Pregnant With My Brother

Pregnant With My Brother
Bab 21. Zanaya kenapa?


__ADS_3

"Gimana gak mikirin? Makin hari sikap abangku makin posesif aja tau," ucap Zanaya.


"Emang abang kamu ngelakuin apa yang bikin kamu sampe kayak gini?" tanya Mecca.


"Iya Mecca, jadi semalam aku ketahuan lagi chattingan sama kak Jack. Eh terus abangku langsung ngeblok nomor kak Jack," jelas Zanaya.


"Apa? Buset kacau banget tuh abang lu! Main langsung blok nomor orang aja," ujar Tika.


"Iya Tik, itu yang bikin aku kesel tau. Aku mau ngelawan tapi gak berani," ucap Zanaya.


"Lo pasrah aja Zanaya, enak tau punya abang perhatian kayak gitu. Daripada lu gak diperduliin kan lebih parah," ucap Maria.


"Tapi gak gini juga kali Mar," keluh Zanaya.


Tika serta Maria bergeser mendekati Zanaya, mereka mengelus pundak gadis itu perlahan untuk menenangkannya.


"Sabar ya Zanaya!" ucap mereka bersamaan.


Disaat mereka sedang asyik berbincang, tiba-tiba Jack datang menghampiri keempat gadis itu.


"Hello semua!" sapa Jack dengan ramah.


"Eh kak Jack?" ucap Maria, Tika dan Mecca.


Sementara Zanaya justru memalingkan wajahnya tak berani menatap wajah Jack.


"Lagi pada ngapain nih?" tanya Jack.


"Oh ini kak, Zanaya lagi cerita sama kita soal abangnya. Ya kan Zan?" jawab Tika.


"Hah? Emang abang kamu kenapa Zanaya?" tanya Jack menatap wajah Zanaya.


"Gapapa," jawab Zanaya singkat.


Jack sontak heran, ia tak mengerti mengapa Zanaya terlihat ketus padanya. Padahal sebelum ini gadis itu sangat ramah dan bahkan menawarkan masakan untuknya.


"Kamu kok ketus sih sama aku? Apa aku ada salah ya sama kamu?" tanya Jack bingung.


"Gak ada, maaf ya kak! Guys, aku duluan ke kelas ya?" ucap Zanaya.


Gadis itu bangkit dari tempat duduknya dan berniat pergi, ia menghiraukan panggilan teman-temannya karena ia ingin menghindar dari Jack.


"Guys, Zanaya kenapa ya? Kok dia pergi begitu aku datang kesini?" tanya Jack keheranan.


"Gak tahu juga kak, mungkin aja dia masih sedih gara-gara abangnya," jawab Tika.


"Kalau boleh tau, emang abangnya Zanaya itu kenapa? Kok Zanaya bisa sampai sedih begitu sih?" tanya Jack.

__ADS_1


"Maaf kak! Kita gak bisa cerita ke kak Jack, soalnya takut Zanaya gak berkenan," jawab Tika.


"Iya kak, kalau kamu mau tahu silahkan aja tanya langsung ke Zanaya!" timpal Maria.


"Yaudah, thanks atas informasinya! Kalo gitu aku mau kejar Zanaya dulu, permisi!" ucap Jack.


"Iya kak," singkat gadis-gadis itu.


Jack bergerak cepat menyusul Zanaya yang masih berjalan cepat menuju kelasnya, pria itu mau meminta penjelasan dari Zanaya.


"Kamu kenapa Zanaya? Apa yang bikin kamu begini sama saya?" batin Jack.


Untungnya pria itu berhasil menemui Zanaya, langsung saja ia membalap langkah gadis itu dan berdiri di depannya untuk menghadang.


"Zanaya, sebentar dulu dong!" pinta Jack.


"Ada apa kak? Aku buru-buru mau ke kelas, aku gak punya banyak waktu," ucap Zanaya.


"Ini masih pagi Zanaya, bel masuk juga masih lama bunyinya. Bilang aja kamu mau hindarin aku, ya kan?!" ucap Jack.


"Enggak kok, buat apa aku hindarin kamu? Kita kan gak punya masalah," elak Zanaya.


"Ya justru itu, kenapa kamu hindarin aku? Padahal diantara kita kan gak ada masalah apa-apa, malah setahu aku kemarin kamu udah welcome sama aku," heran Jack.


