
Refal pulang ke rumah sehabis puas bermain dengan Suci di tempat gadis itu, ia masuk ke dalam dan langsung mendapat sorot tajam dari Zanaya.
Terlihat Zanaya tak menyukai jika Refal pergi sampai selarut ini, sebab ia sendiri juga tidak diberi izin oleh Refal untuk pergi sampai malam.
"Kak, kakak darimana aja sih? Jam segini kok baru pulang dah?" tanya Zanaya cemberut.
Refal tersenyum, lalu duduk di samping adiknya sembari mencolek dagu gadis itu dengan cepat dan membuatnya semakin kesal.
"Lo kenapa dah sampe semarah ini? Kangen banget ya sama gue?" heran Refal.
"Dih kege'eran banget, buat apa aku kangen sama kakak coba?!" elak Zanaya.
"Heleh bohong, ngaku aja kali kalo kangen mah! Gue juga malah senang kok," ujar Refal.
"Apa sih? Kakak gausah ngada-ngada deh, aku gak kangen sama kakak!" ucap Zanaya.
"Iya iya, terus kenapa lu marah gitu gue baru pulang jam segini?" tanya Refal.
"Ya karena kakak curang, aku aja gak dibolehin keluar sampai malam," jawab Zanaya.
"Oalah, itu jelas beda dong sayang. Mana bisa disamain?" ucap Refal.
"Kenapa gak bisa? Kita kan sama-sama manusia," ujar Zanaya.
"Hahaha, lu itu perempuan jadi gak boleh keluar malam-malam Zanaya," ucap Refal.
Zanaya terdiam menikmati usapan lembut yang dilakukan Refal pada bagian puncak kepalanya, seketika rasa emosinya pun reda.
"Udah ya, lu gak perlu emosi begitu! Gue juga gak kenapa-napa kok," ucap Refal.
"Aku gak perduli kakak mau kenapa-napa atau enggak, aku kan cuma bilang ini gak adil buat aku. Harusnya kalau kakak boleh keluar malam, aku juga boleh dong," ucap Zanaya.
"Pikiran lo aneh deh, gue larang lu keluar malam itu kan demi kebaikan lu juga Zanaya," ucap Refal.
"Alah tetap aja kakak gak adil, aku sebel sama kakak!" ketus Zanaya.
Refal menggeleng sambil tersenyum, ia merapatkan tubuh mereka da memeluk gadis itu sembari mengecup pipinya.
Cup!
"Lo jangan marah! Gue keluar malam tuh karena ada urusan penting Zanaya," ucap Refal.
"Urusan apa?" tanya Zanaya penasaran.
__ADS_1
"Ya ada deh, pokoknya penting dan lu gak perlu tau. Eh ya, papa sama mama mana? Kok daritadi gue gak ngeliat mereka sih?" ucap Refal.
"Tadi sih papa mama udah ke kamar, kalau aku masih mau nunggu kakak," ucap Zanaya.
"Cie, perhatian banget sih lu sama gue. Sesayang itu ya?" goda Refal.
"Mau gimana lagi? Aku kan sekarang lagi ngandung anak kamu, jadi mungkin ini bawaan bayi kak," ucap Zanaya.
"Oh iya ya, gue jadi gak sabar pengen cepat-cepat lihat anak gue ini lahir," ucap Refal sembari mengusap perut sang adik.
"Hm, yakin nih mau cepat-cepat lahir? Emang gak takut dimarahin sama mama papa?" ujar Zanaya.
"Buat apa takut? Berani berbuat berarti gue juga harus berani tanggung jawab dong," ucap Refal.
"Kamu serius ngomong gitu? Aku senang kalau emang kamu benar-benar serius sama aku kak," ucap Zanaya tersenyum lebar.
Refal menarik tubuh Zanaya dan membawanya ke dalam dekapan erat yang menghangatkan.
"Gue gak pernah seserius ini sama perempuan, Zanaya. Cuma lu satu-satunya cewek yang gue sayangi dengan tulus, percaya sama gue!" ucap Refal tegas.
