
Jack mengangguk saja, kemudian melangkah menuju motornya. Ia sempat melirik ke arah Zanaya sekejap sebelum memutuskan pergi dengan motornya dari sana.
"Kak, kenapa kakak segitunya sih? Aku sama kak Jack itu gak ada apa-apa," ucap Zanaya.
"Lu udah berani ngomong ke gue pake nada tinggi? Kurang ajar banget lu, pasti gara-gara tuh cowok kan!" ujar Refal.
"Apa sih? Aku cuma protes ke kakak, karena kakak itu terlalu berlebihan. Kak Jack gak salah apa-apa, tapi kakak malah marahin dia!" ucap Zanaya.
"Kok lu lebih belain dia sih? Sebenarnya apa hubungan lu sama dia, ha?" tanya Refal.
"Gak ada, dia cuma kakak kelas aku. Tapi, kakak tadi udah berlebihan!" jawab Zanaya.
"Biarin, ini pelajaran buat lu supaya lu gak lagi dekat-dekat sama cowok! Ayo sekarang kita pulang, gue bakal hukum lu di rumah!" ujar Refal.
"Hukum apa lagi kak?" tanya Zanaya.
"Nanti lu juga tau," jawab Refal menyeringai.
Zanaya pun ketar-ketir, tangannya langsung ditarik paksa oleh Refal menuju ke dalam mobil.
Saat di mobil, Refal mendekat dan melotot tajam ke wajah Zanaya sembari terus mencengkram dua telapak tangannya.
"Kak, kakak mau apa?" tanya Zanaya gugup.
"Gue bakal bikin lu gak bisa jalan, sebagai hukuman karena lu udah gak nurut sama gue dan deketin cowok lain! Lu kan tau Zanaya, gue ini gak suka lihat lu sama yang lain!" bentak Refal.
"Aku minta maaf kak! Jangan hukum aku! Aku janji gak akan begitu lagi!" rengek Zanaya.
"Gue gak percaya sama lu, karena lu itu penuh tipu muslihat. Sekarang kita pulang, disana gue bakal hukum lu!" ucap Refal.
"Jangan kak, aku mohon maafin aku! Aku rela lakuin apapun buat kakak, asal kakak jangan hukum aku!" pinta Zanaya.
Refal terdiam sejenak, seringaian muncul di wajahnya mendengar ucapan Zanaya tadi.
"Yakin lu mau lakuin apapun buat gue? Nanti lu nyesel lagi, mending dipikir-pikir dulu deh sebelum bicara!" ucap Refal.
"Iya aku yakin kok kak, kenapa harus gak yakin? Kakak minta apa dari aku? Bilang aja kak, pasti aku usahain!" ucap Zanaya tanpa ragu.
"Okay, gue gak minta macam-macam sih. Cukup satu macam aja, yaitu hisap punya gue sekarang juga!" ucap Refal.
__ADS_1
"Apa??" Zanaya terkejut bukan main.
"Kenapa Zanaya? Lu jangan berpikir untuk nolak ya! Tadi kan lu udah bilang mau lakuin apapun yang gue minta, sekarang lu harus turutin gue dan bikin gue puas sampai keluar!" ucap Refal.
"Enggak gitu juga kak, aku gak bisa lakuin itu, kita ini adik-kakak. Emang gak ada permintaan lain apa kak? Yang lebih masuk akal gitu," ucap Zanaya.
"Gak ada Zanaya, kalau lu gak mau lakuin itu yaudah gue bakal hukum lu nanti!" ucap Refal.
"Ih jangan dong kak! Masa kakak mau hukum aku yang cantik ini sih? Please kak, maafin aku ya! Aku janji gak akan mengulangi kesalahan ini lagi deh!" rengek Zanaya.
"Kalau lu gak mau dihukum, yaudah hisap punya gue!" bentak Refal.
"Tapi kak, itu menjijikan tau. Aku gak mau ah ngelakuin itu!" tolak Zanaya.
"Sekarang lu pilih mana, dihukum atau puasin gue sampai keluar?!" tanya Refal tegas.
