Please Come Back

Please Come Back
~13~


__ADS_3

"cewe ini ngapain tidur disini?"


"ini kan udah mau malam. kenapa dia belum pulang?" batin seorang laki laki yang baru selesai olahraga di taman dan hendak pulang. Perlahan dia mendekati Seli yang pingsan


"Sel, lo kenapa belum pulang?"


"Sel, kenapa lo tidur disini sih?"


Tapi yang ditanya tetap tak menjawab bahkan matanya juga tidak kunjung dibuka. Pria itu memegang tangan Seli kemudian terkaget karena panas.


"baju dan rok seragamnya basah. Apa jangan jangan dia..."


"Sel bangun sel. bangun bangun sel lo kenapa pingsan disini. Sel..." katanya menggoncang tubuh Seli yang panas. Wajahnya pucat dan bibirnya biru.


"Sel..." panggilnya tapi Seli tak kunjung sadar. kemudian dia langsung menggendong Seli dan membawa semua perlengkapan Seli ke mobilnya. Dengan cepat mobilnya membelah jalanan yang masih menyisakan sedikit genangan air di jalan aspal.


"Sebenarnya kenapa dia? kemarin dia memar memar dan sekarang dia pingsan di bawah hujan dan sepertinya lukanya bertambah. sebenarnya kenapa cewe ini? apa dia disiksa? tapi oleh siapa? orang tuanya? teman teman nya? atau siapa?"


mobil yang dikendarainya secepat mungkin parkir di depan pintu rumah besar 3 lantai dengan konsep tropis modern yang sangat mewah dan menakjubkan.


"Mbak Leni... MBAK LENI!"


"iya tuan?"


"cepat siapkan satu kamar" katanya sambil menggendong Seli.


"kamar samping kamar tuan muda bisa digunakan tuan"


"cepat bawa tasnya ke kamar itu"


"baik tuan"


Dia meletakkan Seli yang pucat di atas tempat tidur yang rapi.


"Tuan muda Vito, apa ada lagi yang dibutuhkan?" tanya Mbak Leni didampingi 2 pelayan lainnya di belakang. mereka juga terlihat panik melihat keadaan Seli. Sebenarnya meraka mau bertanya ada apa dengan Seli dan apa hubungan mereka tapi mereka tidak berani bertanya pada tuan muda mereka yang cuek dan dingin ini


"Siapkan air hangat dan basuh kaki dan tangannya dengan air hangat itu. jangan lupa kompres dahinya dan tunggui dia sampai sadar." Kata Vito memerintah 3 pelayannya. kemudian berbalik membelakangi Seli dan melihat ketiga pelayannya


"kabari aku kalau ada perkembangan"


"baik tuan." jawab mereka sedikit menunduk.

__ADS_1


"sebenarnya siapa wanita ini? sebelumnya tuan muda tidak pernah bawa siapa pun ke rumah. bahkan sepertinya dia tidak punya teman. apalagi setelah kematian kakaknya. dia jadi lebih cuek dari sebelumnya. jadi dia tidak punya teman. aku bingung." kata seorang pelayan kepada pelayan lainnya.


"iya buat bingung aja. kita tidak mungkin bertanya kan. Sebelumnya saja tuan tidak pernah bicara sama siapa pun pelayan di rumah ini."


"hei sudahlah. jangan membicakan tuan seperti itu" kata Leni yang merupakan kepala pembantu di rumah besar itu.


"nona bangun nona" kata seorang sambil mengompres dahi Seli kemudian membuka masker Seli.


"lihat. lihat ini. kenapa wajahnya memar memar gini?" kata orang yang membuka masker Seli tadi


"kasian sekali dia. wajah secantik ini ada memar memar seperti itu"


"lihat. tangannya juga banyak luka luka" kata pelayan yang mengelap tangan Seli dengan handuk dan air hangat.


"cepat ambil saja obat dan obati semua luka lukanya. spertinya dia menyembunyikan semua luka luka ini" kata Leni.


Dengan Segera salah satu dari pelayan itu memvuka laci dan mengeluarkan kotak obat kemudian membawanya ke Leni yang duduk di sisi kasur Seli. Leni langsung mengobati Luka memar di wajah dan tangan Seli.


Setelah satu jam, Seli perlahan membuka matanya dan melihat langit langit ruangan. dia tidak kenal ruangan mewah itu. kemudian dia melihat 3 orang pelayan yang sedang merawatnya.


