Please Come Back

Please Come Back
~40~


__ADS_3

Hari ini Seli dan Vito ke club latihan Taekwondo Vito. Jam latihan mereka sudah berganti jadi sore hari. Sekarang Seli datang bukan sebagai teman tapi sebagai pacar Vito yang menemaninya latihan sambil berbincang dengan sabeumnim Vito. Tampaknya Seli dan Sabeum Mark-kepala pelatih Vito lebih akrab dengan Seli dibandingkan dengan anak didiknya sendiri.


"kamu udah membahas tentang turnamen itu dengan Vito?"


"belum pak."


"Sebenarnya ini kesempatan besar sekali sel. Vito bisa mengembalikan posisinya. Banyak orang yang kagum padanya. Tapi semenjak dia Berhenti dari segala pertandingan, namanya berangsur angsur dilupakan. Padahal dia sempat menjadi idola karena jadi pemenang termuda"


"sebenarnya kenapa dia berhenti dari semua pertandingan itu pak?"


"Sejak kakaknya meninggal, Dia sudah tidak ingin melangkahkan kaki di arena pertandingan. Dia bilang tidak ada gunanya menjadi pemenang jika tidak bisa melindungi. Bahkan aku pun sempat terkesima dengan tekatnya melindungi. Kalimat bijaknya membuatku melepaskan murid terhebatku untuk meninggalkan semua arena pertandingan. Tapi sekarang Aku benar benar ingin membuatnya kembali bersinar. Kemampuannya bakat yang diasah dengan kerja keras."


"Tapi bagaimana jika dia tidak mau kembali pak?"


"Setidaknya kamu sudah mencoba membujuknya Sel. Jika terus dibujuk dia tidak akan menolak apalagi jika itu permintaan darimu"


"Kenapa bapak seyakin itu aku bisa membujuknya?"


"Dia sudah lama sekali bergabung dalam club ini Sel. Sejak dia masih kecil dia sudah bergabubg dalam club ini. Dia bukan anak yang seperti yang kita lihat sekarang. Dia ceria. Aku sangat mengenalnya Sel. Dia pernah bilang sewaktu masih kecil. Dia bilang, jika nanti sudah besar, dia ingin mencari pacar yang bersifat sama seperti kakaknya. Dia hanya mendengarkan kakak nya sel. Jika kamu yang menjafi kekasihnya saat ini, artinya dia sudah menemukan orang yang menjadi penenangnya. Orang yang paling dia sayang. Aku yakin dia juga mendengarkan perkataanmu Sel. Rasa sayangnya bukan main main Sel."


"Tapi bagaimana dengan orang tua nya pak? ap dia tidak mendengarkan orang tuanya?"

__ADS_1


Sanim Mark menggeleng "Orang tuanya bahkan tidak peduli dengannya Sel"


"apa?"


"ya. kamu tidak salah dengar Sel. dulunya meluarga mereka tidak seperti ini. mereka harmonis sampai akhirnya kepergian kakaknya merubah 180 derajat kehidupannya. Orang tuanya hanya sibuk bekerja tanpa pernah sekali pun menemuinya sejak kematian kakak nya. Orang tuanya juga mungkin gak tau kalau dia sudah hampir dewasa. Bahkan sudah memiliki kekasih yang cantik. " Seli tersenyum menanggapi kemudian melihat ke Vito sejenak.


"Dia tidak pernah mendapat kasih sayang dari orang tuanya sejak kepergian kakaknya. Dia kehilangan kakak yang sangat dia sayangi bersamaan dengan kehilangan kasih sayang orang tuanya. Dia juga tidak punya teman. Dia bukan orang yang mudah mendapatkan teman. Sebenarnya dia sangat kesepian sel. Itulah sebabnya sifatnya berubah seperti itu"


"ternyata masa lalunya sepahit itu. aku bahkan tidak tau kalau dia sangat kesepian. Mulai sekarang aku akan menghiburnya. bapak tenang saja"


"terima kasih sel"


"terima kasih juga karena sudah menceritakan padaku apa yang bapak ketahui"


"kamu tunggu disini. biar aku aja yang beli" Vito segera masuk sedangkan Seli menunggu di luar toko. Vito lupa kalau disamping toko itu ada sebuah gang tempat berkumpulnya para preman.


