
"Vito lo darimana?" tanya Seli
"bukan urusan lo" jawab Vito terus berjalan
"tapi kenapa bisa sampai memar gitu?" kata Seli mengikuti langkah Vito menuju kamarnya. Yang ditanya malah diam dan terus berjalan kemudian masuk ke kamarnya dan menjatuhkan diri di sofa kamarnya
"lo kenapa sih?" tanya Seli duduk di sebelahnya. tapi Vito tetap diam tak menjawab.
"lo kok balek lagi sih ke sifat awal lo. diam diam ga jelas tiap ditanya jawabannya selalu 'bukan urusan lo' gue kan bingung lo tiba tiba berubah kaya gini" kata Seli. Tapi Vito masih tetap diam menatap lurus kedepan.
"ga jelas banget sih lo" kata Seli berjalan hendak meminta obat tapi mbak Leni sudah datang membawa kotak obat ke kamar Vito
"biar saya saja mbak" kata Seli menerima kotak tersebut kemudian kembali duduk di sebelah Vito.
Seli mulai membuka kotak obat dan membersihkan luka Vito. Sedangkan Vito masih menatap lurus kedepan. dia mengingat kembali apa yang dia lakukan setelah mendengar bahwa Seli dibully oleh Melly and the genk dan Zohan adalah penyebabnya.
flashback on
"brraaakk" suara sesuatu ditendang dengan keras.
Semua orang yang berada di lapangan futsal melihat ke arah Vito yang tampak sangat marah. semuanya diam menatap ke arah Vito. bagaimana pun Vito orang yang menakutkan. Dia tidak pernah menunjukkan skil berkelahinya. Jika dia sudah bertindak, sama saja seperti membangunkan harimau tidur. Dan yang membuat orang orang takut padanya adalah, dia selalu bertarung sendiri tanpa anak buah tapi selalu bisa memenangkan pertarungan. skil bertarungnya adalah bakat. bakat yang dia asah setiap hari. membuatnya tak terkalahkan.
"gue butuh Zohan" katanya datar
Semua orang melihat ke arah Zohan begitu pun Zohan yang melihat ke arah Vito. Vito membalas tatapan Zohan dan datang mendekatinya.
"perlu apa sama gue?" tanya Zohan yang merasa aneh mengapa Vito datang menemuinya sedangkan selama ini mereka tidak pernah berhubungan.
"brruukk" dwi chagi (tendangan belakang berputar) mendarat sempurna di dada Zohan dan seketika Zohan terjatuh
"lu ngapain?" teriak teman Zohan
"bukan urusan lu" balas Vito tanpa menatap.
orang yang berteriak itu mendekat hendak memberikan perlawanan dari samping.
"brruuk" yeop chagi (tendangan samping menggunakan pisau kaki) mengenai pria itu
"jangan ikut campur jika kau tidak punya urusan denganku" kata Vito yang masih menatap Zohan yang berusaha berdiri.
"Gue ga punya urusan sama lu. lagi pula lu salah datang ke tempat kaya gini. dari jumlah saja lu udah kalah" teriak Zohan
"gue ga yakin semua orang disini berada di pihak lo" kata Vito melirik ke belakangnya.
__ADS_1
"banyak bacot lo" kata Zohan mulai menyerang. memang apa yang dikatakan Vito benar. hanya 7 orang yang berani melawan Vito. 8 orang bila dihitung dengan Zohan.
"brraakk" dolyo chagi (tendangan menggunakan punggung kaki)
tubuhnya sangat lincah menendang, beputar, menangkis dan mengelak.
"brrakk" Twieo ap chagi (tendangan depan sambil melompat"
Vito juga mendapatkan beberapa pukulan tapi itu brlum seberapa dibandingkan yang dia berikan kepada mereka. yang lain lain hanya bisa menonton. bukan karena Vito anak orang terkaya di kota itu. Tapi mereka tau persis siapa pun yang berurusan dengan Vito pasti kalah. Dia pemegang sabuk hitam taekwondo dan bahkan pemenang kejuaraan internasional. bukan cuma itu, dia juga sekarang sedang menekuni boxing disamping latihan taekwondo nya. tentu saja akan sulit mengalahkannya. itulah alasan mereka diam hanya menonton 8 orang melawan Vito.
