
Akhirnya Zanaya memutuskan melupakan sejenak mengenai testpack itu dan memilih bergegas berganti pakaian agar Refal tidak curiga.
Setelah selesai, Zanaya pun langsung keluar dari kamarnya dan menemui Refal yang sudah menunggu sedari tadi di bawah sana.
"Kak Refal!" sapa Zanaya lembut.
"Hadeh, lo lama amat sih Zanaya! Gue udah laper tau, ganti baju aja lama banget!" kesal Refal.
"Ih apa sih? Kalo kakak lapar ya makan aja kali, kenapa harus nunggu aku?" sewot Zanaya.
"Ya gue kan pengennya makan bareng lu, lagian gak enak lah makan sendirian," ucap Refal.
"Iya iya, yaudah daripada banyak omong mending kita langsung makan aja!" ucap Zanaya.
Refal mengangguk setuju, Zanaya pun mulai menuangkan nasi ke piring Refal serta lauknya yang sudah mereka beli tadi.
Ting nong ting nong
Disaat mereka hendak makan, bel di depan sana justru berbunyi dan mengganggu saat-saat makan siang keduanya.
"Haish, siapa sih itu? Ganggu aja!" geram Refal.
"Gak tahu kak, aku buka aja ya?" ucap Zanaya.
"Yaudah sana cek coba!" suruh Refal.
Zanaya beranjak dari tempat duduknya, lalu berjalan ke depan pintu untuk mengetahui siapa yang datang di waktu seperti ini.
Ceklek
Gadis itu membuka pintu, ia sontak terkejut ketika melihat yang datang ke rumahnya adalah Angie.
"Hai Zanaya! How are you?" sapa Angie.
"Hm, ya aku baik. Ada apa kamu datang kesini? Mau ketemu kak Refal ya? Dia lagi makan siang tuh gak bisa diganggu," ketus Zanaya.
"Kamu kenapa kayak gak suka gitu sih aku datang kesini? Aku ganggu momen romantis kalian ya? Ingat loh Zanaya, kamu sama Refal itu adik-kakak dan selamanya kalian gak akan bisa menyatu!" ucap Angie tersenyum miring.
"Aku gak perduli, intinya aku tetap cinta sama kak Refal dan aku gak bisa biarin perempuan lain coba untuk deketin dia. Jadi, kamu mending pergi deh daripada gangguin kita!" usir Zanaya.
"Ohh, kamu usir aku nih ceritanya?" ujar Angie.
"Iya jelas, aku usir kamu dan aku harap kamu mau nurut dengan pergi dari sini!" ucap Zanaya.
__ADS_1
"Kalau aku gak mau gimana?" tanya Angie.
"Aku bakal tutup pintunya dan kunci dari dalam, aku gak perduli mau kamu ada disitu sampai malam sekalipun. Yang penting kamu gak akan bisa ganggu aku sama kak Refal!" jawab Zanaya.
"Duh duh duh, Zanaya Zanaya. Kamu tuh masih belum sadar apa gimana sih?" ucap Angie.
"Maksud kamu apa? Sadar soal apa? Gausah bikin orang penasaran deh, kasih tau aja!" ujar Zanaya.
"Ya kamu itu loh masa gak sadar juga? Kamu tuh harusnya tahu Zanaya, Refal cuma manfaatin tubuh kamu aja, dia itu gak cinta sama kamu," ucap Angie.
"Kamu jangan pernah berpikir kalau aku akan termakan omongan kamu ya! Aku gak percaya sama sekali sama kamu!" sentak Zanaya.
"Terserah kamu, nanti kamu pasti akan nyesel setelah tau sifat asik Refal yang sebenarnya. Kalau dia sudah bosan sama kamu, dia pasti bakal tinggalin kamu," ucap Angie.
"Kak Refal gak akan tinggalin aku!" tegas Zanaya.
"Aku dulu juga sama yakinnya seperti kamu Zanaya, tapi pada akhirnya aku harus terima kenyataan ditinggal sama orang yang paling aku cintai. Iya orang itu Refal," ucap Angie.
"Itu kan kamu, bukan aku. Dan kak Refal pasti bakal selalu sama aku," ucap Zanaya.
