
Zanaya berhasil dibawa pergi oleh Jack, kini keduanya tiba di apartemen pria itu tentu setelah Jack mengganti pakaian Zanaya di sebuah butik. Zanaya pun merasa lega saat ini, ia telah terbebas dari jerat perjodohan paksa yang dilakukan papanya sebelum ini.
Jack pun ikut senang saat melihat senyum di bibir Zanaya, ia duduk di sebelah wanita itu dan menyatukan telapak tangan mereka. Dengan berani juga Jack membelai rambut sang wanita sambil sesekali merambat ke wajahnya, tak ada penolakan dari Zanaya sebab ia juga menyukai sentuhan itu.
"Kamu sekarang udah aman disini Zanaya, papa kamu gak akan bisa temukan kamu. Aku janji aku akan selalu melindungi kamu sebisa dan semampu aku!" ucap Jack.
"Makasih ya Jack, karena kamu sekarang aku udah bisa bebas dan gak harus mengikuti kemauan papa untuk menikah dengan Alfred," ucap Zanaya.
"Sama-sama Zanaya, aku senang bisa lihat kamu senyum lagi kayak gini," ucap Jack seraya mengelus wajah Zanaya.
Perlahan-lahan Jack mulai mendekatkan wajahnya ke bibir Zanaya, hal itu membuat Zanaya sedikit gugup dan jantungnya berdegup kencang. Zanaya reflek memejamkan mata, bisa dibilang jarak keduanya hanya beberapa senti saja saat ini untuk bisa saling bersentuhan.
Dan ketika Jack hendak menautkan bibirnya di bibir sang wanita, sebuah penghalang muncul dan membuat Jack gagal merasakan manisnya bibir Zanaya yang dahulu menjadi milik Refal. Tentu saja Jack merasa kesal dan kecewa, karena tinggal sedetik lagi ia bisa berciuman dengan Zanaya.
"Ehem ehem.." deheman itulah penghalang yang dimaksud, Jack berdecak kesal dan beralih menatap ke asal suara dengan emosi.
"Hadeh, baru nyampe udah mau ******* aja. Santai dulu kali Jack, lu benar-benar hobi ambil kesempatan dalam kesempitan ya?" ujar Suci yang entah datang darimana.
"Lo mau ngapain sih, ha? Gue gak ada undang lu ya buat datang ke tempat gue, sana lu pergi deh!" kesal Jack.
"Eits, galak amat sih lu. Gue ini sepupu lu ya, jadi gue punya hak buat datang kesini dan lu gak bisa larang gue kayak gitu. Lagian lu juga sering minta bantuan gue, jangan lupa!" ucap Suci.
"Ya ya ya, tapi kan gue udah bayar. Terus sekarang lu mau apa lagi Suci?" ucap Jack.
"Gue cuma pengen ketemu sama perempuan yang berhasil buat lu jatuh cinta Jack, ternyata dia emang beneran cantik ya?" ucap Suci.
"Iyalah, selera gue itu tinggi kali Suci. Gue lagian suka sama Zanaya juga bukan cuma karena cantiknya, tapi karena dia baik," ucap Jack.
"Iya deh gue percaya, tapi gue boleh kan kenalan sama cewek lu ini?" ucap Suci.
Jack melotot lebar, begitupun Zanaya yang tak percaya Suci akan menyebutnya sebagai wanita milik Jack. Padahal selama ini diantara mereka tidak ada hubungan apa-apa, bahkan mungkin Zanaya juga tak merasakan cinta seperti apa yang dirasakan oleh pria itu.
"Lu ngomong jangan ngaco deh Suci! Zanaya bukan cewek gue, dia tuh udah ada yang punya. Jadi lu gausah ngomong aneh-aneh deh!" sentak Jack.
"Oh ya? Zanaya udah ada yang punya? Tapi, tetap aja kan lu suka sama dia?" goda Suci.
"Gausah ngada-ngada deh lu, lagian kehadiran lu disini itu gak diperluin. Udah yuk lu ikut aja sama gue ke luar!" kesal Jack.
Pria itu langsung menggenggam tangan Suci, tapi dengan kuat Suci memberontak meski gagal.
"Ish lepas, gue gak mau keluar!" ujar Suci.