"mereka siapa?" batin Seli


"cepat panggil tuan muda. nona sudah sadar"


Seli yang melihat Vito, kaget seketika. sangkin kagetnya dia sampai memelototkan matanya menatap Vito. bagaimana pun Vito tidak boleh tau.


" lo udah sadar? kenapa lo bisa pingsan di taman sih?" tanya Vito yang kemudian menarik kursi dan duduk di samping kasur Seli. Seli berusaha duduk di kasur itu.


"lo mau gue antar pulang?" tanya Vito. Seli hanya menunduk.


"lo ga sanggup berdiri? biar gue bantu" kata Vito


"please gue tinggal disini sementara waktu. Gue ga mau mbak Citra tau apa pun yang terjadi sama gue. sebenarnya itu alasan gue tiap hari lama pulang ke rumah" kata Seli menunduk.


"Ya udah kalau itu mau lo."


"mbak tolong siapkan baju untuk Seli. dia ga mungkin memakai baju yang basah kaya gitu terus"


"baik tuan"


"Mbak Leni tolong keringkan rambut Seli dengan hair dryer. Dia bisa bertambah sakit dengan rambut basah kaya gitu"

__ADS_1


"gue keluar dulu ya. sekalian biar gue hubungi Prilly supaya lo punya teman dan dia bisa nelfon mbak Citra untuk jadi alasan." kata Vito kemudian pergi


Vito bukan orang yang suka mengingat orang orang yang tak ada hubungannya dengan dia. Tapi jika itu tentang Seli dia pasti mengingat semua bahkan teman teman Seli. Sebenarnya diam diam Vito menyimpan rasa pada Seli. Seli yang baik dan tulus membantunya mengobati luka nya setelah dia beratam saat itu.


Vito memang bukan tipe orang yang mudah jatuh cinta. tapi semua sikap Seli membuat hati es nya mencair. cintanya Memang tak terjelaskan. yang pasti hatinya saat ini memang mencintai Seli. Seli adalah cinta pertamanya. Dia sengaja lewat di bangku yang Seli duduki setiap sore hanya untuk melihat Seli. Begitu juga Hari ini.Dia lewat dan mendapati Seli pingsan disana. Sebenarnya perasaannya tak terjelaskan melihat Seli seperti itu. Rasanya hatinya marah melihat bekas memar dan luka luka pada Seli. tapi sekarang bukan lah waktu yang tepat untuk menanyakan semua hal itu.


Prilly sudah datang dan saat ini dia sedang menghubungi Mbak Citra. Prilly dan Seli sudah berdiskusi ubtuk alasan yang tepat pada mbak Citra


"halo dengan mbak Citra ya?"


"ia. ini siapa ya?"


"ini Prilly mbak."


"oh nona Prilly kenapa?"


"Seli boleh kan ya mbak nginap di rumah aku mbak? soalnya kami ada kerja kelompok proyek nih mbak. ga sampe seminggu kok mbak."


"wah jangan gitu dong nona Pril. takutnya nona Seli sakit. belakangan ini kan nona Seli makannya ga terartur non. gimana kalau dia sakit? nanti mama nya bisa marah lho sama mbak.


"tenang aja mbak. masalah itu bisa Prilly atur. pokoknya semua bisa diurus deh. Tadi Seli juga udah ngasih kabar sama mama nya kalau dia ngerjain tugas proyek mbak. tadi Seli juga udah ngirim pesan sama mbak. tapi ga mbak balas. makanya Prilly yang nelfon mbak soalnya dia lagi mandi mbak."


"oh jadi pesan yang tadi itu dari nona Seli ya? kalau begitu, jaga nona Seli baik baik ya. dan hubungi mbak kalau terjadi apa apa sama nona Seli"


"iya mbak. tenang aja semua pasti baik baik aja kok. nanti aku kabarin deh kalo ada apa apa. cuma 3 sampe 4 hari kok mbak. Udah ya mbak bye..." kata Prilly Menutup telfon.


"Udah aman." kata Prilly


"tapi lo udah izin kan sama orang tua lo kalau lo nginap bareng gue"


"udah tenang aja." jawab Prilly.


"ting!"


"hp lo bunyi" kata Prilly.


"dari kak Abrian"


"kenapa? kak Abrian bilang apa?" tanya prilly.


"oh bukan apa apa. ga penting"

__ADS_1


"Sel, aku sayang sama kamu. Aku cinta sama kamu. kamu mau jadi orang yang teristimewa yang melengkapi hidupku?" baca Seli.


"kak Abrian nembak aku?" batin Seli


__ADS_2