
Zanaya diantar oleh Bu Nadya selaku guru bagian kesiswaan menuju kelasnya, selama perjalanan ia selalu mendapat tatapan menggoda serta siulan dari para siswa disana yang ia lewati.
Sesampainya di kelas, Bu Nadya pun memperkenalkan Zanaya kepada para murid disana. Tampak ekspresi mereka langsung berubah begitu melihat kecantikan si gadis asal Rusia tersebut.
"Nah Zanaya, ayo kenalan sama teman-teman kamu disini!" pinta Bu Nadya.
Zanaya pun menurut dan maju lebih dekat ke arah teman-teman kelasnya, ia tersenyum melambaikan tangan dengan wajah cerianya.
"Hai semua! Namaku Zanaya Zenechka, aku masih enam belas tahun, terus aku ini pindahan dari Rusia. Salam kenal ya semua, semoga kalian bisa terima aku buat jadi teman kalian!" ucap Zanaya.
"Kalau sama kamu mah gak cuma jadi teman kali, jadi pacar juga bisa," celetuk salah seorang pria.
"Yeh dasar buaya!" cibir yang lain.
"Sudah sudah, kalian harus bisa berperilaku baik pada Zanaya ya! Ajarkan dia dan beritahu yang dia belum tahu, paham?!" sentak Bu Nadya.
"Paham Bu!" jawab mereka bersamaan.
"Yasudah, kamu bisa duduk di samping Mecca ya Zanaya!" ucap Bu Nadya.
"Baik Bu!" ucap Zanaya singkat.
Setelahnya, Zanaya berjalan ke arah tempat duduknya. Disana terlihat seorang gadis cantik yang periang sudah bersiap menyambutnya, itu adalah Mecca teman sebangkunya.
"Hai Zanaya! Aku Mecca, semoga kita bisa jadi teman baik ya!" sapa Mecca mengenalkan diri.
"Iya Mecca, aku juga senang kalau bisa punya teman baru disini!" ucap Zanaya.
"Yaudah, duduk yuk!" ajak Mecca.
Zanaya mengangguk dan duduk di sebelah gadis itu, seketika mereka pun menjadi pusat perhatian disana.
Banyak para pria yang terus menggoda Zanaya, hal yang tidak ia dapatkan sebelumnya saat ia bersekolah di Rusia.
"Eh Zanaya, kenalin gue Tika! Lo orang Rusia kan?" ujar seorang wanita yang duduk di depannya.
"Eee iya benar, kenapa ya?" tanya Zanaya bingung.
"Berarti lu bisa ngomong bahasa Rusia dong?" ucap wanita bernama Tika itu.
"Bisa, kamu mau dengar?" tanya Zanaya.
"Nah iya, itu yang gue mau. Sekalian lu ajarin gue artinya ya nanti!" pinta Tika.
"Oke, sebentar!" ucap Zanaya.
Zanaya mengambil nafas singkat, lalu mulai berbicara bahasa Rusia sesuai permintaan Tika.
"Zdravstvujtye," ucap Zanaya.
__ADS_1
"Wih apaan tuh artinya?" tanya Tika penasaran.
"Itu artinya halo, gampang kan?" jawab Zanaya.
"Iyain deh, buat lu mah emang gampang kan lu orang Rusia. Lah gue ini apa? Gue ngomong Inggris aja masih belepotan," ujar Tika.
"Ahaha, pasti bisa kalo kamu mau belajar!" ucap Zanaya terkekeh pelan.
"Nanti lah gue belajarnya, sekarang yang penting gue punya teman dari Rusia. Lu mau kan berteman sama gue?" ucap Tika mengulurkan tangannya.
"Gue juga mau jadi teman lu dong," sahut seorang gadis di samping Tika.
"Boleh kok, aku terima siapapun buat jadi teman aku. Makasih ya kalian semua udah mau baik sama aku!" ucap Zanaya.
"Tenang aja Zanaya! Pokoknya kita bakal jadi bestie selamanya!" ucap Tika.
Zanaya tersenyum senang, ia tak menyangka bisa mendapat sambutan hangat seperti itu di lingkungan barunya.
"Oh ya, nama kamu siapa? Tadi kamu belum kasih tahu soalnya," tanya Zanaya pada gadis di sebelah Tika.
"Hehe, gue Maria. Lu bisa panggil gue Ria aja! Tapi, gue gak suka ria loh," ujar Maria mengenalkan diri.
"Hahaha, bisa aja!" kekeh Zanaya.
