pria idaman

pria idaman
Mirip Papa!!


__ADS_3

HAPPY READING!!!!


BUDAYAKAN LIKE, VOTE, FAV


TERIMA KASIH SUDAH BERKENAN MEMBACA


💜💜💜


...----------------...


"Laki-laki. Tapi, kamu tenang saja dia sudah punya calon sendiri, dia juga akan menikah minggu depannya lagi setelah pernikahan Rendy dan Syifa,"jelas Mamanya Syifa supaya tidak ada kesalahpahaman nantinya.


Hari sudah mau sore. Rendy dan Mamanya memutuskan untuk pulang karena takut Papanya Syifa pulang dan melihat ada Rendy di rumahnya bisa kacau semuanya.


"Sayang aku pulang dulu ya, takutnya Papa kamu pulang, bisa mati aku," ucap Rendy sambil meminum jus yang sudah di siapkan Syifa.


"Salah kamu sendiri ke sini dalam kondisi seperti ini, mana gak kasih tau aku lagi!," Ucap Syifa.


"Itu karena kamu tidak menghubungiku semalam, kau tau aku sudah seperti orang gila saja menunggu telpon darimu semalaman" bantah Rendy.


" Aku sudah minta maaf tadi, kenapa masih menyalahkan-ku " ucap Syifa.


"Tapi tetap saja aku merindukanmu kalau aku tidak menghampirimu ke sini apa nanti malam kamu juga akan melupakanku," kata Rendy.


"Aku ketiduran semalam sayang, aku tidak sengaja," bantah Syifa.


"Kalian kenapa jadi bertengkar seperti ini?," Ucap Mamanya Syifa yang baru datang dengan Mamanya Rendy.


"Baru juga kami tinggal," timpal Mamanya Rendy.


"Ini Ma, Tante, Rendy menyalahkan-ku karena tidak eum...mmmm...," ucap Syifa. Tapi, belum selesai Syifa menyelesaikan kalimatnya Rendy sudah membungkam mulutnya.

__ADS_1


" Maksud Syifa itu tidak melakukan ini dengan benar kan sayang," potong Rendy.


'Emmm...mmmm...' gumam Syifa memukul tangannya Rendy.


"Maaf sayang," ucap Rendy sambil melepaskan tangannya.


"Kamu mau membunuh aku ya?," Tanya Syifa. Dengan dada naik turun seperti orang yang baru habis lari maraton.


"Maaf sayang. Aku tidak ada niatan seperti itu, maaf ya," kata Rendy.


"Kamu ini ada-ada saja Rendy, sudah kita pulang sekarang aja. Takutnya Om Surya pulang bisa batal pernikahan kamu, kamu mau itu terjadi?," Tanya Mamanya Rendy.


"Tentu saja tidak Ma..."


"Sayang aku pulang sekarang ya! Benar kata Mama, nanti Papa kamu pulang, bisa- bisa pernikahan kita batal atau aku juga gak boleh kemana-mana setelah ini," ujar Rendy.


" Syifa sayang maafkan sifat anak Tante yang masih kekanakan ini ya!, Tante pamit pulang dulu, kalian bisa ketemu pas hari H nya nanti," tutur Mamanya Rendy.


" Giliran Mama saja baik lah sama aku cuek banget, kamu memang gak sayang sama aku," ucap Rendy pura-pura cemberut.


" Rendy kamu ini seperti anak kecil saja, kalau Syifa enggak sayang sama kamu kenapa dia mau jadi istri kamu! Udah .?


enggak usah banyak drama!, kita langsung pulang saja" sahut Mamanya Rendy.


"Katakan dulu...," ucap Rendy.


"Katakan apa?," Tanya Syifa bingung.


"Katakan kalau kamu mencintaiku dan menyayangimu dulu baru aku mau pulang," tutur Rendy.


"Tidak mau," tolak Syifa.

__ADS_1


"Berarti benar kalau kamu tidak mencintaiku selama ini," rajuk Rendy.


"Bukan itu! Aku cinta kamu, aku sayang kamu, puas?" Ucap Syifa akhirnya.


"Aku juga sangat mencintaimu lebih dari kamu mencintaiku...." balas Rendy.


"Ayo Ma, kita pulang..."ajak Rendy.


"Sayang aku pulang dulu, Tante aku pulang sekarang ya," ucap Rendy.


"Kamu persis sama dengan Papamu saat sudah jatuh cinta" ucap Mamanya Syifa.


"Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya," timpal Mamanya Rendy membenarkan kata Mamanya Syifa.


"Assalamualaikum Tante, sayang," ucap Rendy.


"Kita pulang dulu," ucap Mamanya Rendy.


Syifa dan Mamanya mengantar Rendy ke depan.


Setelah mobil Rendy menghilang. Tidak lama Papanya Syifa pulang dari kantornya.


'Untung Rendy cepat pulang kalau tidak gak kebayang deh' batin Syifa.


Malam hari setelah Syifa makan malam dia kembali ke kamarnya. Dia masuk ke aplikasi hijau di ponselnya dan bergabung bersama teman- temannya yang lain. Dia sudah menyalin semua nomor teman- teman ke ponsel barunya.


Syifa juga mengabari Rendy supaya Rendy tidak sampai nekat seperti hari ini. Syifa merasa kalau dia belum mengenal Rendy sepenuhnya. Masih sangat banyak hal yang Syifa belum tahu tentang Rendy.


Setiap harinya Rendy selalu memiliki kejutan entah karena sikapnya, perkataannya dan tindakannya yang suka aneh-aneh. Padahal dulu dia sangat cuek dan dingin. Tapi sekarang karena tingkahnya kadang-kadang membuat Syifa geleng- geleng kepala tapi juga senang.


"

__ADS_1


__ADS_2