
"Ohh, disini ada mesin ATM kok. Kalau lu mau, yuk kita antar kesana!" ucap Tika.
"Nah iya, banyak juga kok murid-murid yang sering ambil duit disana," ucap Mecca.
Zanaya sedikit kaget mendengarnya, ia baru tahu kalau di sekolah itu ada mesin ATM yang memungkinkan baginya serta murid-murid lain untuk mengambil uang disana.
"Oh ada mesin ATM disini? Tau gitu mah aku ambil duit aja disini, emang dimana mesin ATM nya?" tanya Zanaya.
"Ada kok di pojok sana, tapi biasanya suka ramai. Lu mau ambil duit sekarang?" jawab Tika.
"Gausah deh, nanti aja abis makan. Aku udah keburu lapar gak tahan," ucap Zanaya.
"Ahaha, kita ngikut kemauan kamu aja deh," ucap Mecca sambil terkekeh.
"Kenapa gitu? Kebalik kali, harusnya aku yang ngikut kalian. Kan aku baru disini, jadi aku belum tau tempat tempat disini," ucap Zanaya.
"Gapapa Zan, yaudah yuk kita ke kantin sekarang!" ucap Tika langsung merangkul Zanaya.
Maria pun ikut merangkul Zanaya dari arah berlawanan, sedangkan Mecca hanya bisa tersenyum mengikuti langkah mereka.
Tiba-tiba saja Jack sudah berdiri di hadapan mereka, membuat keempat gadis itu kompak berhenti lalu menatap ke arah Jack.
"Hai Zanaya!" sapanya.
Zanaya melongok saja, seakan tak percaya jika Jack justru menghampirinya.
Kini pria itu semakin mendekat ke arahnya, membuat jantung Zanaya berdebar kencang.
"Ha-hai juga!" balas Zanaya sedikit gugup.
"Cie Zanaya cie, sampe gugup gitu disapa sama kak Jack! Kalau emang gak naksir, biasa aja kali Zanaya!" goda Tika.
"Apa sih? Kamu jangan ngaco deh kalo ngomong! Siapa yang gugup? Aku tuh cuma kaget karena tiba-tiba dia ada disini," elak Zanaya.
"Hilih alasan aja lu mah!" cibir Tika.
"Zanaya, aku senang kamu bisa langsung dapat teman disini! Gimana? Kamu suka kan sekolah di tempat ini?" ucap Jack lagi.
"Ya untuk sekarang sih aku suka ya, tapi gak tahu juga nantinya bakal gimana," jawab Zanaya.
Tika, Mecca dan Maria masih terus terkekeh menyaksikan momen Zanaya tengah berbincang dengan Jack disana, menurut mereka itu sangat lucu dan menggemaskan.
"Kamu sekarang mau kemana?" tanya Jack lagi.
"Eee aku pengen ke kantin bareng mereka, kenapa ya?" jawab Zanaya pelan.
"Oalah, kebetulan aku sama teman-teman juga mau kesana. Kita bareng aja yuk!" ajak Jack.
"Hah? Ta-tapi..."
__ADS_1
"Boleh tuh kak, Zanaya juga pasti senang banget bisa bareng sama kak Jack!" sela Tika.
"Iya, daritadi aja Zanaya ngeliatin lu terus tau kak!" sahut Maria.
Sontak Zanaya langsung mencubit pinggang Maria.
"Awhh!! Kok lu cubit gue sih Zanaya?" protes Maria.
"Suruh siapa kamu gak bisa jaga mulut?! Ngapain coba kamu pake cerita-cerita ke kak Jack segala?" kesal Zanaya.
"Ya maaf, tapi kan yang gue bilang tuh benar Zanaya!" ucap Maria membela diri.
"Bener darimana? Aku tuh gak ngeliatin kak Jack ya, jangan nyebar fitnah deh!" ujar Zanaya.
"Ehem ehem.." tiba-tiba Jack berdehem dan membuat kedua gadis itu menoleh ke arahnya.
"Sudahlah, buat apa kalian berdebat kayak gini? Mending kita langsung ke kantin aja!" ucap Jack.
"Iya kak, tapi silahkan kalian duluan nanti kita nyusul!" ucap Zanaya memberi jalan.
"Kenapa gak bareng aja?" tanya Jack.
"Umm, lebih asyik kalau sama cewek-cewek aja kak," jawab Zanaya tampak gugup.
