merespon pesan dari Seli. Sepertinya dia sangat Sibuk. Sejak tidak pulang sama Seli Abrian juga jarang ngasih kabar. Tapi Seli tidak ambil pusing dengan semua itu. Dia paham sekali Abrian pasti sangat sibuk. Persiapan pemilihan osis itu harus dipersiapkan jauh jauh hari agar berjalan dengan lancar.


Tapi ini jelas jelas sangat luar dari biasanya. Abrian hanya membaca pesan dari Seli tapi tidak ada balasan dari Abrian sama sekali. Sebenarnya Seli bingung atas tindakan Abrian padanya. Tapi lagi lagi dia berpikir positif dengan menganggap bahwa Abrian mungkin lupa membas pesan dari nya setelah membacanya

__ADS_1


__ADS_2