pria idaman

pria idaman
PI23


__ADS_3

"Hah kamu lapar udah berapa hari kamu gak makan "syok mendengar aku bisa menghabiskan semua ini


" Perasaan kamu makan malam aja yang kelewat " sambungnya meletakkan jari telunjuknya di kepala seperti orang berpikir


"Udah deh gak usah lebay lihat aja nanti habis apa enggak " balas ku melihat Rendy yang meletakkan jari telunjuknya di kening


"Ya udah ayok aku dah lapar ni " pergi ke kasir sedikit terbata bata karna kakiku masih sakit akibat kejadian di rumah Rendy


" Berapa mbak "tanyaku pada penjaga kasir


"Biar aku aja yang bayar " ucap Rendy


"Gak usah aku bawa uang aku sendiri kok" balasku


"Aku juga punya uang kok biar aku aja yang bayar " dikasihnya uang ke kasir sebelum aku


" Tapi nanti jangan buat alasan ya " ujarku menunjukknya sedikit introgasi


" Alasan apa " tnya nya gak paham


" Awas aja " ujarku pergi tanpa menjelaskan apa maksudku


"Tunggu dong kamu kenapa sih suka banget ninggalin aku di belakang " Rendy lari menghampiriku


"Siapa suruh lelet " jawabku santai tanpa meliriknya


" Tinggal nungguin aja apa susahnya sih " balasnya ketus


Aku keluar dan mulai membuka makanan yang aku belikan tadi tanpa menawari Rendy


"Sayang makan jangan sambil jalan gak baik loh " menegurku karna makan sambil jalan


"Iya aku tau tapi aku lapar siapa suruh gak bangunin aku pas sampai rumah " jawabku santai


" Aku gak tega bangunin kamu keliatannya kamu nyenyak banget tidurnya lagian kaki kamu juga masih sakit kan " ujarnya


" Lapar sih lapar tapi gak makan sambil jalan juga kan tuh di sana ada bangku duduk yok " sambungnya lagi menunjukkan bangku yang tidak jauh dari kami


" Gak ah kelamaan udah larut juga dan aku benar benar sangat lapar " sahutku sambil memegang perut


" Tapi kalau kamu mau duduk sendiri aja aku mau pulang " sambung ku lagi


"Ya udah gak jadi kalau begitu " jawabnya ketusnya di sampingku


Aku berjalan seperti biasa tanpa berbicara sepatah katapun hanya saja sedikit pincang dan Dia juga diam tak bersuara sama sepertiku


Karena terlalu serius makan aku tidak memperhatikan sekitarku bahkan aku hampir jatuh karna tersandung batu


"Kamu gak pa pa " tanyanya khawatir


"Gak aku gak pa pa makasih udah bantu aku " balasku pura pura gak sakit padahal ini sangat sakit sekali apalagi terkena di tempat yang sama


"Yakin kamu gak pa pa lain kali kalau mau jalan hati hati tadi kan aku juga udah bilang kamu gak dengar sih makanya makan jangan sambil jalan " ujarnya


"Aaawww " menahan perih

__ADS_1


" Aku gendong aja ya " tanyanya


"Gak usah aku gak pa pa kok " balasku berbohong


"Gak pa pa gimana sini aku gendong aja" balasnya dan berdiri di hadapanku supaya aku naik ke punggungnya.


Aku pun akhirnya naik juga karna kalau aku paksa yang ada kakiku malah semakin perih dan yang ada nanti bengkak.


Dia menggendongku dan berjalan dengan sangat lambat


"Kamu makan berapa kali sehari "tanyanya


"Aku berat ya aku turun aja ya " kasihan melihat Rendy


"Gak kamu gak berat kok " balasnya


"Terus kenapa kamu nanya kayak gitu " ujarku marah


"Emang gak boleh aku nanya kayak gitu " jawabnya


"Terserah kamu aja " balasku


Aku tidak banyak bicara lagi karna aku merasa kantuk karna begitu nyaman dengan Rendy aku pun tertidur di punggungnya Rendy


Aku terbangun ketika mendengar suara seseorang


"Sayang udah sampai tadi katanya kamu lapar jadi makan apa enggak kalau enggak aku bawa kamu ke kamar " tanyanya. sedangkan aku masih di punggungnya Rendy