Preman yang melihat Seli berdiri sendiri, berniat mengganggunya. Sedangkan Seli, dia sudah beberapa kali melirik ke arah toko. mengapa Vito lama sekali?bagaimana pun dia tentu takut melihat tatapan para preman itu. Beberapa preman bahkan sudah menuju ke arahnya. kenapa Vigo belum keluar juga? jantung Seli berdegup kencang. Dia bahkan sudah mengambil ancang ancang untuk kabur. Kalau kalau preman ini mengganggunya dia bisa kabur.


Preman itu sudah berada beberapa langkah di depan Seli. Jantung Seli semakin tak terkendali. Dia segera berlari tapi seorang dari preman itu sudah menunggubya di belakang. Dia bahkan tak bisa berlari masuk ke dalam toko menemui Vito. Sial.


Seli langsung berlari ke tempat yang masih tak ada premannya. Dia segera berlari ke arah kiri. Itu menjauhi club Vito. Jika dia berlari ke kanan mungkin saja dia bisa masuk ke Club Vito tapi disitu juga sudah ada Preman. Hari sudah mulai malam. Tentu saja para Preman mencari sasaran lemah yang tak punya kekuatan untuk melawan. Jadi itu akan lebih memudahkan perampokan.

__ADS_1


Seli masih terus berlari dia tak tau harus kemana. yang pasti dia harus lepas dari para penjahat itu dan mencari tempat aman.


"bodoh. kenapa aku sebodoh ini? seharunya aku teriak saja. Vito pasti dengar dan langsung keluar. Tapi apa yang aku lakukan? aku malah kabur. bodoh bodoh bodoh" Seli mengutuk dirinya sendiri. Sebenarnya dia terlalu takut sampai tak bisa berpikir seperti itu tadi.


Hari sudah gelap dia bahkan tak tau harus kemana dan sampai mana preman itu akan mengejarnya. Apa yang harus dia lakukan?


Vito keluar membawa 2 kaleng minuman tapi tak melihat Seli sama sekali. kemana Seli? Dia kembali ke club? mungkin saja Seli kesana. Vito segera bergegas kembali tapi di situ hanya ada sabeumnim Mark yang sedang mengunci gedung.


"Seli kemana? Udah pulang duluan?" Tanya sabeum Mark. Vito mengerutkan keningnya. Seharusnya dia yang bertanya seperti itu. Jika pelatihnya bertanya, itu artinya Seli tidak kesana. Tapi kemana? Vito mulai khawatir. Seli tidak mungkin tidak memberitahunya jika dia ingin pulang duluan. Lagi pula kenapa dia harus pulang duluan?


Vito berlari tanpa mengatakan sepatah kata pun pada pelatih Mark. Dia kembali ke toko tempat membeli minuman tadi masi belum melihat Seli disana. Dia mondar mandir mencari Seli. Tapi tetap tak menemukannya.


Vito kemudian tersadar dan membulatkan matanya melihat gang di samping toko. Itu tempat para preman. Seli mungkin saja diganggu oleh preman preman itu. Vito segera memindahkan kantong toko yang dia bawa ke tangan Kiri dan mengambil ponsel yang berada di saku celana dengan tangan kanan.


Vito segera menghubungi ponsel Seli. Sedangkan Seli, dia masih dikejar kejar oleh preman. Dia mendengar suara panggilan masuk. Sambil berlari, dengan susah payah dia mengambil ponsel dan mengangkatnya. Dia tak peduli itu dari siapa yang penting dia bisa segera memberitahukan posisinya.


"Sel, kamu dimana?"


"ke arah kanan dari Toko Cep-" Seli menjawab dengan suara ngos ngosan campur takut.


"brrrukk"

__ADS_1


Kalimat terpotong dia bahkan tak bisa menjelaskan secara detail diman posisinya. Tapi dia berharap seseorang bisa membantunya.


"Sel, halo sel halo halo"


__ADS_2