pria idaman

pria idaman
PI19


__ADS_3

Tak terasa malam begitu cepat berganti dengan dinginnya hawa pagi


mentari sudah mulai terbit di lubuk barat yang siap menyinari bumi yang begitu luas cahaya nya dapat menghangatkan seluruh badan memberi kehidupan bagi yang masih di beri kesempatan oleh yang maha kuasa yang menguasai dunia ini alam semesta


Hari yang begitu cerah ini aku mulai membuka mataku karena suara Azan telah di kumandangkan jadi aku harus menunaikan ibadah shalatku karena shalat adalah kewajiban bagi seluruh muslim jadi aku harus mengerjakannya


dengan penuh ke kusyukan aku melaksanakan shalatku pagi yang cerah ini tentu saja setelah mandi dan wudhu


dan mumpung hari ini adalah hari pertama ujian aku bersiap siap lebih awal dari biasanya setelah shalat aku mengaji sebentar habis melepaskan mukena aku langsung memakai baju seragamku bersiap untuk ke sekolah


Setelah selesai aku turun ke bawah untuk sarapan seperti rutinitas ku biasanya karena bibi telah menyiapkan sarapan aku tidak perlu menunggu lagi aku juga sudah sangat lapar jadi aku langsung makan tanpa menunggu mama dan papa ku turun aku makan sendiri seperti dulu sebelum mama dan papaku berubah seperti sekarang aku sarapan sendiri


"Non gak mau tungguin Mama sama Papanya Mon" tanya Bibi


"Gak bik aku laper lagian aku juga masih kesal sama mereka " jawabku tenang


" Kenapa kesal gak boleh loh kesal sama orang tua sendiri nanti kualat"ujar seseorang yang sangat aku kenal


" Kamu ngapain disini " tanyaku kaget


" Emangnya gak boleh kalau gak boleh ya udah aku pulang saja " jawabnya pergi


" Gak bukan itu maksudku kenapa disini ini masih pagi loh baru setengah tujuh" jawabku menahan tangannya yang hendak pergi


" Aku sengaja sebenarnya pergi ke sini pagi pagi niatnya sih mau sarapan di sini di rumah gak ada orang mama pergi papa juga sekarang kan aku punya calon istri jadi aku kesini aja " jelasnya panjang lebar


membuatku tersipu malu sendiri


"*N*i orang pagi pagi dah gombal aja aku senang pas dia ngegombal tp kalau kek gini jadi malu sendiri " batinku sambil celingak celingukan


" Sayang kamu ngapain sih celingak celinguk gak jelas" tanyanya


" Kamu ini gombalnya gak lihat sekeliling gimana kalau Mama sama Papa aku dengar kan malu " jawbku


"Oh itu ngapain malu kan mereka juga tau hubungan kita jadi ngapain malu " ujarnya


" Aku malu Rendy " ujarku


"Kan udah aku bilang semalam panggil aku sayang atau cami juga boleh " ujarnya


"Cami? " melihatya


" Iya calon suami kan aku calon suami kamu gak lama lagi loh tinggal beberapa Minggu lagi " ujarnya


" Ih kamu " duduk di bangku lagi aku sangat malu


" Sayang jangan kamu " tegasnya


" Iya sayang " ujarku pelan

__ADS_1


"Sayang kamu bilang apa tadi aku gak dengar sekali lagi dong " ujarnya aku yakin dia dengar tadi


" Iya sayang " ujarku lebih keras


" Kamu bilang apa sih aku masih gak dengar " katanya lagi


"Kamu tuli ya segitu masih gak dengar " ujarku


" Makanya lebih keras dong aku gak dengar " katanya lagi


" Iya sayangggg udah dengar " kataku


" Nah gitu dong ini baru dengar " jawabnya


" Sayang kamu kenapa teriak teriak panggil sayang ada apa " tanya Mama yang baru datang


" Eh Nak Rendy kamu ada di sini udah lama knp Syifa teriak dia gak biasanya kek gitu " sambung Papa