Semua lawannya lumpuh termasuk Zohan. Sedangkan Vito mendapat beberapa memar karena pengkroyokan. Zohan berjongkok dan menarik kerah baju Zohan kemudian berbisik
"kalau Seli kenapa napa, gua bakal buat lo berjalan dengan satu kaki"
"Seli? kenapa dia?" tanya Zohan
"orang kaya lo ga perlu tau dia kenapa?"
"cepat jawab brengsek!" teriak Zohan
"lu memang cowo paling bodoh yang pernah gue temui. lo bahkan ga tau kalau Seli dibully oleh Melly mantan lo. keadaannya bahkan lebih parah dari keadaan gue srkarang" kata Vito melepaskan cengkramannya dan pergi meninggalkan Zohan
"apa? Seli? Melly? jadi dia menjauh karena Melly? kurang ajar. Melly brengsek" batin Zohan sambil mengepalkan tangannya.
"ngapain sih lo? lo ga liat senior lo lewat?" kata Melly kesal.
"jadi lo yang si penyiksa itu?" kata Vito
"apaan sih lo? setau gue kita ga punya urusan apa pun" kata Melly melipat tangan di dada.
"urusan Seli, urusan gue juga" kata Vito mencekek leher Melly.
"lo...lo ngapain? gu...gue ga bisa nafas"
"lo sadar ga lo juga nyiksa Seli kaya gini. tapi lo dan dia berbeda. dia bukan pecundang kaya lo" kata Vito
"lepasin brengsek. gue bisa mati" kata Melly memegang tangan Vito berusaha melepaskan tangannya.
"untung lo perempuan. kalau engga, lo udah bernasib sama kaya Zohan" kata Vito melepaskan tangannya
"huk huk huk... apa Zohan?" kata Melly berlari melihat Zohan. Zohan terlihat kesakitan.
"lo gapapa?" tanya Melly
__ADS_1
"ga usah sok pengertian sama gue. ini semua salah lo" kata Zohan teriak.
"gue ngelakuin ini karena gue masih sayang sama lo" kata Melly.
"tapi gue engga. gue ga punya perasaan apa apa lagi sama cewe sebrengsek lo" kata Zohan
"Zohan, lo harus hargai perjuangan gue"
"gue ga sudi nerima lo kembali cewe biadap" kata Zohan mendorang Melly kemudian berjalan
"bertindaklah secara sehat" ucap Zohan berjalan terpincang pincang sambil memegang lengannya.
flashback off
"Vito!"
"Vito lo denger gue ga sih?" kata Seli meninggikan suaranya
"apa?"
"lo denger ga sih dari tadi gue ngomong?" kata Seli Kesal sambil merapikan kotak obat karena sudah seleaai mengobati memar Vito
"apa?"
"gue bilang, gue sama prilly bakal pulang hari ini"
"lo jangan pergi. lo aman disini" kata Vito menatap Seli
"ya, gue juga ga bilang gue ga aman disini. tapi yah gue juga ga mau terus terusan merepotin lo." kata Seli
"lo ga ngerepotin"
"gue juga ga mau buat lo risih sama keberadaan kita"
"gue ga risih"
"haaah" Seli menghela nafas kasar
"aduh susah banget sih nih orang. gue ga mungkin tinggal di rumah lo lagi Vito... gue udah punya cowo yang bisa ngejaga gue kalau lo ga ada" batin Seli
"pokoknya gue pulang hari ini titik" kata Seli pergi meninggalkan Vito.
"gue bakal terus ngelindungi lo. gue janji. Lo ga boleh berakhir sama kaya dia." batin Vito sambil menatap Seli pergi meninggalkannya.
__ADS_1