
Bughh
Bukannya menjawab, Refal justru melayangkan pukulan keras ke wajah Jack. Tak sempat menghindar, akhirnya Jack terdorong ke belakang.
"Lo lancang banget ya jadi orang! Berani banget lu bilang gitu di depan gue!" geram Refal.
"Tahan bang, gue gak pengen ribut! Semuanya bisa dibicarakan baik-baik," pinta Jack.
"Halah berisik lu!" Refal yang emosi langsung menarik kerah baju Jack dan memukul wajahnya.
Bughh
Sangking kerasnya pukulan itu, Jack sampai tersungkur di tanah dan bunga yang ia bawa terjatuh dari genggamannya.
"Ayo bangun, lawan gue!" sentak Refal.
"Akh!" Jack memekik sakit memegangi wajahnya yang terluka akibat pukulan itu.
"Lo bilang lu suka sama Zanaya, tapi lu lemah kayak gini! Ayo bangun pengecut!" teriak Refal.
"Bang, udah bang cukup!" mohon Jack.
Refal tetaplah Refal, ia tidak mau mendengar ucapan Jack dan terus melangkah mendekati pria yang tengah tersungkur itu.
Refal kembali meraih kerah baju Jack dan menunjuk ke wajahnya dengan tatapan emosional serta menahan emosi.
"Heh! Dengar ya, sekali lagi gue lihat lu datang kesini, gue gak akan ampuni lu!" ucap Refal.
"Sorry bang, tapi gue bakal tetap cari tau tentang Zanaya sampai gue dapat infonya!" tegas Jack.
Bughh
Dan kali ini giliran Jack yang menendang tubuh Refal sampai terjengkang ke belakang.
Jack pun bangkit dari posisinya dan menghampiri Refal yang terjatuh disana.
"Gue udah bilang bang, gue gak mau ribut. Tapi lu malah maksa gue, yaudah gue juga terpaksa untuk ladenin lu," ucap Jack.
Refal tersenyum tipis sembari memegangi dadanya dan kembali berdiri dengan tegak.
"Ohh, hahaha... akhirnya lu mau lawan gue Jack? Ya baguslah, jadi lu bukan pengecut yang bisanya cuma diam dan gak mampu lawan gue. Tapi biar begitu, lu gak akan bisa kalahin gue!" ucap Refal.
"Kita sudahi aja semuanya disini bang, jangan sampai ada korban diantara kita! Tolong lu dengerin gue kali ini!" pinta Jack.
"Cih, gue kira lu punya nyali tapi nyatanya lu emang pengecut! Ayo lawan gue Jack, jangan sampe gue bikin lu babak belur disini!" tantang Refal.
"Gue gak mau terusin ini bang, karena kalo gue udah berantem, gue gak bisa berhenti sebelum salah satu dari kita mengaku kalah," ucap Jack.
__ADS_1
"Itu bagus, ayo kita bertarung sampai salah satu diantara kita mati! Lo atau gue yang kalah, cepat Jack!" sentak Refal.
Jack menggeleng pelan, ia tidak mau itu semua terjadi.
"Gak bang, jangan kayak gitu! Zanaya masih butuh lu, ayolah bang kita berdamai aja dan jangan kayak gini!" ucap Jack.
"Berdamai? Gak ada kata itu di kamus gue, pantang buat gue berdamai sama orang kayak lu yang gak tahu diri!" ucap Refal tegas.
Jack menggeleng keheranan, ia sungguh bingung harus bagaimana lagi menghadapi Refal.
Tanpa aba-aba, Refal pun maju dengan cepat menyerang Jack secara membabi buta.
Jack yang tak siap sedikit terkejut, namun akhirnya ia bisa menghalau setiap pukulan Refal.
Perkelahian pun tak bisa dihindarkan, keduanya saling menyerang satu sama lain.
Orang-orang yang kebetulan lewat di depan sana tak sengaja melihat perkelahian itu, mereka sontak mendekat dan memisahkan Refal serta Jack.
"Hey berhenti, jangan berkelahi!" teriaknya.
Mereka memegangi tubuh Refal dan Jack agar tidak kembali saling menyerang itu, tampak Refal masih sangat emosi dan ingin terus berkelahi.
