
Ceklek
Ia membuka pintu, matanya menangkap sosok Jack tengah berdiri di hadapannya sambil memegang bunga serta kotak kue.
"Hah kak Jack? Ngapain kamu kesini? Kamu gak sekolah?" tanya Zanaya terkejut hebat.
"Aku sekolah kok, buktinya aku bisa tau kalau kamu udah gak masuk sekolah lagi. Aku kesini cuma mau tanya sama kamu Zanaya, kenapa kamu putus sekolah?" ucap Jack.
"Apa sih? Gak semua tentang aku, kamu boleh tau ya. Aku juga punya privasi," ucap Zanaya.
"Dengan jawaban kamu yang kayak gitu, justru bikin aku makin curiga sama kamu Zanaya," ucap Jack.
"Curiga? Maksudnya apa? Kamu pikir aku sembunyiin sesuatu gitu?" tanya Zanaya.
"Bisa jadi, dan sesuatu itu yang bikin aku penasaran. Kalau kamu gak keberatan, boleh gak kamu cerita ke aku?" jawab Jack.
"Enggak, sampai kapanpun enggak karena itu privasi aku," ucap Zanaya.
"Aku tau kamu gak sekolah lagi karena disuruh abang kamu, ya kan?" tebak Jack.
"Apa sih? Gausah sok tau deh! Aku gak sekolah itu gak ada hubungannya sama kak Refal, jadi kamu diam aja!" sentak Zanaya.
"Yaudah, kalau emang gak ada hubungannya sama abang kamu, kenapa kamu gak mau ceritain ke aku Zanaya?" ucap Jack.
"Aku udah bilang ya sama kamu, jauhin aku dan jangan pernah kamu deketin aku lagi!" ucap Zanaya.
"Gak bisa Zanaya, itu terlalu berat buat aku. Kamu selalu muncul di pikiran aku, asal kamu tau itu Zanaya," ucap Jack.
"Aku gak perduli kak," ucap Zanaya singkat.
"Please Zanaya, jangan ada yang kamu tutup-tutupi dari aku!" mohon Jack.
"Kamu ini sebenarnya maunya apa sih? Aku udah bilang enggak ya enggak, kenapa kamu masih aja maksa?!" kesal Zanaya.
"Karena aku tau kamu lagi ada masalah Zanaya, ayolah cerita aja sama aku!" paksa Jack.
Zanaya menggeleng, ia heran sekali mengapa Jack terus-terusan memaksa dirinya padahal ia sudah berulang kali mengatakan tidak.
"Dengar ya kak, kalau kamu gak pergi sekarang jangan salahin aku semisal kak Refal nanti datang dan mukul kamu lagi!" ucap Zanaya.
"Aku gak takut Zanaya, yang penting aku bisa ketemu kamu dan bicara sama kamu," ucap Jack.
"Berarti hanya karena itu kamu sampe rela bolos sekolah?" tanya Zanaya.
"Iya, lagian sekolah sepi tanpa kamu Zanaya," jawab Jack sambil tersenyum.
Zanaya terdiam, sedangkan Jack terus menatapnya dengan senyum yang semakin mengembang.
__ADS_1
"Zanaya!!"
Tiba-tiba suara Refal terdengar dari dalam rumah memanggil namanya.
"Hah kak Refal??" panik Zanaya.
"Siapa yang datang Zanaya?" tanya Refal sembari melangkah menghampiri adiknya.
Zanaya langsung terperangah melihat kakaknya sudah berada di sampingnya saat ini, sedangkan Refal sendiri juga tampak geram begitu menyadari yang datang adalah Jack.
"Lu lagi lu lagi, mau apa sih lu datang kesini? Belum puas waktu itu udah gue pukul muka lu? Masih pengen dipukul lagi?" ujar Refal.
"Enggak bang, gue cuma pengen jenguk Zanaya karena dia gak masuk sekolah," ucap Jack.
"Terus buat apa tuh lu bawain bunga segala? Mau cari gara-gara?" tanya Refal curiga.
"Ya ini sebagai bentuk kalau gue perduli sama Zanaya bang," jawab Jack.
"Lu gak perlu lakuin itu, Zanaya juga gak butuh keperdulian dari lu. Sekarang lu mending pergi sebelum gue emosi!" usir Refal.
"Kak, ayolah jangan kayak gitu sama kak Jack! Niat kak Jack kan baik," ucap Zanaya.
"Lu masuk ke dalam Zanaya! Biar gue yang bicara sama Jack," suruh Refal.