" Gak pa pa kok Pa " jawabku cengengesan


" Ini Om, Tante aku ini kan calon suami nya masak dipanggil nya dengan nama sih anak Tante kaku banget jadi aku suruh panggil sayang dia malah kayak orang sariawan panggilnya pelan banget jadi aku kerjain aja aku pura pura gak dengar " jelasnya panjang kali lebar


"Ih kamu kenapa ngomong gitu bikin malu aja sih " menyenggol tangannya


" Udah udah kalian kok malah bertengkar nak Rendy udah sarapan kalau belum sarapan bareng yok " ujar Papa


"Iya om " jawabnya


" Ujarku berdiri membereskan piring bekasku


" Kamu mau kemana " Rendy menghentikan ku


" Aku kan udah siap jadi aku ke sekolah duluan " ujarku


" Ya udah aku juga gak jadi kita pergi aja" ujarnya


"Gak kamu makan aja " ujarku


" Gak aku kesini mau nemuin kamu kalau gak ada kamu ngapain aku di sini"bisik nya


" Tante maaf kayaknya lain kali aja ya aku mau berangkat bareng Syifa " ujarnya


"Sayang kenapa kamu gak tungguin nak Rendy " tanya Mama


" Hari ini ujian Mamaku sayang kalau Rendy mau makan makan aja gak pa pa kok Ma " ujarku menyindir Rendy


"Ya udah kalau gitu Rendy makan aja nanti kamu nyusul Syifa " sambung Papa


" Gak usah Om aku bareng Syifa aja kalau soal makan nanti juga bisa kok di sekolah " ucap Rendy

__ADS_1


" Oh ya udah kalau gitu kamu jangan lupa sarapan nanti sakit nanti Mamanya Rendy marah loh dia udah nitipin kamu sama Tante dan Om kalau kamu mau tinggal di sini aja biar enak Tante dan Om jagain kamu" ujar mama


" Boleh emangnya Tante " tanya Rendy


" Boleh kok " ujar papa


"Ma, Pa, kalian mau bicara sampai kapan dan kamu juga mau berangkat atau mau lanjut aku duluan kalau gitu " ujarku


" Ni orang bertiga ya gak ada yang nanya pendapat aku gitu iya sih aku senang tapi apa Rendy beneran mau " batinku


"Ma, Pa, aku pergi dulu ya assalamualaikum " sambung ku sambil salam


"Ya udah Tante, Om aku juga pergi ya assalamualaikum " ujar Rendy dia juga sama sepertiku menyalami Mama dan Papaku


" Waalaikumussalam kalian hati hati " jawab mereka bersamaan


kKami pun berpaling melihat mereka berdua dan sedikit tertawa melihat keduanya


" Kamu sajak kapan sih ada di sini " tanyaku


"Gak lama sih pas kamu pakai baju " ujarnya


"Kamu ke kamar aku " tanyaku


"Gak lah " ujarnya santai


aku menghentikannya dan mengangkat alisku tanda aku bertanya padanya


" Tadi maunya sih gitu tapi aku gak enak hati jadi aku tanya sama bibi kamu katanya kamu lagi ganti baju " jawabnya


"Oh awas ya kalau kamu masuk ke kamar aku " ujarku


"Emang kenapa gak boleh " tanyanya


"Gak boleh pokoknya itu ruang pribadi aku jadi kamu gak boleh masuk " ujarku


" Ada foto mantan kamu ya tapi gak pa pa nanti aku juga pasti akan masuk Aminin dong " ujarnya


"Kenapa harus amin kan aku bilang kamu gak boleh ke kamar aku jadi kenapa aku harus aminin nya " kataku


"Kamu gak mau kita nikah " tanyanya


" Mau kenapa kamu nanya kayak gitu " tanyaku


" Kan kalau kita nikah aku akan masuk kamar kamu kan"ujar Rendy


"Oh iya ya " gumam ku


" Kenapa berhenti " tanyaku

__ADS_1


Nantikan cerita berikutnya ya jangan bosan maaf kalau masih banyak typo jangan lupa coment ya dan jangan lupa like juga kalau kalian suka


__ADS_2