Pregnant With My Brother

Pregnant With My Brother
Bab 47. Hasutan Angie


__ADS_3

Zanaya menghampiri Refal di kamarnya dengan pakaian rapih dan wangi, kehadirannya disana membuat pria itu terkejut lalu menoleh ke arahnya.


Refal merasa heran karena sebelumnya Zanaya tak pernah datang ke kamarnya seperti ini, apalagi sekarang di rumah mereka ada orangtuanya.


"Kak, aku mau ngomong dong sebentar. Boleh gak?" ucap Zanaya pelan.


Refal beranjak dari duduknya, menatap Zanaya dengan bingung. Ia heran mengapa adiknya itu berpakaian sangat rapih saat ini.


"Loh lu ngapain kesini Zanaya? Terus ini kenapa lu pake baju bagus gini? Mau kemana?" tanya Refal.


"Aku cuma pengen minta izin sama kakak, aku ada janji sama teman aku buat ketemuan di luar. Aku boleh pergi kan kak? Soalnya tadi udah izin sama papa mama dan dibolehin kok," jelas Zanaya.


"Temen lu siapa? Si Jack? Gue gak akan izinin lu ketemu sama dia," sentak Refal.


"Bukan kak, gak mungkin juga lah aku ketemu sama dia. Aku sadar kakak pasti gak bakal izinin aku kalo itu mah," ucap Zanaya.


"Ohh, terus temen lu yang mana? Yang waktu itu datang ke rumah tiga orang?" tanya Refal.


"Eee iya itu benar kak, aku mau ketemu sama Mecca, Maria dan Tika. Boleh kan kak? Kali ini aja," jawab Zanaya.


"Iya boleh, tapi jangan lama-lama ya! Terus, gue juga harus ikut antar lu kesana," ucap Refal.


"Ngapain sih kak? Aku ini udah pesan taksi online kok, kakak disini aja ya?" ucap Zanaya menolak.


"Lu gak boleh nolak Zanaya, kalo lu nolak yaudah gue gak akan izinin lu buat pergi. Gimana? Masih mau pergi apa enggak?" ucap Refal tegas.


"Huft, kakak tuh ya paling susah ditolak. Iya deh iya aku mau ikut sama kakak," ucap Zanaya pasrah.


"Nah gitu dong, kalo mau pergi ya lu harus ikutin kata-kata gue. Bentar ya gue ganti baju dulu?" ucap Refal sambil tersenyum.


"Iya kak, aku tunggu di luar ya?" ucap Zanaya.


"Eh gausah, disini aja kali. Lagian lu kan udah sering lihat gue telanjang, sekalian juga nanti lu puasin punya gue dulu," ucap Refal.


"Hah? Kok gitu sih kak?" kaget Zanaya.


"Kenapa? Lu gak mau puasin gue? Kan udah lama loh gue gak dipuasin sama lu," ujar Refal.

__ADS_1


"Nanti malam kan bisa kak, sekarang aku udah rapih begini. Masa iya aku harus kocokin punya kakak? Nanti kotor dong tubuh aku," ucap Zanaya.


"Kan cuma mulut sama tangan lu yang kerja, udah ah gausah bantah!" sentak Refal.


Akhirnya mau tak mau Zanaya pun menurut, ia melakukan apa yang diminta Refal tentu agar ia bisa pergi menemui temannya di luar.


Setelah selesai, Zanaya langsung membersihkan tangan serta mulutnya di kamar mandi dan meninggalkan Refal begitu saja.


Refal sendiri tampak puas, ia tersenyum sembari memandangi Zanaya yang berlari kecil ke arah kamar mandi.


"Hahaha, emang servis Zanaya tuh paling luar biasa. Dia selalu bisa bikin gue puas," ujar Refal.


Zanaya kembali menemui Refal dengan baju sedikit basah akibat terkena cipratan air saat membersihkan tubuhnya tadi.


"Lu kenapa basah gitu? Mandi?" tanya Refal.


"Enggak kak, ini tuh tadi kena air gak sengaja. Gara-gara kakak sih maksa dipuasin," jawab Zanaya dengan wajah cemberut.


