
Refal berdiri saja disana, menatap punggung Zanaya yang perlahan menghilang karena masuk ke kamarnya.
"Sekarang lu boleh sok-sokan nolak dan gak suka sama punya gue, tapi lihat aja nanti lama-lama pasti lu sendiri yang mohon-mohon ke gue buat mainin punya gue ini!" gumam Refal.
Akhirnya Refal menyusul Zanaya ke kamar, ia berniat mengganggu lagi gadis itu karena ia sangat suka melakukan hal tersebut.
Ceklek
Refal langsung masuk begitu saja setelah membuka pintu, ia tak mengetuk lebih dulu atau mengucap salam sebelumnya.
Terdengar gemericik air dari arah kamar mandi, Refal tersenyum dan memilih menunggu di atas ranjang sembari meraih ponsel Zanaya.
"Yah dikunci, apaan ya password nya? Gue kan pengen lihat ada apa aja disini," ujar Refal.
"Ah mungkin tanggal lahir dia kali ya? Gue coba aja deh," gumamnya.
Berkali-kali ia mencoba mengisi password di ponsel milik Zanaya itu, tetapi berulang kali juga ia gagal dan tampak kesal.
"Aaarrgghh gagal terus! Apaan sih password nya? Bikin emosi aja!" geram Refal.
"Kak Refal?" pria itu sontak terkejut mendengarnya, ia menoleh ke asal suara dan menemukan Zanaya yang baru keluar dari kamar mandi.
Refal cukup tertegun menyaksikan pemandangan saat ini, tubuh Zanaya hanya berbalut handuk tanpa apapun lagi menutupinya.
"Eh Zanaya, akhirnya beres juga lu di kamar mandi nya! Kok lama amat sih? Ngapain aja?" ujar Refal.
"Ya aku kan udah bilang mau bersih-bersih, kakak ngapain nyusul ke kamar? Terus itu kok hp aku ada di tangan kakak?" ucap Zanaya.
"Eee ini gue.." Refal gugup dan bingung.
"Balikin sini hp aku kak!" pinta Zanaya.
Mau tidak mau Refal pun terpaksa mengembalikan ponsel itu kepada pemiliknya.
"Ish, gak sopan banget sih!" kesal Zanaya.
"Apanya yang gak sopan Zanaya? Gue cuma lihat hp lu doang kok, lagian gue gak ada buka-buka itu hp. Gausah lebay deh lu!" ujar Refal.
"Ya iya, kakak gak buka hp aku karena gak tahu password nya apa. Coba kalau kakak tau, pasti udah kakak buka kan?" ucap Zanaya.
"Iyalah, emang apa password nya? Kasih tahu gue dong!" pinta Refal.
"Hih pengen banget apa?! Enggak enggak, aku gak bakal kasih tau ke kakak password hp aku! Nanti kakak buka-buka sembarangan lagi!" ujar Zanaya.
__ADS_1
"Zanaya, lu gak boleh pelit gitu dong sama abang lu!" ucap Refal.
"Biarin aja, lagian setiap orang itu berhak punya yang namanya privasi. Jadi, kakak jangan paksa aku buat kasih tau password-nya ke kakak!" ucap Zanaya tegas.
"Ya ya ya, tapi sekarang lu udah bikin punya gue tegang Zanaya. Lo harus tanggung jawab!" ucap Refal mengalihkan pembicaraan.
"Apaan sih kak?!" sentak Zanaya.
Pria itu tiba-tiba mendekat dan mencengkram kedua bahu Zanaya seraya mendorongnya menuju dinding.
"Akh! Kakak mau apa?" tanya Zanaya ketakutan.
"Sssttt lu jangan banyak omong! Nikmati aja tiap sentuhan gue di badan lu!" ucap Refal.
"Maksud kakak?" tanya Zanaya tak mengerti.
Bukannya menjawab, Refal justru melu-mat habis bibir Zanaya secara brutal. Ia hisap kuat-kuat bibir gadis itu sampai sang empu tak sanggup meladeni permainannya.
Ciumannya turun ke leher, kembali Refal mencumbu dengan ganas dan meninggalkan cukup banyak bercak merah di leher mulus sang adik.
Dengan sekali tarik, handuk yang melilit di tubuh Zanaya itu lepas seketika. Zanaya sontak kaget plus panik, ia berusaha menutupi tubuhnya tetapi dicegah oleh Refal.