"Lepasin, kalian gausah ikut campur! Ini urusan gue sama cowok gak tahu diri itu," sentak Refal.
"Sudah Refal, kalau kamu begini terus nanti kami akan bawa kalian ke pak RT!" ancam warga itu.
•
•
Selang beberapa hari setelah perisitiwa itu, Refal tengah asyik duduk di sofa sembari menonton tv dan menikmati cemilan.
Tak lama, Zanaya muncul menghampiri pria itu dan duduk di sampingnya. Ia sentuh perlahan pundak Refal sambil tersenyum manis.
"Kak, anak kita kepengen makan tomyam. Kamu mau beliin gak?" ucap Zanaya dengan manja.
"Hah? Lu lagi ngidam nih ceritanya?" tanya Refal sedikit terkejut.
Zanaya mengangguk dengan senyum manisnya.
"Gue beliin nanti, lu pengen ikut atau nunggu disini aja?" ujar Refal.
"Nunggu aja, kalo ikut nanti aku malah kecapekan," ucap Zanaya.
"Yaudah, nih sekarang lu makan ini dulu buat ganjel perut!" ucap Refal menyodorkan cemilannya kepada sang adik.
Zanaya dengan senang hati mengambilnya dan memakannya cukup banyak.
__ADS_1
"Mmhhh enak, omong-omong hari ini aku gak belajar privat kan kak? Soalnya aku lagi males banget nih," ucap Zanaya.
"Iya, kemarin kan si Ilham tuh udah bilang kalo hari ini lu libur. Lagian lu baru belajar beberapa hari udah bosen aja, bukannya katanya si Ilham ganteng ya?" ujar Refal.
"Lebih ganteng kamu sih kak," ucap Zanaya.
"Hilih gombal, tapi gapapa deh gue suka digombalin sama lu. Apalagi lu kan jarang banget gombalin gue," ucap Refal.
"Ahaha, terus mama papa kapan sih mau pulang kak? Aku udah kangen tau sama mereka, aku pengen ketemu mereka," ucap Zanaya.
"Yakin? Kalau mereka tahu tentang kehamilan lu gimana? Lu gak takut?" tanya Refal.
"Ya jangan sampai tau dong kak, kan bisa ditutupin biar gak ketahuan. Aku juga gak mau kali dimarahin sama mereka," jawab Zanaya.
"Mau ditutupin sampe kapan? Toh nanti perut lu bakal besar juga, pasti mereka bakal tahu kalau lu hamil," ucap Refal.
Zanaya terdiam beberapa saat memikirkan perkataan Refal.
"Kakak bener juga, nanti kan perut aku bisa jadi besar dan mama sama papa bakal tahu deh kalau aku lagi hamil. Terus gimana ya ini kak? Kakak ada saran gak?" ucap Zanaya.
"Gue sih belum kepikiran ya, tapi kalo udah terlanjur ketahuan ya terpaksa kita ngaku yang sebenarnya terjadi ke mereka," ucap Refal.
"Itu sih emang harus kakak lakuin, kan kakak sendiri yang bilang mau tanggung jawab kalau aku hamil. Jadi, kakak juga harus mau akuin anak ini di depan papa maupun mama," ucap Zanaya.
"Iya Zanaya, lu tenang aja ya! Gue gak mungkin lupa sama kata-kata gue," ucap Refal santai.
"Kalo gitu aku mau ke kamar lagi deh, jangan lupa tomyam nya ya!" ucap Zanaya.
Refal hanya mengangguk pelan, Zanaya pun beranjak dari tempatnya lalu berniat kembali ke kamar untuk beristirahat.
Namun, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari arah luar yang menghentikan langkah kaki Zanaya.
TOK TOK TOK...
"Kak, siapa itu ya?" tanya Zanaya penasaran.
"Gak tahu, coba deh lu buka sana!" suruh Refal.
"Iya kak," Zanaya menurut dan melangkah ke depan untuk mengecek siapa yang datang.
Ceklek
Zanaya membuka pintu, ia langsung terkejut melihat kedua orangtuanya berdiri disana.
"Halo Zanaya sayang!" sapa sang mama penuh semangat.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...