Pregnant With My Brother

Pregnant With My Brother
Bab 22. Ajakan Maria


__ADS_3

Jack bergerak cepat menyusul Zanaya yang masih berjalan cepat menuju kelasnya, pria itu mau meminta penjelasan dari Zanaya.


"Kamu kenapa Zanaya? Apa yang bikin kamu begini sama saya?" batin Jack.


Untungnya pria itu berhasil menemui Zanaya, langsung saja ia membalap langkah gadis itu dan berdiri di depannya untuk menghadang.


"Zanaya, sebentar dulu dong!" pinta Jack.


"Ada apa kak? Aku buru-buru mau ke kelas, aku gak punya banyak waktu," ucap Zanaya.


"Ini masih pagi Zanaya, bel masuk juga masih lama bunyinya. Bilang aja kamu mau hindarin aku, ya kan?!" ucap Jack.


"Enggak kok, buat apa aku hindarin kamu? Kita kan gak punya masalah," elak Zanaya.


"Ya justru itu, kenapa kamu hindarin aku? Padahal diantara kita kan gak ada masalah apa-apa, malah setahu aku kemarin kamu udah welcome sama aku," heran Jack.


Zanaya terdiam bingung, matanya bahkan tak berani menatap wajah Jack dan memilih terus menunduk.


"Andai kamu tahu kak, aku gak bisa dekat-dekat sama kamu. Kalau aku tetap kekeuh, mungkin aku bakal kehilangan kesucian aku di tangan kak Refal," gumam Zanaya dalam hati.


Jack merasakan ada yang aneh pada sikap Zanaya saat ini, ia pun mendekati gadis itu dan coba menebak apa yang sedang terjadi.


"Zanaya, what's wrong? Kalau kamu ada masalah, kamu bisa cerita kok sama aku! Kamu gak perlu simpan masalah kamu sendiri, cerita aja biar lebih enakan!" ucap Jack.


Zanaya sontak menepis tangan Jack yang hendak menyentuhnya, ia tak mau Refal kembali marah padanya seperti semalam.


"Tolong jangan sentuh aku kak!" pinta Zanaya.


"Oh ya, maaf maaf! Aku gak bermaksud buat begitu, tapi aku khawatir aja sama kamu," ucap Jack sedikit gugup.


"Aku gapapa kok, kamu gak perlu khawatir. Udah ya aku mau ke kelas dulu?" ucap Zanaya.


"Tunggu Zanaya, please kita bicara sebentar! Aku yakin pasti ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari aku, ya kan?" tegas Jack.


"Emang kenapa sih kak? Aku lagi ada masalah, tapi ini gak ada sangkut pautnya sama kamu. Jadi, aku minta kamu jangan ikut campur ya!" ucap Zanaya.


"Terus kenapa nomor aku, kamu blok semalam?" tanya Jack menatap tajam gadisnya.


Zanaya lagi-lagi terdiam, tidak mungkin ia ceritakan yang sebenarnya kepada pria itu kalau abangnya lah yang sudah memblokir nomor Jack.


"Kenapa diam Zanaya? Ayo jawab! Apa salah aku sama kamu sampai kamu tega blokir nomor aku? Bilang aja, supaya aku bisa perbaiki diri aku!" ucap Jack makin penasaran.


"Bukan aku yang blok nomor kamu kak, tapi kakak aku. Dia marah karena tau kalau kamu masih deketin aku, dia juga ancam akan hajar kamu kalau dia ngeliat aku dekat-dekat sama kamu. Makanya aku minta sekarang kamu jauhin aku, jangan ganggu aku lagi!" ucap Zanaya.

__ADS_1


"Aku heran deh Zanaya, kok abang kamu sampe segitunya sama aku? Apa sih salah aku sebenarnya sama dia? Sampai dia kayak gitu ke aku?" tanya Jack keheranan.


"Aku gak tahu, intinya kamu harus jauhi aku dan jangan coba deketin aku lagi!" jawab Zanaya.


"Sulit Zanaya, aku susah buat jauh-jauh dari kamu. Karena menurut aku, kamu itu perempuan yang beda," ucap Jack.


"Udah deh, cukup sampai disini ya kak! Aku bilang jauhi aku ya kamu nurut aja!" tegas Zanaya.


