
"Aaahhhh Zanaya ahhhh teruuss enaakkk..."
Seperti biasa, Refal selalu melakukan aktivitas senam lima jari itu di kamarnya sambil menonton video dewasa bergenre brother sister.
Dan yang berada di dalam bayangannya adalah sosok Zanaya, adik tirinya yang cantik dan seksi itu.
Entah mengapa Refal tak bisa menghilangkan wajah gadis itu dari kepalanya, ia selalu saja terbayang akan senyum manis Zanaya.
"Aaarrgghh sampai! Zanayaaa!!" Refal menggeram cukup keras saat mencapai puncaknya.
Ia merasa lega dan terengah-engah, satu tangannya terjulur mengambil tisu untuk membersihkan area miliknya.
"Huh, hari-hari selalu begini! Kapan ya gue bisa bener-bener wujudin fantasi gue? Gue pengen banget lihat Zanaya ada di atas gue, terus goyang sambil sebut nama gue," gumam Refal.
"Uhh itu pasti bakalan enak banget!" sambungnya.
Refal melirik jam di dinding, ia terkejut karena waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore yang artinya Zanaya telah pulang sekolah.
"Waduh! Gue harus cepat-cepat jemput Zanaya nih, gue gak boleh bikin dia nunggu!" ujar Refal.
Dengan tergesa-gesa, Refal bangkit dari tempat tidurnya dan memakai celana serta mengambil jaket miliknya.
Ia pun pergi keluar kamar tanpa mematikan laptop yang masih memutar video dewasa dan kondisi ranjangnya yang acak-acakan serta dipenuhi bau bekas cairannya.
"Zanaya, pokoknya lu harus jadi milik gue! Dan gue pasti bakal bisa nikmatin tubuh lu! Lihat aja itu Zanaya, tunggu waktunya!" batin Refal.
•
•
Sementara itu, Zanaya tengah menunggu kedatangan sang kakak di halte depan sekolahnya.
Cukup lama ia menunggu, bahkan kondisi sekolah saat ini sudah mulai sepi dan hanya tersisa beberapa murid disana termasuk dirinya.
"Duh, kak Refal mana ya?" gumam Zanaya.
"Kira-kira kak Refal bakal datang jemput aku apa enggak ya? Aku kok ragu sih?" lanjutnya panik.
Tak lama kemudian, sebuah motor berhenti di depannya dan membunyikan klakson yang membuatnya terkejut.
Tin Tin...
"Hah siapa??" ucap Zanaya spontan.
Pemotor itu membuka helm dan menunjukkan wajahnya pada Zanaya, dia adalah Jack.
"Ahaha, hai Zanaya!" sapa Jack lembut.
"Kak Jack? Aku kira siapa," ucap Zanaya lega.
Jack tersenyum, lalu turun dari motornya menghampiri Zanaya.
"Kamu belum dijemput?" tanya Jack.
__ADS_1
"Iya kak, aku masih nunggu kakak aku nih. Udah hampir setengah jam aku nunggu, tapi dia belum datang juga," jawab Zanaya.
"Kasihan banget dong kamu! Mau bareng aku aja enggak? Biar aku antar kamu sampai ke rumah, mau kan?" tawar Jack.
Zanaya terkejut, ia syok sekaligus senang karena ini adalah yang ia inginkan.
Namun, seketika Zanaya teringat pada pesan Refal pagi tadi untuknya.
"Oh ya satu lagi, di sekolah nanti jangan genit-genit sama cowok lain! Lo cuma boleh deket sama gue, awas aja ya kalo ketahuan lu deketin cowok lain di sekolah lu!" ucap Refal.
Itulah kata-kata yang selalu membuat Zanaya ragu untuk berdekatan dengan Jack atau pria lainnya.
"Kenapa kamu diam? Mau gak?" tanya Jack lagi.
"Eee kayaknya gak perlu deh kak, aku mau tunggu kakak aku aja sampai datang. Makasih ya atas tawarannya!" jawab Zanaya.
"Oh gitu, yaudah gapapa. Tapi, aku temenin kamu disini sampai kakak kamu datang boleh kan? Aku takut aja terjadi sesuatu sama kamu," ucap Jack.
"Eh gausah kak, mending kamu langsung pulang aja sekarang!" tolak Zanaya.
"Duh, bisa gawat kalo kak Refal lihat aku lagi sama kak Jack!" batin Zanaya.
Jack pun menatap bingung ke wajah Zanaya.