"Udah ayo ikut gue! Zanaya, aku ke depan dulu ya? Kamu disini aja istirahat!" ucap Jack.
"I-i-iya kak," singkat Zanaya.
Jack pun membawa sepupunya keluar dari sana.
•
•
Setelah memastikan pintu tertutup dan Zanaya tidak akan bisa mendengar obrolan mereka, Jack kini melepaskan tangan Suci dan menatap wanita itu dengan tajam. Suci sendiri hanya tersenyum miring seraya bersandar pada dinding, ia tahu betul apa yang ingin dibahas Jack padanya saat ini.
"Suci, lu bisa gak sih jangan ganggu gue dulu waktu lagi sama Zanaya?! Lu kan udah gue bayar, harusnya lu pergi dong dari sini!" ucap Jack.
"Apaan sih Jack? Gue tuh cuma pengen kenalan sama Zanaya, salahnya dimana coba?" ucap Suci.
"Ah gue udah tau maksud lu dateng kesini, pasti lu pengen bongkar kebusukan gue selama ini kan ke Zanaya?!" ujar Jack.
Suci menggeleng cepat, "Ya ampun Jack, gue gak ada sama sekali kepikiran kesitu. Malahan gue juga udah lupa kok soal itu," ucapnya mengelak.
"Gausah bohong lu! Gue tahu banget sifat lu kayak gimana, lu bakal manfaatin keterpurukan orang buat jadi ladang bisnis," ucap Jack.
"Ngada-ngada aja lu ah, gue gak gitu kali. Lagian lu kan sepupu gue, masa gue berkhianat sama lu?" ucap Suci.
"Udah deh, mending lu pergi sekarang dan jangan pernah balik kesini!" usir Jack.
__ADS_1
"Kalo gue gak mau gimana? Gue pokoknya pengen tetap disini sama Zanaya, lu gak punya hak buat usir gue Jack!" ucap Suci.
"Oh jelas gue punya hak, ini kan apartemen gue. Kalo lu gak mau nurut, terpaksa gue telpon security buat usir lu dari sini!" ancam Jack.
"Jangan Jack! Gue janji gue gak akan bongkar rahasia lu sama Zanaya, gue cuma mau kenalan sama dia aja kok!" ucap Suci.
"Yaudah, gue percaya sama lu. Tapi, awas ya kalo lu bohong dan ungkap semuanya di depan Zanaya! Gue gak akan pernah maafin lu!" ucap Jack.
"Iya iya Jack, gue janji sama lu. Terus lu mau apain tuh cewek sekarang?" tanya Suci.
Jack terdiam sesaat, sebelum akhirnya ia menjawab pertanyaan Suci. "Gue kayaknya bakal bawa Zanaya ke Rusia buat susulin kakaknya," ucapnya pelan.
"Maksud lu? Kok lu malah mau kasih Zanaya ke Refal lagi sih?" heran Suci.
"Iya Suci, soalnya gue gak tega lihat Zanaya sedih terus kayak gitu. Gue tahu dia cinta banget sama Refal, dan gue gak mau egois," ucap Jack.
"Lo itu gak egois Jack, justru lu harus berjuang demi bisa dapat cintanya Zanaya! Bukannya si Refal udah titipin Zanaya ke lu ya?" ucap Suci.
"Iya sih, tapi entah kenapa gue rasanya gak punya hak buat hidup bersama Zanaya. Apalagi Zanaya cintanya cuma sama Refal," ucap Jack.
"Haish, terus lu mau nyerah gitu aja? Setelah apa yang lu lakuin selama ini, iya?" tanya Suci.
"Gue gak tahu deh, kayaknya emang ini jalan terbaik yang harus gue lakuin untuk Zanaya. Gue cuma mau dia bahagia, dan gue tahu kebahagiaan Zanaya itu ya bersama Refal," jawab Jack.
Suci tersenyum dan menggelengkan kepala, ia tak percaya dengan apa yang dikatakan Jack barusan. Pria itu benar-benar sulit ditebak.
•
•
Arin kini tengah berbincang dengan keluarga Mahdi sesuai perintah suaminya, ia memang diminta untuk menenangkan Mahdi beserta keluarganya yang sudah terlanjur hadir ke rumah tersebut dalam rangka pertunangan Zanaya dan Alfred.
