
Ceklek
Pintu terbuka, Refal muncul dari dalam sana dan terlihat kaget saat melihat kehadiran sang mantan di hadapannya.
Ya wanita yang dilihat Jack tadi adalah Angie, mantan kekasih Refal. Wanita itu memang sengaja datang kesana untuk menggoda prianya.
"Hai Refal sayang! Apa kabar?" sapa Angie.
Refal terdiam sembari menatap tubuh Angie dari atas sampai bawah secara intens.
"Kamu ngapain kesini Angie?" tanya Refal.
"Mau ketemu kamu dong sayang, emang kamu gak kangen sama tubuh aku? Aku siap kok puasin kamu sampai kamu lemas," ucap Angie sensual.
Glek
Refal menelan saliva nya susah payah begitu mendengar jawaban Angie.
"Kamu jangan gila Angie! Aku udah gak mau begitu lagi sama kamu, jadi sekarang kamu pergi atau aku akan usir kamu secara paksa!" tegas Refal.
"Kamu kenapa kayak gini sih Refal? Bukannya dulu kamu suka banget main sama aku sampai lupa waktu?" heran Angie.
"Kita udah gak ada hubungan apa-apa lagi, seharusnya kamu sadar akan itu Angie bukannya malah godain aku begini!" ujar Refal.
"Aku cuma mau kita mengulang kejadian dulu Refal, aku rindu main di rumah kamu ini. Sekali ini aja ya sayang?" bujuk Angie.
"Jangan harap ya aku mau terima ajakan kamu Angie! Kamu pergi sekarang juga sebelum aku tambah emosi!" ucap Refal.
"Aku gak mau pergi sayang, niatku udah bulat mau main sama kamu dan kamu harus turutin kemauan aku itu," ucap Angie.
"Kalau kamu emang lagi kepengen, sana gih kamu cari aja laki-laki lain yang bisa kasih kepuasan sama kamu Angie!" usir Refal.
"Cuma kamu yang bisa puasin aku Refal dan begitupun sebaliknya, hanya aku yang bisa bikin kamu puas," ucap Angie.
"Gausah kepedean deh, aku tuh gak butuh kamu lagi Angie. Sekarang aku udah punya yang lain dan aku lebih puas main sama dia," ucap Refal.
"Kamu selalu bicara gitu, tapi kamu gak pernah mau kasih tau siapa wanita lain itu," ucap Angie.
"Itu karena kamu gak perlu tau tentang dia Angie, kamu hanya perlu menjauh dari hidup aku dan jangan pernah muncul lagi!" ucap Refal.
"Aku gak akan pernah bisa jauh dari kamu sayang, karena kamu cintaku," ucap Angie.
Refal berusaha menyingkirkan tangan Angie yang hendak menyentuhnya, ia sekarang sudah tidak mau lagi disentuh oleh wanita itu.
"Kak Refal!"
__ADS_1
Suara tersebut mengagetkan dirinya, ia menoleh dan melihat Zanaya berdiri di depannya sambil tersenyum bingung.
"Zanaya, iya kenapa? Ngapain kamu kesini?" tanya Refal dengan sedikit gugup.
"Kakak kok disini? Tadi katanya mau bikinin minum, pantes aku cari di dapur gak ada," ujar Zanaya.
"Eee iya, ini soalnya ada tamu. Tapi, minumannya udah jadi kok di dapur. Kalau kamu udah haus, langsung bawa aja ke kamar!" ucap Refal.
"Iya kak, tadi aku lihat sih. Terus tamu kakak ini kok gak diajak masuk?" heran Zanaya.
"Biarin aja, dia juga udah mau pulang kok. Lagian dia gak penting ada disini," ucap Refal.
"Kok kakak gitu? Emang perempuan ini siapanya kakak sih?" tanya Zanaya penasaran.
"Eee dia..."
"Kenalin, aku Angie pacarnya Refal yang paling cantik dan seksi. Maklum aja ya Zanaya, si Refal ini emang suka bercanda gitu," sela Angie mengenalkan diri di hadapan Zanaya.
Sontak Zanaya terkejut, ia melirik ke arah Refal seolah meminta pengakuan dari pria itu.
