
"Sebenarnya mau lu tuh apa sih? Kenapa lu perduli banget sama adik gue? Suka lu sama dia?" tanya Refal dengan tegas.
Sontak Jack terdiam, ada benarnya juga yang dikatakan Refal barusan. Untuk apa Jack sangat perduli pada Zanaya dan sampai harus berdebat dengan Refal disana?
"Saya cuma khawatir sama Zanaya, bang. Soalnya Zanaya sering murung di sekolah," jawab Jack.
"Biarin aja dia mau murung atau apa kek itu kan hak dia, kenapa jadi lu yang ribet?" ujar Refal.
"Kan saya udah bilang bang, saya khawatir terjadi sesuatu sama Zanaya," ucap Jack.
"Lo terlalu berani Jack, anak kemarin sore kayak lu perlu dikasih pelajaran sama gue!" ucap Refal.
Refal mendekat dan mencengkram kerah baju Jack, ia berniat memukul pria itu namun sebuah suara teriakan menghentikan aksinya.
"Berhenti kak!!"
Ya suara itu berasal dari mulut Zanaya, keduanya pun sama-sama menoleh ke tempat Zanaya berdiri dan sedikit terkejut.
"Zanaya, mau apa lu keluar?" sentak Refal.
"Aku gak bisa biarin kakak mukul teman aku, lepasin dia kak!" pinta Zanaya.
Jack yang melihat Zanaya jalan pincang pun merasa iba, ia penasaran apa yang terjadi pada gadis itu.
"Zanaya, kamu kenapa? Kok jalannya pincang gitu?" tanya Jack terheran-heran.
Zanaya tak tahu harus menjawab apa, sedangkan Refal masih belum melepaskan cengkeramannya pada kerah Jack.
"Lo gausah sok perduli sama Zanaya! Lo pergi atau gue abisin lu!" geram Refal.
"Apa sih bang? Jangan-jangan abang yang udah bikin Zanaya kayak gitu!" ujar Jack.
"Heh! Maksudnya apa lu nuduh gue kayak gitu? Punya bukti gak lu?" ujar Refal emosi.
"Kak, kak udah kak! Lepasin kak Jack!" Zanaya bergerak cepat memisahkan kedua pria itu.
Bughh
Namun, usahanya sia-sia. Refal telah berhasil memukul wajah Jack dua kali hingga pria itu tersungkur memegangi pipinya.
"Hah? Kak Jack!" teriak Zanaya panik.
Disaat Zanaya hendak menghampiri Jack, lengannya dicekal oleh Refal secara kasar seakan tak mengizinkan ia mendekati pria itu.
"Eits, mau ngapain lu? Lu gak boleh tolongin dia, diam lu disini!" sentak Refal.
"Apa sih kak? Kakak kenapa mukul kak Jack coba? Dia salah apa sama kakak?" tanya Zanaya.
__ADS_1
"Salah dia ke gue itu banyak, dan gue gak akan pernah ampuni dia!" jawab Refal tegas.
"Kakak jangan kayak gini dong! Kakak bisa dilaporin ke polisi loh atas tuduhan kekerasan," ucap Zanaya.
"Gue gak perduli, yang penting dia gak dekat lagi sama lu. Karena gue gak suka lu dekat-dekat sama dia!" ucap Refal.
"Kenapa kakak begitu sih? Aku sama kak Jack juga gak dekat kok, kami cuma teman biasa dan diantara kami gak ada apa-apa," ucap Zanaya.
"Tetap aja gue yakin kalau nih cowok punya niat gak baik sama lu Zanaya," ucap Refal.
"Jangan sembarangan nuduh bang! Atau emang bener abang yang udah bikin Zanaya sakit kayak gitu? Saya bisa laporin abang atas tuduhan kekerasan terhadap perempuan," ancam Jack.
"Lancang banget lu, lu mau gue bikin pulang tanpa kaki? Sini lu bangun! Lawan gue!" geram Refal.
Zanaya langsung menahan Refal yang hendak maju mendekati Jack, ia tak mau jika kakaknya kembali bertengkar dengan pria itu.
"Kak, udah kak jangan dilanjutin! Aku mohon kakak biarin kak Jack pergi!" ucap Zanaya.
"Yaudah, lu suruh tuh cowok buat pergi dari sini sebelum gue berubah pikiran!" ujar Refal.
