Pregnant With My Brother

Pregnant With My Brother
Bab 15. Tunggu jawabannya


__ADS_3

Zanaya tiba di sekolahnya, gadis itu masih saja diam memikirkan pertanyaan kakaknya mengenai pendamping hidup tadi.


Refal sendiri juga tak membiarkan adiknya turun dari mobil, ia terus memegangi lengan Zanaya dengan kuat hingga gadis itu berniat protes.


"Kakak apa sih? Lepasin tangan aku, aku kan mau sekolah kak!" bentak Zanaya.


Namun, Refal seolah tuli dan terus mencengkram lengan Zanaya. Ia bahkan tak menjawab apapun, sontak Zanaya pun semakin emosi.


"Ih kakak! Kak, aku—mmpphh!!" ucapan Zanaya terhenti saat Refal langsung menyambar bibirnya dan melu-mat nya kasar serta brutal, pria itu menekan tengkuk nya untuk memperdalam ciuman mereka.


"Ahh!" Zanaya memekik saat Refal mere-mas bukit kenyalnya, dan itu pun dijadikan kesempatan oleh Refal untuk memasukkan lidahnya ke dalam rongga mulut sang adik.


Setelah dirasa Zanaya mulai kehabisan nafas, Refal pun melepaskan tautan bibir mereka.


"Bibir lu enak banget dek! Kayaknya gue bakal terus ciumin lu deh," ucap Refal.


Zanaya masih terengah-engah mengambil nafas yang banyak.


"Kalau sama gue, jangan berani ngomong keras begitu! Tadi tuh hukuman buat lu, tapi lain kali mungkin lebih dari itu," ucap Refal menyeringai.


"Huft, iya kak maaf!" ucap Zanaya kesal.


"Lo marah sama gue?" tanya Refal.


"Enggak kak, aku gak marah kok. Aku cuma kesel karena kakak itu mesum banget," jawab Zanaya.


"Suruh siapa lu montok banget? Gue kan jadi doyan," goda Refal.


"Dasar otak mesum!" cibir Zanaya.


"Heh! Lu lupa tadi gue bilang apa? Lu mau gue hukum lagi, hm?" ujar Refal.


"Eh eee enggak kak, iya iya aku minta maaf!" ucap Zanaya cemas.


"Sekarang lu turun sana! Awas ya jangan dekat-dekat sama cowok lain!" ucap Refal.


"Iya kak," singkat Zanaya.


"Yaudah, ngapain masih disini?" tanya Refal.


"Gimana aku bisa turun kak? Ini tangan kakak aja masih megangin tangan aku, lepasin dulu!" jawab Zanaya kesal.


"Oh iya, udah nih gue lepasin. Lu belajar yang rajin ya adek cantik!" ucap Refal sembari mengusap puncak kepala adiknya.


"Iya kakak sayang, gini dong kak jadi kakak tuh yang baik," ucap Zanaya tersenyum manis.

__ADS_1


"Bawel lu! Gimana soal pertanyaan gue tadi? Lu udah punya jawabannya belum?" ucap Refal.


"Kak, biarin aku mikir dulu ya! Aku belum tahu harus jawab apa," ucap Zanaya.


"Okay, gue kasih lu waktu sampai nanti malam. Kalo lu gak jawab juga, gue bakal hamilin lu," ucap Refal.


"Hah? Kakak bisa gak sih gausah ancam-ancam mau hamilin aku?!" kesal Zanaya.


"Suka-suka gue lah, lagian gue emang pengen hamilin lu kok. Awas aja kalau nanti malam lu gak kasih jawaban!" tukas Refal.


"Kita lihat aja nanti kak, aku belum tau harus jawab apa," ucap Zanaya.


"Sekarang lu boleh turun, gue gak akan tahan lu lagi. Nanti siang gue jemput lu disini, abis itu kita jalan-jalan berdua," ucap Refal sambil tersenyum.


Zanaya hanya mengangguk setuju, ia pun bersiap turun dari mobil kakaknya dan membuka pintu.


Setelah adiknya turun, Refal tak langsung pergi namun ia masih tetap disana memastikan adiknya baik-baik saja sampai ke dalam sekolah.


"Gue udah gak sabar banget buat masukin si Zanaya!" gumam Refal.


Ia pun mengusap miliknya dengan telapak tangan sembari memandang punggung sang adik yang sudah menjauh itu.


