
Ciiitttt
Refal terpaksa menginjak rem secara mendadak begitu ada sebuah mobil yang menyalipnya dan berhenti tiba-tiba di depannya.
Hampir saja mobil Refal menabrak mobil itu, untungnya ia masih cekatan menginjak rem sehingga tabrakan bisa terhindari.
Namun, tentunya Refal merasa syok dan tak tenang akibat kejadian itu. Ia kesal dengan pemilik mobil yang menyalip seenaknya saja.
"Sial! Mobil siapa sih itu? Sembarangan aja main nyalip dan berhenti!" kesal Refal.
Tak lama kemudian, seorang wanita keluar dari dalam mobil itu. Mata Refal terbelalak menangkap sosok sang mantan yang berdiri disana.
"Hah? Angie??" kaget Refal.
Ya wanita itu ialah Angie, mantan kekasih Refal yang baru beberapa hari lalu diputusin oleh Refal hanya karena Refal menginginkan Zanaya.
"Refal, keluar kamu! Aku mau bicara empat mata sama kamu!" pinta Angie.
Refal pun membuka kaca mobilnya, menatap wajah Angie sambil tersenyum seolah tak terjadi apapun diantara mereka.
"Ada apa Angie, mantanku yang paling cantik dan seksi?" tanya Refal ramah.
"Turun kamu! Ayo ikut aku dan kita bicara berdua!" tegas Angie.
"Mau bicara soal apa? Aku sama kamu udah gak ada hubungan apa-apa lagi ya," ucap Refal.
"Aku ngerti, tapi ini soal penting. Jadi, kamu harus ikut aku sekarang!" ucap Angie.
"Okay, kali ini aku nurut sama kamu. Tapi, awas aja kalau pembicaraannya gak penting!" ujar Refal.
"Udah buruan turun, terus kita pergi pake mobil aku!" ucap Angie.
"Gausah, aku pake mobil aku aja. Nanti aku bakal ikutin kamu dari belakang," ucap Refal.
"Aku gak percaya sama kamu, bisa aja kan kamu kabur dari aku," ucap Angie.
"Enggak sayang, kamu kenapa jadi gak percayaan gini sih sama aku?" ucap Refal.
"Sejak kejadian hari itu, aku udah gak bisa percaya lagi sama kamu Refal!" ucap Angie.
"Why? Aku emang udah gak ada rasa sama kamu, jadi aku minta putus. Wajar kan?" ucap Refal.
"Iya, tapi setelah apa yang kita lakuin selama ini. Seenaknya aja kamu minta putus dari aku, kamu mikir gak sih Refal?! Aku rela loh lakuin apa aja buat kamu," kesal Angie.
"Itu gak perlu diungkit-ungkit lagi Angie, semuanya udah berlalu. Sekarang kamu mau ngobrol apa? Cepat aku gak punya banyak waktu!" ucap Refal.
"Ikut aku!" perintah Angie.
__ADS_1
Refal menghela nafasnya, Angie memang tipe wanita yang sulit dibantah.
"Okay, aku ikut kamu Angie!" ucap Refal pasrah.
Akhirnya mau tidak mau Refal terpaksa turun dari mobilnya dan mengikuti Angie pergi dari tempat itu dengan mobil milik si wanita.
Tak lama, mereka sampai di sebuah taman yang dulu sering dijadikan tempat mereka untuk mengobrol atau melakukan hal lainnya.
"Kamu kenapa ajak aku kesini?" tanya Refal heran.
"Gapapa, cuma mau mengenang masa-masa indah kita dulu. Udah yuk kita duduk!" jawab Angie.
"Ya iya deh," singkat Refal menurut.
Keduanya pun duduk berdampingan pada sebuah kursi panjang yang tersedia, di kursi itu juga mereka biasa duduk sebelumnya.
"Refal, kamu itu sebenarnya kenapa sih mutusin aku? Kasih aku alasan yang jelas dong! Aku gak bisa diputusin kayak gini aja, ayolah kamu jelasin ke aku!" ucap Angie.
"Kan aku udah bilang sama kamu, aku gak ada rasa lagi ke kamu Angie. Gimana bisa aku terusin hubungan kita?" ucap Refal.
"Itu alasan klasik, bilang aja kamu udah punya wanita lain kan!" sentak Angie.
