
Zanaya kesal dan akhirnya memilih untuk pergi.
"Eh mau pergi kemana?" ujar Refal menahan tangan adiknya.
"Aku mau nunggu di kamar aja, kalo gurunya udah datang suruh ke kamar aku ya kak!" ucap Zanaya.
"Heh! Gila kali lu ya mau berduaan di kamar sama guru privat lu itu?! Lu pengen bikin gue emosi?" geram Refal.
"Loh kenapa kak? Kan kakak sendiri yang bilang guru itu udah tua, gak masalah dong?" heran Zanaya.
"Tua sih tua, tapi tetep aja gak boleh. Yang namanya naf-su itu bakal selalu ada di setiap manusia sayang," ucap Refal.
"Huft, ribet amat sih!" kesal Zanaya.
Ting nong ting nong
Tak lama kemudian, bel rumah mereka berbunyi. Refal pun mengira yang datang adalah guru privat adiknya.
"Tuh guru lu dah datang, bukain gih!" suruh Refal.
"Iya kak," singkat Zanaya.
Gadis itu menurut dan melangkah keluar menemui tamu yang datang.
Ceklek
Ia membuka pintu, namun yang dilihatnya bukanlah guru tua seperti yang kakaknya bilang tadi, melainkan seorang pemuda tampan.
"Selamat pagi! Apa benar ini rumah Zanaya Zenechka?" ucap pria itu.
Zanaya masih terperangah dibuatnya, ia tak percaya jika bisa bertemu sosok lelaki sempurna seperti yang ada di hadapannya kini.
Sementara pria itu pun terlihat bingung dan heran, ia mengipas-ngipas tangannya di depan wajah Zanaya bermaksud menegurnya.
"Eee mbak? Halo!" ucap pria itu.
"Eh iya iya, cari siapa ya?" ucap Zanaya spontan.
"Saya lagi cari rumahnya Zanaya Zenechka, apa benar ini rumah dia?" ucap pria itu.
"Ah iya, betul kok. Itu saya sendiri," ucap Zanaya.
"Oh ya? Kalau gitu kenalkan, saya Ilham dan saya diperintahkan papa saya untuk menggantikan dia yang sedang sakit. Sebelumnya pak Refal menemui papa saya dan meminta beliau mengajarkan adiknya," jelas pria itu.
"Ohh, jadi nama kamu Ilham? Berarti kamu dong yang bakal ngajar aku hari ini?" tanya Zanaya.
"I-i-iya mbak, salam kenal ya! Semoga mbak bisa nyaman belajar sama saya!" jawab Ilham.
__ADS_1
"Pasti dong saya nyaman, tapi kamu bisa kan ngajarnya?" ucap Zanaya.
"Insyaallah bisa, kebetulan saya juga sudah lulus S2 dan cita-cita saya menjadi guru," ucap Ilham.
"Waw keren! Yaudah, masuk aja yuk! Kita belajarnya di dalam jangan di luar nanti kamu kepanasan!" ajak Zanaya.
"Baik mbak, terimakasih!" ucap Ilham singkat.
"Jangan panggil aku mbak! Disini kan lebih tua kamu daripada aku, panggil nama aja ya!" pinta Zanaya.
"Iya Zanaya, saya cuma gak enak aja gitu," ucap Ilham tersenyum.
"Gapapa pak, gausah gak enak kalau sama aku mah. Yuk kita masuk aja!" ucap Zanaya.
"Iya, terimakasih."
Setelahnya, mereka pun masuk bersama-sama ke dalam rumah itu. Zanaya tak henti-henti menatap wajah tampan pria di sampingnya itu, entah mengapa ia sangat tertarik padanya.
•
•
Saat di ruang tamu, Refal terkejut begitu melihat kehadiran seorang pria tampan yang muda dan tengah bersama adiknya.
Karena penasaran, Refal pun memilih mendekat lalu bertanya pada pria tersebut. Pasalnya baru kali ini ia melihat sosok itu di rumahnya.
"Kak, ini tuh guru privat aku. Dia namanya mas Ilham, dia yang bakal ngajarin aku pelajaran selama aku gak masuk sekolah. Kakak jangan galak gitu dong sama dia!" jawab Zanaya.
