Pregnant With My Brother

Pregnant With My Brother
Bab 12. Di mobil


__ADS_3

Zanaya terkejut ketika Refal menghentikan mobilnya secara tiba-tiba di tengah jalan, ia sontak menatap ke samping melihat wajah kakaknya.


Refal sendiri sudah melipirkan mobilnya ke pinggir agar lebih leluasa, barulah ia membalas tatapan Zanaya dan tersenyum lebar.


"Kak, ngapain kakak berhenti disini? Sekolah ku masih jauh tau," tanya Zanaya keheranan.


"Disini tempatnya sepi, cocok buat kita lanjutin kegiatan yang tertunda tadi. Gue minta lu buka seragam lu, gue pengen nen sebentar sambil pegang punya lu!" jawab Refal.


"Hah? Kakak mau mesum di pinggir jalan kayak gini? Gak ah kak, aku takut ketahuan tau!" tolak Zanaya.


"Makanya lu nurut aja sama gue, gak bakalan ketahuan kok kalo lu diam!" ujar Refal.


"Kalau nanti ada orang lihat gimana kak? Aku malu tau," ucap Zanaya.


"Gak akan sayang! Udah cepetan buka baju lu atau gue yang buka paksa nih!" geram Refal.


"I-i-iya kak, aku aja yang buka. Tapi, sebentar aja ya nen nya?" ucap Zanaya lirih.


"Ah udah buruan gausah banyak omong! Gue gak tahan nih!" kesal Refal.


"Ck, iya iya!" Zanaya pun terpaksa menuruti permintaan kakaknya, ia melepas satu persatu kancing baju seragamnya hingga memperlihatkan bukit kembar yang masih dilapisi b-r-a berwarna putih itu.


"Uhh makin gede aja dilihat-lihat tuh gunung! Buka juga dong b-r-a nya! Gue kan mau nen bukan mau lihat doang," ucap Refal.


"Ish, buka sendiri!" sentak Zanaya.


"Okay, no problem!" Refal menyeringai dan mendekati adiknya, dengan sekali tarik ia berhasil melepas penutup gunung itu dari tubuh Zanaya hingga miliknya menyembul keluar.


"Waw it's perfect! Lo benar-benar bikin gue berharap tau dek!" puji Refal.


"Jangan diliatin terus kak! Aku malu! Buruan kakak pegang dan nen, supaya kita bisa cepet juga nyampe ke sekolahnya!" ucap Zanaya agak kesal.


"Lo udah mulai binal ya sekarang? Oke, gue bakal puasin lu sekarang!" ucap Refal menyeringai.


Pria itu mendekat dan langsung meraup bibir Zanaya terlebih dahulu sambil mere-mas gundukan sang adik dengan kuat.


"Mmppphhh!!" Zanaya kembali merasakan sensasi yang berbeda akibat sentuhan kakaknya itu.


"Bibir lu candu sayang!" ujar Refal seraya membelai lembut bibir ranum Zanaya.


Setelahnya, Refal beralih ke dua bukit kenyal yang menjadi idamannya. Ia memilin puncak merah muda tersebut sambil menghisapnya kuat seakan-akan dapat mengeluarkan susu.


"Kak, please udah! Aku gak kuat kalo lama-lama! Nanti lagi aja ya kak? Aku takut telat juga sekolahnya," ucap Zanaya.


"Oke gue berhenti! Tapi, sepulang sekolah nanti lu ikut sama gue ya! Gue mau bikin squishy lu ini keluarin susu," ucap Refal.

__ADS_1


"Hah? Emang bisa kak?" tanya Zanaya terkejut.


"Oh jelas dong, semuanya bisa dilakukan dengan mudah. Soalnya gue pengen hisap ini sambil nyusu, pasti enak!" jawab Refal.


"Tapi kak, aku takut. Gimana kalau terjadi sesuatu nantinya sama aku?" ucap Zanaya cemas.


"Tenang aja sayang! Lu gak bakal kenapa-napa kok asalkan lu mau nurut sama gue!" ujar Refal.


"Gitu ya kak? Yaudah deh aku nurut aja sama kakak," ucap Zanaya pasrah.


"Good girl! Nanti lu ikut gue ya ke dokter! Awas loh kalo nolak!" ucap Refal.


"Iya kak iya, sekarang kita berangkat dulu! Aku takut telat tau!" pinta Zanaya.