"Tapi kak—"
"Masuk!" sentak Refal memotong ucapan adiknya.
•
•
Zanaya masih harap-harap cemas memikirkan apa yang akan terjadi dengan Jack saat dibiarkan berdua dengan Refal di depan sana.
Sebetulnya Zanaya tidak ingin pergi, tetapi ia juga tak berani melawan perintah kakaknya yang sudah tampak sangat emosi.
"Duh, aku harus gimana ini? Aku takut kak Refal ngelakuin hal-hal yang gak bener sama kak Jack, tapi aku juga gak berani datang ke depan buat mastiin semuanya," gumam Zanaya.
Sangking bingungnya, Zanaya sampai lupa kalau di rumahnya sekarang ini ada Ilham guru privat yang akan mengajarnya.
"Zanaya!" tiba-tiba suara itu muncul.
Ia langsung menoleh ke asal suara dan baru sadar bahwa Ilham tengah menunggunya, kini tampak pria itu berdiri di hadapannya.
"Eh Ilham, maaf maaf aku sampai kelupaan kalau ada kamu disini!" ucap Zanaya grogi.
"Gak masalah, tapi kamu udah bisa mulai belajar sekarang?" tanya Ilham.
__ADS_1
"Eee belum sih, soalnya buku-buku aku masih ada di kamar," jawab Zanaya tidak fokus.
"Kenapa belum diambil Zanaya? Tadi katanya kamu mau ngambil buku dulu," heran Ilham.
"Iya, itu di depan ada tamu yang datang makanya aku lupa. Sekarang aku ambil dulu deh bukunya di kamar ya?" ucap Zanaya.
"Ya gapapa, aku tunggu disini aja biar kamu gak lupa lagi nanti," ucap Ilham.
"Duh aku jadi gak enak sama kamu, maaf banget ya Ilham!" ucap Zanaya.
"Gak masalah, yang penting kamu gak lupa lagi dan kita bisa mulai belajar dengan cepat," ucap Ilham.
"Iya Ilham, aku ke atas dulu ya?" pamit Zanaya yang diangguki pria itu.
Zanaya pun beranjak menaiki tangga dan pergi menuju kamarnya, sedangkan Ilham tetap disana menunggu Zanaya kembali.
Tak lama kemudian, Zanaya muncul lagi menghampiri Ilham setelah mengambil buku pelajarannya dari kamar.
"Udah aku ambil semua nih bukunya, kita mau langsung belajar aja kan?" ucap Zanaya.
"Iya Zanaya, waktu saya juga gak banyak. Kalo gitu kita mulai aja ya pelajaran kali ini!" ujar Ilham.
"Eee tapi daritadi aku belum bikinin minum, apa kamu mau minum dulu?" tawar Zanaya.
"Gausah, nanti aja sesudah kamu selesai belajarnya Zanaya," tolak Ilham.
"Yaudah deh, kita belajarnya di tempat tadi yuk biar lebih asyik dan nyaman!" ajak Zanaya.
"Iya Zanaya," Ilham mengangguk saja menuruti perkataan Zanaya.
Keduanya pun melangkah cepat menuju belakang rumah, meski Zanaya masih terus memikirkan nasib Jack di depan sana.
Setibanya di lokasi belajar, mereka langsung duduk di tempat yang sudah tersedia. Namun, Zanaya tampak masih melamun.
"Zanaya, kamu lagi mikirin apa?" tanya Ilham.
"Eh eee a-aku gak kenapa-napa kok, kita langsung mulai aja yuk pelajarannya!" bohong Zanaya.
"Yang benar? Kamu gak lagi nutupin sesuatu dari saya kan? Bukan apa-apa, saya cuma gak mau kamu jadi gak fokus nantinya," ucap Ilham.
"Tenang aja, aku bakalan fokus kok kalau urusan belajar," ucap Zanaya tersenyum tipis.
"Baiklah, saya harap kamu terus begitu. Sekarang kamu buka buku pelajaran kamu ya! Saat di sekolah, sudah sampai bab berapa?" ujar Ilham.
Zanaya menurut dan membuka buku pelajarannya. Sesi pembelajaran pun dimulai, Zanaya terlihat sangat menikmati belajar bersama Ilham disana.
"Mas Ilham ini keren banget deh, udah ganteng terus pintar lagi. Ya tapi tetap sih masih lebih ganteng kak Refal, dia juga udah taruh benihnya di rahim aku," gumam Zanaya dalam hati.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...