"Ya itu memang benar, aku baru ketemu sama perempuan yang bisa bikin aku nyaman dibanding kamu," ucap Refal.
Angie menggeleng pelan, air matanya menetes membasahi kedua pipi.
•
•
Zanaya pun berniat menaiki taksi untuk pulang ke rumah dengan sisa ongkos miliknya.
Namun, tanpa diduga Jack datang mendekatinya dan mencekal lengannya begitu saja.
Awalnya Zanaya panik dan hendak memukul pria itu, tetapi ia merasa lega setelah mengetahui Jack lah yang memegang tangannya.
"Tenang Zanaya! Ini aku Jack," ucap Jack.
"Huh iya kak, maaf ya abisnya kamu ngagetin sih! Aku kira tadi orang jahat yang mau apa-apain aku," ucap Zanaya mengusap dadanya.
"Kamu mau kemana Zanaya? Kok gak tungguin kakak kamu disini?" tanya Jack.
"Eee iya hari ini kak Refal gak bisa jemput aku, dia ada urusan penting katanya," jawab Zanaya.
"Oalah, terus kamu mau pulang naik apa? Aku antar pulang aja gimana? Gratis kok, kamu gak perlu bayar ke aku," ucap Jack tersenyum.
"Gausah kak, aku bisa pulang naik taksi kok. Lagian aku juga gak mau ngerepotin kamu," tolak Zanaya.
__ADS_1
"Enggak lah, masa ngerepotin sih? Aku ikhlas antar kamu pulang Zanaya, dan aku malah senang tau kalau kamu mau terima tawaran aku," bujuk Jack.
"Kamu yakin kak? Emang kamu gak sibuk atau ada urusan gitu?" tanya Zanaya.
"Gak ada kok, aku free hari ini. Aku bisa antar kamu pulang ke rumah, bahkan sampai ajak kamu makan siang dulu," jawab Jack.
"Eh gak perlu kak, aku masih kenyang kok. Aku mau makan aja di rumah nanti," ucap Zanaya.
"Okay, berarti aku antar aja sampe ke rumah ya? Kamu mau kan?" ucap Jack.
"I-i-iya kak, aku mau kok kalau emang gak ngerepotin. Tapi, kamu abis anterin aku langsung pulang ya!" pinta Zanaya.
"Loh kenapa? Aku gak diizinin buat mampir dulu gitu?" tanya Jack.
"Gak bisa kak, soalnya aku kan sendirian nanti di rumah. Masa iya kita cuma berduaan aja? Nanti takut jadi bahan obrolan orang," jawab Zanaya.
"Oh iya, yaudah deh gak masalah. Yang penting aku bisa antar kamu pulang dan tahu dimana rumah kamu," ucap Jack.
"Kelihatannya kamu pengen banget tahu rumah aku, kenapa sih kak?" tanya Zanaya.
"Gapapa, cuma mau tau aja. Barangkali gak terlalu jauh dari rumah aku, jadinya kapan-kapan kita bisa berangkat bareng gitu ke sekolahnya," jawab Jack.
"Ah iya, terserah kamu aja deh," ucap Zanaya.
"Yaudah, kita ke parkiran dulu yuk! Motor aku masih disana, atau kamu mau tunggu disini aja?" ucap Jack.
"Aku ikut ke parkiran juga deh, gak enak lah masa nunggu disini," ucap Zanaya.
"Okay, yaudah yuk!" ajak Jack yang kembali menautkan tangannya pada pergelangan tangan Zanaya.
Tak ada penolakan dari gadis itu, karena ia juga merasa nyaman digandeng oleh Jack.
Singkat cerita, mereka sudah berboncengan dan melaju keluar dari tempat parkir.
Kebetulan sekali Tika serta Maria melihat mereka saat di depan gerbang, tentu saja keduanya kompak menggoda Zanaya yang tengah dibonceng oleh Jack.
"Ihiy cie cie Zanaya sama kak Jack cie!" goda Tika.
"Ih kalian cocok banget deh! Kenapa gak pacaran aja sih? Eh atau jangan-jangan malah jadian?" timpal Maria.
"Apa sih kalian?!" ucap Zanaya tersipu.
Jack tersenyum senang, ia memang sangat ingin memiliki kekasih seperti Zanaya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1