
"Tapi tetap saja aku lebih tua dari kalian,oh ya! panggil Tania juga seperti itu!," suruh Reno.
"Bukankah tadi Syifa memanggilmu kakak ipar sayang?," Reno menyinggung Syifa dengan sindiran halus.
"Terserah kalian saja! Lebih baik kita pulang sayang, takutnya kelamaan yang ada aku yang di habisan Papa kamu," ucap Rendy.
"Kakak ipar aku pulang dulu ya, Reno aku pulang dulu, jaga Kakak ipar baik-baik, awas kalau kakak ipar menangis," ancam Syifa.
" Kenapa memanggilku dengan nama sedangkan Tania kakak ipar?," Ucap Reno.
" Sudah terima saja," Ujar Rendy.
"Kalian berdua ini sama saja." ujar Reno kesal.
"Sudahlah sayang," Ujar Tania menenangkan Reno yang lagi kesal.
''Aku duluan ya, kapan-kapan main ke rumah, aku pasti bosan di rumah terus satu minggu ini," ucap Syifa.
"Lah kenapa?," tanya Reno.
," Kami akan menjalani masa pingit," jawab Rendy lesu.
*Hahahahahha*
Reno bukannya simpati tapi malah tertawa mendengarnya.
"Jangan tertawa dulu, lo juga akan mengalami ala yang gue alami, mudah mudahan lebih lama," ujar Rendy tambah kesal.
" Aku sih biasa saja, aku masih bisa ke rumahnya kalau dia gak bisa keluar," ujar Reno.
"Tidak semudah itu kawan!" ucap Rendy.
"Maksud Lo apa?," tanya
"Kalau seperti itu aku juga biasa aja, ini masalahnya kita gak boleh ketemu sama sekali dan lebih parahnya lagi Om Surya menyita ponselnya Syifa, tapi karena aku pintar tadi aku membeli ponsel ba umm...," Syifa langsung menutup mulut Rendy dengan tangannya supaya tidak memberi tahu Reno, bisa-bisa semua kacau.
"Kalian mau membohongi Om Surya," Tanya Reno tahu maksud Rendy.
"Bukan itu maksudnya Rendy ponsel aku rusak jadi dia beli baru, benar kan sayang," jawab Syifa
"Iya itu maksud aku," jawab Rendy terpaksa karena kakinya di injak Syifa.
" Kalian tidak bisa membohongiku," balas Reno.
"Sayang jangan campuri urusan mereka, lagian kasian Rendy dan Syifa mereka pasti dia akan saling merindukan kalau tidak bisa ketemu bahkan bicara lewat ponsel pun gak bisa," ujar Tania pengertian.
" Kakak ipar saja mengerti masak kamu enggak!," ujar Rendy.
__ADS_1
"Jangan kasih tahu Papa ya kak Reno, please!," Pinta Syifa.
" Lagi ada maunya saja manis," ujar Reno.
"Aku pikir-pikir dulu nanti! kalian pulanglah sudah sore ini!," Suruh Reno.
"Tapi janji dulu jangan kasih tau Papa," pinta Syifa sekali lagi.
"Sudah pulang sana!" Ucap Reno.
" Janji dulu," rengek Syifa.
" Ya ya baiklah," ujar Reno setengah hati.
" Lalu kalian akan tetap di sini? kita pulang bersama saja ini sudah sore." ujar Rendy mengajak pulang bersama.
" Benar apa yang di bilang sama Rendy kita pulang sekarang saja sudah sore juga," ujar Tania.
"Hari ini aku benar benar sial, karena bertemu kalian aku tidak bisa menghabiskan waktuku bersama Tania berdua saja," umpat Reno.
"Terus kami senag bertemu denganmu, kami juga ingin menghabiskan waktu berdua saja hari ini ternyata ada pengganggu," balas Rendy.
"Asal kalian tahu saja, kalian akan di pingit satu minggu aku dua minggu bayangkan saja, dan kalian menghancurkan hari ini," umpat Reno tidak sadar.
Hahahahah hahahahahahh
Syifa dan Rendy tertawa bersama mendengar ucapan Reno.
" Jadi kalian akan di pingit juga?," Tanya Syifa pada Tania.
"Iya dan lebih lama dari kalian." jawab Tania.
" Ini pasti Om Papa dan Tante Mama yang kasih usul," ucap Syifa.
" Kalian memang sama saja selalu membuat aku menderita," umpat Reno
"Aku harus berterima kasih sama Om Papa dan Tante Mama," ujar Syifa membuat Reno kesal
"Kita pulang saja," ajak Reno menggandeng tangan Tania dan menariknya pelan meninggalkan Syifa dan Rendy berdua saja.
"Kak Reno, semangat," teriak Syifa kegirangan.
" Kita juga pulang sayang" ajak Rendy.
"Ayo," jawab Syifa.
"Aku harus menelpon Om Papa dan Tante Mama nanti." ucap Syifa.
__ADS_1
"Memangnya mereka siapa?," Tanya Rendy
"Mereka itu orang tuanya Reno, tapi aku sudah menganggap mereka seperti orang tuaku sendiri." jawab Syifa.
" Tapi kenapa kamu memanggilnya Om Papa dan Tante Mama?," tanya Rendy.
"Karena mereka menyuruhku memanggilnya begitu," jawab Syifa
Sambil berjalan menuju mobil mereka terus berbicara dan bercanda,sampai mereka masuk ke dalam mobil.
" Sayang boleh aku menghubungi Om Papa dan Tante Mama sekarang?" izin Syifa
"Boleh sayang." jawab Rendy.
" Terima kasih," ucap Syifa
Tidak jauh berbeda dari Syifa yang menghubungi Papa dan Mamanya Reno, Reno juga menghubungi Mama dan Papanya Syifa untuk memberi tahukan kebohongan yang akan di lakukan Syifa dan Fahri.
"Sayang jangan kasian mereka" larang Tania.
"Biarin siapa suruh mereka menertawakanku tadi," ujar Reno kesal.
" Bukankah kamu duluan yang menertawakan mereka, jangan ya!" bujuk Tania.
"Sayang dengarkan aku, aku melakukan ini karena aku tidak mau mereka membohongi orang tua mereka sendiri," kilah Reno
" Tapi sendiri berbohong." balas Tania.
"Kita sudah dewasa, mereka masih anak kecil," ucap Reno.
" Sama saja, Ren," ucap Tania.
"Kali ini saja biarkan aku melakukan ini ya, aku ingin memberi mereka pelajaran itu saj," ujar Reno tidak mau kalah.
" Terserah kamu saja, tapi kalau Syifa marah aku tidak tanggung jawab," ucap Tania.
"Tapi kamu jangan marah" ucap Reno.
"Asal jangan salahkan aku saja," balas Tania.
"Kamu tenang saja kalau masalah itu." ucap Rendy.
Setelah mendapat persetujuan Tania, Reno langsung menghubungi Mama dan Papanya Syifa.
jangan lupa!
LIKE, KOMEN, VOTE, AND FAV.
__ADS_1
KARENA ITU SANGAT BERGUNA BAGI AUTHOR.
TERIMA KASIH!💜