Pregnant With My Brother

Pregnant With My Brother
Bab 17. Mau dimasakin


__ADS_3

Zanaya kini sampai di rumahnya bersama Jack, ia turun dari motor lalu melepas helm dari kepalanya dan menyerahkan itu pada Jack.


Jack terlihat bahagia, ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling rumah itu sambil terus melayangkan pujian.


"Rumah kamu keren juga ya! Pasti enak nih tinggal disini, ya kan?" ucap Jack.


"Gitu deh kak, rumah kak Refal emang lumayan mewah. Makanya aku kesusahan buat beresin rumah ini sendirian, apalagi aku kan juga harus belajar buat sekolah," ucap Zanaya.


"Ah iya, kamu beres-beres rumah sebesar ini sendirian ya?" ucap Jack.


"Itu permintaan kak Refal, aku gak bisa nolak karena aku kan udah dikasih tempat tinggal gratis sama dia," ucap Zanaya.


"Iya juga sih, kalo aku jadi kamu juga aku bingung harus apa. Tapi, kamu yang kuat ya!" ucap Jack.


"Aku pasti kuat kok, kenapa juga aku harus gak kuat?" ucap Zanaya.


"Terus sekarang kamu sendirian dong di rumah? Abang kamu kapan pulangnya?" tanya Jack.


"Gak tahu kak, mungkin masih lama. Paling aku mau beberes dulu sebelum dia pulang, jadi dia nanti gak marah-marah," jawab Zanaya.


"Waw! Kamu emang gak capek?" tanya Jack.


"Capek sih, tapi kan aku punya kewajiban buat beresin rumah kak Refal. Selain itu, aku juga harus masak buat makan malam," jawab Zanaya.


"Masak? Wah aku jadi pengen cobain masakan kamu! Kira-kira boleh apa enggak?" ucap Jack.


"Boleh dong, kapan-kapan aku masakin buat kamu deh kak," ucap Zanaya.


"Serius? Aku jadi gak sabar, aku pengen rasain makanan buatan kamu. Aku yakin pasti enak deh, soalnya yang masak tuh orangnya cantik banget!" ucap Jack.


"Ahaha, bisa aja kamu. Hubungannya apa sama cantik coba? Kan yang masak tuh tangan aku, bukan wajah aku," ucap Zanaya.


"Iya sih, tapi entah kenapa aku yakin aja masakan kamu enak. Buktinya abang kamu doyan kan makan masakan kamu? Itu udah pertanda kalau masakan kamu enak Zanaya," ucap Jack.


"Ya juga sih, kak Refal emang gak pernah protes soal masakan aku. Dia malah selalu minta nambah dan masakin yang lain," ucap Zanaya.


"Nah kan, berarti masakan kamu enak. Aku pasti bakal jadi lelaki beruntung kalau bisa rasain masakan kamu!" ucap Jack.


"Kapan-kapan aku bawain masakan aku ke sekolah deh, supaya kamu bisa ikut cobain rasanya. Mau kan?" ucap Zanaya.

__ADS_1


"Ya pasti mau lah, orang gila kali yang nolak makanan dari perempuan secantik kamu! Aku tunggu waktunya Zanaya," ucap Jack sambil tersenyum.


Zanaya mengangguk pelan, lalu menoleh sebentar ke seorang ibu-ibu yang melintas di dekatnya.


"Eh Zanaya, baru beberapa hari tinggal disini udah punya cowok aja. Wajar sih kamu kan cantik ya?" goda ibu itu.


"Eee ini teman aku Bu, bukan pacar aku. Kita satu sekolah, jadi kak Jack ajak aku pulang bareng gitu," jelas Zanaya.


"Ah anak zaman sekarang, pake malu-malu segala! Yaudah, saya duluan ya? Awas aja jangan macam-macam!" ucap ibu itu.


"I-i-iya Bu," ucap Zanaya gugup.


Setelah ibu itu pergi, Zanaya pun kembali menatap Jack dengan cemas.


"Kak, udah ya kamu pulang aja! Aku takut ada orang lain lagi yang lihat kita disini, aku gak mau pada salah paham!" pinta Zanaya.


"Iya Zanaya, aku pulang ya? Sampai ketemu lagi besok di sekolah!" pamit Jack.