Zanaya terdiam bingung, matanya bahkan tak berani menatap wajah Jack dan memilih terus menunduk.


"Andai kamu tahu kak, aku gak bisa dekat-dekat sama kamu. Kalau aku tetap kekeuh, mungkin aku bakal kehilangan kesucian aku di tangan kak Refal," gumam Zanaya dalam hati.




Ia juga terpaksa datang kali ini karena tidak memiliki kegiatan lain, apalagi ia sudah berpisah dengan Angie alias mantan kekasihnya.


"Woi bro! Sini sini!" sapa salah seorang temannya.


Refal menoleh, ia pun menghampiri lima orang temannya yang memang selalu suka berkumpul disana.


"Kemana aja lu bro? Kok gak masuk kampus udah seminggu lebih?" tanya Arman.


"Tau lu, tuh Bu Citra sama pak Alam udah nyariin lu terus gara-gara kebanyakan absen," timpal Bimo.


"Bodoamat, mau siapa kek yang nyariin gue, gue gak perduli. Gue juga udah males kuliah, pengen rasanya gue langsung nikah aja gitu. Udah bosen gue sama hidup gue yang sekarang," ujar Refal.


"Yah elah gayanya lu bro! Lu mau nikah sama siapa emang? Si Angie Angie itu?" ujar Arman.


"Gak lah, dia mah udah gue putusin kemarin," ucap Refal menyangkal.

__ADS_1


"Dih si anjir, lu kayaknya gampang amat mutusin cewek bro! Ini udah cewek ke berapa yang lu putusin coba?" kaget Arman.


"Entahlah, gue gak ngitungin. Lagian gue udah bosen sama Angie, ya gue putusin lah. Ngapain gue pertahanin coba?" ucap Refal.


"Serius lu bisa bosen sama modelan kayak Angie? Terus lu maunya yang gimana lagi bro? Buset dah itu Angie udah cakep banget loh!" heran Arman.


"Sebenarnya gue masih doyan sama lubangnya, tapi gue malas punya hubungan lagi sama dia. Gue lagi incar seseorang bro," ucap Refal.


"Hah serius? Siapa orangnya? Kasih tau kita dong!" tanya Arman penasaran.


"Adek tiri gue," jawab Refal tanpa ragu.


Sontak kelima pria tersebut langsung terkejut bukan main mendengar jawaban Refal, mereka tentu tak menyangka Refal menyimpan rasa pada adiknya sendiri.


"Lo yang bener bro? Sejak kapan lu jadi incest kayak gini?" tanya Bimo masih syok.


"Apaan sih? Dia kan cuma adek tiri gue, wajar dong kalo gue suka sama dia. Lagian dia cantik banget, tubuhnya juga seksi," ucap Refal.


"Ya cantik sih cantik bro, tapi gak adik sendiri diembat juga kali!" cibir Arman.


"Lagian emang secantik apa sih adek lu itu? Gue mau lihat dong penasaran nih," timpal Bimo.


"Gue juga pengen lihat," sahut Arsya serta Elza dan Joko yang ikut merapat.


"Oke, kali ini gue kasih lihat foto adek gue yang seksi. Kalian jangan pada kaget ya lihatnya, soalnya dia cantik parah!" ujar Refal.


"Udah ah lama amat lu, buru lihatin fotonya!" kesal Arman yang sudah tidak sabar.


"Hahaha.." Refal justru tertawa sembari mengambil ponselnya.


Lalu, lelaki itu pun menunjukkan foto sang adik yang tersimpan di galerinya. Ia memang menyimpan cukup banyak foto Zanaya disana yang ia ambil dari akun sosial media milik adiknya itu.


"Nah, ini fotonya nih. Cantik kan?" unjuk Refal.


Seketika lima temannya itu kompak dibuat kagum begitu melihat foto Zanaya yang ada di handphone milik Refal.


"Wah kalo ini sih gue juga mau bro!" ujar Bimo.


"Bukan lu doang, gue juga kali!" ucap Arman.


"Heh udah udah jangan pada ribut! Dia punya gue, kalian gausah ngarep deh!" ucap Refal.


"Parah lu bro! Harusnya adek lu tuh buat gue dong!" pinta Arman.


"Ngaco aja lu!" cibir Refal.


Setelahnya, Refal pun memilih duduk dan lanjut memandangi foto Zanaya di ponselnya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2