
Beberapa menit kemudian, mereka tiba di sebuah club malam yang cukup ramai dan terkenal di kota itu. Tampak orang-orang sudah berdatangan memasuki tempat tersebut.
"Nah, ini dia tempatnya. Kita masuk yuk! Teman gue yang punya pesta pasti udah nungguin di dalam," ucap Maria.
"Tunggu deh Mar, ini beneran aku boleh ikut gabung? Aku kan gak diundang," tanya Zanaya.
"Santai aja Zanaya, setiap tamu undangan boleh bawa pendamping kok. Makanya gue ajak lu," jawab Maria sambil tersenyum.
"Huh syukur lah!" ucap Zanaya lega.
Keduanya pun langsung melangkahkan kaki memasuki tempat itu, seketika Zanaya terperangah melihat suasana di dalam yang cukup ramai.
"Wah rame banget disini! Musiknya kenceng banget lagi," ucap Zanaya terheran-heran.
"Ya iya dong Zanaya, asyik kan? Gue jamin lu bakal betah deh disini!" ucap Maria.
Disaat Zanaya masih asyik menatap sekeliling, tiba-tiba seorang wanita datang menghampiri mereka dan menyapa Maria.
"Hai Maria!" panggil wanita itu.
"Eh Karin?" Maria menoleh lalu berpelukan sejenak dengan sahabatnya.
"Akhirnya lo datang juga, welcome Maria!" ucap wanita bernama Karin itu.
"Pasti gue datang lah, ini kan acara ultah lu. Btw selamat ulang tahun ya Karin! Semoga lu makin cantik dan apapun yang lu pengen tercapai di tahun ini!" ucap Maria.
"Aamiin, thanks banget ya Maria!" ucap Karin.
"Oh ya, kenalin ini teman gue dari Rusia, namanya Zanaya!" ucap Maria menunjuk Zanaya.
Karin menatap sekilas lalu tersenyum ke arah Zanaya dan mengenalkan diri.
"Halo Zanaya, salam kenal ya gue Karin!" sapa Karin sambil mengulurkan tangannya.
"Zanaya," lirih Zanaya.
Mereka pun berjabat tangan sebentar sebelum melangkah lebih dalam menuju tempat pesta.
Kini ketiganya sampai di salah satu meja yang masih kosong.
"Nah, kalian duduk aja dulu disini! Mau pada pesan apa? Tenang, semua yang ada disini gratis kok karena udah gue booking!" ucap Karin.
"Ah gue sih minuman yang biasa aja," ucap Maria.
"Terus teman lu?" tanya Karin menunjuk Zanaya.
"Eee aku samain aja sama Maria, soalnya aku gak ngerti menu-menu yang ada disini," jawab Zanaya gugup.
"Oh okay, sebentar ya gue panggil pelayan? Kalian duduk aja dulu gih! Nikmatin kuenya!" ucap Karin.
"Sip!" Maria mengangkat jempolnya, lalu duduk di kursi bersama Zanaya.
Zanaya terlihat masih asing dengan suasana baru di tempat itu, ia pun berusaha menyesuaikan diri meskipun rasanya cukup sulit.
"Lo kenapa Zanaya? Santai aja kali gausah tegang gitu!" ucap Maria menegur sohibnya.
__ADS_1
"Gak kok, aku gak tegang. Aku cuma mulai nyaman aja sama suara musik disini," elak Zanaya.
"Ohh, ya bagus dong. Nanti abis minum-minum kita joget bareng disana," ucap Maria.
"Aku ngikut kamu aja Mar," ucap Zanaya.
"Yaudah, nih kuenya makan dulu! Siapa tahu lu lapar gitu kan," gawat Maria.
Zanaya mengangguk dan mengambil kue di meja.
Tak lama kemudian, seorang pelayan datang membawakan botol serta gelas minuman yang dipesan Maria serta Zanaya tadi.
Karin juga ikut kembali bersama pelayan tersebut, ia tampak membawa dua botol di tangannya.
"Nah guys, nih minumannya udah sampai. Kalian pasti haus kan? Minum dulu dong biar enakan!" ucap Karin.
"Thank you Karin!" ucap Maria.
Tanpa basa-basi, Maria langsung menuang cukup banyak minuman tersebut ke kelasnya dan meminum dengan rakus.
Sementara Zanaya masih kebingungan, ia berpikir keras minuman apakah itu? Mengapa ia merasa asing saat melihatnya.
"Kenapa lu bengong aja Zanaya? Ayo minum dong, ini enak loh!" ujar Karin.
"Eh iya iya.." Zanaya menurut dan menuang sedikit minuman itu ke kelasnya.