Refal mengangguk, ia membantu Zanaya merapihkan pakaiannya seperti semula sebelum melajukan mobilnya ke arah sekolah gadis itu.




Saat di sekolah, Zanaya dikejutkan oleh seseorang yang menahan lengannya dari belakang ketika ia sedang berjalan menyusuri lorong.


Zanaya sempat menjerit dan hendak berteriak, namun ia mengurungkan niatnya setelah tahu yang memegangnya adalah Jack.


"Kak Jack?" kaget Zanaya.


"Iya gitu deh kak," jawab Zanaya pelan.


"Aku mau bicara sebentar sama kamu, boleh kan?" tanya Jack meminta izin.


"Boleh," jawab Zanaya singkat.


"Kalo gitu kita duduk disana yuk!" ajak Jack.


Zanaya mengangguk pelan, kemudian berjalan dengan tangan digandeng oleh Jack menuju tempat duduk di depan sana.


Mereka pun duduk berdampingan, Jack melepas tangan Zanaya lalu tersenyum ke arahnya. Membuat jantung Zanaya berdegup kencang.


"Umm kak, kamu mau bicara apa sama aku?" tanya Zanaya penasaran.


"Soal abang kamu, dia kenapa kemarin kelihatan marah banget ya sama aku?" ucap Jack.


"Ohh, iya aku minta maaf ya soal itu! Kakak aku emang begitu orangnya, dia terlalu posesif kalau sama aku," ucap Zanaya.


"Pantas aja, berarti tandanya dia sayang banget ya sama kamu?" ucap Jack tersenyum tipis.

__ADS_1


"Mungkin bisa dibilang terlalu sayang, dia sampai gak mau aku dekat-dekat sama lelaki lain. Jadi, maaf ya kalau kita gak bisa terlalu dekat!" ucap Zanaya.


"Kenapa gitu? Apa kamu pernah disakitin sama cowok sebelumnya?" tanya Jack.


"Gak juga sih, kakak aku begitu karena dia gak mau aku dekat sama cowok terus jadi jauh dari dia gitu," jawab Zanaya.


"Oalah, terus gimana kalau nanti kamu udah nikah?" tanya Jack.


Zanaya menggeleng sambil tersenyum.


"Aku gak tahu, semoga aja dia bisa berubah dan gak begitu terus!" jawab Zanaya.


"Iya aamiin, kamu sabar aja ya! Kamu harus bersyukur karena kamu punya abang yang perhatian dan perduli sama kamu!" ucap Jack.


"Kamu betul kak, aku senang sebenarnya punya kakak kayak kakak aku itu," ucap Zanaya.


"Bagus dong! Mungkin lain waktu aku bisa juga kenalan sama kakak kamu," ucap Jack.


"Hah? Serius kamu kak? Emang kamu gak takut bakal dimarahin lagi sama kakak aku?" tanya Zanaya sedikit kaget.


"Gak kok, justru aku mau usaha supaya kakak kamu bisa percaya sama aku," jawab Jack.


"Terserah kamu deh, yaudah aku mau ke kelas dulu ya? Sekali lagi aku minta maaf sama kamu atas sikap kakak aku!" ucap Zanaya.


"Bukan masalah, kalo gitu aku antar kamu sampai depan kelas ya?" ucap Jack menawarkan diri.


"Duh, gausah kak. Aku jalan sendiri aja, lagian gak enak kalau dilihat sama orang-orang. Nanti mereka mikirnya kita ada apa-apa lagi," ucap Zanaya.


"Emangnya kamu gak mau ya kalau kita ada apa-apa?" tanya Jack tersenyum miring.


"Ah?" Zanaya terkejut bukan main, matanya membulat seolah tak percaya.


"Gak kok, aku cuma bercanda. Yaudah, kamu boleh pergi ke kelas kamu!" ucap Jack.


"Iya kak, kalo gitu aku duluan ya? Bye, sampai ketemu lagi!" ucap Zanaya pamit.


Gadis itu bangkit, melangkah pergi meninggalkan Jack dan pergi ke kelasnya. Namun, ia masih memikirkan ucapan Jack tadi padanya.


"Itu tadi kak Jack kenapa nanya gitu ya? Kok aku malah jadi baper sendiri?" gumam Zanaya.


Pukkk


Tiba-tiba saja punggungnya ditepuk dari belakang oleh seseorang yang mengejutkan dirinya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2