Akhirnya ketiga gadis itu resmi berteman dengan Zanaya, tentunya bukan hanya mereka tetapi masih banyak lagi yang lainnya.
•
•
Saat istirahat tiba, Tika, Maria serta Mecca mengajak Zanaya keluar kelas untuk pergi ke kantin dan menikmati makanan disana.
Sebagai murid baru, Zanaya menurut saja karena ia pun penasaran dengan makanan di kantin sekolah yang cukup besar ini.
Namun di tengah perjalanan, Zanaya malah kembali melihat sosok pria yang tadi sempat menolongnya.
"Itu kan cowok yang tadi, dia ganteng banget sih!" batin Zanaya.
Melihat Zanaya yang tiba-tiba berhenti dan melamun, Mecca pun penasaran tak mengerti mengapa Zanaya berhenti.
"Zanaya, kamu kenapa diam? Kantinnya masih di depan sana tau," tanya Mecca.
"Hah? I-iya maaf, aku tadi salah fokus! Yuk kita lanjut jalan!" jawab Zanaya terkejut.
"Kenapa Zanaya? Lo lihatin apa?" tanya Tika ikut penasaran.
"Gak kok, aku gak lihat apa-apa. Udah lupain aja, ayo kita lanjut jalan!" jawab Zanaya berbohong.
"Masa? Ah pasti lu ngeliatin rombongan kak Jack kan? Ngaku aja lu Zanaya!" ujar Tika.
__ADS_1
"Iya tuh, jangan-jangan lu terpesona ya sama kak Jack?" timpal Maria.
"Kalian bicara apa sih? Aku cuma penasaran, soalnya dia udah nolongin aku tadi," ucap Zanaya.
"Oh ya? Pantes aja lu ngeliatin dia terus, lu naksir ya sama kak Jack?" ucap Tika.
"Bukan naksir, kan udah dibilang aku penasaran karena dia nolongin aku," ucap Zanaya.
"Iya iya, terus lu mau apa sekarang? Pengen samperin dia?" tanya Tika.
"Gak kok, aku mau ke kantin aja sama kalian. Buat apa juga aku samperin dia?" jawab Zanaya.
"Kali aja gitu kan lu pengen samperin dia terus ajak ke kantin bareng," ujar Tika.
"Setuju gue sama Tika! Lu temuin aja kak Jack, itung-itung tanda terimakasih!" sahut Maria.
"Enggak dulu deh, dia lagi sama teman-temannya. Nanti dia malah ajak teman-temannya juga, kan aku yang tekor tau," ucap Zanaya.
"Hahaha, bilang aja lu pengennya berduaan aja kan sama kak Jack!" ujar Tika.
"Apa sih? Ya gak gitu lah, aku gak punya uang banyak buat traktir mereka semua," ucap Zanaya.
"Masa orang Rusia gak punya uang banyak sih? Gausah merendah deh lu Zanaya!" ucap Maria.
"Emang begitu, uangku ada di ATM dan aku belum sempat ambil. Sekarang aku cuma bawa uang seadanya," ucap Zanaya.
"Ohh, disini ada mesin ATM kok. Kalau lu mau, yuk kita antar kesana!" ucap Tika.
"Nah iya, banyak juga kok murid-murid yang sering ambil duit disana," ucap Mecca.
"Oh ada mesin ATM disini? Tau gitu mah aku ambil duit aja disini, emang dimana mesin ATM nya?" tanya Zanaya.
"Ada kok di pojok sana, tapi biasanya suka ramai. Lu mau ambil duit sekarang?" jawab Tika.
"Gausah deh, nanti aja abis makan. Aku udah keburu lapar gak tahan," ucap Zanaya.
"Ahaha, kita ngikut kemauan kamu aja deh," ucap Mecca sambil terkekeh.
"Kenapa gitu? Kebalik kali, harusnya aku yang ngikut kalian. Kan aku baru disini, jadi aku belum tau tempat tempat disini," ucap Zanaya.
"Gapapa Zan, yaudah yuk kita ke kantin sekarang!" ucap Tika langsung merangkul Zanaya.
Maria pun ikut merangkul Zanaya dari arah berlawanan, sedangkan Mecca hanya bisa tersenyum mengikuti langkah mereka.
Tiba-tiba saja Jack sudah berdiri di hadapan mereka, membuat keempat gadis itu kompak berhenti lalu menatap ke arah Jack.
"Hai Zanaya!" sapanya.
Zanaya melongok saja, seakan tak percaya jika Jack justru menghampirinya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...