"Sabar ya sayang! Gak lama lagi kamu bakal masuk ke sarang kamu kok," ucapnya lirih.


Barulah Refal melajukan mobilnya setelah dirasa Zanaya aman dan tidak ada lelaki yang mengganggu adik kesayangannya itu.




Pria itu tersenyum ke arah Zanaya, menatapnya intens dari atas sampai bawah tanpa ada yang terlewati dengan tangan memegang sesuatu.


"Pagi Zanaya! Kamu cantik banget sih!" sapa Jack.


"Pagi juga kak! Maksudnya apa ya kamu bilang gitu ke aku?" tanya Zanaya bingung.


"Apanya?" Jack justru balik bertanya.


"Itu yang tadi, kenapa kamu bilang aku cantik banget? Maksudnya apa?" jelas Zanaya.


"Ohh, ya gak ada maksud apa-apa. Aku cuma mau bilang kalau kamu cantik banget," ucap Jack.


"Kirain ada maksud lain," ujar Zanaya.


"Gak kok, mana mungkin aku berani punya maksud lain sama kamu? Abang kamu kan galak banget, nanti yang ada aku bisa dicincang abis sama dia," ucap Jack tersenyum tipis.

__ADS_1


"Ahaha, kalo gitu aku masuk duluan ya? Aku mau langsung ke kelas nih ada tugas yang belum aku kerjain," ucap Zanaya.


"Loh kamu belum ngerjain kerja rumah? Ya ampun Zanaya, ternyata kamu bandel juga ya!" ucap Jack.


"Gitu deh kak, makanya jangan salah menilai orang! Tapi, ini pertama kali sih aku belum sempat kerjain pr sampai selesai. Sebelumnya mah gak pernah kok," ucap Zanaya.


"Oh ya? Berarti ada alasan dong kenapa kamu belum kerjain pr kamu," ucap Jack.


"Tentunya ada," singkat Zanaya.


"Kalau boleh tahu, kenapa kamu sampai gak sempat kerjain pr?" tanya Jack.


"Biasalah, aku sibuk ngurusin rumah. Sekatang kan aku tinggal berdua sama kakak aku, jadi aku yang dikasih tanggung jawab buat beresin rumah," jawab Zanaya.


"Wah kalo gitu parah banget dong abang kamu! Masa kamu yang cantik gini disuruh beres-beres rumah sendiri? Emangnya disana gak ada pembantu atau apa gitu?" ucap Jack.


"Enggak kak, katanya kakak aku males kalau harus sewa asisten rumah tangga. Makanya dia suruh aku buat beres-beres," ucap Zanaya.


"Pantesan, pasti kamu capek ya?" ucap Jack.


"Ya begitulah kak, namanya juga beberes rumah. Tapi, gapapa lah toh kakak aku kan udah kasih tumpangan gratis ke aku," ucap Zanaya.


Jack tersenyum, menipiskan jarak keduanya lalu menyodorkan kotak makan di tangannya ke arah Zanaya.


"Ini buat kamu Zanaya," ucap Jack.


"Loh ini apa kak?" tanya Zanaya keheranan.


"Itu paket sarapan buat kamu, tadi aku beli di kantin. Siapa tahu kamu belum sarapan, jadi aku kasih ke kamu deh. Dimakan ya Zanaya!" jawab Jack.


Zanaya mengernyit heran, lalu mengembalikan kotak itu kepada Jack.


"Maaf kak, tapi aku gak bisa terima ini! Lagipun, aku udah makan kok. Ini buat kak Jack aja, makasih ya kak!" ucap Zanaya.


"Kok gitu sih Zanaya? Kamu gak mau terima pemberian aku? Apa alasannya? Ini enak kok, kamu cobain aja!" ujar Jack.


"Bukan gitu kak, tapi emang aku udah makan dan sekarang aku masih kenyang. Kalau dipaksa buat makan lagi, yang ada aku bisa sakit perut. Mending ini buat kamu aja atau yang lain," ucap Zanaya.


Jack terdiam menunduk, ada rasa kecewa sekaligus sedih di dalam hatinya.


"Aku duluan ya kak? Bye!" sambung Zanaya.


Gadis itu pergi begitu saja melewati Jack, membuat Jack dapat menghirup aroma tubuh Zanaya yang sangat harum.


"Harum sekali," lirih Jack.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2