
Mereka berlalu dari depan rumah Syifa menuju rumah sakit untuk mengambil motornya Rendy yang sengaja di tinggalkannya di sana.
...****************...
Waktu terus berlalu dan terasa begitu cepatnya, hari hari mereka lalui dengan bahagia.Syifa yang bahagia karena mendapatkan kasih sayang orang tuanya kembali dan selalu menyempatkan pergi liburan di akhir pekan dan Rendy yang sudah mulai memimpin perusahaan Papanya di usia muda.
Papanya Rendy berusaha untuk membuat Rendy belajar bertanggung jawab apalagi dia sudah di jodohkan itu artinya dia akan menjadi kepala keluarga yang harus menghidupi istri dan anaknya kelak.
Setiap harinya Rendy selalu menjemput Syifa saat pergi sekolah dan mereka selalu bersama. Sekarang mereka sedang mencari kampus yang mereka idam idamkan selama ini mereka akan kuliah di kampus yang sama.
Sedangkan Vino dia masih berusaha mendapatkan hati Syifa.Dia masih belum menyerah untuk mendapatkan cintanya Syifa, Dara yang mencintai Vino tapi dia tidak pernah menunjukkan secara terus terang dia hanya memberi perhatian lebih kepada Vino selama ini tapi Vino sama sekali tidak peka terhadap perhatian yang Dara berikan.
Dara yang sudah mulai menyerah dengan cintanya terhadap Vino berusaha mengubur cintanya jauh jauh dan akan pergi ke luar negeri untuk menghilangkan rasa cintanya terhadap Vino dia berencana akan pindah ke luar negeri untuk melanjutkan kuliahnya. Syifa dan sahabat sahabatnya yang lain, yang tidak tahu tentang perasaan Dara sedih karena mereka akan kehilangan satu sahabat mereka tapi mereka juga tidak bisa berbuat apa apa karena itu semua untuk kebaikan sahabatnya apalagi itu untuk urusan pendidikan.Tapi mereka selalu mendukung apapun keputusan dari sahabatnya itu.
Riski masih ada yang ingat dia adalah mantannya Syifa yang pergi tanpa kabar setelah kembali membuat pernyataan yang membuat Syifa terkejut. Dia masih melakukan perawatannya dia akan segera menjalankan operasi. Syifa hanya bisa mendoakan kebaikan untuk Riski dia juga sudah menceritakan semua pada Rendy terus terang, tidak ada lagi yang Syifa tutup tutupi dari Rendy.
Syifa ingin terbuka satu sama lain agar tidak ada masalah untuk ke depannya di dalam hubungan mereka berdua begitu pun sebaliknya tidak ada yang Rendy. Mereka saling terbuka satu sama lain. Di umur mereka yang masih remaja mereka sudah memiliki pikiran yang amat sangat dewasa.
Hari dimana Syifa akan resmi bertunangan dengan Rendy semakin dekat tinggal menghitung jari saja mereka akan resmi tapi mereka tidak tahu kalau akan ada kejutan kecil untuk mereka berdua dari orang tuanya dan dari sahabat sahabatnya.
Hari ini mereka akan menghadiri acara wisuda menerima pengumuman kelulusan. Rendy tampil dengan tampannya dengan setelah jas membuat ketampanannya semakin berkali kali lipat begitupun dengan teman temannya Rendy.
Syifa dan para sahabatnya juga tidak kalah cantik mereka tampil dengan elegan dan anggun di balik balutan kebaya modern mereka. Dengan warna senada. Syifa sangat cantik dengan make up naturalnya. Rendy yang melihat Syifa tampil anggun terpana dengan kecantikan calon istrinya itu dan matanya tidak pernah lepas dari memandang wajah cantik dan imut Syifa.
Mereka semua berkumpul di taman sekolah karena acara belum juga dimulai mereka asik mengobrol satu sama lain dan saling melempar canda dan tawa.
''Sayang hari ini kamu sangat cantik,'' tutur Rendy
__ADS_1
''Memang biasanya aku gak cantik?,'' canda Syifa
''Bukan itu maksudku sayang kamu tiap hari cantik tapi karena aku baru melihat kamu dandan seperti ini aku jadi pangling aku gak kebayang gimana cantiknya calon istriku ini di hari pernikahan kita,'' puji Rendy
''Jangan terlalu mengagumi kecantikan Ren, kecantikan akan pudar dengan berjalannya waktu. Apa kamu akan meninggalkanku saat aku sudah tidak cantik lagi, saat aku sudah tua?,'' tutur Syifa.