Namun, Arin justru memanfaatkan kebingungan Alfred sekeluarga untuk membuat mereka makin panik. Arin sengaja menceritakan semua yang terjadi, tentunya Alfred dan juga kedua orangtuanya pun terkejut saat mengetahui bahwa Zanaya kabur.
"Apa tante? Ini beneran Zanaya kabur dari rumah? Kok bisa sih tante? Emang gak dijagain apa?" tanya Alfred dengan wajah terkejut.
"Iya nak Fred, tante juga gak tahu kenapa Zanaya bisa kabur. Tadi waktu tante mau susulin dia ke kamarnya, eh dia udah gak ada. Tante gak tahu lagi deh harus gimana ini," jawab Arin panik.
"Sudah pak, sekarang dia juga lagi cari Zanaya ke luar. Tapi tetap aja pak, saya gak bisa tenang kalo kayak gini!" ucap Arin.
Ely bergerak mendekati Arin, "Bu Arin, yang sabar ya Bu! Zanaya pasti bisa ditemukan, ibu tenang aja dulu!" ucapnya.
"Iya Bu Arin, saya pun akan bantu mencari Zanaya sampai ketemu. Saya mohon izin permisi ya Bu?" ucap Mahdi.
"Iya iya, cepat deh kamu ikut bantu cari Zanaya ya! Alfred, kamu juga gih ikut sama papa kamu!" suruh Ely.
"Siap ma!" ucap Alfred patuh.
Setelahnya, sepasang ayah dan anak itu pun pergi ke luar rumah dengan panik untuk mencari Zanaya. Sedangkan Arin tersenyum tipis sebab rencananya berhasil, ia kini hanya berdua dengan Ely yang tentunya juga seorang ibu.
"Bu Ely, boleh kita bicara sebentar disini?" tanya Arin meminta izin.
"Tentu Bu, emangnya apa yang Bu Arin mau sampaikan ke saya?" ucap Ely penasaran.
"Jadi begini Bu, sebenarnya ini menyangkut Zanaya dan perasaannya. Jadi sebelum dia kabur, semalam itu dia sempat cerita sesuatu ke saya dan itu bikin saya sedih banget," ucap Arin.
"Maksud ibu? Zanaya emang cerita apa aja Bu?" tanya Ely.
"Iya Bu, Zanaya cerita kalau dia benar-benar gak setuju dengan perjodohan ini. Dia gak mau dipaksa menikah dengan pria yang dia gak cintai, dia cerita begitu sambil nangis-nangis Bu," jawab Arin.
Ely terperangah terkejut, "Apa gara-gara itu ya Zanaya kabur?" ucapnya menerka.
"Bisa jadi sih Bu, apalagi Zanaya kan anaknya emang nekat banget. Mungkin dia mikir daripada harus menikah sama orang yang gak dia cintai, dia lebih baik kabur dari sini," ucap Arin.
"Maaf ya Bu, gara-gara kami Zanaya jadi kabur dari rumah! Seharusnya memang kami tidak melakukan perjodohan ini," ucap Ely menyesal.
"Ini bukan salah ibu kok, tapi emang suami saya yang keras kepala. Dia tetap kekeuh buat jodohin Zanaya sama Alfred, padahal udah berulang kali Zanaya menolak," ucap Arin.
__ADS_1
"Kalau begitu lebih baik kita batalkan saja perjodohan ini ya Bu? Siapa tahu dengan begitu Zanaya akan kembali kesini," ucap Ely.
"Itu juga yang saya pikirkan, tapi saya tidak tahu apa suami saya akan setuju dengan pembatalan ini atau tidak," ucap Arin.
"Biar saya yang bicara nanti sama suami saya dan juga suami ibu, kita harus bertindak supaya Zanaya bisa kembali kesini!" ucap Ely.
Arin tersenyum tipis, "Terimakasih atas pengertiannya ya Bu Ely!" ucapnya pelan.
Mereka berpelukan disana, Arin sangat senang karena rencananya kembali berjalan dengan lancar dan sebentar lagi perjodohan Zanaya dengan Alfred akan batal terlaksana. Sehingga Zanaya bisa merasa bahagia dan tidak lagi tertekan seperti sebelumnya.
