
keesokan paginya aku berangkat bersama Rendy dalam hatiku sebenarnya sangat senang tp aku tahan Karna aku gak mau di kira ke pedeaan aku juga tau dia pasti di suruh sama orang tuanya
dan apa kalian tau kedua orang tuaku kini sudah mulai perhatian padaku semenjak aku di jodohkan dengan Rendy mereka lebih perhatian padaku aku bersyukur banget karena dengan adanya perjodohan ini kedua orang tuaku jadi lebih memperhatikan aku
sekarang aku lagi di atas motornya Rendy
ya Rendy walaupun dia punya mobil tp dia tidak pernah membawanya dia selalu memakai motornya
diperjalanan tidak ada sepatah kata pun di antara kami hanya berboncengan aku ingin memulai pembicaraan tp aku takut nanti yang ada dia malah marah jadi aku juga lebih memilih diam tp sebelum sampai aku terlebih dulu memperingati Rendy untuk tidak membicarakan perjodohan ini kpd orang lain dan kalian tau apa jawabannya
"Lo yg harus lebih hati hati karena pasti Lo mau semua tau tentang ini supaya gue dijauhin para fans perempuan gue tp sayang pasti mereka akan ngebully Lo " ujarnya
"itu makanya gue gak mau mereka tau pasti mereka pada ngebully gue "batin ku
"terserah Lo deh capek gue ngomong sama cowok kepedean kayak Lo " jawabku
"atau jangan Lo takut nanti Vino tau " sambungnya lagi
"terserah Lo deh mau mikirnya apa yang penting gue udah ingatin Lo ya " sambungku
setelah itu tidak ada pembicaraan lagi di antara kami
setelah sampai di sekolah semua mata tertuju pada kami tepatnya pada ku pasti mereka heran kenapa aku bisa bareng sama Rendy
inilah yg aku gak mau dilihatin semua orang karena aku gak suka jadi sorotan mereka cukup dengan prestasi bukan karena dengan pergi bareng cowok idola para wanita di sekolah
aku sempat mendengar pembicaraan mereka yang bilang
"kok mereka bisa bareng ya "
"enak banget ya jadi Syifa bisa berboncengan sama Rendy"
seterusnya aku sudah gak mendengarkan lagi karena aku sudah gak mau lagi berurusan sama mereka
aku meninggalkan Rendy di parkiran aku tidak menunggunya karena aku gak mau jadi bahan omongan semua para fans Rendy lagi
saat sampai di kelas aku melihat teman teman ku sudah ada di dalam kelas dan yang lebih membuat aku kesal mereka juga melihat aku turun dari motor Rendy aku sempat melihat mereka tadi sekilas pasti mereka akan menghujani aku dengan banyak pertanyaan
"Syifa lo knp bisa di boncengan sama Rendy "tanya Dea
__ADS_1
"iya gak kayak biasanya "tanya Fera
"bukannya kamu kesel banget ya sama Rendy" sambung Dini
"kalian ini kenapa sih pagi pagi udah kasih aku ujian kayak gini " jawabku yg gak mau membahas ini semua karena aku sudah tau arah pembicaraan mereka
"iya Syifa lo knp bisa bareng sama Rendy " tanya teman kelas ku yg lain
" nah benar kan belum juga gue duduk udah pada nanya nyesel gue mau boncengan sama Rendy dan knp jadi kek gini sih gue gak
akan mau pergi bareng Rendy lagi walaupun mau sih " batinku
"gak sengaja bertemu di jalan soalnya mobil aku mogok " jawab ku santai gak mau mereka salah paham
"oh " jawab mereka kompak
aku gak mau semua orang tau tentang perjodohan kami tp aku akan menceritakan pada sahabat yg bisa aku percaya tp bukan sekarang aku akan cari waktu buat cerita sama mereka aku gak mau mereka kecewa karena mereka yg selalu ada buat aku selama ini dan mereka juga tau semua permasalahan ku selama ini aku gak akan pernah menyembunyikan sesuatu pada mereka begitu juga sebaliknya mereka selalu menceritakan permasalahan mereka pada ku kami selalu bersama setiap saat