"Biarin begini aja Zanaya, supaya gue leluasa cium tubuh indah lu!" ujar Refal.
•
•
Pria itu merabaa-rabaa paha mulus Zanaya yang tertutupi rok selutut itu, ia sibak rok tersebut hingga menampilkan apa yang ia cari.
"Ih kak, kakak ngapain sih? Aku lagi mau makan tau, bisa diem dulu gak?" sentak Zanaya.
"Gak bisa Zanaya, tubuh lu itu candu buat gue. Mana bisa gue berhenti walau sekejap?" ujar Refal.
Pria itu semakin menjadi-jadi, kini ia menelusupkan jarinya menyentuh kewanitaan Zanaya. Menekan-nekan jari tengahnya hingga membuat gadis itu kelimpungan.
"Punya lu tembem banget Zanaya, gue jadi penasaran pengen coba," ucap Refal.
"Kak, tadi kan kakak udah coba pas di kamar. Sekarang biarin aku makan dulu!" ucap Zanaya.
"Iya sih, cuma sensasinya pasti beda kalau gue cobain di meja makan," ucap Refal.
"Tapi kak, aku gak mau!" tolak Zanaya.
__ADS_1
"Ini udah basah loh Zanaya, masih mau nolak? Gue yakin sebenarnya lu mau, tapi lu malu kan buat bilang ke gue?" goda Refal.
Zanaya semakin tidak bisa menahan dirinya saat Refal menarik CD yang ia kenakan hingga terlepas.
"Kak jangan ih! Kita lagi makan tau, bisa gak begituan nya nanti aja? Gimana aku bisa makan kalau begini?" protes Zanaya.
"Diam kamu Zanaya! Buka kaki kamu!" bentak Refal yang langsung melebarkan paksa kedua paha gadis itu.
"Akh!" Zanaya memekik kaget saat Bara terus menyentuh area miliknya, apalagi pria itu juga telah melepaskan kain segitiga dari bawah sana.
"Nikmat?" bisik Refal sensual.
"Enggak kak, ini gak enak sama sekali. Cepat lepasin aku kak!" rengek Zanaya.
"Gue gak bakal berhenti buat ganggu lu Zanaya, sampai gue benar-benar dapat apa yang gue inginkan," ucap Refal.
"Maksud kakak apa? Emangnya kakak mau apa?" tanya Zanaya ketakutan.
"Tubuh lu dan kesucian lu yang selama ini gue idam-idamkan, lu mau kan serahin mahkota lu ke gue sekarang juga?" jawab Refal.
Glekk
Zanaya terkejut dan tak percaya dengan apa yang dikatakan Refal barusan, ia sampai kesulitan menelan saliva nya.
"Kakak bicara apa sih? Kita ini adik-kakak, mana mungkin kita bisa lakuin itu?" tanya Zanaya.
"Tentu saja bisa Zanaya, apa yang gak bisa sih di dunia ini? Asalkan kita sama-sama mau, itu bukan suatu hal yang sulit untuk dilakukan. Jadi gimana, kamu mau kan Zanaya?" ucap Refal.
"Maaf kak! Tapi, aku gak bisa lakuin itu. Aku mau serahin tubuh aku cuma ke suami aku nanti," ucap Zanaya menolak keinginan kakaknya.
"Gimana kalau gue yang bakal jadi suami lu Zanaya?" tanya Refal sembari menggigit cuping telinga adiknya.
"Sshh gak mungkin kak!" desis Zanaya.
"Masih aja bilang gak mungkin di depan gue, kan udah dibilang kalau gue bisa ngelakuin apapun yang gue mau. Nikahin lu bukan suatu hal yang mustahil buat gue Zanaya," ucap Refal.
"Tapi kak, kita adik-kakak. Jadi, kakak stop deh bahas soal itu!" ujar Zanaya.
"Gak masalah Zanaya, kita tetap bisa menikah kalau kita mau. Lagian emang lu gak sayang apa sama gue?" ucap Refal.
"Ya sayang, tapi cuma sebagai kakak. Tolong udah ya kak, aku mau fokus makan!" ucap Zanaya.
Bukannya berhenti, Refal justru semakin menancapkan jari tengahnya di bawah sana. Ia lakukan gerakan cepat yang membuat Zanaya terus memekik dan mengeluarkan sesuatu.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...