Pregnant With My Brother

Pregnant With My Brother
Bab 42. Jack datang


__ADS_3

Zanaya pun berbalik dan melangkah menuju kamarnya, namun di tengah perjalanan ia malah dicegat oleh Refal yang tampak emosi.


Pria itu mencekal lengannya dengan kuat, Zanaya meronta-ronta coba melepaskan diri tetapi gagal karena kalah kuat.


"Ish, apa-apaan sih kak? Lepasin ah aku mau belajar!" ujar Zanaya.


"Lo jangan modus ya Zanaya! Mentang-mentang tuh cowok ganteng, terus lu mau godain dia gitu?" ucap Refal.


"Apa sih? Kakak cemburu? Ya ampun kak, dia itu kan guru aku. Mana mungkin coba aku bakal godain dia?" ucap Zanaya.


"Halah buktinya tadi aja lu pake gandeng tangan dia segala! Itu apa namanya kalo bukan godain, ha?" kesal Refal.


"Aku minta maaf kak, iya deh aku gak gandeng tangan Ilham lagi. Udah dong jangan emosi terus, gak enak didengar Ilham!" ucap Zanaya.


"Yaudah, lu boleh ke kamar ambil buku. Gue pengen temuin tuh guru ganteng dan kasih tau dia supaya gak godain lu," ucap Refal.


"Gausah kak, gak perlu kakak kasih tau juga dia pasti gak bakal godain aku," ucap Zanaya.


Refal tak perduli, ia melangkah begitu saja melewati Zanaya dan pergi menemui Ilham yang tengah duduk memandang ke kolam renang.


"Huft, kakak tuh beneran kelewatan deh! Tapi, kok aku senang ya lihat kak Refal cemburu gitu? Apa mungkin karena cemburu itu tanda cinta? Berarti kak Refal cinta sama aku?" gumam Zanaya.


Bukannya mengambil buku di kamar, gadis itu justru mengejar Refal untuk memastikan tidak terjadi keributan di belakang sana.


"Ehem ehem.." Refal berdehem pelan yang sontak membuat Ilham terkejut lalu menoleh ke arahnya.


"Bang, ada apa ya?" tanya Ilham bingung.


"Bang bang, emang gue abang lu!" sentak Refal.


"Duh, terus saya panggil situ apa dong? Tadi mas salah, terus bang juga salah. Serba salah deh saya, jadi bingung," ucap Ilham menggaruk kepala.


"Lo gausah bingung, kayaknya kita seumuran jadi lu boleh panggil nama gue aja. Nama gue Refal dan gue abangnya Zanaya!" ucap Refal.


"Oh, iya iya siap Refal. Terus ngapain kamu kesini? Adik kamu mana?" tanya Ilham.


"Zanaya masih ngambil bukunya di kamar, gue pengen bicara sesuatu sama lu sebelum pelajaran dimulai. Bisa kan?" jawab Refal.


"Bisa kok, masa cuma ngobrol aja gak bisa? Lagian Zanaya nya juga belum balik," ucap Ilham.


"Bagus deh, duduk!" suruh Refal.


Ilham mengangguk paham dan kembali duduk di tempatnya, sedangkan Refal juga ikut duduk di samping pria itu.


"Jadi, apa yang kamu mau bicarakan Refal?" tanya Ilham.

__ADS_1


"Lu kan nanti bakal ajarin adik gue, tolong jangan modus ya sama dia! Jujur aja gue gak suka kalo ada yang godain adik gue, apalagi itu orang yang gak dikenal kayak lu," jawab Refal.


Ilham tersenyum saja menanggapi ucapan Refal barusan, ia memang tidak ada niatan untuk menggoda Zanaya seperti yang dikatakan Refal.


"Kamu tenang aja Refal, saya ini disini kan niatnya buat ngajar bukan buat godain adik kamu. Untuk apa juga saya lakukan itu? Jangan mikir yang enggak-enggak deh!" ucap Ilham santai.


"Hahaha, yakin lu gak tergoda sama adik gue? Dia Russian loh," ucap Refal tak percaya.


"Gak semua orang Indonesia suka sama orang Rusia Refal," ucap Ilham.


"Ya baguslah, awas ya kalo gue lihat lu macam-macam sama adik gue! Jangan harap lu bisa keluar dari rumah ini dengan selamat!" ucap Refal.


