
"Nih hp lu!" Refal menyerahkan ponsel itu kepada Zanaya dan seketika Zanaya tersenyum lebar.
"Makasih kak!" ucap Zanaya cukup senang.
"Eh eh, itu buka WhatsApp lu! Gue gak tahu password nya tadi, jadi gue belum sempat lihat," perintah Refal.
"Hah? Kakak mau apa buka-buka aplikasi chat aku ih?" tanya Zanaya tak suka.
"Ya gue pengen lihat chat lu sama si Jack itu, udah buruan buka ah!" titah Refal tegas.
"Gak mau kak! Ini privasi aku tau, kakak gak berhak tau!" kesal Zanaya.
"Lu berani nolak perintah gue? Mau gue hamilin sekarang juga lu, ha?" ancam Refal.
"Ih ancamannya itu terus! Iya iya ini aku buka aplikasinya," ucap Zanaya pasrah.
"Cepetan! Awas aja kalo lu hapus dulu tuh pesan, bener-bener gue hamilin juga lu!" kesal Refal.
"Gak aku hapus kak, lagian gak ada apa-apa kok. Percuma juga kakak lihat chattan aku, kosong isinya," ucap Zanaya.
"Udah gausah ngomong aja, cepet buka atau gue hamilin!" ucap Refal.
"Ck, hamilin hamilin hamilin terus! Gak bosen apa kakak ngomong begitu?" cibir Zanaya.
"Gue gak bercanda Zanaya, gue serius. Lo buruan buka tuh aplikasi atau gue perkosa lu sampe gak bisa jalan!" ucap Refal.
"Nah gitu dong, ancamannya diganti lagi yang lain. Bosen tau denger hamilin mulu," ucap Zanaya.
"Udah ah buruan buka! Bawel banget lu!" sentak Refal terlihat emosi.
"Iya iya.." Zanaya pasrah saja, ia membuka aplikasi chat miliknya dan menyerahkan ponselnya kepada Refal sesuai permintaan pria itu.
Tanpa menunggu lama, Refal langsung memeriksa isi pesan di ponsel milik adiknya.
Pria itu terkejut melihat pesan-pesan yang dikirim Jack ke nomor sang adik sejak siang tadi.
Melihat ekspresi Refal yang berubah, sontak Zanaya merasa heran.
"Ada apa kak? Kenapa kakak lirik aku kayak gitu? Emang ada yang salah ya dari isi pesan kak Jack ke aku?" tanya Zanaya.
"Pake nanya lagi, jelas lah ini semua salah! Gue gak terima si Jack berani goda lu kayak gini, kurang ajar tuh orang!" geram Refal.
"Tenang kak!" pinta Zanaya.
"Gimana gue bisa tenang? Biar aja besok gue tegur langsung tuh orang, sekarang gue minta lu blok nomor dia atau mau gue aja yang blok!" ucap Refal.
__ADS_1
"Jangan dong kak! Aku perlu tau nomornya kak Jack buat kalau ada info atau apa," ucap Zanaya.
"Halah gak penting! Gue blok juga nih nomor dia, supaya dia gak bisa godain lu lagi kayak tadi!" ucap Refal tak main-main.
"Ish, kakak tuh kenapa sih begitu banget? Kak Jack gak salah kak, jangan diblok dong nomornya nanti aku gak enak!" ucap Zanaya.
"Bodoamat! Udah lu diem aja deh!" bentak Refal.
Akhirnya Refal memblokir nomor Jack di ponsel Zanaya sesuai perkataannya.
"Gue udah blokir nomornya, awas ya kalo lu buka blokiran ini tanpa seizin gue! Gue gak bakal kasih ampun!" tegas Refal.
Zanaya hanya diam, Refal mengembalikan ponselnya kepada gadis itu dan meminum es cappucino yang sudah disiapkan sang adik.
"Kak, gimana kalau kak Jack besok nanya ke aku soal ini?" tanya Zanaya.
"Bilang aja kalo lu gak mau dia ganggu lu lagi, pokoknya lu jangan dekat-dekat sama siapapun terutama si Jack! Sekali lagi gue lihat kalian dekat, gue gak akan segan-segan buat hukum lu!" ucap Refal dengan tegas.
Zanaya menelan saliva nya secara susah payah, ancaman sang kakak memang betul-betul membuatnya cemas dan panik.
