
Disaat Zanaya sedang belajar bersama Ilham di belakang rumah, Refal masih berbincang dengan Jack di depan dan tampak mulai emosi.
Memang Jack belum mau pergi sesuai perintah Refal, ia rasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Zanaya sampai dia tidak melanjutkan sekolah.
"Lo kenapa masih disini? Sana pergi dan jangan pernah balik lagi!" usir Refal.
"Gue bakal tetap disini bang, sampai gue dibolehin buat bicara berdua sama Zanaya. Gue yakin banget ada sesuatu yang terjadi sama dia, dan gue pengen tahu itu semua," ucap Jack.
"Maksud lu apa? Zanaya gak kenapa-napa kok, gausah sok tahu deh lu!" ujar Refal.
"Udah lah bang, lu gak perlu tutupin semuanya lagi kayak gini, akuin aja kali!" pinta Jack.
"Apa yang harus gue akuin? Zanaya emang gak kenapa-napa kok," ucap Refal.
"Kalau dia gak kenapa-napa, terus kok dia sampai harus putus sekolah bang?" heran Jack.
Refal sempat terdiam, memandang Jack dengan sinis berupaya mati-matian meredam emosi yang ada di dalam hatinya.
"Zanaya gak putus sekolah, dia cuma minta buat homeschooling," ucap Refal.
"Oh ya? Gue yakin ada alasan dibalik itu bang, bisa coba lu kasih tahu ke gue?!" pinta Jack.
"Apa hak lu? Itu privasi Zanaya, orang luar kayak lu gak berhak buat tau," ucap Refal.
"Hahaha, mulai yakin banget gue kalo lu tutupin sesuatu dari gue bang," ujar Jack.
"Terus kenapa? Lu pengen cari ribut disini? Oke, ayo maju lu!" geram Refal.
Jack menyeringai melihat Refal yang sudah bersiap untuk berkelahi, ia sungguh tidak ingin bertengkar disana saat ini.
"Maaf bang, tapi gue cuma pengen tau apa alasan Zanaya harus homeschooling. Gue gak mau cari ribut sama lu, jadi tolong lu kasih tau aja secara baik-baik!" ucap Jack.
"Sebenarnya kenapa lu perduli banget sama Zanaya? Apa urusannya sama lu?" tanya Refal.
"Gue suka sama Zanaya bang, gue khawatir terjadi sesuatu sama dia. Itu sebabnya gue tanya sama lu bang, dan tolong lah lu kasih tau ke gue semua tentang Zanaya!" jawab Jack.
Bughh
Bukannya menjawab, Refal justru melayangkan pukulan keras ke wajah Jack. Tak sempat menghindar, akhirnya Jack terdorong ke belakang.
"Lo lancang banget ya jadi orang! Berani banget lu bilang gitu di depan gue!" geram Refal.
"Tahan bang, gue gak pengen ribut! Semuanya bisa dibicarakan baik-baik," pinta Jack.
"Halah berisik lu!" Refal yang emosi langsung menarik kerah baju Jack dan memukul wajahnya.
Bughh
__ADS_1
Sangking kerasnya pukulan itu, Jack sampai tersungkur di tanah dan bunga yang ia bawa terjatuh dari genggamannya.
"Ayo bangun, lawan gue!" sentak Refal.
"Akh!" Jack memekik sakit memegangi wajahnya yang terluka akibat pukulan itu.
"Lo bilang lu suka sama Zanaya, tapi lu lemah kayak gini! Ayo bangun pengecut!" teriak Refal.
"Bang, udah bang cukup!" mohon Jack.
Refal tetaplah Refal, ia tidak mau mendengar ucapan Jack dan terus melangkah mendekati pria yang tengah tersungkur itu.
Refal kembali meraih kerah baju Jack dan menunjuk ke wajahnya dengan tatapan emosional serta menahan emosi.
"Heh! Dengar ya, sekali lagi gue lihat lu datang kesini, gue gak akan ampuni lu!" ucap Refal.
"Sorry bang, tapi gue bakal tetap cari tau tentang Zanaya sampai gue dapat infonya!" tegas Jack.
Bughh
Dan kali ini giliran Jack yang menendang tubuh Refal sampai terjengkang ke belakang.
Jack pun bangkit dari posisinya dan menghampiri Refal yang terjatuh disana.
