Pregnant With My Brother

Pregnant With My Brother
Bab 59. Siapa yang datang?


__ADS_3

Zanaya terdiam dengan wajah berpaling dari pandangan mamanya, ia sungguh kesal sebab Arin lah yang sudah memisahkan dirinya dengan Refal. Ditambah barusan Arin justru menanyakan hal yang tak seharusnya dia tanyakan, sudah tentu Zanaya menangis karena kehilangan Refal.


"Kamu kok diem aja sih sayang? Jawab mama dong, mama kan penasaran kenapa kamu sedih kayak gini!" ucap Arin.


"Mama bisa gak sih gausah pura-pura gak tahu? Aku begini ya karena mama dan papa, jangan pura-pura lupa deh!" kesal Zanaya.


"Biasa aja dong jawabnya sayang, mama kan gak tahu kalau kamu masih sedih mikirin Refal. Mama kira kamu udah lupain dia," ucap Arin.


"Mana bisa aku lupain orang yang aku sayangi gitu aja, ma? Ini berat buat aku, gak mungkin aku bisa lupain kak Refal," ucap Zanaya.


"Iya iya, yaudah sekarang kamu lupain dulu masalah kamu itu! Di bawah tuh ada teman kamu yang datang, mau ketemu kamu katanya," ucap Arin.


Zanaya terbelalak lebar, "Siapa yang datang ma? Teman aku yang mana?" tanyanya penasaran.


"Mama juga gak tahu sayang, tapi dia laki-laki. Terus dia ganteng lagi," jawab Arin.


Zanaya berpikir keras mencoba mencari tahu siapa yang datang ke rumahnya malam-malam begini, dan pikirannya mengarah pada sosok Jack. Sebab hanya pria itu yang pernah datang ke rumahnya selama ini.


"Laki-laki? Ganteng? Apa iya kak Jack yang datang kesini? Tapi, dia mau apa?" batin Zanaya.


Lalu, Arin bersama putrinya pun pergi ke bawah menuruni tangga untuk menemui sosok lelaki yang datang ke rumah. Zanaya sendiri juga terus saja berpikir keras siapa pria yang dimaksud mamanya, ia khawatir itu akan membuat kakaknya cemburu.


Namun, sesaat kemudian ia juga teringat kalau Refal sedang tidak ada disini. Zanaya pun kembali bersedih mengingat hal itu, kepergian Refal dari rumah itu amat membuatnya sakit dan merasa hancur sehancur-hancurnya.


"Kamu tuh jangan sedih terus dong Zanaya! Gak enak nanti dilihat teman kamu, ayolah senyum biar cantik kayak biasa!" bujuk Arin.


"Maaf ma, senyum aku cuma untuk kak Refal. Aku gak bisa senyum buat orang lain," ucap Zanaya.


"Termasuk sama mama?" tanya Arin yang kemudian dibalas anggukan oleh Zanaya.

__ADS_1


"Kamu itu terlalu berlebihan sayang, belum tentu Refal beneran sayang sama kamu. Udah lah kamu mending lupain anak itu!" ketus Arin.


"Mana bisa ma? Kak Refal itu orang yang aku cinta, aku gak mungkin bisa lupain dia. Mending mama stop deh berharap begitu!" ujar Zanaya.


Arin hanya menggeleng pelan, mereka kini tiba di bawah yang mana sudah terlihat Eza bersama seorang lelaki disana. Mata Zanaya terbelalak begitu mengetahui yang datang ternyata benar Jack, teman sekolahnya. Zanaya sungguh bingung dan tak tahu harus bicara apa nantinya.


"Kamu kenapa Zanaya? Kok malah diam sih? Ayo kita temuin papa kamu dan teman kamu yang lagi duduk disana!" ujar Arin.


"Ma, kayaknya aku gak bisa temuin dia deh. Mama tolong bilang ke dia ya buat pergi aja! Aku soalnya malas banget ketemu sama dia," ucap Zanaya.


"Hah? Kenapa sih Zanaya? Kasihan dong teman kamu kalau gitu, udah lah kamu temuin aja dia dulu gausah mikirin Refal!" ucap Arin.


