Pregnant With My Brother

Pregnant With My Brother
Bab 32. Gapapa kok


__ADS_3

Tika pun bergerak maju dengan gagahnya dan mulai mengetik pintu rumah tersebut sambil berteriak memanggil Zanaya.


TOK TOK TOK...


"Permisi, Zanaya ini kita teman-teman lu di sekolah! Kita mau jengukin lu," teriak Tika.


"Buset Tik, lu mau bertemu apa tawuran sih teriak-teriak kayak gitu?" tegur Maria.


"Ah bawel lu! Ini gue begini tuh supaya Zanaya bisa dengar dan dia keluar buka pintu," ucap Tika.


"Mending kalo Zanaya yang buka, kalo abangnya gimana?" ucap Maria.


"Ya selow, kan dia marahnya cuma sama lu. Paling lu doang yang digaplok," kekeh Tika.


"Sialan lu!" umpat Maria pelan.


Tak lama kemudian, terdengar langkah kaki dari dalam rumah tersebut disertai suara berat yang membuat ketiganya tersenyum.


"Sebentar," ucap Refal dingin dari dalam rumahnya.


Ceklek


Begitu pintu dibuka, ketiga gadis tersebut sontak panik dan kebingungan sendiri karena saat ini Refal tengah berdiri di depan mereka.


"Eh kalian teman-temannya Zanaya di sekolah ya? Ada apa?" tanya Refal mencoba ramah.


Mereka justru saling sikut menyuruh satu sama lain untuk bicara dengan Refal, tapi tidak ada yang berani.


"Loh kenapa? Gausah takut, gue abangnya Zanaya dan gue gak jahat kok," ucap Refal lagi.


"Eee i-i-iya kak, kita tuh kesini mau jengukin Zanaya. Dia soalnya tadi gak masuk sekolah, kita khawatir aja gitu sama dia. Zanaya nya gak kenapa-napa kan kak?" ucap Mecca gugup.


"Ohh, iya dia emang lagi gak enak badan. By the way, kalian tahu darimana rumah ini?" ujar Refal.


"Dari Maria kak," jawab Mecca tanpa ragu langsung menunjuk ke arah Maria.


Seketika Maria panik dan jantungnya berdegup kencang, apalagi saat Refal menatapnya secara intens seolah mengingatnya.


"Lu yang semalam itu kan?" tebak Refal.


Deg!


Detak jantung Maria makin tak karuan, siapa yang tidak cemas jika berada dalam posisi Maria saat ini?


"I-i-iya kak, sa-saya yang semalam," jawab Maria gugup sambil menunduk.


"Biasa aja kali gausah tegang gitu, udah kayak mau dihukum aja," kekeh Refal.


"Hah? Saya gugup karena saya merasa bersalah kak udah ajak Zanaya pergi tanpa seizin kak Refal, makanya saya minta maaf ya kak!" ucap Maria.

__ADS_1


"It's okay, semua yang lalu biarlah berlalu. Lagipun, Zanaya kan juga gak kenapa-napa," ucap Refal.


Kini Maria dapat bernafas lega setelah mendengar ucapan Refal barusan.


"Tapi, ingat loh jangan diulang lagi! Bawa pergi adik gue diam-diam itu sama dengan tindakan jahat loh, emangnya lu mau dilaporin ke polisi?" ucap Refal.


"Tuh Mar dengerin kata-kata bang Refal! Lu jangan bawa pergi Zanaya seenak jidat! Ditangkap polisi aja baru tau rasa lu," ucap Tika.


Maria hanya mengangguk dan menundukkan wajahnya tak berani menatap Refal.


"Yasudah, kalian mau ketemu Zanaya kan? Yuk masuk aja Zanaya nya ada di kamar! Dia gak bisa keluar soalnya kakinya lagi sakit," ucap Refal.


"Eee kalau boleh tau, Zanaya kenapa bisa sakit gitu ya kak? Apa dia kecelakaan atau kena musibah lain?" tanya Mecca.


"Dia cuma keseleo," jawab Refal singkat.


"Ohh, kalo gitu kita bertiga izin masuk ya kak?" ucap Mecca mewakili teman-temannya.


"Silahkan!" Refal memberi jalan seraya melebarkan pintu bagi ketiga gadis itu.


Mereka pun masuk ke dalam dan diantar menuju kamar Zanaya oleh Refal sendiri, tentunya Refal berusaha bersikap baik pada mereka karena tak ingin dirinya dicurigai menjadi penyebab Zanaya tidak masuk sekolah.




