
"Kenapa sih Jack? Lo kok belain dia?" tanya Rey.
"Tau lu aneh banget, padahal kan dia yang udah bikin lu bonyok kayak gini. Kita sebagai sohib lu gak terima bro," timpal Cakra.
"Kalian mau bikin gue makin dibenci sama abangnya Zanaya, ha?" ujar Jack.
"Eee ya enggak sih, tapi emangnya kenapa kalau lu dibenci sama dia?" heran Cakra.
"Yah elah, lu kayak gak tahu aja bro. Si Jack kan lagi usaha buat deketin Zanaya," kekeh Bio.
"Oh ya? Pantas aja lu gak mau balas dendam, ternyata lagi bucin," ucap Cakra.
"Ah berisik lu! Pokoknya gue gak mau kalian lakuin hal yang bikin gue makin susah dekat sama Zanaya!" pinta Jack.
"Siap Jack, santai aja!" ucap mereka.
"Tapi, gue masih bingung deh kenapa tadi Zanaya kelihatan susah jalan? Dia kayak lagi pincang dan nahan sakit gitu," heran Jack.
"Hah? Kok bisa sih? Dia kecelakaan apa gimana?" tanya Bio terkejut.
"Itu dia yang gue gak tahu, tadi gue pengen nanya eh udah diusir sama abangnya," jawab Jack.
Tanpa diduga, ucapan mereka itu didengar oleh Maria yang kebetulan baru datang ke sekolah dan tengah memikirkan Zanaya.
"Apa? Zanaya pincang??" sela Maria.
Sontak keempat lelaki itu menoleh ke asal suara, mereka terkejut melihat Maria berdiri disana.
"Maria, sejak kapan lu disitu?" tanya Bio.
"Gue baru datang kak, gue gak sengaja dengar tadi ucapan kalian tentang Zanaya. Emang benar dia kakinya pincang?" ucap Maria.
"Eee iya Mar, gue lihat sendiri tadi pas gue datang ke rumahnya. Kayaknya juga dia gak sekolah deh," ucap Jack.
Maria pun berpikir keras, ia heran bagaimana Zanaya bisa terluka seperti itu.
"Duh, Zanaya kenapa ya? Apa karena semalam dia gue ajak ke club? Jangan-jangan abangnya yang bikin dia kayak gitu?" batin Maria.
"Lu kenapa Mar? Mikirin apa?" tanya Jack.
"Gue cuma khawatir sama Zanaya kak, gue takut dia kenapa-napa. Soalnya semalam itu dia dimarahin sama abangnya karena ketahuan pergi ke club malam," jawab Maria.
"Kok bisa? Emang Zanaya suka main ke tempat gituan ya?" tanya Jack sedikit terkejut.
__ADS_1
"Sebetulnya enggak, tapi semalam gue yang ajak Zanaya pergi kesana buat hadirin pesta ulang tahun teman gue," jawab Maria.
"Hah? Ya ampun Maria, lu tuh teman macam apa sih? Kenapa lu pake bawa-bawa Zanaya ke tempat begituan coba?" geram Jack.
"Ya maaf, gue kan gak tahu kejadiannya bakal kayak gini. Gue kira semuanya akan baik-baik aja," ucap Maria.
"Parah lu Mar! Sahabat itu harusnya gak menjerumuskan temannya ke jalan yang buruk, ini gak bener namanya!" ucap Jack.
"Gue nyesel ngelakuin itu, gue akui gue salah. Gue juga gak mau ini terjadi sama Zanaya," ujar Maria.
"Yaudah lah, penyesalan lu udah terlambat sekarang Maria. Zanaya udah dihukum pasti sama abangnya gara-gara lu," ucap Jack.
"Terus gue harus gimana dong kak?" tanya Maria.
"Ya enggak gimana-gimana, lu cukup doain aja supaya Zanaya gak kenapa-napa," jawab Jack.
"Umm, apa nanti siang gue coba jengukin Zanaya aja ya ke rumahnya sama yang lain?" usul Maria.
"Terserah lu sih, tapi emang lu yakin kalau abangnya Zanaya bakal terima lu di rumahnya? Secara kan lu yang udah bawa Zanaya pergi semalam," ujar Jack.