"Kenapa Zanaya? Kamu gak suka ya kalau aku dekat-dekat sama kamu?" tanya Jack kecewa.
"Enggak, bukan gitu. Aku cuma gak mau ngerepotin kamu," jawab Zanaya.
Pria itu justru duduk di samping Zanaya saat ini.
"Aih mampus aku! Bisa kena hukuman ini mah dari kak Refal!" batin Zanaya.
•
•
Refal tiba di sekolah adiknya, matanya mengedar ke sekeliling mencari keberadaan sang adik di sekitar sana.
Ia amat terkejut ketika melihat Zanaya sedang duduk di halte bersama seorang pria, amarahnya pun memuncak disertai tangan terkepal.
"Sialan tuh anak! Baru sehari aja dia udah ngebantah gue!" geram Refal.
Refal langsung turun dari mobilnya, bergerak cepat menghampiri Zanaya dan Jack di halte dengan perasaan marah.
"Zanaya!" panggil Refal dengan lantang.
Seketika Zanaya menoleh, ia reflek bangkit dari duduknya dan menatap Refal dengan wajah ketakutan.
"Kak Refal?" ucapnya lirih.
Sementara Refal sudah berdiri tepat di hadapannya menatap penuh amarah.
"Sini kamu!" Refal langsung menarik lengan Zanaya dan membawa gadis itu ke dekatnya.
__ADS_1
"Kak, sakit!" keluh Zanaya.
"Diam!" bentak Refal.
Jack yang berada disana merasa bingung, ia tak mengerti mengapa Refal sampai semarah itu pada Zanaya saat ini.
"Eee ini kenapa ya bang? Kok Zanaya dikasarin kayak gitu?" tanya Jack.
"Lo gausah ikut campur! Ngapain lu sama adik gue, ha?" sentak Refal.
"Saya gak ngapa-ngapain kok bang, saya cuma temenin Zanaya sampai abang datang. Gak seharusnya abang kasarin Zanaya sampai kayak gitu," ucap Jack.
"Suka-suka gue dong, Zanaya ini adik gue! Gue bisa lakuin apapun ke dia!" ujar Refal.
"Iya bang, tapi gak gitu juga. Kasihan dong Zanaya nya!" ucap Jack.
"Lo tahu apa? Udah deh, lu mending pergi sana! Jangan sampai tangan gue yang kejam ini mukul muka lu sampe berdarah-darah!" geram Refal.
"Hah? Kak jangan kak! Kak Jack gak salah, dia cuma nemenin aku," rengek Zanaya.
"Kamu diam Zanaya!" bentak Refal yang membuat Zanaya ciut.
"Santai bang! Oke, saya bakal pergi. Tapi, tolong lepasin Zanaya ya bang, kasihan dia!" ucap Jack.
"Lu pergi aja dulu sana! Jangan bikin gue emosi!" ucap Refal.
"I-iya bang, saya pergi. Zanaya, aku duluan ya?" ucap Jack pamit.
"Gausah pake pamit segala, cepet pergi sana sebelum gue tambah emosi!" ujar Refal.
Jack mengangguk saja, kemudian melangkah menuju motornya. Ia sempat melirik ke arah Zanaya sekejap sebelum memutuskan pergi dengan motornya dari sana.
"Kak, kenapa kakak segitunya sih? Aku sama kak Jack itu gak ada apa-apa," ucap Zanaya.
"Lu udah berani ngomong ke gue pake nada tinggi? Kurang ajar banget lu, pasti gara-gara tuh cowok kan!" ujar Refal.
"Apa sih? Aku cuma protes ke kakak, karena kakak itu terlalu berlebihan. Kak Jack gak salah apa-apa, tapi kakak malah marahin dia!" ucap Zanaya.
"Kok lu lebih belain dia sih? Sebenarnya apa hubungan lu sama dia, ha?" tanya Refal.
"Gak ada, dia cuma kakak kelas aku. Tapi, kakak tadi udah berlebihan!" jawab Zanaya.
"Biarin, ini pelajaran buat lu supaya lu gak lagi dekat-dekat sama cowok! Ayo sekarang kita pulang, gue bakal hukum lu di rumah!" ujar Refal.
"Hukum apa lagi kak?" tanya Zanaya.
"Nanti lu juga tau," jawab Refal menyeringai.
Zanaya pun ketar-ketir, tangannya langsung ditarik paksa oleh Refal menuju ke dalam mobil.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1