"Zanaya, tapi aku gak bisa melakukan itu," ucap Jack memohon.


"Kenapa gak bisa? Kamu pasti bisa kok kita kan belum terlalu lama kenal, udah ya aku harus pergi sekarang!" ucap Zanaya.


Zanaya pun pergi begitu saja tanpa menghiraukan panggilan Jack.




Singkat cerita, jam pulang sekolah telah tiba. Kini Zanaya melangkah keluar gerbang sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling.


Zanaya khawatir Jack akan datang dan nantinya akan terjadi masalah jika pria itu bertemu dengan kakaknya.


"Duh, jangan sampai deh kak Jack kesini!" ucap Zanaya lirih.


"Mana sih kak Refal? Kok lama amat?" gumamnya.


"Oi Zanaya!" tiba-tiba ada yang menyapa serta menepuk pundaknya dari belakang.


"Hah Maria? Ya ampun ngagetin aja sih kamu!" ucap Zanaya sambil mengelus dada.


"Hehe, sorry Zanaya! Lo belum dijemput nih?" tanya Maria sambil nyengir.


"Belum, gak tahu nih kak Refal kemana. Kamu sendiri kenapa masih disini?" ucap Zanaya.


"Gue sengaja cari lu, soalnya ada yang mau gue bicarain sama lu," ucap Maria.


"Bicara soal apa?" tanya Zanaya penasaran.


"Nanti malam lu sibuk gak? Atau ada acara gitu?" ucap Maria melontarkan pertanyaan.


"Eee gak ada tuh, emang kenapa ya?" heran Zanaya.


"Gimana kalau lu ikut sama gue? Temen gue ada yang ultah, dia ngajakin party gitu di club. Nah, masalahnya gue gak ada barengan kesana nya. Lu mau ya temenin gue?" jelas Maria.

__ADS_1


"Club? Maaf banget Maria, aku gak bisa deh kalo ke tempat begituan!" tolak Zanaya.


"Kenapa Zanaya? Kamu takut? Tenang aja kali, kan ada gue yang nemenin lu!" ucap Maria.


"Gue cuma takut kenapa-napa, kan biasanya disana banyak orang jahat," ucap Zanaya.


"Hahaha, lu santai aja Zanaya! Gak bakal ada yang berani apa-apain lu kok disana," ucap Maria.


"Maaf Maria, tetap aja kayaknya aku gak bisa kesana deh! Kamu kenapa gak ajak Tika aja atau Mecca gitu?" ucap Zanaya.


"Huh, udah gue ajak mereka Zan. Tapi gak ada satupun yang mau, nah tinggal lu doang nih satu-satunya harapan gue. Mau ya?" bujuk Maria.


"Duh gimana ya? Aku juga takut gak dibolehin sama kak Refal," ucap Zanaya bingung.


"Lo kan gak harus minta izin sama dia Zan, lu perginya diam-diam gitu! Beres kan?" usul Maria.


"Ih gila kali ya kamu? Aku mana berani kayak gitu? Kalau sampai ketahuan, beuh bisa mampus aku Maria!" ucap Zanaya.


"Gue jamin lu gak bakal ketahuan! Ayolah Zanaya, please temenin gue ya!" mohon Maria.


"Umm, iya deh aku mau. Tapi, kita lihat situasinya dulu ya? Kalau memungkinkan, baru deh aku ikut sama kamu. Emangnya acaranya jam berapa?" ucap Zanaya.


"Jam tujuh malam, lu bisa kan?" ucap Maria.


"Ya aku sih bisa aja, cuma tergantung kak Refal nya juga nanti," ucap Zanaya.


"Okay, kalo gitu nanti kita kabar-kabaran lagi ya lewat sms?" ucap Maria.


"Iya Maria," singkat Zanaya.


Tak lama kemudian, mobil milik Refal pun tiba dan Zanaya langsung mendekat ke arahnya sambil tersenyum.


"Eh itu abang aku udah sampe," unjuk Zanaya.


"Oh iya, gue duluan ya? Bye!" ucap Maria.


"Bye!" balas Zanaya.


Maria beranjak pergi, sedangkan Zanaya menghampiri Refal lalu masuk ke mobilnya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2