pria idaman

pria idaman
PI43


__ADS_3

Sampai dirumah Aku masuk ke dalam rumah tapi tidak ada siapapun didalam bahkan bibi yang biasanya ada juga entah kemana.


Sore hari teman temanku datang seperti yang telah direncanakan sebelumnya.


Mereka datang untuk make over diriku katanya untuk acara malam nanti. Entah apa yang mereka rencanakan aku bahkan tidak bisa menanyakannya kepada mereka.


"Fera, kita sebenarnya mau kemana sih ?" tanyaku


"Kan udah kita bilang ada acara nanti malam " jawab Fera


"Iya, tapi kenapa kayak acaranya buat aku kalau kalian perlakukan aku kayak gini " jawabku sudah mulai risih dengan apa yang mereka lakukan


"Syifa, kamu percaya aja sama kita kita pokoknya kamu tinggal duduk manis aja jangan banyak bicara ok" jawab Dea


"Terserah kalian aja capek ngomong aku ngomong sama kalian " ujarku sudah pasrah dengan apa yang mereka lakukan sekarang


"Good " jawab mereka bersamaan


Setelah cukup lama kita menghabiskan waktu akhirnya sudah selesai. sebenarnya bukan aku yang lama di make up nya hanya saja mereka yang cukup heboh saja


Tidak banyak memakai riasan hanya polesan bedak tipis dan lipstik warna pink saja dan mereka juga sama seperti diriku


Semuanya telah siap tapi orang tuaku belum pulang juga dan bibi juga entah kemana tidak seperti biasanya


"Udah siap semua kan? "tanya Dara


"Udah kok" jawab Dea


"Tapi tunggu orang tuaku belum pulang ni gimana kita mau berangkat kalau kek gini" ujarku


"Gak usah mereka gak akan pulang kok " ujar Fera


"Maksudnya " tanyaku


" Maksud Fera Mama kamu pasti pulang malam gitu ya kan Fer " jawab Dea


"Ah iya itu maksud aku " jawab Fera


"Kalian ini kenapa mencurigakan banget sih gak kayak biasanya " tanyaku


"Perasaan kamu aja kali kita biasa biasa aja kok " jawab Dara


"Kita berangkat sekarang takutnya kita telat yang ada " ajak Fera


Dari rumahku ke tempat acara hanya membutuhkan waktu 15 menit saja apalagi jalanan juga aman alias tidak macet


Sampai di tempat yang mereka maksud tapi yang ku lihat tidak ada apa apa disana bahkan tidak ada lampu yang menyala satu pun

__ADS_1


"Kalian gak salah tempat kan " tanyaku tapi tidak ada sahutan


Ketika aku berbalik mencari mereka tidak ada siapapun disana


"Kalian kemana sih " ujarku teriak


" Kalian jangan main main dong seram tau " sambung ku lagi


Ketika aku sedang mencari mereka ada seseorang yang memegang pundak ku dari belakang


"Kalian dari mana aja sih " ujarku berbalik


"Kamu siapa jangan macam macam ya " teriakku. Melihat bukan teman temanku melainkan seorang laki laki yang memakai jaket dengan menutupi kepalanya


Ada rasa takut tentu saja


"Kamu siapa"tanyaku


Tidak ada sahutan


" Kamu siapa jawab kenapa diam " bentakku


Ketika aku ingin meninggalkan tempat itu tiba tiba dia menarik tanganku dengan keras dalam keadaan yang tidak seimbang aku masuk kedalam pelukannya


" Lepas kamu siapa " teriakku memukul dada pria itu


" Lepas kalau enggak aku teriak " ujarku memberontak


Tiba tiba lampu menyala di tempa aku dan pria itu berdiri berbentuk love


Aku semakin takut dan hendak lari setelah aku mengigit dada pria itu


"Aww " pekiknya merenggangkan pelukannya


Aku berbalik dan hendak lari


Aku berhenti ketika lampu mulai menyala di semua tempat dan yang pertama aku lihat ada para sahabatku yang berdiri tidak jauh dariku