"Hati-hati kak!" ucap Zanaya melambaikan tangan.


"Pasti, yaudah ya bye!" ucap Jack.


Jack langsung memacu motornya pergi meninggalkan Zanaya disana.




Sementara itu, Refal keluar dari kamar mandi setelah selesai membersihkan tubuhnya.


Ia menghampiri Angie yang masih terbaring menangis di atas ranjang hotel.


Refal pun duduk di samping tubuh gadis itu, menyentuh tubuhnya perlahan dan menegurnya.


"Hey! Kamu kenapa nangis sih?" tanya Refal.


Angie berbalik menatap ke arahnya, menghapus air mata di wajahnya dan bangkit ikut duduk di sebelah pria itu.


"Gausah nangis, bukannya kamu yang ajak aku buat main? Kenapa malah nangis? Kamu jangan playing victim deh! Udah lah stop nangisnya!" ucap Refal terheran-heran.

__ADS_1


"Aku nangis bukan karena itu, tapi karena aku gak rela kehilangan kamu Refal," ucap Angie.


"Kamu masih pengen disentuh aku dan ngerasain milik aku yang panjang ini? Tenang aja, aku siap kok kalau kamu mau!" ucap Refal.


"Aku gak mau kalau kita cuma jadi partner ranjang, aku maunya kita tetap punya hubungan kayak dulu. Please Refal, jangan putusin aku!" ucap Angie.


"Gak bisa Angie, perasaan aku ke kamu udah gak kayak dulu lagi. Kita gak mungkin bisa kayak dulu Angie," ucap Refal.


"Kamu kenapa selalu bicara gitu sih? Kamu bilang perasaan kamu ke aku udah beda, tapi tadi kamu masih keenakan main sama aku," ucap Angie.


"Itu beda arti Angie, udah ya kamu jangan berharap lagi kayak gitu!" ucap Refal.


"Kamu jahat Refal! Kamu yang udah rebut perawan aku, tapi sekarang kamu malah tinggalin aku gitu aja!" tegas Angie.


"Kenapa kamu ungkit soal itu? Kan dulu kamu sendiri yang secara sukarela serahin mahkota kamu ke aku, kamu lupa?" ucap Refal.


"Itu kan karena kamu udah janji kalau kamu gak bakal tinggalin aku, tapi sekarang apa? Kamu malah ingkar janji dan putusin aku gitu aja, dasar lelaki jahat!" ucap Angie.


"Aku emang jahat Angie, tapi kamu bodoh karena kamu masih aja kejar-kejar aku dan serahin tubuh kamu lagi ke aku," ucap Refal.


"Aku begini karena aku gak bisa pisah dari kamu Refal, aku udah terlanjur sayang sama kamu. Please jangan putusin aku!" rengek Angie.


"Percuma Angie, keputusan aku udah bulat dan kita gak akan bisa kembali. Kamu tahu kan alasan aku mutusin kamu?" ucap Refal.


"Iya, karena ada perempuan lain kan? Siapa sih perempuan itu? Emang secantik apa dia sampe bisa bikin kamu tergoda?" ucap Angie.


"Cantik banget malah! Selain wajahnya, harinya juga cantik. Terus tubuhnya benar-benar seksi dan bikin aku gak sabar buat cicipi rasanya, jadi maaf ya Angie aku gak bisa balik sama kamu!" ucap Refal seraya mencolek dagu Angie.


"Kalo gitu kamu pergi sekarang Refal! Aku benci sama kamu! Aku gak mau kenal lagi sama kamu! Dasar lelaki jahat, kamu jahat Refal!" sentak Angie langsung memukuli tubuh Refal.


Refal pun beranjak dari duduknya lalu pergi meninggalkan Angie yang sedang mengamuk.


"Haaahhh!! Kamu emang sialan Refal! Aku benci sama kamu! Aku benci! Aku gak akan biarin kamu bahagia!" teriak Angie histeris.


Teriakan itu masih didengar oleh Refal, ia sedikit menyesal tapi tak memiliki pilihan lain.


"Maafin aku Angie! Aku sebenarnya gak niat buat nyakitin kamu, tapi gimanapun juga aku udah terlanjur suka sama Zanaya," lirih Refal.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2