Pregnant With My Brother

Pregnant With My Brother
Bab 23. Nekat


__ADS_3

Malam hari pun tiba, Zanaya tengah kebingungan mengingat perkataan Maria di sekolah tadi yang mengajaknya pergi ke club malam ini.


Jam juga sudah menunjukkan pukul setengah tujuh malam, hanya tiga puluh menit dari waktu yang ditentukan oleh Maria untuk berangkat.


"Duh, udah mau jam tujuh lagi. Apa aku coba aja ya ngomong dan izin sama kak Refal?" pikir Zanaya.


TOK TOK TOK...


Baru saja Zanaya hendak keluar, namun pintu kamarnya sudah lebih dulu diketuk oleh seseorang dari luar sana yang sepertinya ialah Refal.


"Siapa?" Zanaya berteriak keras.


"Ini gue, lu ada di dalam kan? Gue mau pergi sebentar ketemu teman, lu di rumah aja ya sendiri! Gapapa kan? Iyalah gapapa kan udah gede," balas Refal dari luar sana.


Zanaya sontak tersenyum, rupanya keberuntungan memang memihak padanya karena Refal justru ingin pergi keluar malam ini.


Buru-buru Zanaya membuka pintu, ia sangat senang lantaran kakaknya akan pergi sehingga ia pun bisa pergi bersama Maria.


Ceklek


"Oh iya kak, kalo kakak mau pergi ya pergi aja. Aku gapapa kok ditinggal sendirian, lagian kan aku udah gede," ucap Zanaya.


"Bagus deh! Yaudah, gue pergi ya? Pintu dikunci aja dari dalam, gue takut ada orang jahat datang terus apa-apain lu karena tahu lu sendirian di rumah!" perintah Refal.


"Tenang aja kak, beres! Aku akan kunci semua pintu termasuk jendela," ucap Zanaya.


"Oke, lu jaga rumah ya!" ucap Refal lembut seraya menarik tengkuk Zanaya.


Setelahnya, tentu saja ia melu-mat bibir Zanaya.


pergulatan bibir itu berlangsung cukup lama, sampai akhirnya Refal menyudahi aktivitas itu karena waktu sudah semakin malam.


"Sebenarnya gue masih pengen cium lu, tapi apa boleh buat gue udah ada janji," ucap Refal.


"Kan nanti pulangnya masih bisa cium aku lagi kak, udah kakak pergi aja dulu!" ucap Zanaya.


"Iya sih, kalo gitu gue pergi. Bye adikku yang paling cantik!" ucap Refal.


"Bye!" balas Zanaya melambaikan tangannya.


Refal pun melangkah keluar rumah ditemani Zanaya yang berniat mengantarnya.


"Hati-hati kak!" ucap Zanaya.


"Ya cantik, love you!" ucap Refal.


Zanaya hanya tersenyum tak membalas, namun Refal paham kalau adiknya itu pasti masih merasa takut padanya karena kejadian semalam.


Refal akhirnya pergi dengan mobilnya, Zanaya bernafas lega karena kini ia bisa menghubungi Maria dan pergi bersama gadis itu.


"Yes, hari ini emang aku beruntung banget! Tinggal kasih kabar ke Maria deh," ujar Zanaya.


Ia mengambil ponselnya, lalu mengirim pesan singkat ke nomor Maria yang berisikan bahwa ia bisa ikut pergi dengannya.

__ADS_1


"Nah udah, aku siap-siap dulu deh. Jadi, nanti pas Maria datang aku udah rapih," ucap Zanaya.


Ia berbalik masuk ke rumahnya, bergegas berganti pakaian dengan tidak sabarnya sambil terus tersenyum renyah.


Tling


Begitu ponselnya berbunyi, Zanaya langsung mengambil dan melihat pesan yang ternyata balasan dari Maria.


^^^Maria bestie^^^


^^^Oke Zan, gue otw ke rumah lu ya?^^^


Zanaya


Iya, ni aku shareloc ya.


Zanaya pun mengirim lokasi rumahnya kepada Maria, setelah itu ia kembali bersiap-siap dengan cepat karena tak ingin Maria menunggu lama.


"Ini pengalaman pertama aku pergi ke club, duh gak sabar banget rasanya!" gumam Zanaya.


Gadis itu nampaknya benar-benar tak sabar, meski ia tak tahu bahaya tengah mengancam jika ia pergi ke tempat malam tersebut.


Tak butuh waktu lama, Zanaya akhirnya selesai berdandan. Ya tentu karena ia memang ngebut dan tidak mau berlama-lama.


"Kelar deh, tinggal ke depan," ucapnya.


