
Angie mengeluarkan smirk nya, duduk tegak menatap Zanaya dengan kedua tangan ditaruh di atas meja.
"Refal itu sebenarnya gak cinta sama kamu Zanaya, dia cuma suka sama tubuh kamu. Nanti setelah dia puas, aku yakin dia pasti bakal tinggalin kamu," ucap Angie.
"Hadeh, jadi cuma itu yang mau kamu sampein ke aku sekarang? Gak penting banget sih, karena sampai kapanpun aku gak akan percaya sama omongan gak jelas kamu itu!" ucap Zanaya.
"Kamu harus percaya Zanaya, semua wanita juga tau kok sikap Refal kayak gimana, termasuk aku. Kamu tau kan dulu Refal pacar aku dan dia bilang gak akan tinggalin aku? Tapi apa, nyatanya sekarang dia malah tinggalin aku demi kamu Zanaya," ucap Angie.
"Itu kan kamu kak Angie, aku mah gak mungkin ditinggalin sama kak Refal. Aku yakin banget dia cinta sama aku," ucap Zanaya.
"Keyakinan kamu juga sama kayak aku dulu, tapi buktinya Refal malah khianati aku," ucap Angie.
"Udah deh kak, kalo kamu gak bisa moveon dari kak Refal ya kamu jangan lah hasut aku buat percaya sama kamu!" ucap Zanaya.
Angie menggeleng pelan sambil meminum minumannya.
"Kamu gak mau nih percaya sama aku? Ya semua terserah kamu sih Zanaya, lagian aku cuma mau nolong kamu aja sebagai sesama perempuan. Aku gak mau lah kamu disakitin sama Refal seperti aku," ucap Angie.
"Kamu gausah khawatir, karena kak Refal gak mungkin nyakitin aku. Dan satu lagi, tolong jangan samakan aku sama kamu!" ucap Zanaya.
Angie memutar bola mata, cukup sulit ternyata membujuk Zanaya untuk pergi dari Refal.
"Eee masih ada lagi gak yang mau kamu omongin sekarang? Kalau enggak, aku mau izin permisi soalnya ada urusan lain yang lebih penting," ucap Zanaya.
"Tunggu dulu Zanaya, kamu jangan pergi dulu! Aku belum selesai bicara sama kamu, tolong dengerin aku kali ini!" ucap Angie.
"Apa lagi kak Angie?" tanya Zanaya.
"Kamu percaya sama aku, Refal itu gak sebaik yang kamu kira. Lagian kalaupun dia emang baik, dia gak mungkin macarin kamu yang notabene adiknya sendiri," ucap Angie.
"Itu lagi itu lagi yang dibahas, mau sampai kapan sih kamu kayak gini?" ucap Zanaya.
"Zanaya, kamu dengerin aku dong! Ini semua demi kebaikan kamu tau, lebih baik kamu yang pergi daripada Refal," ucap Angie.
"Kalau aku gak mau gimana kak? Aku tuh masih pengen berdua sama kak Refal," ucap Zanaya.
"Kamu yakin gak mau dengerin kata-kata aku nih Zanaya?" ucap Angie.
"Kenapa aku harus dengerin kamu? Aku lebih percaya sama kak Refal dibanding kamu, udah ya stop mojokin aku kayak gitu!" ujar Zanaya.
Zanaya yang emosi langsung bangkit dari duduknya dan berniat pergi.
Namun, dengan cepat Angie mencegahnya dan menahan tangan Zanaya untuk tetap disana.
"Jangan pergi dulu Zanaya! Kamu dengerin aku dong, ini semua demi kebaikan kamu loh!" pinta Angie memaksa.
__ADS_1
"Kamu gausah ikut campur masalah pribadi aku, karena kamu itu gak ada hubungannya sama aku ataupun kak Refal!" tegas Zanaya.
"Ya emang, aku kan cuma ingetin kamu. Barangkali nantinya Refal berkhianat dari kamu, jadinya kamu gak perlu ngerasa sakit hati," ucap Angie.
"Itu gak akan terjadi," ucap Zanaya yakin.
Angie tersenyum saja mendengar ucapan Zanaya yang sangat percaya pada Refal itu.
"Sekarang lepasin tanganku!" pinta Zanaya.