''Apapun alasannya aku tidak akan pernah meninggalkan kamu Syifa, karena aku menyayangimu dengan tulus dan percaya sama aku saat kamu tidak cantik lagi tapi aku yakin semakin kamu tua pasti kamu semakin cantik nantinya dan saat kamu gemuk pun aku akan tetap menyukai kamu sepenuh hatiku,'' jawab Rendy meyakinkan Syifa.
''Apa aku terlihat gemuk dengan baju ini?,'' tanya Syifa.
''Bukan sekarang sayang? maksudku nanti kalau kamu lagi mengandung anakku?,'' ujar Rendy tertawa. dan di sambung dengan tawa teman temannya.
''Dasar kamu ya! nikah aja belum udah mikirin aku hamil,'' ucap Syifa malu sendiri saat Rendy bahas soal mengandung di depan teman temannya pula.
''Apa kalian akan terus bicara berdua saja di sini? apa kalian tidak menganggap kami dari tadi? tolong ya kalau mau mesra mesraan jangan di sini cari tempat lain saja,'' ucap Fera kesal dengan Rendy yang sibuk dengan urusan rumah tangga mereka tidak melihat jiwa jomblo teman temannya meronta ronta.
''Iy kasihanilah kami para jomblo an dan jomblo wati ini,'' ucap Dea.
''Rendy'' tegus Syifa,''
''Iya sayang,'' jawab Rendy.
''Takut juga kan lo sok soan lagi,'' ucap Dea senang karena Syifa membela mereka.
Setelah memutuskan untuk kuliah di luar negeri Dara tidak seceria biasanya dia lebih banyak diam ketimbang bicara dan bercanda bersama teman temannya.
''Dara kenapa diam aja sih?,'' tanya Dea
__ADS_1
''Enggak kenapa kenapa kok,'' jawab Dara
''Aku perhatikan kamu gak seceria biasanya apa kamu lagi mencari seseorang?,'' tanya Fera yang memperhatikan tingkah Dara.
''Aku hanya mencari orang tua aku apa sudah sampai?,'' jawab Dara berbohong karena sejujurnya dia tengah mencari keberadaan Vino yang belum hadir juga. dia memang berniat untuk melupakan Vino tapi untuk saat ini dia ingin melihat Vino untuk terakhir kalinya sebelum dia pergi.
''Biarkan sana nanti juga datang orang tua kami juga sepertinya belum datang juga,'' ucap Syifa
''Iya,'' jawab Dara
''Setelah ini kita gak bisa sering ketemu dan bercanda seperti ini ya apalagi Dara mau kuliah di luar negeri, kami pasti akan sangat merindukanmu, sering sering kabari kami ya jangan melupakan kami,'' ujar Dini memeluk Dara. Syifa, Fera dan Dea juga ikutan bergabung bersama mereka sedangkan para cowok cowok hanya memperhatikannya saja.
''Tenang aja kita akan tetap menjadi sahabat kok walupun jarang ketemu,aku juga gak akan melupakan sahabat sahabat aku yang terbaik ini kita kan BFF' ujar Dara. belum melepaskan pelukan sahabat sahabatnya.
''Kamu mau ke luar negeri, Syifa mau nikah tinggal Aku, Dea sama Dini aja?,'' ujar Fera.
''Lo Ren awas aja ya kalau gak iziinin Syifa main lagi sama kita?,'' sambung Fera mengancam Rendy.
''Kalian tenang aja aku gak akan pisahin kalian kok, kalian masih bisa ketemu sebebas kalian asal gak ada cowok terlebih lagi zombie itu?'' ucap Rendy
Jangan lupa like komen dan vote nya teman teman semua
terima kasih bagi yang sudah mampir di karya saya yang receh ini mudah mudahan gak bosan ya.
mampir juga di karya author yang satu lagi judulnya
CINTA PERTAMA YANG SEMPURNA
__ADS_1
itu karya terbaru
mampir ya teman teman