Kali ini Tika dan yang lainnya diam saja.
Zanaya hanya membalas senyum itu singkat.
•
•
Kini keempat gadis itu telah tiba di kantin, mereka duduk bersama-sama sembari menikmati makanan yang sudah datang.
"Eh Zan, kenapa sih tadi lu tolak ajakan kak Jack?" tanya Maria bingung.
"Iya, padahal jarang-jarang loh kak Jack ngajak cewek bareng kayak gitu," timpal Tika.
"Oh ya? Kenapa? Dia gak suka sama cewek apa gimana?" tanya Zanaya.
"Bukan gitu, tapi emang kak Jack ini tuh tipe cowok yang susah banget buat digaet. Selama ini dia belum pernah bersikap semanis tadi ke cewek-cewek di sekolah ini," jelas Tika.
"Emang dia tadi manis ya? Perasaan biasa aja deh, kalian lebay banget sih!" ucap Zanaya.
"Ish, itu udah manis banget tau! Belum pernah kak Jack kayak gitu, harusnya tadi lu terima ajakan dia bukan malah ditolak!" ucap Tika.
"Aku lebih suka makan bareng cewek-cewek dibanding cowok," ucap Zanaya singkat.
"Kenapa? Jangan bilang lu penyuka sesama jenis!" ucap Maria.
__ADS_1
"Hah? Ya enggak lah, masa iya aku suka sama cewek? Ngaco aja kamu mah!" sangkal Zanaya.
"Terus kenapa dong? Padahal kak Jack tuh ganteng banget loh, dia tipe cowok yang idaman banget tau!" ujar Tika.
"Betul tuh, kalo aku jadi kamu, pasti aku terima ajakan dia tadi!" sahut Mecca.
"Aku tapi gak tertarik sama dia, menurutku dia biasa aja. Entah mungkin karena aku emang baru lihat dia kali ya?" ucap Zanaya.
"Huh padahal mah aku akui Jack emang ganteng banget, tapi aku gak boleh dekat-dekat sama dia. Nanti yang ada kak Refal bisa ngamuk," batin Zanaya.
"Ah yakin biasa aja? Buktinya tadi lu gugup tuh pas di depan dia," goda Tika.
"Gugup karena Maria gak bisa jaga mulutnya, siapa coba yang gak gugup kalo kayak gitu?" ucap Zanaya.
"Hahaha, sorry Zanaya!" kekeh Maria.
"Oh ya, kamu udah pernah pacaran belum sih di Rusia? Atau mungkin malah kamu sekarang masih punya pacar," tanya Mecca.
"Aku emang pernah punya pacar, tapi sekarang udah enggak. Terus kenapa?" jawab Zanaya.
"Ya gapapa sih, kali aja kamu gak suka sama kak Jack karena kamu lagi jaga hati buat orang lain. Eh tapi nyatanya enggak," ujar Mecca.
"Aku kan udah bilang, aku gak tertarik sama dia. Mau dia seganteng apapun, kalau aku gak suka ya gak bakal bisa suka," ucap Zanaya.
"Iya sih, cewek cantik mah beda. Lo kalo mau cari cowok juga gampang, tinggal cap cip cup pasti dapet," ujar Tika.
"Gak gitu lah, emang kamu pikir aku ini apa?" ucap Zanaya.
"Bener kan? Lu itu cantik, spek idaman cowok-cowok lagi. Coba deh cowok mana coba yang gak suka sama cewek Rusia?" ucap Tika.
"Lebay kamu ah! Di Rusia aja banyak cewek jomblo kok," ucap Zanaya.
"Makanya suruh cowok-cowok indo pindah ke Rusia aja," saran Maria.
"Yeh jangan lah! Nanti gue bisa jadi perawan tau kalo kayak gitu," ujar Tika.
"Hahaha..." mereka kompak tertawa dan tak menyadari jika mereka tengah diperhatikan.
Ya dari meja yang tak jauh, tampak Jack serta teman-temannya tengah mengamati Zanaya dengan sorot mata penuh penasaran.
"Jack, lu gak pengen kejar tuh cewek?" tanya salah seorang teman Jack, sebut saja Bio.
"Gak dulu, gue masih mau tau sejauh apa dia berani tolak gue," jawab Jack tersenyum tipis.
Setelahnya, pria itu hanya terus memandangi wajah cantik Zanaya dari tempatnya duduk tanpa mau menghampirinya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1