"Umm, jujur sih aku gak mau dua-duanya kak. Maafin aku aja ya!" jawab Zanaya.
"Gak bisa gitu, udah cepet sini puasin gue!" Refal yang terlanjur berhasrat langsung menarik tubuh Zanaya dan melu-mat bibirnya penuh gairah.
•
•
Zanaya terlihat sebal dan terus cemberut sembari membersihkan mulutnya, sedangkan Refal tampak puas karena berhasil dipuaskan oleh gadis itu.
"Kak, aku ke kamar dulu ya? Aku mau cepat-cepat gosok gigi," ucap Zanaya.
"Kenapa? Lu masih gak betah gara-gara isep punya gue tadi?" tanya Refal sedikit terkekeh.
"I-iya kak, ini mulut aku rasanya gak enak banget. Kakak juga sih pake maksa buat aku telan semua cairan kakaknya, jadi tenggorokan aku kayak masih ada punya kakak," jawab Zanaya.
"Hahaha, itu bagus Zanaya. Anggap aja ini pelajaran buat lu, karena setelah ini lu harus puasin gue dan layani gue sampai gue puas!" ucap Refal.
"Maksud kakak apa? Aku bukan wanita penghibur kak, aku ini adik kakak yang diminta mama sama papa buat tinggal disini. Harusnya kakak jagain aku bukan malah rusak aku," ucap Zanaya.
"Gak ada yang ngerusak lu kok, gue cuma ngajarin lu cara bikin gue puas," ucap Refal.
"Itu sama aja kak, sebelumnya aku belum pernah kayak gitu. Sekarang kakak udah bikin aku ternoda dengan punya kakak yang hitam itu!" ucap Zanaya.
__ADS_1
"Hey! Sejak kapan kamu jadi rasis kayak gini sayang?" tegur Refal.
"Bukan rasis, aku kan bicara fakta. Emang punya kakak hitam kok plus bau, makanya aku mual banget dan pengen muntah!" ucap Zanaya.
"Lo gak boleh gitu, gini-gini dia bisa bikin lu kelojotan nantinya," ucap Refal.
"Halah udah ah aku mau ke kamar dulu!" Zanaya langsung pergi meninggalkan kakaknya.
Refal berdiri saja disana, menatap punggung Zanaya yang perlahan menghilang karena masuk ke kamarnya.
"Sekarang lu boleh sok-sokan nolak dan gak suka sama punya gue, tapi lihat aja nanti lama-lama pasti lu sendiri yang mohon-mohon ke gue buat mainin punya gue ini!" gumam Refal.
Akhirnya Refal menyusul Zanaya ke kamar, ia berniat mengganggu lagi gadis itu karena ia sangat suka melakukan hal tersebut.
Ceklek
Refal langsung masuk begitu saja setelah membuka pintu, ia tak mengetuk lebih dulu atau mengucap salam sebelumnya.
Terdengar gemericik air dari arah kamar mandi, Refal tersenyum dan memilih menunggu di atas ranjang sembari meraih ponsel Zanaya.
"Yah dikunci, apaan ya password nya? Gue kan pengen lihat ada apa aja disini," ujar Refal.
"Ah mungkin tanggal lahir dia kali ya? Gue coba aja deh," gumamnya.
Berkali-kali ia mencoba mengisi password di ponsel milik Zanaya itu, tetapi berulang kali juga ia gagal dan tampak kesal.
"Aaarrgghh gagal terus! Apaan sih password nya? Bikin emosi aja!" geram Refal.
"Kak Refal?" pria itu sontak terkejut mendengarnya, ia menoleh ke asal suara dan menemukan Zanaya yang baru keluar dari kamar mandi.
"Eh Zanaya, akhirnya beres juga lu di kamar mandi nya! Kok lama amat sih? Ngapain aja?" ujar Refal.
"Ya aku kan udah bilang mau bersih-bersih, kakak ngapain nyusul ke kamar? Terus itu kok hp aku ada di tangan kakak?" ucap Zanaya.
"Eee ini gue.." Refal gugup dan bingung.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1