Pregnant With My Brother

Pregnant With My Brother
Bab 26. Sudah jebol


__ADS_3

Pagi telah tiba, namun Zanaya masih terlelap dalam tidurnya. Ia merasa sangat kelelahan setelah semalaman Refal menggempur dirinya.


Pria itu kini juga masih berbaring di sebelahnya dengan kondisi naked, tubuh polos mereka hanya tertutupi selimut tebal saat ini.


Ya memang semalam Refal telah membobol gawang Zanaya, meski sulit namun Refal tetap melakukannya dan mengeluarkan cairannya di dalam rahim gadis itu.


Refal bangun membuka matanya, melirik ke samping dan tersenyum melihat adiknya masih tidur pulas di dalam pelukannya.


Cup!


Ia kecup pipi serta kening gadis itu, tangannya mengusap serta menekan bukit kembar Zanaya yang menjadi candu baginya.


"Kamu benar-benar luar biasa sayang! Semalam sangat memuaskan!" ucap Refal sensual.


Zanaya merasa risih dengan sentuhan Refal di tubuhnya, ia pun membuka mata dan sontak mendorong Refal menjauh darinya.


"Ih kakak ngapain sih sentuh-sentuh aku? Tangan kakak tuh kotor!" sentak Zanaya.


"Heh! Tubuh lu itu juga semuanya kotor, kan udah gue sentuh semalaman," balas Refal.


"Aku tetap gak sudi disentuh lagi sama cowok biadab kayak kak Refal!" umpat Zanaya.


"Ohh, sekarang lu berani sama gue? Bilang apa tadi lu? Biadab?" ucap Refal.


"Ya emang kan, buktinya kakak tega perkosa adiknya sendiri. Itu apa namanya kalo bukan biadab? Dasar cowok gak tahu diri! Aku bakal laporin kakak ke polisi!" ucap Zanaya.


"Silahkan aja, yang penting gue udah rasain tubuh lu dan sebentar lagi juga benih gue di dalam rahim lu bakal tumbuh. Lo gak bisa berbuat apa-apa Zanaya," ucap Refal menyeringai.


"Kakak jahat! Kakak gak punya perasaan sama sekali sama aku!" kesal Zanaya.


"Terserah lu mau bilang apa Zanaya, sekarang intinya tubuh lu udah seutuhnya jadi milik gue. Lu gak bisa pergi dari gue!" ujar Refal.


Zanaya terisak, Refal justru menangkup wajah dan mengecupi bibir Zanaya bertubi-tubi.


"Cukup kak! Aku gak mau lagi berbuat itu, aku mohon lepasin aku! Kakak kan udah dapat apa yang kakak mau, jangan ganggu aku lagi dong!" sentak zanaya meronta-ronta.


"Itu belum cukup Zanaya, gak cuma sekali. Gue harus usaha berkali-kali supaya bisa bikin lu hamil," ucap Refal.


"Kakak jahat!" kesal Zanaya.


Refal bangkit dan menindih Zanaya, ia kembali meraup bibir gadis itu dengan ganas sampai Zanaya tak bisa berkutik.


"Bibir lu enak, gue suka. Ingat ya, jangan ada yang boleh sentuh ini selain gue!" ucap Refal.

__ADS_1


"Lepasin kak! Aku harus sekolah sekarang, kakak jangan bikin aku kesel deh!" rengek Zanaya.


"Emang lu bisa kesel sama gue? Terus kalau lu kesel, lu mau ngapain?" ledek Refal.


Zanaya bungkam, ia memang selalu tidak bisa berbuat apapun disaat Refal sudah memegangi dua tangannya seperti ini.


"Udah lah, lu nurut aja sama gue! Sekarang lu udah seutuhnya jadi milik gue Zanaya!" ucap Refal.


"Enggak kak, aku bukan milik kakak. Mending sekarang kakak lepasin aku dan biarin aku pergi atau aku teriak!" geram Zanaya.


"Lu teriak aja, gak akan ada yang perduli atau nolongin lu. Kita kan cuma tinggal berdua, jadi lu gak bisa apa-apa Zanaya!" ucap Refal.


"Ih kakak jahat! Pokoknya aku bakal laporin kakak ke papa sama mama!" ucap Zanaya.


