
"Bukan masalah, kalo gitu aku antar kamu sampai depan kelas ya?" ucap Jack menawarkan diri.
"Duh, gausah kak. Aku jalan sendiri aja, lagian gak enak kalau dilihat sama orang-orang. Nanti mereka mikirnya kita ada apa-apa lagi," ucap Zanaya.
"Emangnya kamu gak mau ya kalau kita ada apa-apa?" tanya Jack tersenyum miring.
"Ah?" Zanaya terkejut bukan main, matanya membulat seolah tak percaya.
"Gak kok, aku cuma bercanda. Yaudah, kamu boleh pergi ke kelas kamu!" ucap Jack.
"Iya kak, kalo gitu aku duluan ya? Bye, sampai ketemu lagi!" ucap Zanaya pamit.
Gadis itu bangkit, melangkah pergi meninggalkan Jack dan pergi ke kelasnya. Namun, ia masih memikirkan ucapan Jack tadi padanya.
"Itu tadi kak Jack kenapa nanya gitu ya? Kok aku malah jadi baper sendiri?" gumam Zanaya.
Pukkk
Tiba-tiba saja punggungnya ditepuk dari belakang oleh seseorang yang mengejutkan dirinya.
Zanaya sontak menoleh, dan ternyata itu adalah ulah dari sahabat barunya yakni Mecca.
"Haish, Mecca ih!" geram Zanaya.
"Ahaha, kaget ya? Cie yang abis berduaan sama kak Jack, cie cie.." Mecca justru menggodanya, membuat Zanaya tak nyaman.
"Ka-kamu lihat??" tanya Zanaya gugup.
"Iyalah, kalian tadi abis duduk berdua kan disitu? Aku sama Tika dan Maria mergokin kalian loh, cuma sekarang mereka berdua lagi ke toilet. Kamu makin dekat aja ya sama kak Jack?" ucap Mecca.
"Enggak kok, itu tadi kita cuma ngobrol biasa. Kak Jack nanyain soal kakak aku, kamu jangan salah kira dulu deh!" elak Zanaya.
"Kalau emang makin dekat gak masalah kok, toh kalian kan sama-sama masih single. Justru menurut aku, kalian emang cocok dan bisa jadi pasangan yang sempurna," ucap Mecca.
"Apa sih? Ngaco aja kamu! Aku sama kak Jack kan baru kenal, gimana mungkin kita bisa jalin hubungan?" ujar Zanaya.
"Ih gapapa Zanaya, kenalannya nanti sekalian jadian. Banyak juga kok yang begitu, aku yakin kamu pasti bakal bahagia sama dia!" ucap Mecca.
"Sok tahu banget deh kamu! Udah ah gausah bahas kak Jack, apalagi hubungan sama dia! Mending kita ke kelas yuk, nanti keburu bel loh!" ucap Zanaya.
"Nanti Zanaya, kita tungguin Tika sama Maria dulu! Kasihan mereka kalo ditinggal!" ucap Mecca.
"Huh iya deh," Zanaya mendengus dingin.
Tak lama kemudian, dua gadis yang mereka tunggu tiba dan langsung menghampiri mereka disana.
"Zanaya, Mecca!!" sapa Tika sambil berlari ke arah keduanya.
"Nah itu dia mereka udah datang," ucap Mecca menunjuk ke Tika dan Maria.
__ADS_1
"Cie cie yang abis berduaan sama kak Jack.." kedua gadis itu justru langsung meledek Zanaya dan membuatnya kesal.
"Ih apaan sih? Kalian mah sama aja kayak Mecca, sukanya ngeledekin aku kayak gitu!" kesal Zanaya.
"Hahaha, tapi benar kan yang kita bilang tadi? Kamu emang abis berduaan sama kak Jack di depan sana, duh mana mesra banget lagi!" ucap Tika dengan nada menggoda.
"Kamu apa sih Tika? Aku sama kak Jack cuma ngobrol biasa aja tadi, kita gak ada ngelakuin hal apapun kok," elak Zanaya.
"Ya untuk sekarang enggak, tapi nanti-nanti pasti iya. Lagian kalian berdua itu cocok kok, kenapa gak jadian aja?!" ucap Tika.
"Betul tuh, gue setuju banget sama lu Tik!" sahut Maria sambil tersenyum.
"Ngaco aja kalian! Dah ah mending kita ke kelas!" ujar Zanaya.
Zanaya langsung pergi begitu saja menaiki tangga meninggalkan ketiga temannya, ia tidak tahan lagi terus-menerus digoda oleh mereka.
