
Refal menggeleng sambil tersenyum, ia merapatkan tubuh mereka da memeluk gadis itu sembari mengecup pipinya.
Cup!
"Lo jangan marah! Gue keluar malam tuh karena ada urusan penting Zanaya," ucap Refal.
"Urusan apa?" tanya Zanaya penasaran.
"Ya ada deh, pokoknya penting dan lu gak perlu tau. Eh ya, papa sama mama mana? Kok daritadi gue gak ngeliat mereka sih?" ucap Refal.
"Tadi sih papa mama udah ke kamar, kalau aku masih mau nunggu kakak," ucap Zanaya.
"Cie, perhatian banget sih lu sama gue. Sesayang itu ya?" goda Refal.
"Mau gimana lagi? Aku kan sekarang lagi ngandung anak kamu, jadi mungkin ini bawaan bayi kak," ucap Zanaya.
"Oh iya ya, gue jadi gak sabar pengen cepat-cepat lihat anak gue ini lahir," ucap Refal sembari mengusap perut sang adik.
"Hm, yakin nih mau cepat-cepat lahir? Emang gak takut dimarahin sama mama papa?" ujar Zanaya.
"Buat apa takut? Berani berbuat berarti gue juga harus berani tanggung jawab dong," ucap Refal.
"Kamu serius ngomong gitu? Aku senang kalau emang kamu benar-benar serius sama aku kak," ucap Zanaya tersenyum lebar.
Refal menarik tubuh Zanaya dan membawanya ke dalam dekapan erat yang menghangatkan.
"Gue gak pernah seserius ini sama perempuan, Zanaya. Cuma lu satu-satunya cewek yang gue sayangi dengan tulus, percaya sama gue!" ucap Refal tegas.
"Iya iya, aku percaya kok sama kakak. Tapi tolong jangan kecewain aku ya!" ucap Zanaya.
"Gak akan," singkat Refal.
Mereka pun berpelukan mesra disana sambil sesekali saling memagut bibir.
Sepuluh menit mereka berpagutan dan bertukar saliva satu sama lain, kini Refal pun menyudahi aktivitas mereka dengan senyum di wajahnya.
"Lu selalu manis, gue gak pernah bosan sama bibir lu," puji Refal.
"Iya kak, aku sengaja supaya kakak suka sama bibir aku," ucap Zanaya pelan.
"Oh gitu mainnya, berarti boleh dong kalo gue cium lu terus tiap hari?" tanya Refal.
Zanaya menganggukkan kepalanya perlahan, tak terbayangkan seperti apa merahnya kedua pipi gadis itu saat ini.
"Okay, sekarang lu ke kamar gih terus tidur! Ini udah malam tau waktunya tidur," suruh Refal.
"Kakak gak minta jatah dulu? Aku kepengen tau kak," ucap Zanaya.
__ADS_1
"Hah?" Refal benar-benar kaget, baru kali ini ia mendengar Zanaya meminta seperti itu.
"Ini gue gak salah dengar? Lu pengen main sama gue?" tanya Refal memastikan.
"Gak tahu nih kak, kayaknya sejak hamil hormon aku jadi makin naik deh. Makanya aku kepengen terus," jawab Zanaya.
"Iya sih wajar, jadi lu mau nih main dulu sebelum tidur?" ujar Refal.
Zanaya mengangguk perlahan, mencoba menahan rasa malunya setelah apa yang ia katakan pada Refal tadi.
"Yaudah, yuk langsung kita ke kamar!" ajak Refal.
Zanaya tersenyum dan memeluk Refal dengan erat, membuat pria itu terkejut sekaligus heran mengapa Zanaya memeluknya.
"Eh eh, lu ngapain sih peluk gue kayak gini? Katanya mau main, ayo ke kamar!" ucap Refal.
"Gendong kak, aku males jalan tau. Aku juga pengen rasain digendong kakak," ucap Zanaya manja.
"Hadeh, adik gue yang cantik ini manja banget sih? Gue jadi gak sabar pengen main sama lu di kamar sampe pagi," ucap Refal.
"Jangan sampe pagi juga kali kak! Nanti yang ada tubuh aku remuk semua," ucap Zanaya.