"Lu mau laporin ke siapapun terserah lu, yang penting gue udah ambil perawan lu dan tanam benih di dalam rahim lu. Kita tinggal tunggu aja sampe lu bisa hamil anak gue Zanaya," ucap Refal menyeringai.


Zanaya seketika terdiam dan tak berani menatap wajah pria di atasnya itu.




Sementara itu, Jack tiba di depan rumah Zanaya dengan motornya. Ia berniat menjemput gadis itu sekaligus meminta maaf jika ada salah.


"Huh, semoga aja Zanaya mau ketemu sama aku!" ucap Jack lirih.


Perlahan ia turun dari motor, melangkah menuju pintu depan rumah Zanaya sembari mengambil nafas panjang untuk menenangkan diri.


TOK TOK TOK...


Jack mengetuk pintu, berharap Zanaya keluar membuka pintu dan menemuinya. Namun, suasana hening tak ada jawaban dari dalam.


"Kemana ya Zanaya? Kok gak ada yang bukain gue pintu sih?" heran Jack.


Sementara Zanaya sendiri masih berkutat di kamarnya bersama Refal yang terus menindih tubuhnya sambil menciumi wajahnya.


Tiba-tiba, Zanaya tak sengaja mendengar suara ketukan pintu serta bel dari arah luar. Ia langsung memukul-mukul dada Refal minta dilepaskan.


"Kak, udah dulu kak! Ada yang datang kayaknya," pinta Zanaya.


"Ah bodoamat! Nanti juga dia pergi sendiri kalo gak ada yang bukain," kesal Refal.


"Kak jangan gitu! Kalau misal yang datang itu ada perlu sama kakak gimana?" ucap Zanaya.

__ADS_1


"Aaarrgghh!!" Refal menggeram kesal dan menyudahi aktivitasnya di tubuh Zanaya.


"Yaudah, gue turun sekarang. Lu disini aja jangan kemana-mana!" sentak Refal.


"Aku mau mandi terus siap-siap sekolah kak," ucap Zanaya.


"Gue kan tadi udah bilang, lu gausah sekolah pagi ini. Gue bakal minta izin ke guru lu nanti," ucap Refal.


"Emang kenapa sih kak aku gak boleh sekolah? Apa salahnya coba?" tanya Zanaya merengut.


"Lu pasti masih capek Zanaya cantik, kan semalam baru abis gue perawanin. Mending lu istirahat dulu sehari sayang," jawab Refal.


"Huft, yaudah terserah kakak. Tapi, aku tetap mau mandi. Kakak turun aja temuin tamunya!" ucap Zanaya.


"Iya iya, lu mandi gih sana! Bisa kan lu jalan sendiri, atau perlu gue bantu?" ucap Refal.


"Bisa kok kak, udah kakak tenang aja!" ucap Zanaya.


"Okay," singkat Refal.


Setelahnya, Refal langsung bangkit dari tempatnya dan bergegas keluar kamar untuk menemui seseorang yang datang di bawah sana.


"Syukurlah aku masih dikasih keselamatan pagi ini! Ya walau aku semalam udah jebol sama kak Refal, tapi seenggaknya jangan sampai kak Refal lakuin itu lagi," gumam Zanaya.


Zanaya mencoba bangkit, namun ia merasakan nyeri yang amat sangat di bagian bawahnya saat hendak bergerak turun.


"Awh sakit! Bener juga kata kak Refal, aku gak bisa jalan kalo kayak gini," rintihnya.


"Tapi, siapa ya yang datang kesini? Aku kok jadi penasaran ya?" gumam Zanaya.


Dengan perlahan Zanaya pun turun dari ranjangnya, coba melangkah keluar kamar untuk mencari tahu siapa yang datang ke rumahnya.


Ceklek


Refal membuka pintu, matanya terbelalak lebar melihat sosok pria mengenakan seragam SMA berdiri di depan rumahnya.


"Halo bang, selamat pagi!" Jack langsung menyapa Refal dengan ramah dan tamah.


"Mau ngapain lu datang kesini? Belum jelas kata-kata gue waktu itu? Gue minta lu buat jauhi adik gue, tapi kenapa lu malah datang ke rumah gue? Terus darimana lu tahu alamat rumah ini?" tanya Refal dengan emosi.


Jack tersentak kaget, ia mengurungkan niatnya untuk mencium tangan Refal dan terlihat kebingungan menjawabnya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2