Setelah itu mataku tertuju pada sosok orang yang aku kenal yaitu orang tuaku


"Apa ini sebenarnya apa pria itu " batinku dan Inging berbalik


Setelah berbalik aku dibuat terkejut bagaimana tidak aku melihat laki laki yang sangat aku rindukan yang telah mendiami ku beberapa hari ini yang membuat pikiranku kacau balau


"Rendy " ujarku dia hanya tersenyum ke arahku


Dia juga memakai baju yang warna senada dengan ku

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya terjadi apa ada yang mau menjelaskannya padaku sekarang " tanyaku kepada mereka tapi aku semakin terkejut bukan hanya sahabatku yang datang dan orang tuaku melainkan teman teman sekolahku bahkan Vino juga ada di sana dan orang tuanya Rendy


Ketika menghadap Rendy kembali aku hampir saja jantungan dia tepat di hadapanku


" Maukah kau menjadi pasangan hidupku untuk selama lamanya Syifa dan satu lagi kamu kemarin marah bukan karena kamu memintaku untuk mengatakan cintaku di hadapan mu langsung tapi aku malah tidak peduli dan mematikan HP saat itu aku minta maaf I LOVE YOU " ucapnya membuat aku terisak aku tidak bisa menahan air mataku lagi. Rasanya aku tidak percaya dengan apa yang hari ini terjadi aku berbalik dan menatap kedua orang tuaku mereka mengangguk dan aku kembali menatap ke arah Rendy dan mengangguk


Semua yang ada di sana bertepuk tangan gembira


Flash back


Saat Rendy memutuskan sambungan telfonnya dengan Syifa, Rendy menghubungi kedua orang tuanya Syifa meminta bantuan untuk membuat acara kejutan buat Syifa, awalnya kedua orang tua Syifa sempat menolak tapi dengan Rendy memberi pengertian kepada mereka hanya untuk beberapa hari saja merekapun akhirnya setuju


Setelah menghubungi orang tua Syifa dia menghubungi teman teman Syifa meminta bantuan kepada mereka juga


Rendy menyuruh mereka membawa Syifa ke sebuah cafe dan Rendy duduk dengan seorang perempuan itu adalah rencananya sengaja ingin membuat Syifa cemburu


Itu cukup membuat Rendy bahagia dengan begitu dia bisa melihat cinta Syifa padanya


Flash off


Saat Rendy ingin memasangkan cincin di tanganku aku kembali menarik tanganku karena aku baru memikirkan sesuatu


"Kenapa? " tanya Rendy


"Tapi bagaimana dengan perempuan yang ada di cafe waktu itu " tanyaku


"Ya Allah Syifa aku pikir kenapa " ujarnya


Semua yang ada disitu tertawa aku pun heran dibuatnya


"Maksudnya aku " ujar seseorang


"Itu sepupu aku, aku minta bantuan sama dia waktu itu " jawab Rendy


"Bantuan apa sampai pegang pegangan tangan segala " jawabku


"Batuan untuk membuat semua ini kalau gak percaya tanya aja sama teman teman kamu kalau enggak sama Mama kamu " jawabnya santai


Aku dibuat terkejut dengan apa yang diucapkan Rendy jadi kedua orang tuaku juga ikut andil dalam semua ini


" Tolong ada yang bisa jelaskan sesuatu sama aku " ujarku melihat teman temanku satu persatu kedua orang tuaku dan Rendy


"Nanti aja aku ceritainnya sekarang mana tangan kamu " ujar Rendy


Setelah Rendy memasangkan cincin ke tanganku semua kembali riuh dengan suara tepuk tangan dari semua


" Selamat ya sayang maaf dengan beberapa hari ini kalau bukan karena menantu Mama yang konyol ini bujuk Mama, Mama gak bakalan mau ikut dengan acara yang konyol ini tapi Mama senang sekarang" ujar Mamaku

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE YA BINTANG LIMANYA JUGA THANKS


__ADS_2