Dan aku juga sudah memberi tau pada Rendy tentang perjodohan aku sama Rendy aku gak mau kalau ada yang tau mereka akan ada yg membully setuju dan gak tau lah dan yang terpenting aku gak mau hubungan ini ada yg tau
hari ini aku melewati hari ku seperti sebelumnya dengan penuh kebahagiaan dan kegembiraan dan aku juga harus pulang bersama dengan Rendy semua sahabat ku sudah tau tentang perjodohan kami mereka awalnya sangat kaget tp akhirnya mereka ngerti juga sebenarnya aku juga tidak mau berbohong to aku terpaksa menceritakan pada mereka dengan sedikit kebohongan bahwa aku dan Rendy menerima perjodohan ini karena alasan yang sama yaitu kedua orang tua kami aku gak mau mereka tau alasan sebenarnya kalau aku sebenarnya suka sama Rendy
saat di dalam mini market tidak sengaja aku bertemu dengan Riski dan aku tidak jadi membeli keperluanku aku langsung keluar dari mini market tersebut
"udah "tanya Rendy
"udah ayok" aku langsung menarik tangan Rendy
"tp gak ada apa apa kamu beli apa sih" tanyanya
"gak jadi barangnya gak ada"ujarku menarik tangan nya
tp dari belakang ada yang menarik tangan ku
" Syifa aku mohon kasih aku satu kesempatan buat jelasin ini semua sama kamu" ujar Riski
" I don't need any more excuses from you" jawbku
"aku mohon" ujarnya lagi
__ADS_1
"lebih baik kamu pergi " sudah menangis
"aku gak akan pergi sebelum kamu kasih kesempatan buat aku ngejelasin ini semua dan ya aku janji setelah ini aku gak akan ganggu kamu lagi aku mohon " ujarnya bersungguh sungguh
"aku bilang pergi sekarang dan jangan ganguin aku lagi " ujarku
"aku mohon ini yang terakhir kalinya " ujarnya lagi
"setelah ini aku janji aku akan pergi dan gak akan gangguin kamu lagi dan mungkin ini bisa menjadi pertemuan kita yg terakhir jadi aku mohon beri aku kesempatan sebelum aku pergi untuk selamanya " sambungnya
" heh lo gak denger gak sih dia ngomong apa tadi jangan pura pura tuli udah lebih baik lo pergi dari sini sebelum gue buat lo babak belur " kata Rendy melepaskan cengkraman tangan Riski di tangan ku dan mengangkat kerah baju Riski
"bukan urusan kamu jangan campurin urusan aku ini urusan aku sama Syifa "jwb Riski
"lo denger ya urusan dia adalah urusan gue juga karena dia itu pacar gue dan gue gak akan biarkan siapapun buat dia nangis kalaupun dia nangis dia hanya boleh nangis karena bahagia jadi lebih baik lo pergi sekarang juga sebelum kesabaran gue habis " jwb Rendy yg membuat aku kagum padanya dengan kata kata nya memang pilihan orang tua adalah yg terbaik untuk kita
"udah biarkan dia bicara"ujarku memegang lengan Rendy agar dia melepaskan tangan nya dari kerah baju Riski
"oke baiklah aku akan beri kamu satu kesempatan dan ini yang terakhir kalinya dan setelah ini kamu jangan ganggu hidup aku lagi "ungkap ku
"iya aku janji aku gak akan ganggu kamu lagi " ujarnya
"kita ngomong di sana ya " ujarnya
"knp aku mau ngomong sama kamu kalau Rendy boleh ikut " jawbku memperhatikan Rendy
"yaudah kita ngomong di sana ya " jwb nya pasrah
aku langsung menarik tangan Rendy dan Rendy hanya mengikutiku
akhirnya kami bertiga duduk di sebuah kursi dekat dengan mini maker tersebut yang jauh dari keramaian
ingat pilihan orang tua mungkin adalah pilihan yang terbaik untuk kita karna belum tentu pilihan kita yg terbaik walaupun juga sebaliknya
kita hanya perlu menerima dengan ikhlas dan menjalaninya dengan ikhlas pula dengan begitu semua pasti akan baik baik saja dan perlu di tegaskan lagi kita mungkin harus memberi seseorang satu kesempatan lagi
maaf para author kalau masih banyak typo nya ya dan tunggu lanjutan kisahnya ya jangan pernah bosan untuk membacanya ya
JANGAN LUPA YA PARA AUTHOR LIKE AND COMENT
__ADS_1