"Tetap aku gak mau ma, mama sama papa aja ya yang temenin dia dan ngobrol sama dia? Atau kalau mau diusir juga gapapa," ucap Zanaya.


"Zanaya, jangan begitu ah! Udah yuk kita temuin dia dan gak ada penolakan!" paksa Arin.


Arin langsung menarik secara paksa lengan putrinya, membawa gadis itu menemui Eza serta Jack yang sedang mengobrol di ruang tamu. Zanaya tak ada pilihan lain, ia terpaksa mengikuti kemauan ibunya meskipun ia sangat malas bertemu dengan Jack kali ini.




Begitu melihat kedatangan Zanaya, Jack pun sontak berdiri menatap ke arah gadis itu sembari memegang sesuatu di tangannya yang terlihat seperti kotak hadiah. Zanaya penasaran dibuatnya, namun tetap ia masih bingung haruskah ia berbincang dengan Jack saat ini atau tidak.


"Hai Zanaya! Kamu apa kabar? Sejak kamu berhenti sekolah, kita kan jadi jarang ketemu. Kamu baik-baik aja kan?" sapa Jack.


"Iya kak, aku gak ada masalah kok. Kamu sendiri apa kabar kak?" ucap Zanaya.


"Aku juga baik, seperti yang kamu lihat sekarang. Oh ya, ini ada sesuatu buat kamu Zanaya. Tolong diterima ya!" ucap Jack.

__ADS_1


Zanaya menatap heran saat Jack menyodorkan kotak hadiah itu ke arahnya, ia penasaran sekali apa isi dari kotak tersebut dan mengapa Jack memberikan itu padanya. Ia langsung mengambil kotak itu dari tangan Jack dan menatapnya bingung dari atas sampai bawah.


"Ini apa kak? Pake bawain beginian segala, aku kan gak ulang tahun," heran Zanaya.


"Itu cuma sekedar hadiah buat kamu, aku harap kamu suka ya Zanaya. Dibukanya nanti aja begitu aku udah pulang dari sini," ucap Jack.


"Eh eh, kamu kenapa buru-buru banget? Pulangnya nanti aja kali," ucap Arin sambil tersenyum.


"Iya tante, saya juga gak mau langsung pulang kok. Saya kan kesini karena saya pengen bicara berdua sama Zanaya," ucap Jack.


"Bagus itu, omong-omong nama kamu siapa? Tante kan belum tahu loh," tanya Arin.


"Ah iya, saya lupa kenalin diri ke tante. Nama saya Jack tante, saya ini kakak kelasnya Zanaya di sekolah. Saya senang bisa kenal sama tante dan om!" ucap Jack mengenalkan.


"Oalah, nama kamu Jack? Yaudah, nak Jack duduk aja ditemenin sama Zanaya! Biar tante sama om ke belakang dulu, yuk pa!" ucap Arin.


"Eee iya iya ma.." Eza pasrah saja saat istrinya menarik tangannya dan mengajaknya pergi dari sana untuk membiarkan Jack serta Zanaya berduaan.


Setelah kedua orang tua itu pergi, kini Zanaya pun hanya berdua dengan Jack. Tampak lelaki itu terus menatapnya, ia mulai memberanikan diri mendekati Zanaya dan meraih dua tangan wanita itu seraya mengusapnya lembut. Zanaya hanya diam tak tahu harus apa, pikirannya sudah blank saat ini akibat kebingungannya.


"Kak Jack mau bicara apa sama aku? Ada sesuatu yang penting ya?" tanya Zanaya lirih.


"Iya Zanaya, kita bicaranya sambil duduk aja yuk! Gak enak berdiri terus dong, apalagi kamu kan lagi mengandung," ucap Jack.


Deg!


Zanaya sungguh kaget mendengarnya, ia tak percaya jika Jack ternyata telah mengetahui bahwa dirinya sedang hamil. Ia juga bingung darimana Jack mengetahui tentang itu semua, karena selama ini hanya keluarganya lah yang tahu.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2