•
•
Ia sampai sulit fokus mendengarkan ucapan Ilham di depannya saat ini.
"Hey Zanaya!" tegur Ilham.
"Ah iya mas, ada apa?" kaget Zanaya.
"Saya yang harusnya tanya ke kamu Zanaya, ada apa sampai kamu gak fokus begitu sama pelajaran yang saya berikan?" ujar Ilham.
"Maaf mas, abisnya aku masih mikirin kakak aku. Dia tuh tadi di depan kayak mau ribut gitu," ucap Zanaya cemas.
"Hah? Ribut sama siapa?" tanya Ilham terkejut.
"Teman sekolah aku, ya tapi semoga aja deh mereka gak beneran ribut sesuai yang aku pikirin!" jawab Zanaya.
"Iya iya, kamu tenang aja ya Zanaya! Saya yakin kok mereka gak akan ribut," ucap Ilham.
"Yaudah, kita lanjut aja belajarnya pak! Aku mau fokus biar gak ketinggalan pelajaran dan bisa dapat nilai bagus," ucap Zanaya.
"Baiklah, tapi tolong kali ini kamu perhatikan dengan baik ya Zanaya! Saya gak mau kamu kayak tadi lagi," ucap Ilham.
__ADS_1
"Siap mas, aku minta maaf ya tadi gak fokus gara-gara kak Refal!" ucap Zanaya tersenyum.
"Gapapa, jadi kamu mau lanjut kan Zanaya?" tanya Ilham memastikan.
"Iya dong mas Ilham, masa udah kayak gini gak dilanjutin kan nanggung tau?!" jawab Zanaya.
"Kalo gitu kamu bisa coba jawab soal yang ini, baru abis itu kita lanjut belajar," ucap Ilham.
Zanaya menatap soal yang ditunjuk Ilham, ia mengangguk pelan dan tak pikir panjang langsung menjawab soal tersebut dengan lancar.
"Nah udah mas, bener gak?" ucap Zanaya setelah menyelesaikan jawabannya.
"Waw cepat sekali ya? Ini ketara deh kamu emang anak yang pintar," puji Ilham.
"Bisa aja kamu, ini mah belum terlalu sulit mas makanya aku masih bisa," ucap Zanaya.
"Ini sudah termasuk ke kategori lumayan loh, sebentar coba saya cek dulu jawabannya benar apa enggak. Takutnya udah dipuji-puji eh ternyata malah salah," ujar Ilham.
"Hahaha.." Zanaya reflek tertawa mendengarnya.
Ilham pun mengambil buku Zanaya dan memeriksa jawaban gadis itu, lalu ia tersenyum karena ternyata jawabannya benar semua.
"Tuh kan, kamu emang pintar Zanaya. Ini jawabannya benar loh," ucap Ilham.
"Oh ya? Terimakasih mas, itu berkat aku belajar giat selama ini," ucap Zanaya.
"Bagus dong, terus kenapa kamu malah milih homeschooling?" tanya Ilham.
"Umm, gak kenapa-napa sih mas. Aku tuh cuma capek aja sekolah biasa, aku kepengen sekolah di rumah biar bisa sambil santai," jawab Zanaya.
"Oh ada ya yang begitu? Saya heran deh, kamu anak pintar tapi malah malas sekolah," ujar Ilham.
Zanaya hanya tersenyum kecil sembari menundukkan kepala, ia tak mau Ilham sampai tahu apa alasan sebenarnya ia tidak lanjut sekolah.
"Yasudah, kita lanjut belajar lagi ya? Kamu siap kan Zanaya?" tanya Ilham.
"Pasti siap dong mas Ilham, belajar sama kamu itu ternyata asyik banget loh," jawab Zanaya.
"Bagus deh, artinya saya berhasil bikin murid saya senang dan gak bete," ucap Ilham.
"Iya, eh omong-omong kamu udah terbiasa ngajar kayak gini apa baru pertama kali?" tanya Zanaya.
"Kalau ngajar anak SMA kayak kamu sih baru kali ini, tapi sebelumnya aku udah pernah ngajar anak-anak juga," jawab Ilham.
"Ohh," Zanaya tersenyum lebar sambil menatap wajah Ilham tanpa henti.
Pelajaran pun kembali dilanjutkan, dan kali ini Zanaya mencoba fokus karena tidak ingin Ilham marah padanya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...