Pregnant With My Brother

Pregnant With My Brother
Bab 33. Kerjain sekarang


__ADS_3

Sontak Refal pergi dari kamar adiknya dan membuatkan minuman untuk teman-teman Zanaya itu.


"Guys, duduk yuk jangan berdiri aja!" ajak Zanaya.


"Hehe iya iya.." ketiganya terkekeh lalu ikut duduk di ranjang bersama Zanaya.


"Kaki lu kenapa Zan? Kata abang lu tadi keseleo, kok bisa sih?" tanya Tika.


"Iya kemarin malam tuh aku gak sengaja kesandung pas mau masuk rumah, jadinya begini deh," jawab Zanaya berbohong.


"Serius lu Zanaya? Tapi bukan karena dicelakain abang lu kan?" tanya Tika tak percaya.


"Ngomong apa sih kamu Tika? Ya bukan lah, masa iya abang aku sendiri tega nyelakain aku sih?" jawab Zanaya.


"Oh bagus deh kalo bukan, gue sama yang lain soalnya tadi mikir begitu," ujar Tika lega.


"Iya Zanaya, kita sampe panik banget tadi. Terutama gue karena gue merasa bersalah banget," ucap Maria.


"Kamu gak perlu ngerasa begitu Maria, kamu gak salah kok," ucap Zanaya tersenyum.


"Lu emang baik banget Zan, padahal gue udah bikin lu dimarahin sama abang lu semalam. Terus, lu diapain sama abang lu itu?" ucap Maria.


"Aku gak diapa-apain kok, aku cuma dikurung di kamar terus gak boleh kemana-mana lagi selain sekolah," ucap Zanaya.


"Oh ya? Waduh maaf banget ya Zanaya! Gara-gara gue, lu jadi dihukum begini sama abang lu. Gue nyesel banget tau," ucap Maria.


"Gapapa Mar, santai aja kali!" ucap Zanaya.


"Naya, tadi ada tugas kelompok dari Bu Metta. Kamu masuk ke kelompok kita, sama satu lagi si Arul yang kacamata itu," ucap Mecca.


"Thanks ya udah mau masukin aku ke kelompok kalian!" ucap Zanaya.


"Jelas lah kita masukin lu, tadi aja lu tuh direbutin sama yang lain tau. Untung aja kita duluan yang masukin nama lu," ucap Tika.


"Iya Nay, soalnya kamu kan anak rajin dan pintar. Makanya banyak yang rebutin kamu," ucap Mecca.


"Ahaha, lebay banget sih. Terus tugasnya buat kapan tuh dan tentang apa?" tanya Zanaya.


"Eee aku udah catat semuanya di buku, paling lambat dikumpul Minggu depan. Tugasnya tuh kita disuruh bikin makalah gitu," jelas Mecca.


"Ohh, kerjain sekarang aja mau gak?" usul Zanaya.


Tika dan Maria tersentak kaget, niatnya ingin menjenguk Zanaya namun justru malah harus mengerjakan tugas kelompok.


"Aku setuju Nay, lebih cepat lebih baik. Biar nanti kita bisa santai kalo udah kelar," jawab Mecca.


"Ah iya tuh, berarti pada mau ya ngerjain tugasnya sekarang? Tika, Maria, kalian setuju juga kan?" tanya Zanaya pada dua temannya yang lain.


"Eee setuju ada deh, daripada nantinya kita gak dianggap. Lagian gapapa lah supaya gak gabut juga kita disini," jawab Tika.

__ADS_1


"Iya tuh, walau sebenarnya kita masih capek sih abis sekolah tadi," sahut Maria.


"Ohh, ya kalau kalian capek gapapa kok gausah sekarang. Atau biar aku coba pahami dulu materi tugasnya sebelum ngerjain," ucap Zanaya.


"Eh gapapa Zanaya, kita langsung kerjain aja bareng sekarang!" ucap Tika.


"Yakin? Nanti kalau kalian kecapekan malah nyalahin aku lagi," ucap Zanaya.


"Ya yakin lah Zanaya, kan ini tugas kita bertiga juga. Masa iya kita gak mau bantu ngerjain tugas ini sih?" jawab Tika.


"Betul, gue juga siap kok ngerjain!" timpal Maria.


"Bagus deh, tapi jangan ada yang pada ngeluh ya! Aku marah nih nanti misal pada ngeluh," ancam Zanaya.


"Hahaha, iya santai Zanaya. Yuk ah keluarin laptop lu Mecca!" ujar Tika.