"Iya juga ya," Maria pun mengurungkan niatnya dan merasa bingung harus bagaimana.
•
•
Zanaya tersenyum menyapa Refal, lalu duduk di sebelah lelaki itu berniat melupakan kejadian semalam dan berdamai dengan semuanya karena ia rasa tak ada gunanya menyesali itu.
"Kenapa lu tiba-tiba datang terus senyum begitu sama gue? Jangan goda gue ya, nanti digenjot nangis!" ucap Refal.
"Aku gak godain kakak kok, aku cuma mau lupain kejadian semalam," ucap Zanaya.
"Kenapa harus dilupain? Itu kan kenangan indah buat lu, sengaja gue mainnya gak terlalu kasar supaya lu menikmati juga," ucap Refal.
"Udah cukup ya kak! Aku gak mau kejadian itu terulang, jadi jangan begitu lagi ya!" ucap Zanaya.
"Kalo gue masih mau gimana? Punya lu enak banget Zanaya, bikin nagih," ucap Refal.
"Kakak kan bisa sewa perempuan malam, mereka pasti bisa kasih kepuasan buat kakak. Aku ini kan gak pengalaman soal itu," ucap Zanaya.
"Justru gue sukanya yang polos-polos kayak lu Zanaya, lebih enak dipake!" ujar Refal.
"Aku heran deh sama kakak, kenapa kakak tega ngelakuin ini ke aku? Apa sih salah aku sama kakak sebenarnya?" tanya Zanaya.
__ADS_1
"Lu gak punya salah, emang gue aja yang pengen hamilin lu," jawab Refal.
"Lu tahu gak kenapa?" Refal mendekat dan memasang wajah seram disertai seringai kecil.
Zanaya menggeleng tanda tidak tahu.
"Karena gue cinta sama lu Zanaya, gue mau lu jadi milik gue seutuhnya. Gue gak pengen lu dekat sama laki-laki lain selain gue," sambung Refal.
"Cinta? Apa kakak yakin itu cinta? Bukan naf-su semata?" tanya Zanaya seolah tak percaya.
"Yakin kok, sangat yakin!" jawab Refal mantap.
"Kok kakak bisa yakin banget kalo kakak cinta sama aku?" tanya Zanaya.
"Gak tahu kenapa, sejak pertama kali ketemu sama lu itu jantung gue langsung berdebar-debar. Gue serasa gak mau jauh dari lu meski hanya sebentar," jelas Refal.
"Kak, kita gak mungkin bisa bersatu. Kita ini saudara, aku kan adiknya kakak. Pasti kakak gak lupa kan soal itu?" ucap Zanaya.
"Iya gue tahu, tapi gak ada salahnya kan kalau mencoba? Intinya gue pengen lu jadi pasangan hidup gue Zanaya, lu mau kan?" ucap Refal sembari meraih satu tangan adiknya.
Zanaya terdiam sesaat, ia tak tahu harus menjawab apa saat ini.
Jujur di dalam benak Zanaya, ia juga merasakan yang sama dengan apa yang dirasakan Refal.
Namun, Zanaya masih ragu untuk mengatakannya karena ia belum yakin rasa apakah itu.
"Kok diem aja sih Zanaya? Lu mau apa enggak nih menjalin hubungan cinta sama gue? Ayolah, gue janji gak akan galak sama lu lagi!" ujar Refal.
"Eee aku gak tahu kak," ucap Zanaya.
"Loh gak tahu gimana? Masa tinggal jawab iya aja pake acara gak tahu?" heran Refal.
"Emang kalo aku jawab iya, terus kakak bakal apain aku?" tanya Zanaya.
"Ya paling gue peluk, tanda kalau gue senang banget sama jawaban lu itu," ucap Refal.
"Nanti deh kak, kasih aku waktu buat mikir ya!" pinta Zanaya.
"Okay, gue gak bakal maksa lu buat jawab sekarang. Gue tahu ini emang sulit, tapi boleh kan gue nyusu sama lu?" ucap Refal.
Zanaya terkejut, matanya melotot mendengar permintaan Refal barusan.
Akhirnya mau tidak mau, Zanaya pun terpaksa melayani Refal. Kali ini pria itu hanya bermain pada bagian atas tubuhnya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...