"Semua keputusan ada di kamu Zanaya, mau kamu pergi dari Refal lebih dulu atau kamu yang akan ditinggal sama dia," ucap Angie.
Zanaya termenung bingung, perkataan Angie benar-benar membuatnya tidak nyaman.
•
•
Refal yang melihat itu sontak terkejut, ia penasaran apa yang membuat adiknya begitu.
"Naya, lu kenapa tiba-tiba jadi sedih gitu abis ketemu seseorang di luar? Emang siapa sih yang datang?" heran Refal.
"Itu loh kak, mantan pacar kakak yang genit itu datang lagi kesini. Dia komporin aku supaya aku tinggalin kakak," ucap Zanaya.
"Hah? Terus respon lu gimana? Lu percaya sama dia dan mau tinggalin gue? Zanaya dengar ya, apa yang dia bilang semuanya itu gak bener! Lo gausah lah dengerin kata-kata dia!" ucap Refal.
"Kakak tenang aja! Aku juga lebih percaya sama kakak kok daripada si mantan kakak yang genit dan kecentilan itu," ucap Zanaya.
"Bagus, makasih lu udah percaya sama gue!" ucap Refal sembari mengusap wajah adiknya.
"Kan sebagai seorang adik, aku emang harus percaya sama kakak aku. Lagian perempuan itu kan baru aku kenal," ucap Zanaya.
"Hey, bukan adik! Lo itu pacar gue, dan kita sepasang kekasih," ujar Refal.
__ADS_1
"Iya iya, aku mah manggut aja sama ucapan kakak. Tapi, kakak janji ya gak akan tinggalin aku seperti apa yang dibilang mantan kamu!" ucap Zanaya.
"Gue udah pernah bilang sama lu, gue gak akan mungkin tinggalin lu Zanaya," tegas Refal.
"Semoga aja bener ya! Soalnya aku ada sesuatu spesial buat kakak, kalo kakak bisa setia pasti aku senang banget," ucap Zanaya.
"Sesuatu spesial? Apaan tuh?" tanya Refal.
"Eee ada deh, nanti aku kasih tau setelah aku yakin kakak gak akan tinggalin aku. Makanya kakak jangan tinggalin aku kalo mau tau!" jawab Zanaya.
"Okay, gue bakal buktiin ke lu kalo gue gak akan tinggalin gue. Sekarang lu makan dulu gih, abisin jangan sampai nyisa!" ucap Refal.
Zanaya mengangguk sambil tersenyum, lalu beralih menatap makanannya di meja.
"Mau gue suapin gak?" tanya Refal.
"Enggak deh, aku bisa makan sendiri kak. Kalau punya kakak udah habis, yaudah sana ke depan kek atau kemana gitu!" ucap Zanaya.
"Lo usir gue nih?" ujar Refal.
"Ahaha, gak mungkin lah aku usir kakak. Aku kan cuma kasih saran biar kakak gak gabut," ucap Zanaya.
"Gue mau disini aja temenin lu, sekalian gue juga pengen main sama bola-bola punya lu itu," ucap Refal yang mulai mesum.
"Ih mesum banget sih! Aku lagi makan kak, jangan ngada-ngada deh!" sentak Zanaya.
"Gak masalah, kan cuma main di atas. Ya tapi kalo lu mau dimasukin bawahnya juga gapapa, gue selalu siap," ucap Refal.
"Enggak ya, aku gak pernah mau yang kayak gitu. Sana ah mending kakak ke depan aja!" ucap Zanaya ketus.
"Halah sok-sokan bilang gak mau, padahal lu sering de sah tiap main sama gue!" cibir Refal.
Zanaya yang kesal langsung membuang muka dan fokus memakan makanannya, sedangkan Refal terkekeh geli lalu mendekat ke tubuh adiknya.
"Mmhhh jangan kak!" rintih Zanaya setelah tangan Refal menelusup ke dalam bajunya.
"Sssttt lu diam lu aman Zanaya!" bisik Refal di daun telinga adiknya.
Akhirnya Zanaya pun menikmati makan siang sembari mendapat pelayanan plus-plus dari sang kakak.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1