"Eh Zanaya tunggu!" teriak ketiganya berusaha menyusul Zanaya.
•
•
Refal kembali datang ke rumah kekasihnya, sebelumnya ia tidak mengabari lebih dulu sang kekasih karena ingin memberi kejutan.
Benar saja, Angie pun terkejut dengan kehadiran Refal di depan rumahnya. Ia tak menyangka Refal akan datang kesana pagi-pagi begini.
"Loh Refal??" kaget Angie. Gadis itu menatap kekasihnya dengan tatapan tak percaya.
"Hai sayang! Good morning!" sapa Refal.
"Iya, morning too sayang! Kamu ada apa datang ke rumah aku pagi-pagi begini?" tanya Angie.
"Boleh aku masuk?" Refal mengalihkan pembicaraan.
"Oh tentu, ayo masuk!" ucap Angie.
Wanita itu melebarkan pintu, dengan cepat Refal masuk ke dalam rumah Angie yang sepi itu karena dia hanya tinggal seorang diri.
"Ada apa sayang? Tumben banget kamu datang kesini pagi-pagi," tanya Angie lagi.
"Iya sayang, gak tahu kenapa aku kangen banget sama kamu. Boleh ya aku minta jatah dari kamu pagi ini?" ucap Refal seraya memeluk tubuh wanitanya dari belakang.
"Boleh dong sayang, aku juga kangen sama sentuhan kamu," ucap Angie.
Refal pun mulai mengecupi tulang selangka gadisnya, membuat sang empu melenguh. Ia meninggalkan cukup banyak bekas disana.
"Langsung ke kasur aja sayang!" ajak Angie.
"Of course baby," ucap Refal sensual.
__ADS_1
Refal mengangkat tubuh Angie dan menaruhnya di atas ranjang, ia kembali melu-mat bibir Angie sembari melucuti pakaiannya.
Tiga puluh menit sudah mereka bermain, melakukan penyatuan yang hebat dan mengeluarkan cairan masing-masing.
"Haaahhh haaahhh, nikmat banget lubang kamu sayang!" ucap Refal tampak lemah.
"Ahaha, iya dong sayang. Aku kan selalu perawatan tiap bulannya," ucap Angie bangga.
Keduanya masih berbaring di atas ranjang dan saling memeluk satu sama lain, tubuh mereka dipenuhi peluh akibat permainan panas tadi.
"Sayang, sebenarnya aku juga mau bicara satu hal sama kamu," ucap Refal tiba-tiba.
"Hah? Apa itu sayang?" tanya Angie penasaran.
"Eee..." mendadak Refal ragu untuk mengatakan apa yang ingin dia sampaikan.
"Kenapa sih sayang? Udah kamu cerita aja kali!" pinta Angie.
"Iya sayang, tapi bagusnya kita pake baju masing-masing dulu deh," ucap Refal.
"Oh yaudah, kalo gitu aku mau ke kamar mandi dulu ya bersih-bersih?" ucap Angie.
"Ya sayang, nanti gantian sama aku," ucap Refal tersenyum.
Angie beranjak dari tempat tidurnya, mengambil semula pakaiannya yang berserakan di lantai dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan sisa percintaan mereka di tubuhnya.
Sementara Refal tetap disana, menunggu Angie kembali sambil terus melamun. Ia memakai baju serta celananya sembari berpikir apakah ia harus mengatakannya pada Angie atau tidak.
"Huh kok gue jadi ragu gini ya? Gue takut banget bikin Angie sedih," gumam Refal.
"Tapi gue suka sama Zanaya, gue mau Zanaya jadi milik gue!" sambungnya.
Tak lama kemudian, Angie kembali dari kamar mandi dengan telah berpakaian lengkap. Ia menghampiri Refal lalu duduk di sebelahnya.
"Udah nih, sana kalau kamu mau ke kamar mandi juga!" suruh Angie.
"Gak jadi deh sayang, aku mau langsung bicara aja sama kamu," ucap Refal sambil tersenyum.
"Ohh, yaudah bicara aja kali!" ucap Angie santai.
Refal mengambil nafas dalam-dalam, satu tangannya meraih tangan Angie dan menggenggamnya erat.
"Sayang, sebelumnya aku minta maaf ya sama kamu! Tapi, aku mau kita putus. Aku udah gak bisa jalani hubungan ini lagi sama kamu, maafin aku!" ucap Refal.
"Hah??" Angie menganga tak percaya, sangat terkejut dengan apa yang diucapkan Refal.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1