"Zanaya—"
"Lepasin!" sela Zanaya dengan lantang.
Akhirnya Angie melepaskan tangan gadis itu dan membiarkan Zanaya pergi.
•
•
"Ahh ... eeugghh teruuss ..."
Sepasang pria serta wanita kini tengah asyik bermain kuda-kudaan di ruangan kamar yang tidak terlalu besar itu.
Siapa lagi jika bukan Refal, ya pria itu tampak sedang memompa tubuh seorang wanita yang berbaring di bawahnya dengan brutal.
Gadis itu hanya mengangguki ucapan Refal sebagai jawaban sekaligus perizinan.
Refal langsung memompa lebih cepat dan menembakkan lahar ke dalam rahim gadis itu sangat banyak.
Setelahnya, Refal pun ambruk dan berbaring di sebelah si wanita dengan nafas terengah-engah.
Wanita itu berbalik menatapnya, tersenyum lebar kemudian mengusap wajah berkeringat milik Refal dengan tangannya.
"Uhh kamu capek ya?" tanya wanita itu.
Refal hanya mengangguk, ia masih sangat letih untuk bisa menjawab pertanyaan partner ranjangnya tersebut.
"Tapi enak kan?" tanya wanita itu lagi yang tentu saja dijawab dengan anggukan oleh Refal.
"Enakan mana, aku atau adik kamu si Zanaya itu?" sebuah pertanyaan memancing yang keluar dari mulut si wanita pada Refal.
Refal sedikit kaget, namun akhirnya ia memeluk erat tubuh si wanita dari samping dan mengecupi lehernya.
"Tentu saja enakan kamu sayang, kamu hebat dalam urusan bergoyang!" ucap Refal memuji.
__ADS_1
"Ahaha, bisa aja kamu gombalnya. Tapi kalau Zanaya tau hubungan gelap kita gimana sayang? Dia pasti bakalan kecewa sama kamu," ucap si wanita.
"Aku gak perduli, aku kan sayangnya sama kamu, bukan dia," ucap Refal santai.
Wanita bernama Suci itu tersenyum lebar, kemudian turut memeluk Refal dan membenamkan wajahnya di dada si pria.
"I love you Refal," ucap Suci lirih.
"I love you too sayang," balas Refal seraya melu-mat bibir wanita itu.
Setelah puas, mereka pun sama-sama bangkit dan terduduk di atas ranjang dengan mata saling pandang satu sama lain.
"Aku pulang ya? Aku takut orang tua aku nyariin, ini udah malam juga," pamit Refal.
"Ohh, kamu masih tinggal sama orang tua? Aku kira kamu udah hidup mandiri," ujar Suci.
"Gak juga sih, ini sekarang orang tua aku lagi mampir aja. Biasanya mah aku tinggal sama Zanaya doang," ucap Refal.
"Oh gitu, yakin nih mau pamit sekarang? Gak mau mandi bareng dulu gitu?" tanya Suci.
"Sebenarnya aku masih pengen main sama kamu sampe beronde-ronde kayak waktu itu, tapi aku takut dicariin," jawab Refal.
"Yaudah deh, kamu pulang aja. Tapi ingat loh Refal, secepatnya kamu harus putusin Zanaya dan beralih sama aku!" ucap Suci.
"Tenang aja sayang!" ucap Refal sambil mencolek pipi Suci.
Suci pun tersenyum lalu mencium punggung tangan Refal dengan lembut.
"Hati-hati ya di jalan! Awas loh jangan kepincut sama cewek lain di luaran sana, atau aku bakal ngambek sama kamu!" ancam Suci.
"Gak bakal lah sayang, kan udah ada kamu," ucap Refal sambil tersenyum.
Suci merona, kemudian membantu kekasihnya memakai kembali baju serta celana yang bergeletakan di lantai.
"Aku pulang dulu ya cantik? Sampai ketemu di lain waktu!" pamit Refal.
"Iya Refal, bye!" ucap Suci melambaikan tangan.
Cup!
Refal mengecup kening Suci dan berlalu pergi dari rumah gadis itu dengan seringai puas.
"Mau-mau aja dijadiin pelampiasan, udah jelas gue gak bakal putusin Zanaya karena gue cinta banget sama tuh anak," batin Refal.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...