Please Come Back

Please Come Back
~5~


__ADS_3

hari ini seperti biasa Seli berjalan tanpa memperhatikan orang sekitar. suasana hatinya tak terjelaskan. Dia masih memikirkan kejadian kemarin. kejadian yang membuat bingung dan rasa penasaran yang memenuhi kepalanya. Dia masih berjalan tanpa mempedulikan orang orang yang ricuh sambil melontarkan kata kata kasar. Dia tidak tau siapa yang dikatai dan siapa yang mengatai. dia memilih tidak peduli.


tapi suara yang melontarkan kata kata kasar itu malah terdengar lebih keras dan lebih marah dari sebelumnya. Seli tetap tidak mempedulikan itu walau dia dengar suara itu semakin kuat. itu terdengar lebih kuat mungkin karena orang yang mengatai 'seseorang' itu semakin dekat dengannya. tepatnya, mendekati dia


"hei biadap!" kata orang yang dari tadi berkata kasar itu tepat di hadapan Seli.


"hah?" Seli sangat terkejut dan berhenti.


tentu saja dia kaget. karena dari tadi dia mengira bukan dia yang dikatai seperti itu. lagi pula, masalah apa yang dia buat hingga dia dicegat di depan gerbang sekolah?


"ternyata kau tidak mati tadi malam. baguslah kita bisa bertemu lagi hari ini." katanya melipat tangan di dada


"hah? kata katanya, sepertinya aku pernah dengar. eh, jangan jangan dia kakak kelas yang bertemu denganku kemarin pagi" batin Seli yang kemudian langsung memastikan dengan menatap wajahnya.


"te... ternyata benar. sebenarnya apa masalahnya denganku?" batin Seli masih menatap lawan bicaranya.


"hei! turunkan pandanganmu. beraninya kau memelototiku seperti itu" katanya mendorong bahu Seli dengan jari telunjuknya.


"sebenarnya masalahku apa sih?" batin Seli sambil menurunkan pandangannya


"salah... salahku ap-?"


"masi nanya lo. gue kan udah bilang. gue ga suka wajah polos seolah ga bersalah itu. masih pura pura ga tau aja lo" katanya meninggikan suaranya.


"biasa tuh. memang kalau perebut pacar orang pura pura ga tau. pura pura polos dan pura pura bersih dari kesalahan" kata seorang dari geng kakak kelas yang mengatainya.


"perebut pacar orang? aku?"


"cantik doang perebut pacar orang" kata seorang lagi


"maksudnya? ak-"

__ADS_1


"ya iyalah elo" kata kakak kelas itu memotong ucapan Seli


"aduh Mel. lo kok sabar banget sih jadi orang? kalo gue jadi lo, udah gue kasih pelajaran dari dulu tau ga" kata seorang


"entar kalo lo baik terus gini, malah makin melunjak" kata seorang lagi memperpanas keadaan


"ditampar kek didorobg ke gerbang apa gitu" kata seorang lagi menambah nambahi bumbu agar terasa lebih mencengkram


Seli takut. Dia takut kalo orang orabg yang di depannya berniat jahat kepadanya. ditambah lagi jumlah mereka tidak sedikit dan mereka bukan orang yang bisa dianggap remeh.


"benar juga ya. kenapa ga gue tampar dari kemarin ya?" jawab yang dipanggil 'mel' itu


"Plaaak"


Satu tamparan mendarat dipipi kiri Seli. Dia memegangi pipinya yang sekarang terasa nyeri. Tamparan itu membuat dia semakin takut. sebenarnya banyak siswa yang sedang berlalu lalang tapi tak ada yang berani mencengahnya karena geng itu memang sekejam wanita itu menampar Seli yang tak tau salah apa tanpa rasa bersalah? mungkin.


"hei! ada apa berkerumun seperti itu?" tanya Satpam yang tadinya ada urusan di kantor.


"dia kenapa?" tanya Satpam menunjuk Seli


"oh tidak apa apa pak. dia hanya sakit gigi. hahaha" jawab wanita itu.


"pak sebenarnya-" ucap seli yang langsung pada satpam yang sudah balik badan dan memunggungi mereka.