"Apa ini ancaman?" ujar Ilham.


"Kalo lu anggap ini ancaman, ya emang benar. Makanya lu harus hati-hati!" ucap Refal.


Ilham manggut-manggut menuruti ucapan Refal.




Sementara itu, Zanaya baru beranjak dari belakang rumah setelah menguping pembicaraan kakaknya dengan Ilham tadi.


"Huh syukurlah kak Refal gak ajak Ilham ribut, bisa berabe nanti semuanya!" ucap Zanaya.


Disaat ia hendak melangkah ke kamar, tiba-tiba terdengar suara bel dari arah luar yang membuatnya terkejut lalu menghentikan langkahnya.


Ting nong ting nong


"Siapa ya yang datang? Aku bukain dulu aja deh, nanti baru aku ambil buku punyaku," gumam Zanaya.


Akhirnya gadis itu memutuskan pergi ke depan lebih dulu untuk mencari tahu siapa yang datang.


Ceklek


Ia membuka pintu, matanya menangkap sosok Jack tengah berdiri di hadapannya sambil memegang bunga serta kotak kue.


"Hah kak Jack? Ngapain kamu kesini? Kamu gak sekolah?" tanya Zanaya terkejut hebat.


"Aku sekolah kok, buktinya aku bisa tau kalau kamu udah gak masuk sekolah lagi. Aku kesini cuma mau tanya sama kamu Zanaya, kenapa kamu putus sekolah?" ucap Jack.


"Apa sih? Gak semua tentang aku, kamu boleh tau ya. Aku juga punya privasi," ucap Zanaya.


"Dengan jawaban kamu yang kayak gitu, justru bikin aku makin curiga sama kamu Zanaya," ucap Jack.

__ADS_1


"Curiga? Maksudnya apa? Kamu pikir aku sembunyiin sesuatu gitu?" tanya Zanaya.


"Bisa jadi, dan sesuatu itu yang bikin aku penasaran. Kalau kamu gak keberatan, boleh gak kamu cerita ke aku?" jawab Jack.


"Enggak, sampai kapanpun enggak karena itu privasi aku," ucap Zanaya.


"Aku tau kamu gak sekolah lagi karena disuruh abang kamu, ya kan?" tebak Jack.


"Apa sih? Gausah sok tau deh! Aku gak sekolah itu gak ada hubungannya sama kak Refal, jadi kamu diam aja!" sentak Zanaya.


"Yaudah, kalau emang gak ada hubungannya sama abang kamu, kenapa kamu gak mau ceritain ke aku Zanaya?" ucap Jack.


"Aku udah bilang ya sama kamu, jauhin aku dan jangan pernah kamu deketin aku lagi!" ucap Zanaya.


"Gak bisa Zanaya, itu terlalu berat buat aku. Kamu selalu muncul di pikiran aku, asal kamu tau itu Zanaya," ucap Jack.


"Aku gak perduli kak," ucap Zanaya singkat.


"Please Zanaya, jangan ada yang kamu tutup-tutupi dari aku!" mohon Jack.


"Kamu ini sebenarnya maunya apa sih? Aku udah bilang enggak ya enggak, kenapa kamu masih aja maksa?!" kesal Zanaya.


"Karena aku tau kamu lagi ada masalah Zanaya, ayolah cerita aja sama aku!" paksa Jack.


Zanaya menggeleng, ia heran sekali mengapa Jack terus-terusan memaksa dirinya padahal ia sudah berulang kali mengatakan tidak.


"Dengar ya kak, kalau kamu gak pergi sekarang jangan salahin aku semisal kak Refal nanti datang dan mukul kamu lagi!" ucap Zanaya.


"Aku gak takut Zanaya, yang penting aku bisa ketemu kamu dan bicara sama kamu," ucap Jack.


"Berarti hanya karena itu kamu sampe rela bolos sekolah?" tanya Zanaya.


"Iya, lagian sekolah sepi tanpa kamu Zanaya," jawab Jack sambil tersenyum.


Zanaya terdiam, sedangkan Jack terus menatapnya dengan senyum yang semakin mengembang.


"Zanaya!!"


Tiba-tiba suara Refal terdengar dari dalam rumah memanggil namanya.


"Hah kak Refal??" panik Zanaya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2