"Hahaha, iya sih. Lagian lu kan juga lagi hamil, gak mungkin gue main lama-lama. Kasihan calon anak di rahim lu ini," kekeh Refal.
"Apa?" keduanya tersentak kaget mendengar suara tersebut.
•
•
Disisi lain, Suci keluar dari rumahnya dengan tampilan cantik dan wangi sehabis bermain dengan Refal tadi.
Ia dikejutkan dengan kehadiran Jack di depannya yang memandang ke arahnya sangat tajam seolah hendak membunuhnya.
"Haish, lu ngagetin gue aja sih Jack! Mau apa lu datang kesini? Minta jatah? Bayar!" ucap Suci.
"Gak lah, gue bukan tipe cowok yang suka jajan cewek sembarangan. Gue kesini karena gue mau tanya soal misi yang gue kasih ke lu buat godain bang Refal," ucap Jack.
"Ohh, barusan aja tadi dia abis dari sini main sama gue. Lu telat sih dateng nya," ucap Suci.
"Hah? Terus lu ngapa gak kabarin gue sih? Lu rekam gak tadi?" ujar Jack.
"Tenang aja, kan di kamar gue udah dipasang kamera tersembunyi," ucap Suci.
"Bagus deh, mana coba gue mau lihat rekamannya!" pinta Jack.
"Ih mau ngapain lu? Pengen jadiin bahan ngocok ya?" tanya Suci.
__ADS_1
"Ngapain amat? Gak sudi kali gue pake permainan orang buat bahan, lebih enak main sendiri daripada cuma ngeliatin," ucap Jack.
"Ya terus lu mau apa?" tanya Suci.
"Gue pengen pindahin rekaman itu ke hp gue, terus gue kirim ke Zanaya. Supaya Zanaya bisa tau kelakuan busuk abangnya di luar rumah," jawab Jack.
"Lo kejam banget ya Jack? Ngerusak hubungan orang cuma demi dapetin wanita yang lu cintai," ucap Suci menggeleng heran.
"Udah deh gausah banyak omong, cepet lu ambil tuh kamera dan bawa ke gue!" sentak Jack.
Suci mengernyit dengan seringai kecilnya.
"Nanti dulu Jack, kamu jangan lupa sama janji kamu! Dimana uangnya? Aku udah lakuin tugas dengan baik loh tadi," ucap Suci.
Jack menghela nafas mendengar ucapan Suci, lagi-lagi ia harus mengeluarkan uang cukup banyak untuk membayar sepupunya itu.
"Lu gak perlu khawatir Suci, gue bakal bayar lu setelah lu kasih kamera itu ke gue," ucap Jack.
"Kameranya ada di dalam, dan cuma bisa gue kasih ke lu setelah lu bayar gue. Enak aja mau ambil kameranya gitu aja," ucap Suci.
"Haish, lu susah amat sih dikasih taunya. Gue janji gue bakal bayar, udah gue bawa kok uangnya nih!" ucap Jack.
"Yaudah, mana sini kasih ke gue?!" pinta Suci.
Jack yang kesal akhirnya merogoh saku celana dan mengambil sejumlah uang dari dalam sana.
"Ini uangnya," ucap Jack menyerahkan uang pada Suci dengan wajah jengkel.
"Nah gitu kek daritadi, ribet amat!" ucap Suci.
"Sekarang mana kameranya? Cepet ambil, gue udah gak sabar pengen kasih lihat tuh video ke Zanaya!" sentak Jack.
"Sebentar dong, gue mau hitung dulu uangnya pas apa enggak sesuai janji lu," ucap Suci tersenyum.
"Kelamaan, itu udah pasti pas kok. Lagian ngitungnya kan juga bisa nanti, sekarang lu ambil dulu dong kameranya!" ucap Jack.
"Ngapain sih buru-buru amat? Santai aja kali, emang lu mau kemana?" heran Suci.
"Gue gak ada waktu lama-lama disini, takut nanti ada yang lihat," jawab Jack.
"Huft, yaudah tunggu disini gue mau ambil kameranya di dalam!" ujar Suci.
Jack mengangguk menurut dan duduk di kursi depan rumah gadis itu, sedangkan Suci sudah melangkah masuk ke dalam rumahnya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1