Zanaya mengangguk dan beralih menatap Jack, ia meminta pria itu untuk segera pergi. Awalnya Jack menolak, tetapi akhirnya ia menurut karena itu permintaan Zanaya langsung.
•
•
Ya Jack masih memikirkan nasib Zanaya, ia khawatir Zanaya akan terluka jika dibiarkan berdua dengan Refal.
"Ini gak bisa dibiarin, gue harus bantu Zanaya!" gumam Jack.
Saat ia hendak melangkah masuk ke dalam sekolah, tiba-tiba ada suara yang memanggilnya dan membuatnya terkejut.
"Woi Jack!" panggil Bio.
Ya yang datang dan memanggilnya adalah Bio, salah seorang temannya. Namun, ia tidak sendiri karena ada dua orang pria lainnya.
"Kenapa lu murung gitu? Terus, ini muka lu kok bonyok sih?" tanya Bio.
"Iya Jack, lu bilang aja sama kita siapa yang bikin lu kayak gini! Biar kita balas!" sahut Rey.
"Gausah lebay kalian, yang bikin gue kayak gini tuh abangnya Zanaya," ucap Jack.
"Hah? Lu ada masalah apa sama abangnya Zanaya bro?" tanya Bio terkejut.
"Gak ada kok, gue juga gak tahu kenapa dia sensi banget sama gue tadi," jawab Jack.
"Emangnya lu datang ke rumah Zanaya? Kok bisa ketemu sama abangnya?" tanya Bio.
__ADS_1
"Iya bro, gue niatnya mau jemput Zanaya dan berangkat bareng ke sekolah," jawab Jack.
"Hadeh, terus apa kita datengin aja rumah Zanaya buat balas dendam?" usul Cakra.
"Betul tuh, gue setuju sama usulnya si Cakra! Ayo kita ke rumah Zanaya sekarang!" ucap Rey.
"Eh eh eh, jangan macam-macam ya kalian! Gue gak ada nyuruh kalian buat balas dendam, gausah ngada-ngada deh!" ucap Jack menahan teman-temannya.
"Kenapa sih Jack? Lo kok belain dia?" tanya Rey.
"Tau lu aneh banget, padahal kan dia yang udah bikin lu bonyok kayak gini. Kita sebagai sohib lu gak terima bro," timpal Cakra.
"Kalian mau bikin gue makin dibenci sama abangnya Zanaya, ha?" ujar Jack.
"Eee ya enggak sih, tapi emangnya kenapa kalau lu dibenci sama dia?" heran Cakra.
"Yah elah, lu kayak gak tahu aja bro. Si Jack kan lagi usaha buat deketin Zanaya," kekeh Bio.
"Oh ya? Pantas aja lu gak mau balas dendam, ternyata lagi bucin," ucap Cakra.
"Ah berisik lu! Pokoknya gue gak mau kalian lakuin hal yang bikin gue makin susah dekat sama Zanaya!" pinta Jack.
"Siap Jack, santai aja!" ucap mereka.
"Tapi, gue masih bingung deh kenapa tadi Zanaya kelihatan susah jalan? Dia kayak lagi pincang dan nahan sakit gitu," heran Jack.
"Hah? Kok bisa sih? Dia kecelakaan apa gimana?" tanya Bio terkejut.
"Itu dia yang gue gak tahu, tadi gue pengen nanya eh udah diusir sama abangnya," jawab Jack.
Tanpa diduga, ucapan mereka itu didengar oleh Maria yang kebetulan baru datang ke sekolah dan tengah memikirkan Zanaya.
"Apa? Zanaya pincang??" sela Maria.
Sontak keempat lelaki itu menoleh ke asal suara, mereka terkejut melihat Maria berdiri disana.
"Maria, sejak kapan lu disitu?" tanya Bio.
"Gue baru datang kak, gue gak sengaja dengar tadi ucapan kalian tentang Zanaya. Emang benar dia kakinya pincang?" ucap Maria.
"Eee iya Mar, gue lihat sendiri tadi pas gue datang ke rumahnya. Kayaknya juga dia gak sekolah deh," ucap Jack.
Maria pun berpikir keras, ia heran bagaimana Zanaya bisa terluka seperti itu.
"Duh, Zanaya kenapa ya? Apa karena semalam dia gue ajak ke club? Jangan-jangan abangnya yang bikin dia kayak gitu?" batin Maria.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...