•
•
Tanpa sadar, Refal menyusup masuk ke kamar Zanaya secara diam-diam. Ia membuka pintu perlahan dan mulai melangkahkan kakinya.
Ceklek
"Kayaknya Zanaya udah tidur pulas, gue gak mungkin ketahuan sama dia!" lirih Refal.
Ia mendekati tubuh Zanaya yang sedang tertidur pulas itu, lalu duduk di sampingnya sambil menyentuh tubuhnya perlahan.
"Zanaya, lu benar-benar cantik banget! Lagi tidur aja tetap bikin gue bergairah," ucap Refal.
Refal terus mengusap tubuh Zanaya dengan lembut, memajukan wajahnya dan memberi kecupan manis di pipi gadis itu.
Cup!
Zanaya bergerak gelisah, ia merasakan tubuhnya disentuh oleh sesuatu dan ia merasa risih. Namun, ia menganggap itu hanyalah mimpi semata.
"Kalo gue bisa milikin lu, pasti gue bakal jadi pria yang paling bahagia di dunia!" ucap Refal.
"Gue mau lu nikah sama gue Zanaya, terus mengandung anak gue!" lanjutnya.
Pria itu semakin mendekat, mendekap tubuh Zanaya dari samping sembari mengusap rambut serta wajah gadis manis itu.
__ADS_1
"Gue sayang sama lu Zanaya!" ucap Refal yang sudah mulai menciumi tubuh adiknya.
Keluh Zanaya saat tangan nakal Refal mulai menjamah bagian tubuh atasnya.
"Yeah, nikmati baby! Gue yakin alam bawah sadar lu bisa ngerasain ini, gue suka suara lu!" ucap Refal sensual di telinga sang adik.
Refal makin menjadi-jadi, kini ia membenamkan kepalanya di leher jenjang Zanaya dan menyesap kulit mulus gadis itu sampai meninggalkan beberapa jejak berwarna merah.
Zanaya mulai gelisah dan tidak bisa tidur tenang akibat perlakuan Refal.
Refal tak perduli, ia terus melakukan apa yang ia ingin lakukan pada tubuh gadis itu. Ia tekan dan mainkan puncak gunung kembar Zanaya dari balik baju tidur yang dikenakannya.
Jangan lupa mulutnya juga masih terus bermain di leher mulus sang adik, tak terhitung berapa banyak tanda yang ia tinggalkan disana.
"Haaahhh sangat nikmat sayang!" ujar Refal.
Zanaya akhirnya membuka mata setelah dirasa ada yang tidak beres.
Gadis itu menoleh ke belakang, betapa terkejutnya ia melihat Refal terbaring disana dengan dua tangan berada tepat di bukit kembar.
"Akh! Kakak apa-apaan sih? Lepasin kak, jangan begini aku gak mau!" panik Zanaya.
"Nikmati aja Zanaya, kamu gausah sok nolak deh! Daritadi tubuh kamu merespon baik kok tindakan aku, jadi diam ya sayang!" ucap Refal sensual.
"Enggak kak, aku gak mau!" sentak Zanaya.
"Diam Zanaya! Gue cuma mau pegang punya lu yang bulat ini, sekalian juga gue pengen nen. Lo harus nurut sama gue!" ucap Refal.
"Ih kak, aku mau tidur tau. Aku ngantuk kak ini masih tengah malam," kesal Zanaya.
"Lo gak boleh nolak permintaan gue, atau gue bakal bikin lu menyesal seumur hidup lu!" ancam Refal.
"Akh jangan kak!" Zanaya memekik keras saat Refal menekan bukit kembarnya cukup kuat.
"Hahaha, kenyal banget ini Zanaya. Lo gak pake anu ya?" ucap Refal cukup gembira.
"Uhh iya kak enggak, setiap tidur kak aku selalu begitu. Udah ya kak aku mau lanjut tidur, ngantuk tau!" ucap Zanaya memelas.
"Diam sayang! Gue buka bajunya ya? Lo tidur aja kalo ngantuk, biarin gue main sama benda kenyal ini!" ucap Refal menyeringai.
Zanaya hanya bisa pasrah dengan perlakuan kakaknya, melawan pun percuma karena ia tak memiliki tenaga yang setara.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1