"Ohh, yah elah gausah lebay gitu kali. Yang penting kan lu bisa pergi ketemu temen lu," ucap Refal.


"Iya sih kak, yaudah yuk kita pergi sekarang!" ajak Zanaya.


Tentu Zanaya tersenyum lebar, ia sangat senang jika Refal tidak mau mengantarnya sehingga ia bisa pergi seorang diri.




Kini Zanaya tiba di lokasi tempat ia berjanji dengan seseorang, sebenarnya Zanaya memang berbohong karena ia bukan ingin bertemu dengan teman-temannya seperti yang ia katakan pada Refal di rumah tadi.


Justru Zanaya kali ini sudah membuat janji dengan Angie yang tak lain ialah mantan kekasih kakaknya.


Tampak Angie sudah menunggu lebih dulu disana sambil duduk dan meminum minuman yang ia pesan di meja.


"Hai kak Angie!" sapa Zanaya dengan lembut.


Angie sontak menoleh, lalu tersenyum dan mengajak Zanaya duduk di dekatnya sembari memesan minuman.

__ADS_1


"Eh Zanaya? Yuk yuk sini duduk! Kamu mau pesan apa?" ujar Angie.


"Gausah kak, aku gak lama juga kok. Aku kesini kan karena permintaan kamu aja, jadi tolong langsung ke intinya dan gausah basa-basi!" ucap Zanaya.


"Oh gitu, kamu yakin nih gak mau pesan dulu? Nanti kita ngobrol lama terus kamu kehausan loh tenggorokan kamu kering," ucap Angie.


"Ahaha, aku udah minum banyak tadi di rumah. Langsung aja ya kasih tau aku apa yang kamu pengen omongin sama aku sekarang!" ujar Zanaya.


"Oke fine, terserah kamu aja. Yang penting aku udah nawarin kamu loh ya, jangan bilang kalau aku gak nawarin!" ucap Angie.


"Iya, udah ah jangan kebanyakan basa-basi! Kamu mau apa ajakin aku ketemuan disini?" ucap Zanaya.


"Aku cuma mau kasih tau sesuatu ke kamu, ini hal penting tentang Refal yang harus kamu tau Zanaya," ucap Angie tersenyum miring.


"Maksudnya apa?" tanya Zanaya heran.


Angie mengeluarkan smirk nya, duduk tegak menatap Zanaya dengan kedua tangan ditaruh di atas meja.


"Refal itu sebenarnya gak cinta sama kamu Zanaya, dia cuma suka sama tubuh kamu. Nanti setelah dia puas, aku yakin dia pasti bakal tinggalin kamu," ucap Angie.


"Hadeh, jadi cuma itu yang mau kamu sampein ke aku sekarang? Gak penting banget sih, karena sampai kapanpun aku gak akan percaya sama omongan gak jelas kamu itu!" ucap Zanaya.


"Kamu harus percaya Zanaya, semua wanita juga tau kok sikap Refal kayak gimana, termasuk aku. Kamu tau kan dulu Refal pacar aku dan dia bilang gak akan tinggalin aku? Tapi apa, nyatanya sekarang dia malah tinggalin aku demi kamu Zanaya," ucap Angie.


"Itu kan kamu kak Angie, aku mah gak mungkin ditinggalin sama kak Refal. Aku yakin banget dia cinta sama aku," ucap Zanaya.


"Keyakinan kamu juga sama kayak aku dulu, tapi buktinya Refal malah khianati aku," ucap Angie.


"Udah deh kak, kalo kamu gak bisa moveon dari kak Refal ya kamu jangan lah hasut aku buat percaya sama kamu!" ucap Zanaya.


Angie menggeleng pelan sambil meminum minumannya.


"Kamu gak mau nih percaya sama aku? Ya semua terserah kamu sih Zanaya, lagian aku cuma mau nolong kamu aja sebagai sesama perempuan. Aku gak mau lah kamu disakitin sama Refal seperti aku," ucap Angie.


"Kamu gausah khawatir, karena kak Refal gak mungkin nyakitin aku. Dan satu lagi, tolong jangan samakan aku sama kamu!" ucap Zanaya.


Angie memutar bola mata, cukup sulit ternyata membujuk Zanaya untuk pergi dari Refal.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2