"Iya iya, aku percaya kok sama kakak. Tapi tolong jangan kecewain aku ya!" ucap Zanaya.
"Gak akan," singkat Refal.
•
•
Arin terheran-heran melihat putrinya tengah bercumbu mesra dengan Refal di bawah sana.
Ya tanpa sengaja wanita itu menyaksikan secara langsung momen romantis antara kakak adik tersebut saat hendak menuruni tangga.
Arin sampai terperangah, ia benar-benar tak menyangka Zanaya serta Refal akan berbuat hal seperti itu.
"Ya Tuhan, ini ada apa sebenarnya? Mereka punya hubungan apa ya Tuhan?" gumam Arin.
Arin mulai merasa sesak di bagian dadanya, karena tak kuat lagi ia pun memilih kembali ke kamar dan menghindari pemandangan tidak indah itu.
Melihat istrinya kembali dengan terburu-buru dan tangan berada di dada, Eza sontak bingung lalu bangkit menghampirinya.
"Ada apa sayang? Katanya tadi mau ambil minum, kok malah balik lagi?" tanya Eza heran.
Arin melirik sekilas wajah suaminya, ia bingung apakah harus ia bercerita pada Eza tentang semuanya atau tidak.
__ADS_1
"Mas Eza itu ayahnya Refal, kalau dia tau semua itu apa yang dia bakal lakukan ya?" batin Arin.
Karena tak ada jawaban, Eza meraih dua tangan Arin kemudian menatapnya lebih dekat dan kembali melontarkan pertanyaan yang sama.
"Sayang, kamu kenapa? Apa yang terjadi di luar sana sampai kamu begini?" tanya Eza lagi.
"Eee a-aku..."
"Enggak, belum saatnya aku ceritain ini ke mas Eza. Aku takut dugaan aku salah dan malah bikin kegaduhan di rumah ini, aku juga gak mau Zanaya nantinya jadi menderita," pikir Arin dalam hati.
"Kok malah diem lagi sih? Ayo cerita aja sayang, ada apa?!" pinta Eza.
"Gak ada mas, aku tadi cuma ngeliat kecoa di luar. Makanya aku gak jadi deh ke bawah buat ambil minum karena takut sama kecoanya," bohong Arin.
"Hah kecoa? Si Refal itu gimana sih? Masa di rumahnya bisa ada kecoa?" heran Eza.
"Aku juga gak tahu mas, mungkin karena lagi musim hujan. Udah lah kamu gak perlu marahin dia karena hal sepele," ucap Arin.
"Bukan gitu, aku cuma heran aja sayang. Tapi yaudah deh, demi kamu aku gak akan permasalahin ini," ucap Eza.
"Makasih ya mas," ucap Arin tersenyum tipis.
"Sama-sama, terus kecoanya sekarang dimana? Biar aku periksa terus bunuh deh supaya gak ganggu kamu lagi," ucap Eza.
"Eee gausah lah mas, paling kecoanya juga udah kabur. Lagian aku kan udah gak haus mas," ucap Arin.
"Serius udah gak haus? Kalau kamu takut keluar karena kecoa, yaudah biar aku aja yang ambilin minumnya di bawah buat kamu ya?" tawar Eza.
"Jangan mas, udah gak perlu mas!" cegah Arin.
Eza menatap heran ke arah istrinya, ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan wanita itu darinya saat ini.
"Kalau sampai mas Eza keluar dan lihat Refal sama Zanaya lagi ciuman bibir, beuh pasti dia bakal marah besar. Nanti malah jadi ribet dan panjang urusannya," gumam Arin dalam hati.
"Kamu itu kenapa sih? Ada yang lagi kamu sembunyiin dari aku ya?" tegur Eza.
"Hah? Apa sih mas? Mana mungkin aku simpan rahasia dari kamu?" elak Arin.
"Kamu gausah bohong, ngaku aja deh sayang! Dari gelagat kamu aja udah ketahuan kok," ucap Eza.
Arin terdiam bingung dengan tubuh gemetar, sedangkan Eza terus-terusan mencecarnya dengan memberi tatapan tajam ke arahnya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...