Zanaya bangkit dari duduknya, lalu melangkah keluar kamar dan menunggu di sofa.




Setelah menunggu sekitar sepuluh menit, akhirnya bel rumahnya berbunyi menandakan orang yang ia tunggu sudah tiba.


Zanaya sontak bangkit, kemudian melangkah ke depan untuk memeriksa apakah yang datang adalah Maria atau bukan.


Ceklek


"Hai Zanaya!" sapa Maria begitu Zanaya membuka pintu.


"Eh Maria, mau masuk dulu apa langsung jalan?" tanya Zanaya.


"Langsung aja deh, kayaknya kita udah telat nih," jawab Maria.


"Oh gitu, sorry ya aku ngabarin nya mendadak! Itu juga karena kak Refal tadi pergi ketemu temannya, jadi aku bisa ikut sama kamu," ucap Zanaya.


"Ya gapapa Zanaya, udah yuk kita berangkat sekarang aja!" ajak Maria.


Zanaya mengangguk, ia kunci pintu dan mulai berjalan ke arah mobil bersama Maria di depannya dengan senyum terukir indah.


"Kamu yakin nanti disana gak ada orang jahat?" tanya Zanaya sedikit cemas.


"Iya Zanaya, gue kan udah sering kesana. Lo gak perlu khawatir gitu lah, kalaupun ada pasti bakal gue hajar tuh orang kalo berani godain atau deketin lu!" jawab Maria.

__ADS_1


"Ahaha, iya aku percaya. Kamu kan emang ahli beladiri dan jagoan di sekolah," ucap Zanaya.


"Biasa aja kok, gue belum sejago Tika. Dia udah mau dapat sabuk hitam," ucap Maria.


"Oh ya? Waw ternyata aku beruntung ya punya teman-teman kayak kalian!" ucap Zanaya kaget.


"Hahaha, lu kalo mau belajar beladiri juga bisa kok. Ikut aja sama kita nanti!" ucap Maria.


"Boleh deh, supaya aku bisa jaga diri kalau lagi sendirian," ucap Zanaya.


"Ya tapi lu mah paling gak mungkin kenapa-napa, secara kan abang lu posesif banget sama lu. Dia pasti bakal jagain lu," ucap Maria.


"Kan gak selamanya kak Refal ada di samping aku Maria," ucap Zanaya.


"Iya juga sih," singkat Maria.


Beberapa menit kemudian, mereka tiba di sebuah club malam yang cukup ramai dan terkenal di kota itu. Tampak orang-orang sudah berdatangan memasuki tempat tersebut.


"Nah, ini dia tempatnya. Kita masuk yuk! Teman gue yang punya pesta pasti udah nungguin di dalam," ucap Maria.


"Tunggu deh Mar, ini beneran aku boleh ikut gabung? Aku kan gak diundang," tanya Zanaya.


"Santai aja Zanaya, setiap tamu undangan boleh bawa pendamping kok. Makanya gue ajak lu," jawab Maria sambil tersenyum.


"Huh syukur lah!" ucap Zanaya lega.


Keduanya pun langsung melangkahkan kaki memasuki tempat itu, seketika Zanaya terperangah melihat suasana di dalam yang cukup ramai.


"Wah rame banget disini! Musiknya kenceng banget lagi," ucap Zanaya terheran-heran.


"Ya iya dong Zanaya, asyik kan? Gue jamin lu bakal betah deh disini!" ucap Maria.


Disaat Zanaya masih asyik menatap sekeliling, tiba-tiba seorang wanita datang menghampiri mereka dan menyapa Maria.


"Hai Maria!" panggil wanita itu.


"Eh Karin?" Maria menoleh lalu berpelukan sejenak dengan sahabatnya.


"Akhirnya lo datang juga, welcome Maria!" ucap wanita bernama Karin itu.


"Pasti gue datang lah, ini kan acara ultah lu. Btw selamat ulang tahun ya Karin! Semoga lu makin cantik dan apapun yang lu pengen tercapai di tahun ini!" ucap Maria.


"Aamiin, thanks banget ya Maria!" ucap Karin.


"Oh ya, kenalin ini teman gue dari Rusia, namanya Zanaya!" ucap Maria menunjuk Zanaya.


Karin menatap sekilas lalu tersenyum ke arah Zanaya dan mengenalkan diri.


"Halo Zanaya, salam kenal ya gue Karin!" sapa Karin sambil mengulurkan tangannya.


"Zanaya," lirih Zanaya.


Mereka pun berjabat tangan sebentar sebelum melangkah lebih dalam menuju tempat pesta.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2