"Yah aku kan gak bawa laptop," ucap Mecca.


"Terus gimana kita mau ngerjain coba?" tanya Tika.


"Tenang aja, kan ada laptop aku. Sebentar ya?" jawab Zanaya.


"Iya iya.."


Mereka pun mulai mengerjakan tugas kelompok bersama-sama disana.




Ia masih berada di atas motornya, mengamati rumah gadis itu dengan tatapan dingin.


"Zanaya, kamu lagi apa?" gumam Jack pelan.


Ia pun mengusap wajahnya, mengingat kembali apa yang dirinya lihat saat tadi pagi datang kesana. Ia masih khawatir pada kondisi Zanaya.


"Apa kamu baik-baik aja Zanaya? Jujur aku gak bisa tenang kalau belum tahu kabar tentang kamu, rasanya aku pengen banget masuk ke dalam. Tapi, aku gak mau bikin keributan disini," ujar Jack.


"Dek, ngapain diam aja disini? Nungguin siapa?"


Jack amat kaget mendengar suara ibu-ibu yang menegurnya, ia langsung menoleh dan menatap wanita dewasa tersebut.


"Eh Bu, enggak kok saya gak nunggu siapa-siapa. Saya cuma gabut aja," jawab Jack.


"Bentar deh, kamu ini yang waktu itu antar Zanaya pulang sekolah kan? Kenapa malah disini aja? Rumah Zanaya kan di depan tuh dekat," tebak ibu itu.


"Iya Bu benar, nama saya Jack. Saya kesini bukan mau temuin Zanaya kok Bu," ucap Jack.


"Oh kirain, terus kalo gitu kamu ngapain disini? Daritadi saya perhatiin kamu juga ngeliatin rumah Zanaya terus kok," ujar ibu itu.

__ADS_1


"Ya saya cuma mau mastiin aja, Zanaya sehat atau enggak," ucap Jack.


"Berarti kamu emang pengen ketemu sama Zanaya dong? Udah sana samperin aja, Zanaya nya ada kok di dalam!" ucap ibu itu.


"I-i-iya Bu, nanti saya kesana," ucap Jack.


"Yaudah, saya permisi dulu ya?" ucap ibu itu.


"Iya Bu, silahkan!" ucap Jack.


Ibu itu pun pergi meninggalkannya, dan Jack kini kembali diterpa kebingungan apakah ia harus menemui Zanaya atau tidak.


"Duh, gimana ini ya? Aku pengen banget temuin kamu Zanaya, tapi aku takut," gumam Jack.


Tak lama kemudian, sebuah mobil muncul dari arah depan dan berhenti tepat di halaman rumah Zanaya.


Jack pun penasaran siapa pemilik mobil tersebut dan mau apa dia datang ke rumah Zanaya, ia terus menatap ke arah mobil itu.


"Mobil siapa sih itu? Apa salah satu keluarga Zanaya juga?" pikir Jack.


Dan lalu seorang perempuan keluar dari dalam mobil tersebut dengan mengenakan pakaian cukup terbuka yang membuat Jack terbelalak.


"Buset seksi amat tuh cewek! Siapa ya itu?" ujar Jack terkejut terheran-heran.


Tampak perempuan itu berjalan menuju teras rumah Zanaya, ia mengetuk pintu dan terdengar samar-samar memanggil nama Refal.


"Loh dia manggil bang Refal, berarti mungkin tuh cewek pacarnya," gumam Jack.


"Kalau emang iya begitu, dugaan gue tentang bang Refal salah dong," sambungnya.


Karena masih penasaran, Jack pun terus memperhatikan wanita tersebut dari tempatnya saat ini.


Ceklek


Pintu terbuka, Refal muncul dari dalam sana dan terlihat kaget saat melihat kehadiran sang mantan di hadapannya.


Ya wanita yang dilihat Jack tadi adalah Angie, mantan kekasih Refal. Wanita itu memang sengaja datang kesana untuk menggoda prianya.


"Hai Refal sayang! Apa kabar?" sapa Angie.


Refal terdiam sembari menatap tubuh Angie dari atas sampai bawah secara intens.


"Kamu ngapain kesini Angie?" tanya Refal.


"Mau ketemu kamu dong sayang, emang kamu gak kangen sama tubuh aku? Aku siap kok puasin kamu sampai kamu lemas," ucap Angie sensual.


Glek


Refal menelan saliva nya susah payah begitu mendengar jawaban Angie.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2