"lo berani bilang sesuatu sama satpam atau guru disini lo akan tau akibatnya. jaga semuanya baik baik kalo lo masih mau hidup lebih lama. kalau sampai gue tau lo melaporkan ini kepada guru ataupun satpam itu, lo akan kami culik malam ini juga" katanya berbisik di telinga Seli


"ada apa?" kata Satpam muda yang kini berbalik badan melihat Seli


"se... sebenarnya saya hanya ingin masuk kelas saja pak. tidak ada masalah" jawab Seli gugup bercampur takut


"baik. silahkan. kalian juga masuk ke kelas kalian masing masing. bel 5 menit lagi" perintah Satpam muda itu

__ADS_1


Seli langsung cepat cepat berjalan menuju kelasnya. mumpung Satpam itu masih melihatnya. setidaknya ia tidak akan aman sementara. mereka tidak akan membuly Seli di depan satpam itu.


"Sel" kata Mira mengagetkan Seli yang sekarang berada di bingkai pintu kelas


"tumben lo lama hari ini" kata Mira pada Seli yang saat ini hendak duduk di bangkunya


"lo kenapa diam aja? aneh banget deh tingkah lo hari ini. lo juga tiba tiba kaget pas gue panggil. kaya dipanggil sama musuh lo aja hahaha" kata Mira mencoba bercanda.


sebenarnya Seli takut. dia takut yang memanggil namanya adalah kakak kelas yang membullynya. kejadian itu membuat trauma kecil bagi Seli yang tak tau apa apa.


"terus lo kenapa pakai masker?" kata Mira hendak membuka masker yang Seli pakai dan Seli langsung menyentuh masker yang Ia pakai. pura pura merapikan maskernya dan mencari alasan.


"mmm engga. gapapa kok. gue cuma sedikit pilek. huk huk. emangnya lo mau tertular gue batuk batuk? haha" kata Seli menutupi kejadian itu dengan alasan yang sempurna dan meyakinkan. dia bahkan masih bisa ceria setelah apa yang dia alami.


"oh pantas wajah lu keliatannya pucat berkeringat ah pokoknya ga bisa gue jelasin lah gimana. tapi syukurlah. gue pikir ada jerawat di pipi lo. atau ada bekas memar di pipi lo haha" balas Mira bercanda. entah sejak kapan Mira suka bercanda seperti itu


"sebenarnya asal lo tau Mir, pipi gue memang benar benar memar. Tapi gue ga tau mau cerita gimana ke lo. gue bukan orang yang suka curhat sama siapa saja. bahkan lo yang udah dekat sama gue. gue ga tau harus cerita gimana sama lo. andai lo orang yang visa baca pikiran orang lain mir." batin Seli


"eh, lo tau ga? gue denger denger ya, ada kakak kelas XII yang ngebuly adek kelasnya yang kelas X. seangkatan kita loh." kata Mira berbisik


"katanya sih adik kelasnya itu cantik banget dan kayanya sih kakak kelas itu iri deh sama adek kelasnya itu. mentang mentang punya geng yang disegani jadi petentengan tuh kakak kelas." kata Mira masih berbisik pada Seli


"lo tau ga siapa yang dibully itu? gue penasaran banget tau ga" kata Mira melanjutkan bisikannya karena sedari tadi tidak ada respon dari Seli


"andai lo tau Mir. orang yang lo ceritakan itu gue. gimana cara gue biar bisa cerita sama lo? gue sama sekali ga tau caranya. selama ini gue cuma ngedengar curhatan orang lain. sedangkan gue? gue cuma bisa memendam semuanya sendiri."


"lo tau ga?" tanya mira lagi melihat Seli melamun


"engga tuh. gue ga tau. emangnya kakak kelas yang ngebully adek kelas itu siapa?"


"kalo ga salah sih namanya Melly. dia kelas XII mipa 6.

__ADS_1


bel sekolah menghentikan pembicaraan mereka. setidaknya Seli sudah tau siapa nama pembulynya dan sekarang yang perlu dia cari tau, kenapa Kakak kelas itu membully nya seperti itu.


__ADS_2