
"Kamu gak protes sayang, kita gak bisa ketemu satu minggu "ucap Rendy
'' Kan masih bisa video call sayang" ucap Syifa.
''Tetap saja beda sayang" protes Rendy.
'' Sudah gak usah berdebat pokoknya mau gak mau setuju gak setuju keputusan Papa sudah bulat kalian berdua tidak boleh ketemu selama satu minggu, dan ponsel kalian Papa sita, dan khusus Syifa tidak boleh keluar dari rumah selama masa pingit itu berlangsung " ucap Papa Surya.
''Ponsel juga di sita , ayolah Om gak usah bercanda," protes Rendy.
''Apa wajah Om terlihat lagi bercanda?,'' ucap Papa Surya
''Pa, Ma," ucap Rendy meminta bantuan pada orang tuanya.
''Untuk yang itu Papa gak bisa bantu," jawab Papa Mahendra.
''Syifa,'' Ucap Rendy.
''Papa lagi bercanda ya kali ponsel juga di sita, dan apa aku gak bisa keluar rumah, Papa lagi bercanda kan Pa?,'' ucap Syifa ikut bertanya tidak percaya.
" Papa serius sayang, Papa gak lagi bercanda," ucap Papanya Syifa.
''Kuliah aku gimana Pa? kalau aku gak boleh keluar rumah," tanya Syifa mencari alasan lain .
''Nanti Om bicara sama pemilik kampus, supaya kalian bisa masuknya minggu depannya lagi saja, Om kenal orangnya'' ucap Papa Mahendra.
''Kenapa jadi bahas kuliah, masalah pingit ini saja belum selesai, siapa sih yang buat tradisi pingit begini '' protes Rendy.
''Kalian anak muda sangat sulit untuk di atur, atau gak usah nikah saja kalau begitu," ucap Mama Sarah.
'' Jangan, Terserah kalian saja kalau begitu," ucap Rendy pasrah dari pada gak jadi.
''Tapi ponsel aku gak jadi di sita kan Pa?," tanya Syifa.
"Ponsel tetap Papa sita,'' ucap Papa Surya.
''Ayolah Pa, pasti akan sangat membosankan di rumah satu minggu gak bisa main ponsel lagi,'' protes Syifa.
''Sayang kamu tega banget sih, aku lagi memperjuangkan supaya kita bisa ketemu tapi kenapa kamu malah bahas masalah kuliah, ponsel,'' ucap Rendy.
''Sayang, kalau punya ponsel kita bisa tetap komunikasi tapi kalau ponsel juga di sita aku juga gak terima, Pa, Ma, jangan sita ponsel juga dong,'' ucap Syifa.
__ADS_1
''Itu untuk menguji cinta kalian berdua, satu minggu itu cuma sebentar Papa dulu hampir satu bulan,'' ucap Papa Surya.
''Jadi Om, mau balas dendam ini ceritanya," ujar Rendy.
''Jadi kamu mau buat mereka juga merasakan apa yang kamu rasakan Surya," ucap Papa Mahendra.
''Sekalian,'' jawab Papa Surya tersenyum senang.
''Mas, kamu tega banget kalau gitu," ujar Mama Sarah.
''Apa pembicaraan ini akan terus berlanjut, tapi ini gimana?,'' tanya Rendy.
''Enggak gimana gimana, pokoknya keputusan kita sudah bulat kalian tidak boleh ketemu selama satu minggu terus Syifa gak boleh pegang ponsel" ucap Papa Surya.
''Kalau gitu hari ini Rendy bisa ajak Syifa keluar sebentar" tanya Rendy memikirkan sesuatu.
''Untuk hari ini silahkan, kalian bebas mau kemana saja tapi ingat kalian belum sah ini baru pertunangan" ucap Papa Mahendra.
''Papa tenang saja Rendy tahu batasan, Syifa ikut aku kita pergi ke sesuatu tempat,"ajak Rendy.
''Aku pamit Ma,Pa,Om,Tante,'' ucap Rendy.
''Iya Tante" jawab Rendy.
Syifa dan Rendy keluar dari rumah orang tua Syifa untuk pergi ke sesuatu tempat, entah kemana Rendy akan membawa Syifa pergi.
''Ren, kita mau kemana sih ini?" tanya Syifa mengikuti Rendy.
''Kamu tenang, dan ikuti saja aku,'' ucap Rendy.
''Tapi mau kemana dulu?,'' tanya Syifa lagi.
Walaupun Syifa protes tapi tetap mengikuti kemana Rendy pergi. Rendy dan Syifa menggunakan mobil dan pergi ke tempat dimana Rendy akan membawanya.
Rendy berhenti di salah satu toko ponsel.
''Kenapa kita ke sini? ponsel aku masih bagus" ucap Syifa.
"Kamu ikut saja, besok ponsel kamu akan di sita, jadi ini solusinya," ucap Rendy.
"Dasar kamu ya, bisa kepikiran untuk membeli ponsel baru" ujar Syifa heran dengan pikiran Rendy.
__ADS_1
''Dari pada aku gak bisa bicara sama kamu apalagi alasan pingit gak jelas itu, wah mati berdiri aku" ucap Rendy.
" Jangan sampai orang tua kamu tahu" ucap Rendy.
" Iya, makasih" ucap Syifa.
" Untuk apa? aku melakukan ini untuk diriku sendiri, sekarang kita kemana?" tanya Rendy bingung mau ke mana.
''Yang ajak aku paksa tadi siapa?" tanya Syifa.
''Baiklah kalau gitu, ayo pergi sekarang" ucap Rendy.
Setelah membeli ponsel baru, Rendy membawa Syifa ke pantai untuk menghabiskan waktu bersama sebelum masa pingit.
" Aku pasti akan kangen banget sama kamu" ucap Rendy setelah tiba di pantai.
''Sama aku juga pasti akan merindukan kamu" ujar Syifa.
" Tapi kenapa di rumah kamu seperti biasa saja pas Papa kamu kasih tau kalau kita akan di pingit?" tanya Rendy menatap Syifa.
" Aku hanya malu saja di depan orang tua kamu?" jawab Syifa balas menatap Rendy.
" Sebenarnya aku juga merasa malu tapi aku gak bisa menyembunyikan perasaan aku," ucap Rendy.
" Nanti aku akan coba bujuk Papa supaya kita atau paling tidak kamu bisa ke rumah sesekali" ucap Syifa.
" Kamu memang mengerti aku" ucap Rendy menggenggam erat tangan Syifa.
''Aku mencoba memahami diriku sendiri, karena aku juga pasti akan merindukan kamu" jawab Syifa mengalihkan tatapannya malu.
" Sudah enggak perlu malu begitu, kamu makin cantik kalau lagi malu malu seperti itu, " gombal Rendy.
''Jangan sepeti itu, nanti aku bisa khilaf," bisik Rendy di telinga Syifa.
''Emang berani?" tantang Syifa
jangan lupa
Like, komen vote,
terima kasih waktunya.
__ADS_1