"Kamu apa-apaan sih? Jangan bikin pengakuan sendiri ya, kita udah bukan pacar lagi dan diantara kita udah gak ada apa-apa!" tegas Refal.
Angie hanya tersenyum sembari mengedipkan matanya dengan genit menatap Refal.
•
•
Entah mengapa Zanaya merasa cemburu dan tidak suka dengan pengakuan Angie, padahal selama ini Refal mengatakan dia sudah tidak memiliki pacar.
"Kok kak Refal tega ya bohongin aku? Dia bilang udah putus sama pacarnya, tapi tadi malah pacarnya itu nyamperin dia kesini dan ngenalin diri ke aku," gumam Zanaya.
TOK TOK TOK...
Tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu kamarnya, membuat lamunan Zanaya buyar dan langsung menatap ke arah pintu.
"Siapa ya?" tanya Zanaya dengan keras.
"Emangnya di rumah ini ada orang lagi selain kita?" ucap Refal dari luar sana.
"Oh iya, yaudah masuk aja kak!" suruh Zanaya.
"Okay!" Refal menurut dan membuka pintu.
Ceklek
__ADS_1
Tanpa basa-basi, pria itu pun menghampiri adiknya dan duduk di pinggir ranjang.
"Lu lagi mikirin apa?" tanya Refal.
Zanaya menggeleng sebagai jawaban, namun dari ekspresi wajahnya Refal sudah dapat mengetahui jika adiknya tengah memikirkan sesuatu.
"Lo gak perlu bohong Zanaya, gue tau lagi ada yang mengganjal pikiran lu," ujar Refal.
"Apa sih kak? Aku gak lagi mikirin apa-apa, aku cuma pengen menyendiri aja," ucap Zanaya.
"Gue gak percaya sama lu, bilang aja kali ada apa! Lu gak perlu malu kalo sama gue," ucap Refal.
"Iya sih, aku emang lagi mikirin soal kak Angie yang tadi datang kesini. Dia kan bilang kalau dia pacar kakak, tapi kenapa kakak malah bilangnya udah gak punya pacar?" ucap Zanaya.
"Ohh, jadi lu cemburu sama si Angie? Udah lu tenang aja sih, Angie tuh gak bener dia cuma masih terobsesi sama gue," ucap Refal.
"Halah bohong!" cibir Zanaya.
"Loh kok bohong sih? Gak bohong sayang, gue jujur kok sama lu. Lagian masa lu lebih percaya Angie daripada gue?" ujar Refal.
"Aku percaya kakak, tapi kakak jangan kecewain kepercayaan aku dong!" ucap Zanaya.
"Pasti, gue gak mungkin kecewain lu Zanaya. Sekarang gue pengen nen dong, dari siang kan gue gak bisa nen gara-gara ada temen lu," ucap Refal.
"Ih gak mau ah, ini udah malam kak aku mau tidur kan besok harus sekolah!" ucap Zanaya.
"Ya gapapa, lu tidur aja. Biar gue yang mainin tubuh lu, gampang kan?" ucap Refal.
"Gimana aku bisa tidur kalau digituin sama kakak? Sana ah kakak balik ke kamar aja!" usir Zanaya.
"Jahat banget gue diusir, jangan gitu dong sayang! Kita ini kan udah jadi sepasang kekasih, masa lu gak bolehin gue nen sama lu?" ucap Refal.
"Cukup ya kak, jangan jadiin aku bahan mesum kakak!" sentak Zanaya.
"Lo mulai berani lawan gue lagi nih? Apa karena ucapan Angie tadi? Dengar ya Zanaya, yang dibilang dia tuh semuanya gak benar!" ucap Refal.
"Iya aku tahu kak, lagian aku cuma gak pengen kakak mesum terus sama aku," ucap Zanaya.
Refal tetaplah Refal, ia tak perduli dengan apa yang dikatakan Zanaya dan terus memaksa adiknya itu untuk menuntaskan hasratnya.
Ya malam ini pun Zanaya lagi-lagi harus menjadi pemuas kakaknya, meski ia sudah berontak semaksimal mungkin tapi pada akhirnya ia pasrah menikmati semua permainan kakaknya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1