Disisi lain, Zanaya masih berbaring di kamar sembari bermain game di ponselnya. Ia kelelahan setelah Refal tadi menggempurnya lagi.


TOK TOK TOK...


"Zanaya, lu gak tidur kan? Ada teman-teman lu nih mau ketemu lu katanya," ucap Refal dari luar.


"Enggak kak, masuk aja!" jawab Zanaya.


Zanaya menaruh ponselnya di nakas, lalu coba bergerak turun dari ranjang untuk menghampiri kakak serta teman-temannya.


Ceklek


Begitu Refal membuka pintu, ia melihat adiknya sedang berusaha bangkit dan berjalan ke arahnya. Sontak ia langsung bergerak mendekatinya.


"Hey, jangan dipaksa kalo belum bisa! Nanti lu malah makin sakit lagi!" ucap Refal.


"Gapapa kak, udah mendingan kok ini. Tadi kan aku udah istirahat lama," ucap Zanaya.


"Beneran? Ya bagus deh, tuh ada teman-teman lu mau ketemu sama lu," ucap Refal.


"Iya kak," singkat Zanaya.


"Yaudah, gue ke bawah dulu ya buatin minuman? Kalian ngobrol-ngobrol aja disini!" ucap Refal.

__ADS_1


"Duh pake ngerepotin segala, jadi gak enak nih!" ucap Tika malu-malu.


"Gak masalah, yang namanya tamu kan harus disuguhi sesuatu. Sebentar ya?" ucap Refal.


"Iya kak," ucap mereka serentak.


Sontak Refal pergi dari kamar adiknya dan membuatkan minuman untuk teman-teman Zanaya itu.


"Guys, duduk yuk jangan berdiri aja!" ajak Zanaya.


"Hehe iya iya.." ketiganya terkekeh lalu ikut duduk di ranjang bersama Zanaya.


"Kaki lu kenapa Zan? Kata abang lu tadi keseleo, kok bisa sih?" tanya Tika.


"Iya kemarin malam tuh aku gak sengaja kesandung pas mau masuk rumah, jadinya begini deh," jawab Zanaya berbohong.


"Serius lu Zanaya? Tapi bukan karena dicelakain abang lu kan?" tanya Tika tak percaya.


"Ngomong apa sih kamu Tika? Ya bukan lah, masa iya abang aku sendiri tega nyelakain aku sih?" jawab Zanaya.


"Oh bagus deh kalo bukan, gue sama yang lain soalnya tadi mikir begitu," ujar Tika lega.


"Iya Zanaya, kita sampe panik banget tadi. Terutama gue karena gue merasa bersalah banget," ucap Maria.


"Kamu gak perlu ngerasa begitu Maria, kamu gak salah kok," ucap Zanaya tersenyum.


"Lu emang baik banget Zan, padahal gue udah bikin lu dimarahin sama abang lu semalam. Terus, lu diapain sama abang lu itu?" ucap Maria.


"Aku gak diapa-apain kok, aku cuma dikurung di kamar terus gak boleh kemana-mana lagi selain sekolah," ucap Zanaya.


"Oh ya? Waduh maaf banget ya Zanaya! Gara-gara gue, lu jadi dihukum begini sama abang lu. Gue nyesel banget tau," ucap Maria.


"Gapapa Mar, santai aja kali!" ucap Zanaya.


"Naya, tadi ada tugas kelompok dari Bu Metta. Kamu masuk ke kelompok kita, sama satu lagi si Arul yang kacamata itu," ucap Mecca.


"Thanks ya udah mau masukin aku ke kelompok kalian!" ucap Zanaya.


"Jelas lah kita masukin lu, tadi aja lu tuh direbutin sama yang lain tau. Untung aja kita duluan yang masukin nama lu," ucap Tika.


"Iya Nay, soalnya kamu kan anak rajin dan pintar. Makanya banyak yang rebutin kamu," ucap Mecca.


"Ahaha, lebay banget sih. Terus tugasnya buat kapan tuh dan tentang apa?" tanya Zanaya.


"Eee aku udah catat semuanya di buku, paling lambat dikumpul Minggu depan. Tugasnya tuh kita disuruh bikin makalah gitu," jelas Mecca.


"Ohh, kerjain sekarang aja mau gak?" usul Zanaya.


Tika dan Maria tersentak kaget, niatnya ingin menjenguk Zanaya namun justru malah harus mengerjakan tugas kelompok.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2