"Hah? Gak Zanaya, bukan dia orangnya. Kemarin gue sendiri yang ketemu sama guru buat lu, ini pasti penipu nih!" ujar Refal.
"Memang bukan saya mas, tapi yang seharusnya mengajar hari ini itu ayah saya. Ya cuma beliau saat ini kondisinya belum memungkinkan untuk mengajar, jadi beliau meminta saya menggantikan posisinya untuk mengajar non Zanaya," jelas Ilham.
"Ohh, ada buktinya gak? Ya biar gue bisa percaya kalo lu bukan penipu," ujar Refal.
"Ada kok mas, sebentar saya tunjukin surat dari ayah saya. Dan kalo gak salah, beliau juga udah kirim pesan lewat chat ke nomor masnya kok," ucap Ilham.
"Emang iya?" Refal masih tak percaya.
"Coba aja dicek dulu sama masnya!" usul Ilham.
"Iya kak, dilihat dong chatnya barangkali beneran ada pesan dari guru privat aku yang gak bisa hadir itu!" timpal Zanaya.
"Iye iye," Refal menurut lalu membuka hp dan melihat isi pesan dari si guru privat.
Benar saja ucapan Ilham, memang ayahnya sudah mengirim pesan ke nomornya sedari tadi. Hanya saja Refal lupa membukanya.
"Oh iya bener, yaudah gue percaya deh. Lo ajarin adik gue yang bener ya tapi!" ucap Refal.
__ADS_1
"Iya mas, insyaallah saya akan mewariskan ilmu saya ke mbak Zanaya," ucap Ilham.
"Mas mas gigi lu! Jangan panggil gue mas, emangnya gue tukang jualan apa!" sentak Refal.
"I-i-iya," gugup Ilham.
"Kakak ih, apa-apaan sih?!" Zanaya langsung menegur abangnya agar tidak terus memarahi Ilham.
Refal hanya membuang muka, sedangkan Zanaya dengan berani menggenggam tangan Ilham di depannya dan mengajak pria itu pergi.
"Ayo kita belajar di halaman belakang aja biar sejuk!" ajak Zanaya.
"Ah iya iya," Ilham menurut saja dan membiarkan Zanaya menggandeng tangannya.
Refal menggeram kesal, kemudian menyusul mereka ke halaman belakang karena tak ingin adiknya hanya berduaan dengan pria itu.
"Nah, kamu duduk aja disini!" ujar Zanaya menarik kursi ke dekat kolam renang.
"Terimakasih, terus buku pelajaran kamu mana?" tanya Ilham.
"Sebentar ya, aku mau ambil dulu bukunya di kamar. Kamu tunggu aja disini!" jawab Zanaya.
"Oh okay," singkat Ilham.
Zanaya pun berbalik dan melangkah menuju kamarnya, namun di tengah perjalanan ia malah dicegat oleh Refal yang tampak emosi.
"Ish, apa-apaan sih kak? Lepasin ah aku mau belajar!" ujar Zanaya.
"Lo jangan modus ya Zanaya! Mentang-mentang tuh cowok ganteng, terus lu mau godain dia gitu?" ucap Refal.
"Apa sih? Kakak cemburu? Ya ampun kak, dia itu kan guru aku. Mana mungkin coba aku bakal godain dia?" ucap Zanaya.
"Halah buktinya tadi aja lu pake gandeng tangan dia segala! Itu apa namanya kalo bukan godain, ha?" kesal Refal.
"Aku minta maaf kak, iya deh aku gak gandeng tangan Ilham lagi. Udah dong jangan emosi terus, gak enak didengar Ilham!" ucap Zanaya.
"Yaudah, lu boleh ke kamar ambil buku. Gue pengen temuin tuh guru ganteng dan kasih tau dia supaya gak godain lu," ucap Refal.
"Gausah kak, gak perlu kakak kasih tau juga dia pasti gak bakal godain aku," ucap Zanaya.
Refal tak perduli, ia melangkah begitu saja melewati Zanaya dan pergi menemui Ilham yang tengah duduk memandang ke kolam renang.
"Ehem ehem.." Refal berdehem pelan yang sontak membuat Ilham terkejut lalu menoleh ke arahnya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1