Begitu ia hendak minum, suara teriakan lantang seorang pria membuatnya terkejut.
"ZANAYA!!"
"Kak Refal? Waduh gawat nih!" batin Zanaya.
•
•
Flashback
Setelah pamit pada adiknya dan pergi dengan mobilnya, Refal baru teringat kalau ia lupa membawa dompet miliknya.
Akhirnya Refal terpaksa memutar balik mobilnya dan kembali ke rumah untuk mengambil dompetnya yang tertinggal.
Namun, betapa terkejutnya Refal ketika melihat adiknya sudah berada di luar bersama seorang wanita dengan pakaian cukup terbuka.
"Itu siapa ya? Zanaya mau dibawa kemana sama dia?" gumam Refal.
Tampak juga di matanya, Zanaya masuk ke dalam mobil wanita itu dan pergi ke arah yang berlawanan dengannya.
"Gue harus ikutin mereka, berani banget tuh anak bohongin gue!" ucap Refal emosi.
"Awas aja lu Zanaya, gue gak akan ampuni lu kali ini!" geramnya.
Sambil memainkan persneling, Refal mulai melajukan mobilnya mengikuti mobil yang ditumpangi Zanaya itu dengan kecepatan sedang.
"Gue harus cari tau mereka mau kemana, tapi gue gak boleh ketahuan!" ucap Refal.
__ADS_1
Tak lama kemudian, mobil itu berhenti di depan sebuah club malam. Melihatnya saja sudah membuat Refal menggeleng emosi.
"Sial! Zanaya udah berani datang ke tempat kayak gini tanpa seizin gue?" Refal semakin emosi.
"Kayaknya gue emang terlalu lembek sama dia, jadinya dia anggap remeh sama ancaman gue. Lihat aja Zanaya, lu bakal gue hukum malam ini tanpa terkecuali! Dasar adik bakal!" ujar Refal.
Dengan mata kepalanya sendiri, Refal menyaksikan adiknya keluar dari mobil dan masuk ke tempat malam itu bersama temannya.
Refal sungguh emosi, ia menggeram dan berniat turun dari mobil mengejarnya. Namun, ponselnya berdering dan membatalkan niatnya.
"Aih, pake bunyi segala nih hp!" kesal Refal.
Akhirnya Refal memutuskan mengangkat telpon terlebih dulu, meski tangannya sudah gatal ingin segera menghampiri Zanaya.
📞"Halo! Ngapain sih lu telpon-telpon gue?!" geram Refal di dalam telpon.
📞"Yeh galak amat sih lu Fal! Gue cuma mau nanya lu lagi dimana sekarang! Jadi kesini apa kagak?" ujar Joko.
📞"Gue ada urusan dulu sebentar, nanti gue kabarin lagi. Udah ya bye!" ucap Refal.
Refal langsung mematikan telpon itu.
"Ganggu aja!" umpatnya kesal.
Tanpa menunggu lama lagi, Refal pun turun dari mobilnya. Ia melangkah cepat masuk ke dalam club malam tersebut dengan emosi yang meluap.
Saat di dalam, Refal mengedarkan pandangannya melihat ke sekeliling mencari keberadaan adiknya yang sudah masuk lebih dulu.
"Dimana Zanaya? Kok dia gak kelihatan sih?" gumamnya lirih.
"Ehem ehem, hai ganteng!" tiba-tiba ada seorang wanita seksi yang mendekatinya.
"Sendirian aja nih, mau aku temenin gak?" ucap wanita itu berusaha menggodanya.
"Heh! Lu pikir gue bakal tertarik sama perempuan murahan kayak lu?" ujar Refal.
"Ya jelas lah, nanti ya gue mau cari adik gue dulu. Lu tunggu aja disini!" sambungnya.
Wanita itu tersenyum lebar, begitupun dengan Refal yang menatapnya penuh gairah. Meski begitu, ia harus menahannya lebih dulu.
"Gue kesana dulu ya?" ucap Refal.
Setelahnya, Refal pun melangkah pergi meninggalkan wanita seksi itu.
Ia menemukan keberadaan Zanaya yang tengah duduk bersama dua orang wanita di dekatnya, dan yang membuatnya tambah kesal Zanaya berniat meminum minuman alkohol di meja.
"Apa-apaan ini? Kurang ajar Zanaya! Lu benar-benar bikin gue emosi, lihat aja gue langsung seret lu pulang ke rumah!" geram Refal.
"ZANAYA!!!"
Pria itu berteriak keras dan lantang, bahkan dentuman musik sampai kalah dengan suara lantang Refal itu.
Flashback end
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...