•
•
Setelah mengobrol cukup lama dengan Suci, kini Jack kembali ke dalam unit apartemennya dan menemui Zanaya disana. Ia tersenyum saat Zanaya juga tersenyum menatapnya, sedangkan Suci hanya terdiam di sebelahnya sambil menunggu Jack bicara.
Zanaya tampak heran, dahinya mengernyit penuh tanda tanya ketika Jack dan Suci saling pandang seolah ada sesuatu yang ingin mereka sampaikan kepadanya. Namun, tampak Jack masih ragu untuk mengatakan bahwa ia ingin membawa Zanaya bertemu dengan Refal di Rusia.
"Ada apa kak? Ada yang mau kak Jack ucapin ke aku ya?" tanya Zanaya penasaran.
"Eee.."
"Iya betul tuh Zanaya, si Jack emang mau ngomong sama lu. Udah buruan Jack, ngomong gih gausah malu-malu!" sela Suci.
Jack langsung mencubit lengan Suci sambil menatap tajam ke arahnya.
"Ish, sakit tau Jack! Gue kan cuma mempermudah lu buat bicara sama Zanaya, tuh si Zanaya aja udah penasaran tau," ucap Suci membela diri.
"Iya iya.." Jack benar-benar bingung, ia menatap Zanaya lalu kembali menunduk lesu.
"Sebenarnya ada apa sih Jack? Kamu mau ngomong apa sama aku?" tanya Zanaya heran.
"Eee aku mau kasih sesuatu ke kamu Zanaya," jawab Jack lirih.
"Apa?" Zanaya semakin dibuat penasaran oleh tingkah pria itu.
Lalu, Jack mengambil sesuatu dari sakunya dan ia berikan kepada Zanaya. "I-ini Zanaya, buat kamu!" ucapnya.
Zanaya membulatkan matanya, "Tiket pesawat? Ini buat apa Jack? Kamu mau bawa aku pergi dari Indonesia gitu?" tanyanya heran.
Jack mengangguk pelan, "Iya Zanaya, ini demi kebaikan kamu dan kebahagiaan kamu. Bukannya kamu gak setuju dijodohin kan?" jawabnya.
"Ya iya sih, tapi gak gini juga kali. Masa aku harus pergi ke luar negeri tinggalin mama?" ujar Zanaya.
"Gak ditinggal juga Zanaya, kan kamu bisa kabarin mama kamu nanti begitu sampai. Kamu mau kan ikut sama aku?" ucap Jack.
"Tapi kak Jack, aku rasa gak perlu lah sampai harus ke luar negeri segala. Disini aja aku yakin papa gak bakal temuin aku kok," ucap Zanaya.
"Bukan itu yang jadi masalah Zanaya, aku ajak kamu ke luar negeri supaya kamu bisa ketemu seseorang disana," ucap Jack.
"Ih siapa? Kamu jangan ngada-ngada ya! Udah ah aku mau tetap disini aja!" kekeuh Zanaya.
"Tenang aja Zanaya, aku gak akan nyakitin kamu. Aku lakuin ini juga demi kebahagiaan kamu, kamu nurut aja sama aku ya!" ucap Jack.
"Kasih tau dulu siapa orang yang pengen kamu temuin ke aku!" pinta Zanaya.
Jack melirik Suci, seolah meminta bantuan dari wanita itu apakah ia harus menjawab apa yang ditanyakan Zanaya atau tidak. Jack bingung sebab ia tak tahu harus melakukan apa.
"Kenapa diam sih kak? Kasih tau aja kali, biar aku juga bisa jawab aku mau ikut sama kamu atau enggak!" ucap Zanaya.
"Iya iya, aku itu mau bawa kamu ketemu sama.." tiba-tiba Jack menghentikan ucapannya, ia masih ragu untuk mengatakan itu pada Zanaya.
"Sama siapa kak?" tanya Zanaya penasaran.
"Sama Refal, kakak kamu itu," jawab Suci dengan tegas.
Sontak Zanaya dan juga Jack melotot bersamaan mendengar apa yang diucapkan Suci barusan.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...