"Aku lapar aku mau makan dulu " jawabku. Rendy pun menurunkan aku. dengan hati hati di atas sofa


"Sini aku lihat kakinya " ujarnya jongkok ingin melihat kakiku


" Gak pa pa kok " balasku


"Gak pa pa gimana kalo kamu memar tunggu di sini pasti karna tadi dirumah dan kena ditempat yang sama " berdiri dan hendak pergi


"Oh iya aku lupa ini kan rumah kamu ada kotak P3K gak " berbalik dan bertanya


" Ada tapi di kamar " balasku


" Kamar kamu apa di kamar aku juga ada " tanyanya lagi


"Aku gak tau kalau di kamar kamu mungkin ada mungkin juga enggak " ujarku karna aku tak pernah masuk ke kamarnya


"Aku ke kamar kamu aja deh kamu tarok dimana " tanyanya


" Di laci di bawah buku " jawabku


" Oh ok kamu jangan gerak dulu nanti tambah parah " ujarnya dan pergi


" Eum " balasku.


Setelah Rendy pergi aku juga mencoba untuk berdiri pelan pelan karna aku sudah sangat lapar dan tidak tahan lagi jadi aku ke dapur untuk memasak mie yang aku belikan tadi aku memasak mie dua buah sekaligus karna aku sudah sangat lapar


" Sayang kamu di mana sih " tanya Rendy sedikit berteriak supaya yang lain tidak terbangun

__ADS_1


"Aku di dapur " sahutku


"Kamu ngapain di sini kan aku udah bilang jangan kemana mana kamu bandel banget sih kalau dibilangin gak mau dengar kan kamu juga yang sakit " ngomelnya


"Aku lapar jadi aku masak mie " ujarku dan berjalan sedikit pincang karna menahan sakit


" Kan tinggal tunggu aku bisa kan kamu duduk aja dan obatin luka kamu ini biar aku yang lanjutin obatnya udah aku tarok di atas meja "ucap Rendy mengambil alih memasak


" Ya udah kalau gitu " Aku pun menurut saja apa yang dibilang Rendy untuk kebaikanku juga


Dimana lagi aku akan bertemu dengan pria seperti Rendy lagi udah ganteng baik pengertian lagi memang laki laki yang kucari selama ini bahkan dulu aku tidak pernah begini


Memang Allah telah mengatur kapan jodoh akan menghampiri kita di saat yang tepat


Di saat aku mengolesi kakiku dengan salap Rendy datang dengan membawa Mie di tangannya


"Nih udah siap " menaruh di atas meja


"Udah kamu olesin salapnya " tanya Rendy


"Udah kok " jawabku menunjukkan kakiku


"Ya udah kamu cuci tangan kamu dulu habis itu baru makan aku mau ke kamar dulu mau mandi nanti aku balik lagi " ucapnya meninggalkan aku


Aku pergi ke dapur untuk mencuci tanganku seperti yang di suruh Rendy barusan habis itu kembali untuk makan


tak begitu lama Rendy kembali dengan baju yang berbeda


" Udah selesai makannya " tanyanya duduk di dekatku


" Gak masih banyak ni " jawabku karna dari tadi aku memang belum makan


" Sini sendoknya biar aku yang suapin "


ucapnya


"Gak pa pa aku bisa sendiri " balasku


" Tunggu dulu " beranjak ke dapur entah apa yang mau di lakukannya


" Ngapain sih tu orang "gumam ku


Ternyata Rendy ke belakang untuk mengambil sendok


"Untuk apa kamu ngambil sendok jangan bilang ... " terhenti karena Rendy langsung jawab


"Iya " jawabnya sebelum aku selesai bicara


"Aku juga lapar liat kamu makan jadi aku bolehkan makan bareng kamu " tanyanya mengambil mie


" Udah ngambil masih nanya apa boleh apa enggak udah cukup " ucapku menarik piring


"Ayolah aku lapar " ujarnya merengek seperti anak kecil


jangan lupa komentarnya ya maaf kalau masih banyak typo nya ini masih novel pertamaku

__ADS_1


jangan lupa vote like juga ya


__ADS_2